
Clara berlari menuju gerbong mengabaikan luka ditubuhnya saat melompat dari kereta yang sedang berjalan, diikuti Wisnu dan pasukannya (oya kereta jaman dulu itu jalannya tidak secepat kereta jaman sekarang yah, jadi jangan bayangin seperti kereta jaman sekarang).
Clara segera memeriksa kondisi Ben, sedangkan Wisnu segera menembak Bill tepat di pelipisnya.
"Beeen....aku mohon jangan tinggalin Clara disini sendirian, bukankah kamu sudah berjanji padaku untuk selalu bersamaku...bangun ya sayaaang pleaseee!!" pekik Clara sambil mencari tanda-tanda adanya denyut nadi di tubuh Ben.
"Sebentar lagi kita sampai Ben di pelabuhan, kita akan berlayar ke negaramu, kita akan bertani bersama, mempunyai anak banyak....bangun Ben...banguuun!!" teriak Clara dengan suara menyanyat hati tetapi tiba-tiba uhuuuuk....
Clara terbatuk sambil menyemburkan darah, membuat Clara menyadari bahwa diapun tertembak sebelum dia meloncat tadi, tetapi tidak dia rasakan.
"Ras....lukamu, kita obatin dulu ya" bujuk Wisnu yang baru sampe di dekat Clara dan melihat dua luka tembak di punggung atas yang menembus sampai depan dibagian dada atas dan perut Clara, karena tembakan dari pasukan Bill tadi dalam jarak dekat.
"Kelihatan sudah terlambat pangeran, tembakkk-kan inni mengenai organ dalamkuu-u" ucap Raras sambil teerbata-bata karena Clara mulai merasakan rasa sakit di dada dan perutnya, terlebih pendarahan hebat yang dia alami membuat mata Clara mengabur dan terjatuh diatas tubuh Ben.
Clara mulai melihat kilas balik perjalanannya selama 1,5 tahun di masa ini seperti melihat sebuah film di bioskop, saat pertama berjumpa Ben, saat mereka bertengkar di Mataram, saat mereka mengahadapi para centeng, kemudian saat bertemu dengan Phil dan Wisnu, kemudian bernyanyi ala-ala boy band Korea kesukaannya dan menari dangdut bersama Amber dan Ucip, banyak kenangan penuh canda, tawa, tangisan dan kehilangan yang telah Clara alami.
Pada akhirnya Clara tidak bisa bertahan lagi sehingga secara perlahan namun pasti mata Clara semakin berat dan tidak bisa mendengar lagi teriakan Wisnu dan tak lama kemudian datang Donald, Harry dan Steffi, sehingga pada akhirnya mata Clara terpejam selamanya dengan senyum yang menghiasi bibirnya, dan tangannya menggenggam tangan Ben erat.
"Pooos!!!!Been!!" teriak Harry dan Steffi sambil menangis histeris dan menghambur memeluk tubuh Clara dan Ben, sedangkan Wisnu terduduk lemas didekat tubuh Clara dan Ben yang berangsur-angsur mendingin.
"Ras kenapa sedikitpun kamu tidak tertarik padaku" gumam Wisnu sambil terisak, sedangkan Donald hanya bisa menatap kosong tubuh kaku satu-satunya wanita yang bisa menggetarkan dawai dihatinya paling dalam, telah pergi selamanya bersama pria yang dicintainya, dan dia tidak bisa melindunginya tadi.
^^^
Kembali di tahun 2021 di Cleveland Clinic Jakarta (nama rs ini rekayasa ya)
Tiiit.....Tiiiit......
Clara mendengar suara mesin monitor yang berada didekatnya, membuatnya panik dan segera membuka matanya sambil berteriak mencari suaminya Ben.
"Beeeen!!!"
Mendengar teriakan Clara membuat seorang pria tampan yang tertidur di sofa dekat tempat tidur Clara segera terbangun
"My Princess, kamu akhirnya terbangun juga dari tidur lamamu"ujar Josh yang langsung memeluk Clara sambil menangis dalam diam.
Clara yang masih bingung melihat pria tersebut.
"Josh....aku dimana?bagaimana aku bisa disini?tidur lama?apa maksudmu Josh?"
"Kamu berada di Cleveland Clinic, Jakarta my princess"
"Kamu koma selama 8bulan, seorang tuan muda Ulker menemukanmu terbaring dihutan dengan tubuh basah di gunung 8bulan yang lalu, sejak saat ini kamu hanya tertidur lelap, padahal semua organmu tetap berfungsi tanpa ada cedera sedikitpun" jelas Josh.
"8bulan?bukannya aku sudah meninggalkan selama 1,5tahun lalu?di gunung mana Josh?" tanya Clara bingung
"Kamu menghilang selama 8bulan princess, kamu ditemukan 6km dari sumur yang berada di dekat desa Jrakah, padahal kami sudah mengamati dan meneliti selama satu bulan waktu itu"
"Apakah kamu ingat apa yang terjadi?lalu siapakah Ben?" tanya Josh
Clara melihat tangannya dan mencari cincin pernikahan dari Ben.
"Cincinku mana Josh?"
"Cincin?" tanya Josh lalu membuka laci di nakas disamping Clara, kemudian menyerahkan semua barang kepunyaan Clara saat Clara ditemukan yang disimpan pihak rs dilaci itu.
"Tidak ada cincin princess, hanya jam tangan, gelang dari aku, anting-anting itu saja" jelas Josh sambil memberikan ke Clara
Clara menatap nanar barang-barangnya, lalu teringat sesuatu kemudian dia menyingkapkan baju rsnya untuk melihat perutnya, karena dia tertembak di bagian perutnya, tetapi tidak diketemukan bekas luka sedikitpun, kemudian Clara berusaha membuka baju untuk melihat luka di bahunya
"Wooo....woo...Princess, inget ada aku disini...sabar dulu nanti setelah menikah kamu mau lepas-lepas baju silahkan, tetapi saat ini kamu jangan membangunkan my Scud (nama rudal buatan Uni Soviet)" ujar Josh sambil mengusap keringat yang tiba-tiba keluar saat melihat perut mulus milik Clara.
"Scud? bukankah itu nama sebuah rudal Josh?" tanya Clara polos namun tiga detik kemudian muka Clara memerah saat paham maksud ucapan Josh.
"Jossshhhh....sejak kapan kamu mezoem hah??" bentak Clara yang ditanggapi kekehan dari mulut Josh
Sambil masih cemberut Clara kemudian bertanya kepada Josh
"Josh apakah ada luka tembakan di bahu, dada ataupun di punggung aku?"
"Tembakkan? Menurut para dokter saat aku pertama kemari bersama Papi dan Raksa, tubuhmu tidak ada luka tembakan, hanya tergores di beberapa tempat seperti tangan dan kakimu saja princess?"
"Memangnya kamu tertembak? siapa yang berani menembakmu?katakan biar Josh bunuh mereka!!" ujar Josh mulai ke killing mode : on.
Braaak....
"Cla.....!!" teriak dua sosok pria yang sangat Clara rindukan yang berlari mendekati Clara dan memeluknya sambil menangis
"Cla kangen" gumam Clara dalam pelukan papinya dan Raksa adiknya.
"Puji Tuhan akhirnya kamu bangun sayang"ujar Sebastian sambil mengusap pipi putri kesayangannya.
"Weet jangan pergi lagi ya, sepi tanpa kamu tahu kagak ada yang aku ajak berantem!" ujar Raksa dengan muka tengilnya membuat Clara langsung memukuli Raksa.
"Aaaaw....aaaw sakit tahu Weet! beneran loe habis koma....kagak ada bedanya malah ini makin kuat busweet, bukannya habis koma harusnya lemas dan lemah ya?" cerocos Raksa yang membuat Sebastian geleng-geleng.
"Saaa....suara loe bikin telinga papi sakit tahu!!" omel Sebastian membuat kamar rawat Clara menjadi ramai, tetapi Josh melihat meskipun mulut Clara ikut tertawa tetapi mata Clara yang biasanya selalu bersinar saat ini tampak kosong.
"Pi...."
"Ya sayang, ada apa?" tanya Sebastian
"Bolehkah Cla minta sesuatu kepada papi?"
"Boleh....apapun permintaanmu papi kabulkan, kamu minta apa sayang?" tanya Sebastian
"Setelah Cla boleh pulang, bolehkah Claa ikut Josh kembali ke Amerika?" tanya Clara pelan
"Haaaah?!!!" seru Sebastian, Raksa dan Josh secara bersamaan.
"Princess....apa kamu serius?"
"Olivia Clara Maharani Wiguna, apa maksudmu ini? bukankah kamu sudah putus dari Josh dan bagaimana dengan nak Lino?" ucap Sebastian dengan nada dinaikkan satu oktaf.
"Bukankah Lino sekarang sudah berpacaran dengan Nadia Pi!" ujar Josh ketus.
"Diam kamu...sampai kapanpun aku tidak mengijinkan putriku menikah denganmu"bentak Sebastian.
"Pii...jangan membentak Josh, bukankah tadi papi bilang akan mengabulkan semua permintaan Claa"
"Minta yang lain Claa, papi mohon...lagipula papi sudah mengijinkan Lino meminangmu saat kamu sudah sadar"
"Pi...jangan memaksakan kehendak papi lagi, bukankah abang sudah sama Nadia selama 8bulan ini, biarkan mereka bersama pi"
"Bukan begitu Wet....bukan begitu ceritanya" ujar Raksa.
"Sa...loe tahu kalo aku mendekati abang dengan maksud membalas dendam, gue gak tulus Sa sesuai omongan loe dulu"
"Gue sudah janji sama Ben, untuk melupakan dendam ini Sa...gue hanya ingin hidup tenang Sa oleh karena itu ijinkan Claa untuk kembali ke Amerika bersama Josh"
Tanpa mereka sadari diluar tampak seorang pria membawa satu buket bunga mawar dan snelli yang dia sampirkan di lengannya berdiri di depan pintu langsung menjatuhkan bunganya, kemudian memegang dadanya yang terasa sakit, lalu meninggalkan kamar Clara.
Sedangkan Sebastian dan Raksa meski sebenarnya sudah menebak bahwa Clara pasti mempunyai maksud tersembunyi saat Clara bersikeras menjadi prajurit karir, tetap masih terkejut atas kejujuran Clara
"Hal ini kita bahas saat kamu sudah pulih ya Claa" ujar Sebastian yang berusaha menghindar membahas permintaan Clara.
.
.
.
Dokter kemudian memeriksa keadaan Clara dan menunjukkan bahwa kondisi Clara sudah membaik dan melepas infus, kateter dan beberapa alat yang menempel ditubuh Clara.
Clara kemudian pura-pura mengantuk dan menyuruh Raksa dan Sebastian untuk pulang, karena Clara tau selama dua minggu sejak mereka tahu keberadaan Clara, Sebastian selalu tidur di rs menemani Clara.
"Josh jaga Cla baik-baik" ucap Raksa sambil menggandeng ayahnya pulang.
"Bukankah selama ini aku selalu menjaga princess dengan baik, kamu masih ragu Sa?" ucap Josh dengan muka datar.
Saat Raksa dan Sebastian sudah keluar dari ruang rawat Clara, Josh segera mengambil kursi dan duduk dekat ranjang Clara.
"Udah gak usah pura-pura tidur, sekarang katakan padaku dengan jujur siapa Ben?apa yang terjadi padamu?" tanya Josh sambil mengusap pucuk kepala Clara lembut.
Clara segera bangun untuk duduk dan memeluk tubuh Josh sambil menangis didada Josh.
Josh terdiam dan mengusap punggung Clara lembut.
'Akhirnya ada seorang pria yang kamu cintai princess, siapakah pria itu princess?' batin Josh penuh tanya.
...***...
...TBC...
...Today double up ya 😊...