Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 94 Laron Menantu Idaman



Sepanjang perjalanan Clara duduknya tidak tenang gelisah, berkali-kali memindahkan posisi pantatnya, sambil bergumam


"Apa yang harus kulakukan" dan mengacak-acak rambutnya.


"Kamu kenapa sich .....ayo duduk anteng Claa!"


"Tuaaan...gimana ini, kalau Clara bicara jujur pasti nanti Clara dijadiin peyek....tapi kalau tetep bohong kitakan gak nikah beneran dan aku gak hamil ntar kalau 9bulan bayinya gak brojol Clara bakal dikutuk jadi jambu mete ini" cerocos Clara membuat Aron bingung karena beberapa kata dia gak paham.


"Kenapa kamu bingung sich Cla, kalo mau bayinya 9bulan dari sekarang mulai ntar malam kita buat gitu kok dipikir susah sich...tenang saja bibit berkualitasku pasti cepat bersemi kok" ucap Aron dengan ekspresi wajah datar andalannya.


Mendengar ucapan si bos laronnya jelas saja Clara kesal, ayolah emang Clara cewek apaan dinikahi saja belum, udah ngajak buat anak....lagipula emang buat anak itu semudah membalikkan telapak tangan apa?!!!!


Kalau gampang nggak mungkinkan sampai adanya program bayi tabung, haizz memang susah kalau bicara sama si bos Laronnya ini


Plaaaak......


"Woiiii....kamu jadi cewek kok kagak ada halus-halusnya, kamu itu harusnya bersyukur punya suami ganteng, kaya dan pandai, jadi nantinya anak kita kualitasnya tidak diragukan lagi" ujar Aron songong.


Hoeeek....plastik mana, mana?!! buseet ini si bos dulunya emaknya nyidam apaan yah, sampai anaknya narsisnya sudah taraf akut gini.


"Tuan itu kalau becanda jangan keterlaluan, saat ini Clara minta bantuan dengan sangat...lagipula Clara tadikan sudah membantu menyingkirkan si dedemit, bahkan dengan bukti racun yang ada di air minum tadi bisa tuan pakai untuk membuka kasus kematian papa anda tuan" bujuk Clara


Aron terkejut saat mendengar ucapan Clara,


"Darimana kamu tahu ayahku di racun?"


"Kan kemarin pas tuan suruh membereskan berkas anda saya menemukan berkas bahwa penyebab kematian ayah anda mengalami gangguan aritmia jantung. Padahal menurut rekam medis bahwa jantung beliau sehat sebelumnya, sedangkan penderita aritmia kalau meninggal prosesnya itu lama dan itu jika pasien tanpa pengobatan, itu jelas tidak mungkin terjadi pada tuan besar yang selalu rajin ke dokter."


" Terlebih saat itu menurut kesaksian asisten tuan besar Ulker membantu istrinya merangkai bunga berwarna ungu seperti anggrek"


"Itu adalah bunga dari tanaman monkshood. Tanaman sejenis rumput itu mengandung racun ini dapat menyebabkan terganggunya fungsi jantung aritmia yang menyebabkan korban mati lemas. Keracunan dapat terjadi bahkan hanya dengan menyentuh daun tanaman tanpa mengenakan sarung tangan, karena sangat cepat dan mudah diserap. Karena sifatnya yang tidak bisa dilacak, racun ini telah menjadi salah satu yang populer digunakan untuk membunuh."


"Dan tadi saat kita menuju taman untuk garden party, Clara melihat tanaman itu banyak berada disalah satu sudut taman. Tadi tuan juga melihat si dedemit memakai sarung tangankan padahal sebelumnya dia tidak memakai" jelas Clara panjang kali lebar ke Aron.


Aron tersenyum lebar dan segera menelpon Sean untuk segera meneliti tanaman sesuai petunjuk Clara, sambil menatap Clara.


"Kenapa menatap Clara sampai segitunya? mulai kagum yaah bahwa Clara udah cantik, jenius pula ya nggak....ya nggak?" goda Clara sambil menaik turunkan alisnya.


"Ciiih jangan geer kamu, aku hanya menatapmu karena merasa tidak percuma membayar kamu mahal-mahal ternyata bermanfaat juga" ucap Aron dengan nada mengejek.


Ingin rasanya Clara membecek-becek muka di Laron, tapi apa boleh buat dia masih membutuhkan bantuannya untuk menghadapi pakdenya dan nanti selanjutnya keluarga besar Wiguna dan keluarga besar Joyodikusumo, jadi yang waras mending ngalah sajalah.


"Yalaah tuan mah maha benar, maka dari itu bantuin Clara kali ini ya?" bujuk Clara dengan memasang muka super imutnya.


"Iya berisik, lagipula sudah saatnya juga waktu bermainku kuhentikan sampai disini" ujar Aron ambigu.


"Haah??!! maksud tuan bagaimana?" tanya Clara curiga.


"Mulai sekarang di biasakan memanggil aku Ben, dan berjanji satu hal padaku"


"Janji apaan Ben?" tanya Clara yang merasa sesuatu hal buruk yang akan terjadi, karena sudah mulai hapal sifat si Laron, kalau dia berbuat baik itu pasti ada ulet dibalik batu.


"Janji bahwa kamu akan disisiku seumur hidupmu dan tidak boleh berdekatan dengan pria manapun" ujar Aron dengan tersenyum licik.


'Eh maksudnya si laron apaan?'batin Clara tidak mengerti.


"Hahaha....lucu banget, Ben kamu kalau bercanda suka kelewatan" ujar Clara sambil tertawa garing.


"Emang pernah saya bercanda sama kamu?, saya selalu serius dengan setiap ucapan saya" ujar Aron tegas sambil menatap mata Clara tajam.


Mendengar hal itu seketika mata Clara membulat dengan sempurna seraya menatap mata Aron.


"Tapi Ben, saya gak mungkin disisi bapak seumur hidup saya, itu bukan termasuk ke dalam cita-cita saya....lagipula Clara tetap ingin nikah ya, masak Clara melajang seumur hidup Clara!"


Sambil memicingkan matanya Aron menatap Clara takjum....sambil berpikir ini cewek pinter beneran nggak sih.


"La siapa yang melarangmu untuk menikah?tapi...." ucap Aron sengaja menjeda ucapannya sambil melirik muka Clara yang kepo dan bingung.


"Tapi apaan...iih lama banget sich" omel Clara kesal.


"Udah gak usah cemberut gitu, mukamu jadi jelek...harusnya kamu beruntung menikah dengan pria mapan, ganteng dan kaya raya seperti aku ini" ujar Aron yang segera keluar dari mobil dan menunggu Clara untuk turun.


Beruntung apaan coba, meskipun memang si Laron ini memang sesuai dengan yang dia katakan, tetapi dia lupa bahwa dirinya itu sangat aneh, julid dan menyebalkan....baru bekerja satu minggu bersama dirinya saja sudah terasa seabad gimana nanti nasibnya istri hallunya Eun Woo saat menikah dengan dirinya.


Menikah booo, seumur hidup loo gaess huwaaa ingin rasanya Clara sembunyi dirumah si Gery siputnya Spongebob.


Ingin rasanya ingin menolak tapi akan lebih mengerikan harus menghadapi kutukan dari keluarga besar Joyodikusumo karena sudah membuat malu dan menjadi pembohong, Clara masih ingat ucapan ayahnya berkali-kali sewaktu Clara masih kecil.


"Meskipun papa sudah dibuang dari keluarga keraton, tetapi papa masih membawa darah seorang raja tanah jawa, jadi papa tetap harus menjunjung tinggi harkat martabat keluarga dengan selalu hidup jujur dan tidak membuat malu keluarga, begitu juga denganmu ya Claa..."


Saat Clara turun dari mobil Clara segera meraih tangan Aron sudah terulur kearah dirinya dengan tersenyum lebar.


"Istri pintar, jangan khawatir kamu tidak akan menyesal menikah denganku, nanti duduk manis saja biarkan aku yang bicara sama pakdemu, kamu paham Clara?" ujar Aron sambil mengecup kening Clara.


"Iya semerdeka Benlah" jawab Clara dengan malas, tak ada gunanya untuk protes..yang ada ntar si Laron makin membuat dirinya tersiksa.


Mereka menunggu mobil pakde dan sepupu Clara yang kemudian masuk ke halaman rumah Aron.


Saat Pakde Joyo turun dari mobil, Aron sudah menyambutnya.


"Mari pakde saya bantu" ujar Aron kemudian menggandeng pakde untuk jalan masuk ke dalam mansion keluarga Ulker


Clara melototkan matanya dengan mulut menganga, apa dia salah lihat? kenapa tiba-tiba Aron bersikap sopan, sepanjang pengamatan Clara selama satu minggu ini sifat Aron sangat dingin dan bersikap seadanya tidak pernah basa-basi penuh kesopanan seperti saat ini.


"Walah nggak usah repot-repot gitu to nak Aron, kamu tuh gak cuman ganteng ternyata sopan dan penuh perhatian, kamu beruntung nok punya suami kaya nak Aron ini" ujar pakde Joyo sambil tertawa dan melirik Clara.


Clara yang dilirik pakdenya cuman cengengesan dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Koe pinter nggolek bojo dik, kui romo wes seneng banget ro bojomu (kamu pinter nyari suami dik, itu romo/ayah sudah seneng sama suamimu)" ujar sepupu Clara dengan tersenyum lebar.


Belum habis keterkejutan Clara, Clara semakin shock saat melihat Aron yang tersenyum malu-malu. Issh bisa juga laron tersenyum malu-malu, kalo gitukan terlihat beneran ganteng...eeh.


"Pakde bisa saja bikin saya malu, mari pakde masuk dulu dan jika pakde berkenan kami sangat mengharapkan pakde dan sepupu Clara bisa menginap di rumah kami ini" ujar Aron sambil tersenyum manis.


"Waaa...boleh-boleh nak, pakde tadi dari bandara langsung ke pestanya wanita ular tadi jadi belum sempat nyari hotel, kamu itu beneran mantu sik penuh perhatian kok nak" ujar pakde Joyo sambil menepuk-nepuk bahu Aron dimana Aron tersenyum jumawa sambil melirik Clara.


Apa...........apaa..........diih pakde mah belum tahu aja watak aslinya si Laron bin Uler ini, nasib....nasib dulu gue bikin dosa apa ya Tuhan sampe ngenes banget hidup Clara inih hicks....


Mereka kemudian duduk-duduk di ruang tengah.


"Nak Aron lebih resminya pakde mau memperkenalkan diri pakde, pakde adalah kakak dari almarhum papanya Clara dan ini putri satu-satunya dari pakde namanya Gusti Raden Ajeng Galuh Praningrum Joyodikusumo"


"Panggil Galuh aja dik seperti Clara kalau manggil aku, gak usah sungkan" ujar Galuh dengan tutur kata yang halus dan lembut khas putri solo.


"Ooo baik Ga.." belum selesai Aron ngomong sudah disela Clara.


"Mbak Galuh Ben, kita panggil mbak karena dia kakakku" jelas Clara.


"Oooo iya mbak Galuh, maaf " ujar Aron sopan.


"Nak Aron benarkah kalian sungguh-sungguh menikah secara resmi? karena setau pakdhe kemarin Clara sempat menghilang lama."


"Iya pakdhe, meski baru secara sipil baik dari pengadilan agama di Indonesia dan di US,....... Sam...tolong ambilkan surat nikah kami" ujar Aron.


'Eeh nikah secara sipil? kapan?' batin Clara bingung sambil menatap Aron, sedangkan Aron yang ditatap Clara hanya senyum dan mengecup tangan Clara yang menatapnya kebingungan.


...***...


...TBC...


...Sudah Double ya kesayangan Thor, semoga berkenan๐Ÿ™๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜‰...


...Pakdenya sudah takluk, gimana ya cara Laron menaklukkan Kanjeng Papinya Clara nantinya ya? yang sudah punya tipe mantu ideal seperti Lino?๐Ÿ˜ฑ...


...1. Papi Emosi melihat sikap tengil si Laron dan tidak memberi restu...


...2. Papi takluk juga seperti Pakde Joyo termakan rayuan maut si Laron...