Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 24 Hilang Tapi Ada



Kembali TAHUN 2021


Desa Jrakah yang ditunjuk sebagai desa teraman saat bencana gunung meletus dijadikan posko pengungsian, desa tujuan tempat rombongan dr Anton ditempatkan


Desa yang biasanya tenang sekarang menjadi ramai dengan banyaknya pengungsi dari desa-desa di atas gunung, hari itu semakin ramai dengan kedatangan pasukan yang dibawa keluarga Wiguna


Sebastian, Raksa dan Lino datang memakai helikopter milik keluarga Wiguna, mereka langsung mendatangi lokasi menghilangnya Clara, bahkan Sebastian mendatangkan para ahli beserta berbagai alat canggih untuk meneliti fenomena aneh yang terjadi


"Mereka siapa dok?" tanya Budiman yang terheran-heran atas kedatangan banyaknya orang asing ke desa Jrakah.


"Mereka adalah keluarga dr Raras pak?"


.


.


.


"Dimana kamu sembunyikan Rarasku bangsat!!!" teriak Lino sambil memukul Anton


"Buat apa aku menyembunyikan...dia benar-benar hilang ada 10 orang yang menjadi saksi!!"


"Kamu senangkan sudah berhasil memisahkan kita brengsek kamu Nton!!" bentak Lino sambil memukul Anton


"Nak Lino berhenti...jangan kotori tanganmu saat ini kita fokus mencari Raras, yang lainnya tidak usah dipedulikan" jawab Sebastian tenang tetapi aura intimidasi kepada Anton sangat terasa


"Baik om...." ujar Lino lalu mengikuti Sebastian berjalan ke arah para ilmuwan meninggalkan Anton


"Bangun Nton..." ucap Adrian sambil membantu Anton berdiri


"Makasih Yan"


"Saat Raras nanti ketemu, kamu harus merelakannya Nton....posisi Lino sudah kuat di keluarga Wiguna"


"Bahkan para anak buah Wiguna sudah memanggil dr Lino sebagai tuan muda Lino, jangan kamu paksain lagi ntar kamu yang hancur sendiri" ujar Adrian yang ditanggapi Anton dengan diam


"Dia siapa dok? kok main pukul kepada dr Anton?"


"Dia dr Lino kakak tiri dr Anton...kekasih dr Raras, dan yang tua itu papanya dr Raras" terang dr Adrian


"Loooo....dr Raras dah punya pacar? jadi dr Anton naksir calon kakak iparnya?Waaaa.....gila bener dr Anton" ujar kapten Mardi


"Itu namanya cinta buta kapten..." ujar Budiman ikutan menyela


"Padahal gantengan dr Anton yah...dr Anton seperti Lee Seung Gi....kalo aku mah pilih dr Anton" ujar Kiki


"Siapa itu lee...lee tadi itu?"


"Artis Korea Kapten..." ujar Kiki meringis


"Euuu dasar kamu Ki"



...dr Anton Pradipta (36th)...


"Tuan semua alat, cctv sudah terpasang dan penyusuran daerah sini sudah kami laksanakan" lapor Hendra asisten Sebastian


"Bagus....bagaimana kata para ilmuwan?"


"Menurut prof Park dan prof Sheinfield sumur ini tidak ada lorong, pintu maupun lubang sama sekali, komposisi tanahnya juga padat dan kering selama berpuluh-puluh bahkan ratusan tahun tuan...."


"Jadi kalo menurut para saksi sumur terisi banyak air, itu mustahil karena tidak ada jejak bekas terisi air"


"Kumpulkan 10 orang saksi dan pakaikan alat deteksi kebohongan yang aku ciptakan ini" perintah Raksa kepada Hendra


"Baik tuan muda, laksanakan" ujar Hendra lalu mengundurkan diri dan menyuruh anak buahnya untuk mengumpulkan 10orang saksi mata kejadian kemarin


Sebastian hanya terdiam dan menatap kosong ke arah sumur itu.


"Harusnya aku melarang Cla untuk ikutan misi ini" ujar Sebastian penuh penyesalan


"Pa....tenang, kita pasti bisa menemukan kakak segera" bujuk Raksa untuk menenangkan papanya


"Hendraaa....bagaimana tenda untuk papa istirahat?"tanya Raksa


"Sebentar lagi siap tuan muda....maaf agak lama, tuan besar silahkan beristirahat di bang ku yang sudah saya persiapkan tuan muda" ucap Hendra


"Pa...istirahatlah dulu ya...biar aku panggil kak Lino dan dr Edward untuk mendampingi papa" ujar Raksa lalu segera memanggil Lino yang sedang mengawasi jalannya penyelidikan


"Kak...papa tolong dijaga kelihatannya dadanya agak sakit lagi" ujar Raksa


"Baik Sa...." jawab Lino lalu segera mendekat ke arah Sebastian bersama dr pribadi Sebastian dr Edward



...dr Marcellino Oetomo(39th)...


"Oom....gimana dadanya? apa masih sakit?" tanya Lino lalu memeriksa Sebastian dengan teliti


"Hasil test kemarin tuan besar hasilnya bagus dok, jantungnya juga bagus" ujar dr Edward


"Jantung om saya periksa juga bagus, mungkin karena om terlalu khawatir, om tenang yah....adik pasti kita ketemukan" ucap Lino menenangkan


"Tuan besar....tenda sudah siap, mari beristirahat terlebih dahulu, makan siang juga sudah siap " ujar Hendra


"Hendra apakah semua pengungsi juga sudah kamu siapkan makanan juga buat mereka?"


"Sudah tuan"


"Bagus....suruh semua pasukan kita beristirahat lanjut besok lagi, kata pak Sunu disini malam hari sangat berbahaya" perintah Sebastian


"Baik tuan..."


Semua akhirnya berhenti dan berjalan ke arah desa Jrakah dan tampak tenda-tenda sudah disiapkan oleh anak buah Hendra berdekatan dengan tenda pengungsian



"Baru kali ini yah kita mengungsi bisa makan enak gini" ujar para pengungsi


"Mereka itu siapa ya? semua memakai baju hitam-hitam dan memakai kacamata hitam"


"Itu keluarga konglomerat Wiguna yang terkenal itu"


"Woalah makanya...laa ngapain wee keluarga kaya gitu sampe di gunung kita?


"Putrinya hilang saat kedatangan bersama rombongan dr Anton kemarin"


"Oooo...." serempak para pengungsi


.


.


.


"Tuan besar berdasarkan penyelidikan para saksi, semua berkata jujur dan semua sama ceritanya"


"Bahkan dari video letnan Kiki, memang sumurnya banyak air tampak mereka sempat bermain air bersama"


"Dan tampak nona muda memang sedang duduk di pinggir sumur sambil bermain hp" lapor Hendra


"Lalu bagaimana menurut para peneliti dan para ahli?" tanya Sebastian sambil memperhatikan video dan foto-foto di hp Kiki


"Menurut para peneliti kita akan mengisi sumur itu hingga penuh, kita mau melihat apakah air akan menghilang kembali atau tidak, sebelumnya semua bagian didalam sumur sudah terpasang alat dan camera tuan" terang Hendra


"Baiklah Hen...istirahatlah terimakasih ya Hen"


"Baik tuan....sama-sama tuan" ujar Hendra lalu mengundurkan diri dan keluar dari tenda


^^^



Pagi harinya tampak sebuah helikopter membawa tangki air mendekati sumur, untung lokasi sumur cukup terbuka sehingga Helikopter bisa terbang rendah dan bisa menjatuhkan air dalam tangki otomatisnya tepat diatas sumur


Di saat sumur telah terisi penuh semua menunggu air sumur menyurut, tetapi ditunggu sampai malam hari, kesokan hari dan hari selanjutnya air sumur tetap penuh dan keadaan air tetap tenang


Pada hari ke tiga Lino mengutarakan gagasan


"Sa...gimana kalau aku yang masuk sumur, mungkin itu yang memicu pergerakan sumur"


"Kaaaak.....jangan menanggung resiko ini bukan main-main kak, kalau ada apa-apa dengan kakak bagaimana pertanggung jawaban nanti ama Ewet" ujar Raksa


"Iya nak Lino, om tidak mau terjadi apa-apa dengan menantu om" ujar Sebastian


Mendengar ucapan pemimpin keluarga Wiguna itu membuat Anton mengeratkan tangannya dalam mencengkram dalam sakunya dan semua orang jadi mengerti dan tahu bahwa menantu keluarga Wiguna secara pasti adalah dr Marcellino Oetomo


"Oom....jika Lino bisa ikut terbawa bukankah Lino bisa membawa pulang adik, ijinin Lino ya om" bujuk Lino sambil menggenggam tangan Sebastian erat


"Makanya kamu dan Raras cocok, sama-sama keras kepala" ujar Sebastian sambil mengusap bahu Sebastian


Kemudian Lino di pasangkan berbagai alat keamanan dan pemancar sinyal terkuat, jadi dimanapun tempatnya tetap bisa terdeteksi dimana lokasi Lino


Selain itu Lino dibekali berbagai senjata dan alat-alat canggih untuk berjaga-jaga



"Kak....ingat kalo terjadi apa-apa tinggal push the red button ok kak!!" ujar Raksa


"Baik Sa...." ujar Lino dengan menggunakan baju tentara dan memanggul tas ranselnya dan segera masuk ke dalam sumur


"Awasi ketat keamanan Menantuku...jika terjadi apa-apa kalian tahu nasib kalian selanjutnya" ancam Sebastian dengan aura mencekam


"Baik Tuan Besar...." ujar mereka serempak


Meski Lino sudah didalam sumur, air sumur tidak mengalami pergerakan sama sekali, stu jam.....dua jam....sampai empat jam sama sekali tidak ada perubahan


"Nak Lino ayo naik, keliatannya tidak berhasil usaha kita..nanti kamu sakit" perintah Sebastian


Antara lelah, kedinginan, kesal dan putus asa Lino teriak dan memukul-mukul air


"Mi reinaaaaaa!!!!!! kenapa...kenapa tidak berhasil"


"Kaaaak sudahlah....ayo naik, bibir kakak sudah membiru" ujar Raksa sambil mengulurkan tangannya ke arah Lino


Tetapi saat Lino mau meraih tangan Raksa tiba-tiba air sumur bergerak, pertamanya pelan kemudian mulai terjadi pusaran air kencang dan menarik tubuh Lino kebawah


"Aaaaaaarggggh......."


"Kaaaaaaak Linoooo!!!!" teriak Raksa


...***...


...TBC...


...Maaf ya kemarin tidak Upload......


...Hayoo mana pasukan pendukung...


...1. Anton Macan...


...2. Lino Mirey...


...3. Ben Burap...


...😂😂😂😂😂😂...