
"Be....ada apa ya?" tanya Ben bingung karena Babe Sabeni tampak cemas
"Bawa Nyai pergi dari sini, beberapa pasangan Hollander dengan pribumi dibunuh secara sadis, babe tidak mau ada apa-apa dengan kalian, Raras sudah aku anggap putriku sendiri jadi buruan bawa pergi istrimu"
"Bbb-baik Be....kami akan berkemas dan bersiap pergi" ujar Ben
Ben segera masuk dan melihat Clara sudah mulai memakai celana sambil memakai perban untuk menutupi dadanya sehingga mulai menjadi Raksa kembali, lalu mengemasi tasnya berisi peralatan kedokteran, beberapa baju dirinya dan Ben
"Claa..." rajuk Ben manja
"Hmm..."
"Claaa....kok gini-gini amat yah nasib bentor"
"Kenapa emangnya? udah ayo buruan Ben pakai baju yang benar" ujar Clara lalu berdiri mencangklong ranselnya lalu membenarkan baju Ben yang berantakan
"Claaa...janji yaa, besok dikapal dan dirumah kita Bentor boleh bermain di terowongan untuk bermain track-trackan yah" ujar Ben dengan istilah absurbnya membuat Clara mengerutkan keningnya
"Bentor bukannya adikmu itu ya Ben?...bermain apaa?" tanya Clara polos lalu otak Clara berusaha meloading makna dibalik ucapan Ben kemudian sambil menutup mulutnya
"Beeen!!!!!.....bisa-bisanya loo kondisi kaya gini masih sempat mikir mezoem" pekik Clara sambil mukulin tangan Ben sedangkan Ben cuman cengengesan
"Ayoo buruan kita pergi..." ajak Clara sambil menarik tangan Ben
Clara, Ben, Harry dan Stefi mereka bersiap naik kuda meninggalkan rumah babe Sabeni
"Kalian akan kemana?"tanya Phil dan Clift yang juga sudah bersiap naik kuda
"Kami akan ke gereja Portugis Phil, kalian mau kemana?" tanya Clara
"Kami akan menjemput pasukan dari England yang pagi ini sudah merapat di pelabuhan Sunda Kelapa....Ras hati-hati ya, Ben awas kalau sampai Raras terluka!!" ancam Phil
"Kagak usah banyak Cin cong, aku suaminya jelas aja akan menjaganya" jawab Ben sewot
"Yaa udah, byee sweatheart" ujar Phil dengan tersenyum
"Kenapa sih kamu itu bebel banget, Clara ini istri aku bukan istri kamu"
'Yaaa elah mulai lagi dech burap vs bulgun' batin Clara sambil geleng-geleng, Harry dan Stefi aja sampai pura-pura tidak melihat dan mendengar
"Kenapa sich kamu gak mau terima aku sebagai suami kedua Raras, orang aku aja mau berbagi denganmu...dasar egois!" ujar Phil ikutan nyolot
Demi dewa Neptunus dari Bikini Bottomnya Spongebob....kapan perdebatan unfaedah ini segera berakhir, kenapa dua bule ini kagak ada capek-capeknya berdebat masalah yang sama.
"Sampai tahun kadal, aku gak akan mau berbagi Clara terlebih denganmu" seru Ben
"Beeeen!!!!"
"Phiillll!!"
"Diaam dan buruan berangkat!!"bentak Clara bersamaan dengan Clift sambil menarik masing-masing dua bule yang diragukan kedewasaannya
Akhirnya masing-masing berangkat ke tujuan masing-masing, meski Ben selama perjalanan masih menjadi tawon, karena menggerutu tidak jelas ucapannya, yang tidak diperdulikan Clara, Harry dan Stefi
"Claa...kenapa sih kamu diam aja sich saat si gundul mengaku-aku jadi suami keduamu? jangan-jangan kamu mulai suka ya dengan si gundul ya?"
Mendengar omelan suaminya, Clara memutarkan bola matanya malas
"Kalau cemburu lihat-lihat dong, satu berulang kali aku sudah menolak Phil, dasar si Phil bebel, jadi aku diemin aja karena capek Ben, bukankah selama ini aku hanya bersamamu, masih kurang percaya sama Clara, dua selama satu bulan aku kemarin seperti orang gila semua pikiran, perasaan ku hanya mengkhawatirkan keadaanmu dan akankah rencanaku akan berjalan lancar....jika aku berniat macam-macam aku nggak mungkin taruhan nyawa hampir setiap malam membantai dan merencanakan pembebasanmu" ujar Clara ketus
Mendengar penuturan Clara, membuat Ben merasa bersalah
"Maaf ya Cla..habisnya aku takut kehilanganmu, banyak pria yang nekat mencintaimu" ujar Ben lirih sambil menunduk
Setelah itu selama perjalanan mereka berempat hanya terdiam dan pada akhirnya sampai mereka sampai digereja kecil yang didirikan oleh bangsa Portugis untuk beribadah, meski bangsa Portugis sudah tidak ada di Batavia digantikan bangsa Belanda tetapi gereja tersebut masih bernama gereja Portugis, kelak lebih kita kenal sebagai gereja Sion di daerah Jakarta Barat.
Mereka berempat menemui Pastor kepala bernama Pastor Henricus Van Der Grinten atau sering dipanggil Pastor Henry
Pastor Henry sangat ramah menerima mereka, terlebih setelah tahu bahwa Clara adalah seorang dokter, Pastor Henry merawat anak-anak Indo yang dibuang orang tuanya (*jaman dahulu banyak orang Belanda suka bermain dengan gadis pribumi sampai hamil, tetapi kemudian menelantarkan bayi dan gundik-gundik pribumi tersebut, sedangkan para gadis pribumi demi bertahan hidup mereka harus mau di lempar ke pria Belanda lainnya yang mau menjadikannya gundik mereka, sehingga bayi mereka seringnya mereka buang karena menganggap mereka berdarah kotor)
Pastor Henry menerima Clara supaya mau ikut merawat kesehatan anak-anak malang tersebut, karena Clara sangat menyukai anak kecil, maka dengan senang hati menerima tawaran Pastor.
"Pastor bisakah menikahkan kami?" tanya Ben
"Ooo Meneer Harry dan Nonik Stefi? tentu....tentu mau sekarang juga boleh setelah kalian mandi-mandi saya tunggu di Altar" ujar Pastor Henry semangat
"Bukan mereka Pastor, tapi kami berdua ini" ujar Ben sambil memeluk Clara
Pastor Henry yang mendengar ucapan Ben sontak terkejut lalu melihat Clara dari ujung kaki sampai ujung rambut tidak percaya
"Mohon maaf Meneer ....saya menghargai pilihan hidup anda, tetapi gereja tidak bisa memberikan berkat untuk pernikahan sejenis, meski saya paham dr Olivia berwajah cantik dan sudah mengganti namanya menjadi nama perempuan....maafkan saya ya meneer" ujar Pastor tegas dan penuh penyesalan
Jiaaaah, Clara diragukan bahwa dirinya seorang wanita tulen
"Pastor saya wanita tulen, saya berdandan seperti ini supaya tidak memancing kondisi makin runyam" ujar Clara
Pastor yang masih meragukan ucapan Clara, segera masuk ke dalam memanggil seorang suster yang membantu merawat anak-anak di panti.
Sepeninggal Pastor kedalam, meledaklah tawa si Ucup, si manusia minim Akhlak tersebut.
"Hahaha...makanya Pos, tuch dada dan pantatmu digedein, sebenarnya tanpa kamu lilit perban kamu masing cukup meyakinkan jadi pria"
"Heeeh Cuuup, loe mau Pepemu gue cincang-cincang jadi sate torpedo!" teriak Clara yang berusaha menyerang Harry secara frontal tetapi tubuhnya dipeluk Ben menahannya
"Heeh Cup tubuh bini aku sudah pas dengan tanganku, gak usah menghina kamu" bela Ben, tetapi malah membuat Clara memerah wajahnya
"Hahaha....sering aja kamu massage Ben biar punya Peppos membesar" ujar Harry yang semakin vulgar membuat Clara semakin emosi.
"Ben lepasin...si Ucup harus dicincang-cincang biar kapok!" ujar Clara yang meronta-ronta dalam pelukan Ben
"Ucuuup....daripada kamu ngetawain biniku, urus tuch masalah kalian, kalian juga harus nikah....loe sampe kapan memperlakukan Ucip tanpa status yang jelas, bukankah hanya dengan Ucip kamu bertahan lama tidak seperti wanita-wanita lainnya sebelum Ucip" ujar Ben yang benar-benar menohok Harry dan membuat Harry bungkam dan Ucip hanya terdiam menunduk.
Pastor Henry membawa suster Elia dan membawa Clara untuk diperiksa kejelasan status gender Clara, Clara meski dengan muka cemberut hanya bisa pasrah digiring suster Elia yang berbadan besar menuju ke sebuah kamar.
Tak beberapa lama suster Ellia keluar dan menjelaskan keadaan Clara yang memang benar-benar wanita dan menjelaskan alasan Clara menggunakan penyamaran sebagai seorang pria.
Pastor Henry meminta maaf kepada Clara, dan mempersilahkan mereka berempat untuk membersihkan badan, sarapan dan mempersiapkan diri mereka untuk menerima pemberkatan pernikahan.
Harry segera menggandeng Stefi untuk menjauh dari pasangan gesrek Ben dan Clara
Harry yang biasanya gak pernah serius, dan selalu membuat orang emosi, saat ini terlihat gugup dihadapan Stefi
"Fi....."
Sebelum Harry mengucapkan sesuatu Stefi sudah menyela
"Har...tidak usah dipaksakan jika kamu tidak siap, kita jalani bersama dulu saja ya" ujar Stefi sambil tersenyum lembut ke arah Harry
"Tidak Fi, ucapan Ben memang benar....akulah yang merusakmu sejak pertama, aku pikir aku bisa bosan seperti dengan wanita lainnya, tetapi aku salah, kamu adalah canduku dan aku rasa aku tidak bisa hidup tanpamu, satu bulan kemarin kita berpisah dan ucapan Ben tadi membuatku sadar arti dirimu untukku, maukah Stevani Nicholas untuk menikah dengan seorang bule gila ini?" ujar Harry sambil berjongkok di depan Stefi
Ucapan spontan dan dadakan tersebut membuat Stefi sangat terkejut dan menangis terharu dan menjawab Harry dengan anggukan kepala
Tak jauh dari situ tampak pasangan gesrek Ben dan Clara yang mengintip dibalik semak-semak sambil berjongkok supaya tidak ketahuan Harry dan Stefi
"Tuuh Ben, jadi cowok romantis kek Ucup gitu....kamu nggak pake lamaran romantis langsung aja masangin cincin, langsung di stempel sah menjadi istri kamu" gerutu Clara protes
"Halaah kelamaan Claa, lagipula hasil akhirnya kan sama Claa, heran jadi cewek kok ribet dan susah dipahami"omel Ben
Ribeeet??....susah dipahami??....dasar yah si Ben ini pria teraneh yang pernah ditemui Clara, udah aneh, gak peka dan tidak romantis sama sekali
Tinggal berapa menit menerima pemberkatan dihadapan Tuhan bukannya pasangannya dimanis-manisin supaya semakin mantap berjalan menuju altar, laah ini malah ngajak berantem
'Hiiiiy....kenapa juga Clara jatuh cinta sama burap satu ini' batin Clara jengkel sambil mengacak rambutnya dan langsung berdiri tanpa melihat diatas kepalanya ada dahan pohon sehingga membuat kepalanya sakit dan menjatuhkan rumah semut yang berada di dahan tersebut.
Para semut yang marah karena rumahnya rusak segera menyerang Ben dan Clara, membuat pasangan tersebut teriak-teriak sambil berlari keluar dari tempat persembunyiannya
Harry dan Stefi yang melihat tingkah dua orang temannya hanya terbengong
"Har....mereka kenapa?"
"Entahlah....mereka makanya jodoh ya, .....orang sama-sama aneh dan gila, gak bisa bayangin anak mereka nantinya yah" ujar Harry sambil geleng-geleng kepala.
...***...
...TBC...
...Malam ini double Up yah, karena kemarin author seharian sibuk jadi gak sempat pegang Kompi ๐mianhae ya๐...
...Kesayangan mau minta masukan dong, kalau Ben di masa depan tokohnya tetep bule ato jadi Indonesia ya?๐๐...