Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 48 Burap Kok Dilawan



"Mr Johnson bukan?" tanya Clara


"Philip Nyai....Nyai mau ke Batavia juga ya?" tanya Phil dengan ramah



" Siapa?" tanya Ben


"Eeeh....maksudnya?" tanya Philip bingung dengan ucapan Ben kaya gak nyambung


"Yang nanya!!" ucap Ben datar sambil menggiring Clara masuk kereta meninggalkan Phil yang menatap Ben bingung sampai bahunya ditepuk


"Udah cari cewek lain, dia sudah bini orang...kan masih banyak nooh cewek-cewek bertebaran yang masih lajang, tinggal kamu kedipin langsung nempel ( dasar Harry kalo ngomong sering bikin orang kesel 🙈 author POV)" ujar Harry yang sedari tadi mengamati Phil yang selalu menatap Clara gak berkedip


Masuk kereta jaman dulu memang berbeda, di kereta jaman dulu dalam satu gerbong ada 3 sekat ruang di kanan dan 3sekat dikiri, setiap ruangan ada 2bangku yang saling berhadapan


Ben dan Clara berbeda ruangan dengan Harry dan Steffi, semua ruangan sudah penuh terisi orang


"Mulutnya ditutup gak usah takjub gitu, memangnya dijamanmu gak ada kereta" ejek Ben membuat Clara sewot


'Dasar burap minim akhlak, mbandingin kemajuan teknologi jaman purba kok sama jaman modern' gerutu Clara dalam hati ya jelas jauh


'Emang gak boleh mengagumi unik dan antiknya kereta kuno ini, coba ada sinyal pasti dech Clara sudah selfie-selfie dan upload di medsos....bakalan viral boo' gumam Clara


Entah setan dari mana, Ben yang merasa gemas melihat bibir ranum beraroma strawberry itu manyun-manyun membuat insting prianya didorong the power of Bentor, langsung mencium bibir Clara dengan lembut dan semakin mendalam, baru Ben lepas saat merasa Clara sudah mulai kehabisan pasokan udara


Clara yg mendadak mendapatkan ciuman dari Ben membuatnya kaget bukan kepalang, dia berdiri kaku seraya mengerjapkan matanya beberapa kali. Oke ini memang bukan ciuman pertamanya tapi tetap saja ini mengagetkannya.terlebih lagi kenapa Ben menciumnya dengan intens dan lama seperti saat ciuman pertamanya lagi?


"Gimana enakkan aku cium?" Tanya Ben sesaat setelah melepaskan tautan bibirnya, dia menatap Clara dengan penuh jenakanya.


Clara memicingkan matanya sinis, apa katanya? Oh ya jelas-jelas raut wajahnya terlihat masam. Jadi bagaimana bisa dia mengatakan hal memgerikan itu? Dengan penuh kekesalan Clara mendorong tubuh Ben


"Dasar bule sarap....aaargh bule mesum"


Ben menaikkan sudut bibirnya


"Oh ya?? Bukannya tadi kamu juga menikmatinya?" jawab Ben dengan penuh percaya diri. "atau kamu masih mau aku cium lagi?"


Clara melotot, omong kosong ... ucapannya benar-benar menyebalkan sejak kapan dia menikmatinya. Dengan penuh kekesalan, Clara menyudutkan tubuh Ben ke sudut lorong kereta lalu kemudian menarik dasinya.


"Dengar Ben...sekali lagi kamu berani mencium Clara, Clara akan....." Clara sengaja menggantungkan ucapannya. Pandangan matanya turun kebawah, seulas senyum culas menghias wajah cantiknya "Akan Clara buat Ben impoten"


" Bukannya merasa takut, anehnya Ben malah terkekeh geli seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Clara...Clara, kalo aku impoten nanti kamu juga yang rugi"


Clara menautkan alisnya sembari menyipitkan matanya.


"Apaan ...jelas-jelas nggak ada hubungannya sama Clara"


Ben tersenyum ...e-eh tidak lebih tepatnya menyeringai pongah. Tanpa aba-aba Ben membalikkan posisinya, dengan menyudutkan tubuh Clara


"Jelas adalah" jawab Ben lalu membelai wajah Clara "Kalau aku impoten, nanti yang menghangatkanmu diranjang dimalam Hari siapa? Kamu mau tiap malam kedinginan?"


Clara menggertakan giginya, menghangatkan ranjang katanya, siapa juga yang mau bermain gulat dengannua.Dasar Hallu.


"Apa sich nggak jelas banget" Clara melengos kesal sembari menghempaskan tangan Ben "Dasaaar bule mesum...jangan dekat-dekat...dahlah sana minggir"


Clara membalikkan badannya berniat pergi, malesin banget kalo harus berduan dengan mahluk model Ben, yang sayangnya sekarang ini adalah suaminya, sambil mengacak rambutnya frustasi


"Tunggu dulu dong calon mama, kalo jalan jangan buru-buru"


"Calon mama?Pala loe gundul Ben"cibir Clara sambil membalikkan badannya sambil melototkan matanya.


"Tapi kepalaku kan gak gundul Cla, kamu gak lihat nich kepalaku sempurna gini dikatain gundul"


"Yang gundul tuuuch dibelakangku" ujar Ben sambil menunjuk pria yang berdiri tidak jauh dari tubuhnya


Clara melongokkan kepalanya dari balik tubuh Ben, ternyata ada Phil yang matanya menatap tajam ke arah mereka dengan ekspresi susah dibaca membuat Clara meringis.


Clara mendesah pelan, kemarin wajah ganteng sempurna, lalu kaki sempurna, sekarang kepalanya, nanti apalagi? Dahlah Ben ini kalo ngomong suka kelewatan benar, iya benar-benar aneh maksudnya


"Bodo amat Ben. Clara nggak dengar!" serius clara sudah nggak tahan dengan ucapan unfaedah dari Ben kalo lagi kumat gini


Ben terkekeh geli, lalu mengajak Clara masuk ruangan sesuai nomer tiketnya dan mendudukan Clara di samping jendela supaya Clara bisa melihat pemandangan selama perjalanan.


Saat mereka berdua duduk sambil menata tasnya dia bagasi diatas bangku mereka, tampak Phil dan seorang pria pribumi ikut masuk dan duduk di bangku depan mereka


"Ngapain kamu duduk disitu Ndul?" tanya Ben


"Nyai Raras gimana kabarnya?" tanya pria pribumi itu dengan. sopan


"Pangeran Wisnu, anda juga akan ke Batavia?" tanya Clara ramah



"Siapa dia Cla?" tanya Ben curiga


"Oo ya pangeran perkenalkan ini Overste Benjamin Von Trapp, Ben ini pangeran Wisnu Wardana putra ke tiga dari Sri Sultan dari Yogyakarta" ujar Clara lalu Wisnu mengulurkan tangannya dan disambut Ben meski dengan setengah hati


"Pangeran Wisnu itu yang kemarin istrinya sakit lalu Clara obatin, Ben ingetkankan?" tanya Clara


"Oooh sudah punya istri" ujar Ben lalu berubah ramah ke Wisnu membuat Wisnu tersenyum


"Cieee.....cieee cemburu ama Clara nih" goda Clara sambil berbisik


" Ciee....ciee yang seneng dicemburuin suaminya" goda balik Ben sambil mengerlingkan mata.


Melihat ke uwuan Ben Clara yang selalu menempel, menggoda dan bertengkar membuat Wisnu tersenyum geli


"Hubungan kalian lucu yah!" ujar Wisnu


Mendengar hal itu membuat Ben dan Clara menolehkan kepalanya menatap Wisnu


"Lucu??mana ada yang lucu yang ada nyebelin iya"


Ben melotot, sedangkan yang dipelototin mengangkat bahunya acuh tak acuh sambil sibuk main hpnya dan memfoto Ben lalu terkikik melihat hasil jepretannya si Ben tampak jelek


Ben yang merasa kepo berusaha melihat apa yang dilihat Clara, langsung melotot melihat bahwa dirinya di poto saat pose jelek membuat Ben berusaha merebut


"Clara...siniin hpmu" seru Ben


"Apaan sich Ben, jauhan sana" ujar Clara sambil menyembunyikan hpnya membuat Ben gemas lalu mulai menggelitik perut Clara


"Aaah....geli Been, udaah malu iiih"


"Makanya kasihkan hpmu, ngapain malu!! sama istri sendiri juga, salah sendiri mereka liatin kita" ucap Ben songong


'Beneran dech si burap ini urat saraf malunya sudah putus'


Aksi rebutan dan saling gelitik si tom dan jerry membuat Wisnu jengah sendiri lalu menutupi mukanya dengan buku yang dia baca berusaha tidur, beda cerita dengan Phil, meski tenang dan tersenyum manis berbanding terbalik dengan otak liciknya 'akan sangat menyenangkan bila bisa menyayat kulit pria yang berani menyentuh wanita yang sudah dia klaim sebagai istrinya.


"Kenapa kamu liatin kita? iri eeh?! " ejek Ben sinis kepada Phil


"Makanya cari istri sana, nggak cuman ngeces liatin istri orang"


"Ini dalam usaha Overste" jawab Phil sambil tetap tersenyum manis


"Ya udah sana deketin cewek inceranmu huzz...huzzz" usir Ben


"Cewek inceranku tepat di depanku Overste, jadi mau gimana lagi" ujar Phil sambil menatap Ben sambil tersenyum sinis


"Sekarang aku minta dengan baik-baik, berikan Nyai Raras kepadaku, aku akan menikahinya dan membawanya ke England, disana tidak akan ada hinaan buat pribumi yang dinikahin orang England berbeda dengan Holland, wanita pribumi dihina dan selalu dianggap kotor dan gundik pemuas nafsu para Hollander" ucap Phil yang sontak membuat Clara menutup mulutnya gak percaya


'Buseeet burap ajah udah bikin kepala Clara puyeng, ditambahi bule gundul satu ini, apa habis minum pil koplo po ya?'


Belum sempat si Ben ngamuk, tiba-tiba Wisnu yang sejak tadi pura-pura tidur ikut bersuara


"Sebelum kamu pinta, aku yang akan menjadikan Nyai Raras istriku, dan kuberikan gelar putri kerajaan sehingga tidak ada yang berani merendahkan atau menghina Raras"


"Heeh Pangeran kecil, bukannya kamu sudah punya istri?" ucap Phil sinis


"Memang kenapa kalo sudah punya istri?pangeran mah bebas mau punya istri berapapun juga" ucap Wisnu tenang


"Hahaha kalian mimpi yah? mana mungkin istriku berpaling dariku, kalian mah dibandingkan aku nggak ada apa-apanya yang satunya gundul, dan yang satunya kecil" ujar Ben sambil memeluk tubuh Clara dengan pongahnya


Clara yang mendengar itu sontak menatap tiga pria didepannya sambil memijat pelipisnya. Oh ayolah lelucon apa ini tiga pria ini memperebutkan dirinya untuk dijadikan istrinya. Sekali lagi tiga pria sekaligus. Clara tahu dirinya cantik, tetapi tidak begini juga kali, begini banget nasib Clara ya


Masih untung kalo salah satunya cowok normal seperti si abang, laa ini ketiga-tiganya sudah aneh, tingkat kepercayaan dirinya diatas batas normal dan nekat (digaris bawahi itu).


...***...


...TBC...


...See you in Monday yaah, ini thoor bikin diatas kereta gegara semalam malah ketiduran 🙈😢😢 Mianhae yah...


...Sesekali di novel ceweknya yang direbutin banyak cowok ya tooh 😜😂😂 girl power gitu loo😋...