
"Meneer kita pulang ini?"tanya Clara yang sudah malas mengikuti pesta
"Iya tapi si Ucup dan si Ucip mana?" (buseeet si Ben manggil pacar Ucup, Ucip π³π³πauthor POV)ujar Ben sambil tengok kanan dan kiri mencari Harry.
"Het is zo lang geleden, hoe gaat het met je Ben?"( Sudah lama tak bertemu, bagaimana kabarmu Ben) sapa pria Belanda berbadan besar yang tiba-tiba datang dan memeluk bahu Ben sambil tertawa menggelegar.
"Hey Dirk, het gaat prima met me, wat doe jij hier?" (hey Dirk, aku baik-baik saja. Apa yang kamu lakukan disini?)
"Er is hier een baanaanbieding, meestal... ben je echt met dit meisje getrouwd?" (Aku mendapatkan tawaran kerja disini, Ben benarkah kamu menikahi gadis ini?)
"zoals je kunt zien" ( seperti yang kamu lihat) jawab Ben enteng.
"Mooi Ben...Mooi" ujar Dirk sambil mengacungkan ibu jarinya.
"Dank u Meneer" jawab Clara sambil tersenyum
"Waaaa bisa bahasa kita juga yaah, hallo Nyai...namaku Dirk Van Moutbatten, teman Ben di Holland" sapa Dirk sambil mengulurkan tangannya.
Dan seperti yang sudah-sudah tangan Dirk malah digenggam Ben.
"Ndak usah pegang-pegang tangan halus istriku, nanti tangan istriku tertular kasar" ujar Ben membuat Dirk tersenyum kecut.
"Waaah kamu memang telah berubah, dari yang tak mau berdekatan dengan wanita eeeh tau-tau nikah, dari yang dulunya tenang sekarang emosian kalo istrinya dideketin orang hahaha....hahaha" ucap Dirk yang tidak marah sedikitpun mendengar ucapan Ben yang ketus.
"Memangnya pribumi disini cantik-cantik seperti istrimu ini ya? "
"Cari ajah sendiri, tapi yang ini sudah menjadi milikku" ucap Ben membuat Clara memutar bola matanya malas
Saat Ben masih asik berbincang dengan temannya, Clara melihat dipanggung tampak seorang bule bermata biru menyanyikan lagu yang sangat merdu, Clara yang badannya masih dalam pelukan Ben menikmati suara bule tersebut, yang entah kenapa melihat dirinya terus.
"Aaaaah Clara haluu kamu ......masak iya liat aku, apalagi dari tadi si burap nempel terus kaya lintah" gumam Clara dalam hati.
"Kamu lihat apa sampai gak berkedip gitu?" tanya Ben penuh curiga
"Ada Bulgan Meneer" ujar Clara sambil nyengir
"Bulgan? apaan itu?"
"Bule ganteng ntuh" ujar Clara sambil menunjuk ke panggung.
"Heeeeh sama suaminya dibilang bule sarap, sama pengamen gundul gitu dibilang ganteng!!" ucap Ben sewot
" Ayooo pulang...." ujar Ben sewot sambil menarik tangan Clara mendekati ke arah Harry dan memaksa Harry yang baru mojok sama Steffi pulang.
"Nyanyi nya itu belum selesai meneer!" omel Clara diiringi omelan protes Harry dan Stefi
"Iyaa iih kamu Ben gak asik"
"Bodoo...buruan pulang!!!" jawab Ben tak terbantahkan.
"Iya...iyaa...." seru Harry mengalah lalu mereka menuju mobil mereka dan menjalankannya dengan perlahan.
"Woiiii Poss gila kamu berani lawan Elen, tahu ngga sich siapa dia?"
"Tahulaah dia keponakan gubernur jendral VOC di Batavia kan? ngapain juga takut"
"Looo udah tahu kenapa ngelawan?"
"Akukan tadi nggak ngelawan si dedemit, disuruh main piano ya main, bahkan dia sendiri yang nyolot looo......padahal aku tadi cuman mau bantuin looo" ujar Clara dengan wajah polos ....eeeh ralat dipolos-polosin ding membuat Ben tertawa geli melihat polah Clara yang sok polos.
"Tapii kamu hebat loo Ras permainan piannomu sangat indah...aku salut sama kamu, meski aku nonik Belanda, liat dedemit itu juga pingin nampol pake sandal" ujar Steffi berapi-api ikutan Clara ngatain dedemit πππ
"Fii jangan ikutan Peppos, hati-hati ntuh cewek gila banget, aku aja ngeri lihatnya"ujar Harry.
Ciiiit.....tiba-tiba Harry mengerem mobilnya mendadak saat melihat didepannya tampak serombongan centeng membawa pisau dan clurit
"Wooiiii Cuup kalo ngerem nggak dadakan kenapa?!!" omel Ben dan Clara berbarengan.
"Ben pistolmu kamu bawakan?kelihatannya kita bakalan dirampok" ucap Harry dengan muka serius sambil mengambil pistol di laci mobilnya
Ben langsung bersiaga mengeluarkan pistol nya, dan mengisi pelurunya.
"Fi...pegang pistol ini, kalo ada yang berani menyentuh mu, tinggal kamu tekan bagian ini sambil mengarahkan kearah penjahat itu...kamu mengerti?" ujar Harry sambil memberikan ke arah Steffi yang sudah bergetar ketakutan.
Berbanding terbalik dengan pasangan gesrek dibelakang
"Cla...kamu bawa tongkat ajaibmu kan?"
"Tentu bawa...Clara juga bawa ini bila kondisi terdesak, selama belum terdesak ya Clara akan melemaskan otot Clara Meneer....fightiiing!!" ucap Clara dengan mata berbinar dengan menggenggam tangannya memberi semangat Ben sambil menujukkan pistol dan tongkat listriknya.
"Istri pintar..." ujar Ben membuat pasangan yang depan menatap takjub atas keabsurban mereka.
Segeralah mereka keluar saat para centeng berteriak menantang mereka keluar.
Flashback On
Beberapa menit sebelumnya di benteng Rosenberg tampak seorang nonik dengan mata berapi-api
"Lekas kejar mereka....ingat bunuh pribumi sialan itu, kalo mau kalian perkosa itu lebih baik, yang lainnya dilukai saja kecuali Benny jangan sampai terluka, kalian mengerti!!"
"Baik nona" jawab para pria berbadan besar dan bermuka sangar, segera pergi sambil menaiki kuda
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata bermata biru dengan smirk mengerikan menatap nonik tersebut.
"Sampai Nyaiku terluka sedikit, kupastikan kamu yang akan memintaku untuk segera membunuhmu!!"
Lalu berlarilah pria bermata biru tersebut menaiki kudanya, dan memacunya dengan cepat mengejar para centeng bayaran tadi.
Flashback End
...***...
...TBC...
...Holla Gaeas ya ampuun makasih banget yah atas antusias membaca novel gokil thor iniπππ...
...Ooo ya Thoor mau menjawab beberapa pertanyaan kalian yang sering kalian tanyakan...
...Mengenai Abang Lino supaya kedepannya Thoor tidak di demo seperti si Bentor yang hobi banget unjuk rasa...
...Okee begini yaa kesayangan, dimasa tahun 1895 Clara akan belajar menghargai apa itu cinta yang tulus, belajar berteman dengan banyak orang dan beberapa pria, kalian taukan Clara setelah papanya meninggal selalu dingin dengan para pria dan menarik diri dari pergaulan, Clara akan kembali ke kepribadiannya yang ceria tanpa beban untuk membalas dendam....
...Sehingga Clara menjadi pribadi yang lebih baik saat nanti bertemu dengan Lino kembali, entah nanti Clara bisa balik dengan identitas dr Clara Maharani ataupun reinkarnasi dari dr Clara....
...Dan berpisahnya dengan Clara, itu juga untuk memperkuat Lino, dari pria yang pasrah akan keadaan menjadi bayang-bayang Anton dan keluarga Pradipta ke dr Marcellino Oetomo sesungguhnya....
...Oke gitu dulu ya Gaess jadi enjoy alurnya dulu ya πππ...