Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 11 Belajar Percaya



Saat Clara keluar tampak di luar dr Wisnu dan dr Lino yang ikut mendengarkan, dr Wisnu segera masuk ke ruang Anton, sedangkan Lino mengejar Clara


"Dik....tunggu!!!!" ujar Lino lalu mengejar Clara


"Nton...kali ini kamu keterlaluan, sampai kapan aturan busukmu itu kamu berlakukan di timmu?...apa yang dilakukan dr Raras sama sekali tidak menyalahi aturan rs dan aturan kedokteran"


"Tidak pernah aturan yang menyebutkan bahwa first assistant dilarang melakukan operasi tanpa ijin dr bedah utama, terlebih kondisi emergency seperti tadi, dr Raras sangat kompeten dalam melakukan operasi sendiri tanpa kamu" ujar dr Wisnu


"Tapi dia masih first assistance jam terbang dia masih dibawah 5tahun, riskan melakukan kesalahan" ucap Anton lalu di potong Wisnu


"Sepertimu?...kamu takut dr Raras melakukan kesalahan seperti kamu 12tahun yang lalu?"ujar Wisnu sambil menatap putranya tajam.


"Jangan samakan semua first assistant seperti dirimu dulu, terlebih dr Raras yang merupakan murid kesayangan dr James Barlow, dr jantung terbaik di dunia pun mengakui keahlian dan ketrampilan muridnya." ucap Wisnu


Ucapan ayahnya membuat Anton terbungkam mengingat kesalahan yang dia lakukan 12tahun yang lalu.


"Sampai kapan keluar dari ketakutanmu Nton sudah 12tahun berlalu, setiap dokter pernah membuat salah, kita juga manusia bukan seorang Angel Nton" ujar Wisnu sambil menepuk bahu putranya


"Nyawa manusia berada di tangan Tuhan, kewajiban kita sebagai dokter hanya berusaha menyembuhkan dan menyelamatkan nyawa pasien sebaik-baiknya sesuai prosedur kedokteran, tetapi segalanya sudah diatur Tuhan"


"Ayo Nton bangunlah, dari kesalahan kita belajar untuk memperbaiki kesalahan kita sehingga kelak tidak mengulanginya...tidak semua junior kita akan melakukan kesalahan seperti kita dulu"



dr Wisnu Pradipta (60 tahun)


"Berilah kepercayaan dan kesempatan first assistancemu untuk tumbuh berkembang, jangan kamu batasi ruang gerak mereka, kamu harusnya bersyukur first assistance mu seorang dr muda cekatan dan kompeten, sehingga timmu semakin solid" ucap Wisnu lalu meninggalkan Anton yang merenungi omongan ayahnya.


^^^


Clara segera menuju lift menuju ruang IICU untuk menengok pasiennya yang barusan dia operasi


Clara melihat Tata yang hanya berjongkok di depan pintu IICU, membawa Clara ke 12 tahun lalu berada di posisi Tata membuat Clara tanpa meneteskan air matanya, lalu ikutan duduk dilantai bersama Tata


"Dokter....jangan duduk dilantai" ucap Tata yang merasa sungkan


"Ndak papa Ta...aku juga baru ingin ndinginin pantat dan kaki karena seharian berdiri" ucap Clara sambil mengerling ke Tata sambil mengusap kepala Tata lembut


"Dok...papa gimana?"


"Papamu operasinya berjalan lancar, kita hanya menunggu melewati masa penyesuaian habis operasi, baru biasanya pasien sadar karena ini memang sengaja kita tidurkan selama 24jam"


"Terima kasih dok...terimakasih" ujar Tata sambil terisak


"Sama-sama sudah menjadi kewajibanku, malam ini pulanglah kerumah dokter yaah.......bukankah rumahmu di Bogor"


"Tidak perlu dok, saya bisa tidur disini"


"Ayahmu belum bakalan sadar malam ini, jangan tidur disini, nanti kamu sakit...ayahmu masih memerlukan kamu disampingnya, jadi jangan sakit hemmm" ucap Clara lembut


"Kamu mau ikut makan?aku lapar...kamu pasti belum makan kan?"ajak Clara lalu menarik Tata yang tersenyum malu-malu


"Dik..abang ikut" ujar Lino sambil meringis dan dijawab Clara dengan anggukkan menahan emosi.


Mereka makan di kantin dimana mereka makan dengan tenang, tiba-tiba hp Tata berbunyi lalu Tata segera mengangkat telpon dan berbicara beberapa waktu.


"Dok...saya ke ruang IICU dulu ya, bu kadus dari desa saya mencari saya"


"Baiklah...nanti setelah saya pulang kamu ikut dr pulang ya" ucap Clara sambil tersenyum lebar


"Kelihatannya Tata diajak Bu Kadus tidur dirumah saudaranya Dok, maaf ya Dok" ucap Tata kemudian meminta ijin menuju ruang IICU.


"Abang minta maaf ya karena anggota tim aku membuat adik kena marah dan abang mengucapkan terimakasih karena adik tim aku berhasil menyelesaikan semua operasi tugas tim 2"


"Dan sebagai kakak, maafkan adikku yah...dia begitu karena untuk melindungi juniornya tidak membuat kesalahan" bujuk Lino lembut


"Bukan salah abang lagi, ngapain juga minta maaf buat si macan" omel Clara sambil merucutkan bibirnya.


"Dik...bibirnya dikondisikan dong, nanti kalau abang khilaf gimana?" ujar Lino sambil mengerling jahil.


"Abaaaang iiih, udah tau adik baru marah kok malah di gangguin, adiiik tuch pingin nonjok hidung si macan biar jadi pesek!!" ucap Clara penuh emosi


"Emang adik sampe?"


"Apanya yang sampe bang?" tanya Clara bingung.


"Sampe nonjok hidung Anton, kan adik agak bogel" ejek Lino.


"Yaaaaa.....abang itu pacar adik bukan sich!!!adik kok dikatain bogel sich" ucap Clara naik 1oktaf.


"Haaha agak dik...bukan beneran bogel"goda Lino.


"Bodo bang...adik ngambek!!" rajuk Clara sambil beranjak meninggalkan Lino yang masih ketawa.


Tiba-tiba greeep....Lino memeluk tubuh Clara dari belakang dan meletakkan kepalanya di bahunya Clara.


"Adik kalo marah mending ngomel-ngomel gini, jangan mendiamkan abang, abang tersiksa dik" ucap Lino


"Bang lepasin ntar ada yang liat " ucap Clara berusaha meredakan detak jantungnya.


"Ntar pulang abang anterin, jangan kabur"ucap Lino lalu melepas tubuh Clara yang sebelumnya mencium pipi Clara, membuat Clara tertegun dan segera kabur menuju ruangannya di lantai 3.


Tanpa setau mereka tampak sepasang mata yang melihat interaksi kedua dr muda tersebut, dengan tersenyum lebar


"Seleramu memang sangat bagus anakku"


Sesampainya Clara di ruangannya, tampak ruangan disekitarnya sepi, Clara hanya mengedikkan bahunya lalu masuk dan duduk di bangkunya.


"Jadwalku hari ini apa ya?" monolog Clara


"Untung tidak praktek jadi bisa langsung pulang" ujar Clara senang.


Tepat jam 5 sore, Clara langsung keluar ruangannya, tiba-tiba duuugh.....


"Aduuuduuuh....kenapa sih dokter berdiri di depan pintu" omel Clara sambil mengusap hidungnya yang menabrak bahu keras Anton


"Orang yang nabrak kamu,... kok yang ngomel malah kamu" ucap Anton sarkas


"Baca ini...kalau ada yang belum jelas kabarin aku, nanti aku jelaskan"


"Ini rekam medis para pasien di tim kita?"tanya Clara


"Bukan itu catatan proses operasi yang sudah aku jalani, kamu pelajari dulu"ujar Anton sambil menyodorkan bukunya.


Clara menerimanya sambil terbengong-bengong


"Apa dia salah minum obat atau kepalanya kejedot yah??!!" ujar Clara terheran-heran.


...***...


...TBC...