
Masih dengan wajah masam Phil mengikuti Clara menuju tempat komandan
"Dasar nggak peka, dari tadi dijutekin tetep aja gak paham" gerutu Phil membuat Mamat menahan ketawa, majikannya yang biasanya sadis sekarang mati kutu dihadapan Clara.
Sampai akhirnya Clara dan rombongan sampai juga di rumah kosong tempat komandan Chapman tadi berbaring
Semua anak buah komandan Chapman kali ini memberi jalan Clara dengan hormat saat Clara datang untuk memeriksa komandan mereka
Saat Clara datang tampak seorang pemuda yang duduk disamping komandan Chapman sambil berbincang, ketika komandan Chapman melihat kedatangan Clara langsung tersenyum
"dokter Raksa, akhirnya anda datang dok....saya kira anda tidak jadi datang kemari" ujar komandan
Clara mendekati komandan dan meminta ijin untuk di sisi komandan Chapman kepada pemuda tersebut.
"Hehehe itu tidak mungkin saya lakukan komandan....bagaimana sekarang Komandan, apakah masih ada yang sakit?"tanya Clara sambil memasang alat tensi meter dan stetoskopnya.
"Sudah tidak merasakan pusing, lemas dan sakit dokter" jawab komandan dengan senyum lebar
"Tekanan darah anda sudah kembali normal, detak jantung anda juga sudah normal kembali, wajah anda juga sudah tidak sepucat tadi" ucap Clara yang kemudian melepaskan infus dari tangan komandan
"Komandan mohon ijin saya mau cek gula darah anda ya?" ijin Clara sambil mengeluarkan alat tes gula darah digitalnya, pertamanya Clara mengusap ujung jari komandan dengan kapas yang diberi alkohol, "Ini agak sakit sebentar yah komandan".
Kemudian menusuk ujung jari dengan lancet agar darah dapat keluar dan diambil. Letakkan setetes darah pada strip tetes dan melihat hasilnya ternyata 85 mg/dL
"Gula anda masih dalam batas normal, tetapi untuk usia komandan tekanan darah harus selalu dijaga supaya stabil, terlebih anda mempunyai kecenderungan memiliki tensi tinggi, ini saya berikan obat amlodipin yang anda minum di malam hari sehingga tensi anda bisa stabil, kemudian saya beri obat vitamin Q10 dan vitamin omega3, D3 untuk kesehatan jantung anda, dan ini saya beri obat untuk tukak lambung anda, diminum sebelum makan ya"
"Ini obat hanya untuk membantu anda, anda juga harus merubah pola hidup anda dengan rajin berolah raga tidak perlu yang berat dan lama cukup 20-30 menit perhari, makan makanan yang berserat seperti sayur, buah-buahan, daging sebaiknya diganti ikan atau ayam tanpa kulit ayamnya, kurangi merokok dan minuman beralkohol, dan yang paling utama kurangi tingkat stress anda ya komandan" terang Clara panjang kali lebar ke komandan
"Apakah kamu benar-benar seorang dokter, kamu masih bocah banget" ujar pemuda yang dari tadi memandang Clara penuh curiga dan meremehkan
"Donald diam!!!maafkan putra saya ya dokter"
"Tidak papa....komandan, sudah biasa saya tidak dipercaya sebagai dokter" jawab Clara tetap tenang
"Terimakasih ya dokter Raksa" ujar komandan Ferdinand Van de Chapman
"Baik, komandan saya mohon ijin untuk kembali pulang apabila ada keluhan lagi, bisa datang ke Le Chat Noir" ujar Clara sambil membereskan peralatannya dan segera beranjak meninggalkan mereka tanpa memperdulikan Donald yang menatap tajam Clara
"Kenapa kamu lihat-lihat Raksa seperti itu" ujar Phil emosi
Mulai deech si bulgun emosi, heran dech ini orang kalo disamain petasan gitu si Phil ini petasan sumbu pendek, senggol dikit langsung duaaaar....
"Phil...sudah, ayo pulang" ujar Clara sambil menggeret tangan Phil untuk menjauh, supaya jiwa psikonya muncul
"Memang kamu itu siapa sampai sewot, mata-mata aku sendiri mau lihat kek, mau melotot kek terserah aku" jawab Donald songong
"Udah Phil nggak usah ditanggepin, anggep aja ada seekor anjing menggonggong" bisik Clara ke Phil namun terdengar oleh Donald
"Apa kamu bilang?!!!kamu ngatain aku!!" bentak Donald
"Ngomong apaan?!! memang kalian dengar aku ngatain dia?" tanya Clara dengan muka yang sok dipolos-polosin
Karena para tentara memang tidak mendengar ucapan Clara jadi mereka menggelengkan kepalanya takut-takut
"Donald...kamu kenapa sich? ayo bantuin papa sini!" teriak Ferdinand yang merasa malu atas perbuatan anaknya
"Heran yah Phil, ayahnya sangat baik tapi anaknya gak ada normal" ujar Clara sambil naik kuda
"Kalo kamu ingin dia aku bunuh katakan saja" ujar Phil enteng dengan senyum iblisnya
"Jangan macem-macem kamu Phil, mereka adalah senjata yang aku gunakan nanti" ujar Clara ambigu membuat Phil menaikkan alisnya kemudian memacu kudanya disamping kuda Clara
"Benar-benar dech pasangan mengerikan" ujar Mamat sambil bergidik ngeri
Malam itu Clara meminta bantuan babe sabeni untuk mencarikan ketipung, pemain seruling dan alat musik tamborin
"Buat apa sih Raksa?" tanya Wisnu dengan muka kepo
"Mau bikin pertunjukan" jawab Clara sambil asyik menuliskan not dan lirik beberapa lagu
"Pertunjukan apa?aku ikut ya Sa" bujuk Wisnu
"Emang pangeran kecil bisa main musik?" tanya Phil sinis
"Emangnya kamu bisa? kok ngikut Raksa?"
"Aku bisa bermain gitar tuch, lagipula kamu kan pasukan ke dua jadi sana latihan nembak...nembak aja gak bisa aja gayanya selangit" ejek Phil
Dibelakang Clara berusaha memainkan ketipung sambil bernyanyi
"Pos..kamu yakin pertunjukan ini bakalan sukses?" tanya Harry kuatir
"Heem...percayalah Cup, suara Ucip bagus kok"
"Aku bantu apa Pos?" tanya Harry
"Udah kamu fokus sama pangeran dan Clift di pasukan ke dua untuk membebaskan suamiku, aku di pasukan pertama bersama Phil mengalihkan perhatian ke pesta" ujar Clara
"Pos..mereka mau menolongmu membebaskan Ben...apa yang mereka minta darimu? tidak mungkin mereka melakukan ini secara sukarela" tanya Harry curiga membuat Clara tersenyum
"Tenang aja Cup, aku bisa melakukan kok" ujar Clara tenang
"Pos...jangan membahayakan dirimu hanya demi Ben"
"Jika Ben di posisiku pasti melakukan hal sama denganku Cup, aku tidak akan menyesal mengambil keputusan ini meski aku harus melanggar sumpah dokterku" ujar Clara sambil menatap ke atas
"Kamu mencintai Ben ya Pos?"
"Hanya Ben yang aku miliki disini Cup, aku tidak mau kehilangan lagi dan lagi, bahkan taruhannya nyawaku aku rela Cup" ujar Clara dengan tersenyum tipis
"Terimakasih ya Pos, sudah mencintai sahabatku, percayalah Ben tidak akan menyia-nyiakan dirimu meski tingkahnya aneh gitu" ucap Harry sambil menggenggam tangan Clara
"Raksa...ayo bersiap kita laksanakan misi pertama anda" ujar Boim suami Jainab
"Baik Bang, tunggu sebentar yah" ujar Clara lalu segera berdiri dan beranjak menuju kamarnya
"Pos....misi apa Pos, jangan membahayakan dirimu Pos...aku bertanggung jawab melindungimu" ujar Harry serius
"Segalanya baik-baik saja Cup, percayalah padaku...persiapkan dirimu sebaik-baiknya untuk menyelamatkan suamiku" ujar Clara lalu segera masuk kamar dan berganti baju
Clara memakai kaos berwarna hitam sambil memakai rompi anti peluru ditas kapten Kiki, lengkap dengan dua pistol, belati dan peluru yang berada disaku rompi, lalu memakai masker hitam dan topi hitam, dan memakai celana cargo tentara berwarna hitam
Setelah dirasa siap Clara segera bergabung dengan Boim beserta 3 temannya, Mamat dan Phil
"Apakah target sudah sesuai rencana?" tanya Clara
"Sudah ini sketsa wajahnya, kamu hapalin Sa....kita hilangkan para pengawalnya dan ketika target sudah sendiri kamu eksekusi dia, kamu paham Sa?!" tanya Baim
'Buseeet hari gini belum ada poto sih ya, makanya cuman sketsa wajah doang....udahlah Cla hapalkan ciri khas wajahnya sajalah' batin Clara sambil menganggukkan kepalanya
"Ras...ini senapannya, kamu tembak target 1 yang target kedua biarkan aku selesaikan" ujar Phil
"Baik" jawab Clara kemudian naik ke kuda bersama rombongannya menyusuri gelapnya malam ini
Harry yang melihat dari kejauhan tampak sangat kuatir
"Tenanglah Raras akan baik-baik saja Phil dan rombongannya akan melindunginya" ujar Jainab menenangkan Harry
"Ben tidak salah memilih istri, istrinya sangat hebat dan sangat mencintainya"
"Iya ....Raras hebat, tugas kita saat ini hanya mendoakan keselamatan mereka, dan menyusun strategi selanjutnya" ujar Jainab
...***...
...TBC...
...Apa ya misi pertama Clara yah?...
...Di Next Episode kita akan melihat bahwa Clara memang benar-benar murid Josh, terlebih didampingi Psiko Phil Beuuuh 🙈🙈...
...∆∆∆∆∆...
...Mian ya, baru sempat update cerita...
...Dari kemarin ditugaskannya untuk keliling shelter yang ada di Yogya, jadi tidak sempat menulis ...
...Please para pembacaku benar-benar melakukan Prokes dengan benar, banyak sekali pasien yang sakit terpapar virus ini, gunakan masker double (masker medis+kain) atau KN95, rajin cuci tangan dan selalu membawa handsanitizer, jaga jarak dan hindari kerumunan. ...
...Tak lupa juga, rajinlah berjemur di pagi hari, minum vitamin C, D3 dan makanlah makanan sehat...
...Help Us yah, tenaga medis kita terbatas untuk melayani jumlah ledakan pasien yang jumlah 3x lipat dari jumlah tenaga medis yang ada🙏😢...
...Salam Sehat dan Gbu All🙏😇...