Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 61 Kunci Terbaik Buat Nyai



Clara segera menemui Babe Sabeni dan Nyak Siti untuk menjelaskan kedatangan Harry.


Baru saja Clara selesai menerangkan masalah Harry, tiba-tiba datang si Ucup yang sudah terlihat segar


"Cup....sini gih!!" panggil Clara sambil melambaikan tangannya


"Apaan Pos?"


"Cup kenalin ini Babe Sabeni, ini Nyai Siti istrinya, beliau ini Jawara Betawi di daerah sini Cup" ujar Clara sambil menarik tangan Harry


"Looo ada juga bule namanya Ucup?" tanya Sabeni


"Bukan Be, nama saya Harry tapi hanya Peppos ini yang memanggil saya dengan Ucup" jawab Harry dengan cengiran khasnya


"Hahaha.....makanya Nyak kaget, dasar Raksa ini loo"


"Raras ini namanya Nyai, bukan Raksa" ujar Harry meralat ucapan Nyai karena belum diceritain sama Clara


"Cup saat ini aku jadi seorang pria, makanya namanya bukan Raras tapi Raksa Wiguna" terang Clara.


"Oooo....maaf Pos aku ndak tahu"


"Cup loe disini aja yah, makan dan istirahatlah dulu, Aku mau nemuin Ucip...mau minta tolong"


"Ke tempat Stefi Pos?aku ikut yah, dia pasti sangat kuatir"


"Loe gile Cup, muke loe aja pasti dipajang dimana-mana masih mau ikut....Nggak loe tetep disini, ntar gue bilangin Ucip loe baik-baik aja" ujar Clara tegas membuat Harry dengan cemberut menganggukan kepalanya pasrah.


"Ndul...jaga Raksa baik-baik, awas kalo terjadi apa-apa aku bunuh kamu!" ancam Harry kepada Phil yang ditanggapi Phil dengan dengusan kesal


"Phil...."


"Hmm...."


"Ajarin naik kuda sendiri, kan aneh kalo seorang pria naik kuda bersama pria lain terus-terusan"


"Salah sendiri...kenapa kamu mengambil tindakan tanpa dipikir terlebih dahulu....Ben pasti juga marah kalau melihatmu seperti ini"


omel Phil dengan wajah datarnya


"Kalau aku tidak seperti ini, gimana aku bisa membantu bangsaku berjuang"


"Kamu tidak perlu berjuang, jadi istri yang baik di rumah saja biarkan aku yang pria melindungi mu, aku memang bukan pria yang baik, tetapi setidaknya aku akan melindungi orang yang aku cintai" ujar Phil sambil menatap Clara tajam


'Wooo...ini Bulgun kenapa tiba-tiba serius, mukanya serem deh' batin Clara sambil menelan ludahnya


"Buruan belajar cara naik kuda dulu sendiri, jangan takut dengan kuda, karena kuda tau jika kita takut maka si kuda bakalan sesukanya, kita harus bisa sebagai pengendalinya" ujar Phil sambil terus mengajari Clara meski dengan muka jutek tapi tetap bersabar menolong dan membantu Clara


Dari jauh Clift bersama Wisnu memandangi interaksi Phil dan Clara


"Akhirnya adikku bisa menjadi pria normal" ujar Clift lirih sambil tersenyum lebar


"Adikmu mengajari seorang wanita gak bisakah lebih lembut, kok ketus banget sich"


"Kalo cemburu bilang...gak cuman ngumpat dari jauh" sindir Clift santai sambil meninggalkan Wisnu


^^^


Akhirnya setelah Clara bisa mengendalikan kudanya mereka segera pergi ke kota dengan Phil berjalan terlebih dahulu, dibelakang Clara Mamat mengikuti dengan setia, karena hanya Mamat yang memiliki kemampuan ilmu beladiri yang bagus dibandingkan ketiga temannya yang bermodal badan gede dan muka garang.


Saat mulai mendekati masuk kota tampak kumpulan tentara yang sedang berusaha menolong atasannya yang kelihatannya kesakitan


Melihat itu, jiwa dokter Clara mengusiknya lalu segera menghentikan kudanya, dan turun dari kuda


"Ijinkan saya memeriksanya" ujar Clara yang dengan tenang mendekati kerumunan tentara


"Heeh...siapa kamu?!!"


"Saya seorang dokter, beri saya jalan"


Phil yang melihat Clara yang kembali berbuat seenaknya menjadi geram, dan segera turun dari kuda dan ikut mendampingi


Tentara yang melihat penampilan Clara yang sangat muda, dan bukan seorang Holander membuat mereka tidak percaya bahkan mendorong tubuh Clara untuk menjauh.


Tetapi mereka tidak tahu siapa yang mereka hadapi, seorang dokter tentara barbar dari masa depan, jadi ketika tubuhnya didorong malah tangan tentara tersebut dipegang Clara dengan kekuatan lawan Clara menarik dan membanting tubuh tentara arogan tersebut ke tanah


Saat melihat temannya dibanting dengan mudah pemuda kecil di depannya, membuat para tentara lainnya langsung ingin menyerang Clara, tetapi Phil dan Mamat yang pada mulanya hanya mengawasi Clara dari sampingnya sekarang segera memasang kuda-kuda dan mengarahkan pistol ke arah para tentara.


"Berhenti kalian...lihatlah kondisi komandan kalian harus segera ditolong" bentak Clara dengan suara menggelegar membuat para tentara terkejut dan tidak mengira pria kecil ini kalo sudah membentak membuat telinga mereka pengar dan melihat wajah dingin Clara membuat nyali mereka menciut.


Setelah itu segera Clara segera mendekat komandan dan segera mengeluarkan stetoskop dan tensimeter dari tas ransel yang dia bawa


"Apa yang anda rasakan komandan?" tanya Clara sambil mengendurkan ikat pinggang dan kancing bagian atas, lalu memeriksa dada depan komandan dari depan dan punggung komandan, memeriksa pupil mata dan tenggorokan.


"Dada dan kepala sakit, sama daerah sini " ujar komandan itu lirih sambil menunjuk di daerah ulu hati


"Tekanan darah anda cukup tinggi 145/95, detak jantung andapun tidak beraturan dan lambung anda bermasalah"


"Saya akan menyuntikkan Epinephrine , yaitu sebuah obat yang bekerja dengan cara melemaskan otot-otot saluran pernapasan dan meningkatkan ketegangan pada pembuluh darah. Obat ini bekerja dengan cepat untuk memicu kerja jantung sehingga ritme jantung kembali teratur, menurunkan tekanan darah, melegakan pernapasan, meredakan ruam, dan mengurangi pembengkakan di wajah, bibir, dan tenggorokan, karena naiknya tensi dan aliran darah jantung yang tidak stabil." terang Clara dengan lembut dan sabar.


Setelah itu Clara memasangkan infus supaya mengganti cairan dalam tubuh komandan karena Clara melihat tubuh komandan agak mengalami dehidrasi


"Apakah saya bisa sembuh"


"Saya akan memberikan obat untuk menyembuhkan penyakit lambung anda, sama obat untuk menstabilkan ritme jantung dan tekanan darah anda"


"Selain itu anda harus rajin minum obat, makan teratur dan jangan berpikir terlalu keras" ujar Clara membuat komandan itu menatap pria muda di depannya yang sangat teliti dibanding dr yang biasa memeriksanya.


"Siapa namamu anak muda?"


"Saya Raksa Wiguna komandan" jawab Clara singkat lalu segera membereskan alat-alat kedokteran.


"Bagaimana rasanya sekarang komandan, setelah 15 menit ini?"


"Dada dan kepala sudah merasa baikan anak muda, tetapi bagian ini masih sakit"


"Bagus sekarang saya akan menyuntikkan (injeksi obat) Ranitidine merupakan obat yang digunakan untuk pengobatan gejala penyakit tukak lambung dan tukak usus" terang Clara sambil menyuntikkan obat ke selang infus


"Anda beristirahatlah disini ya komandan, tunggu sampai cairan infus ini habis, saya tinggal terlebih dahulu, setelah urusan saya selesai saya akan kembali kemari lagi ya komandan"pamit Clara


"Kalau membutuhkan bantuan tentaraku, bawalah nak"


"Terimakasih komandan, mari saya pergi dulu" ujar Clara segera meninggalkan komandan beserta pasukannya diikuti Phil dan Mamat diantar seorang ajudan tentara


"Apakah komandan sedang mengalami masalah sampai badannya sakit"


"Iya dokter, putri bungsu beliau sudah tiga hari ini menghilang"


"Siapa nama putri komandan?


"Nona muda Monica van de Chapman"


'Dunia memang sempit, bukankah itu nama si ondel-ondel kemarin yah' batin Clara tetapi tetap terus naik ke kuda dan meneruskan perjalanan


Setelah 20 menit akhirnya sampailah Clara di tempat Le Chat Noir


"Kalau pagi dan siang pintu depan selalu tertutup, ayo kita melalui pintu samping Ras" ajak Phil yang sedari tadi masih dengan wajah datarnya


Saat mereka masuk gang disamping gedung kabaret tersebut terdengar teriakan seorang wanita bersamaan suara tamparan


Melihat itu, Clara segera menerjang 3bule kasar tersebut dan dengan segera Clara menghajar ketiganya


"Haizzz punya istri satu saja hobi berkelahi" ujar Phil sambil memijat pelipisnya, mendengar ucapan majikannya membuat Mamat tersenyum geli


"Anda menyesal Mister?!" ejek Mamat


"Ciiih....tidak ada kata menyesal di kamus hidupku jika berhubungan dengan Raras, harusnya aku lebih mengenalnya terlebih dahulu sebelum Ben, jadi aku bisa menjadi suami pertamanya" ujar Phil dengan tersenyum kecut


'Fiks ....majikanku sudah gila karena Cinta' batin Mat sambil menggelengkan kepalanya.


Ketika salah satu bule tersebut mencabut senjatanya dan mengarahkan ke Clara, ketika Clara masih menghajar teman si bule tersebut


Doooor......Dooor


"Aaaaargh teriak perempuan tersebut sambil menutup mukanya ketakutan, melihat darah begitu banyak karena tembakan tersebut tepat mengenai kepala pria tersebut.


...***...


...TBC...


...Siapa yang tertembak yah?...


...1. Clara?...


...2. Bule penjahat...


...3. Phil...


...Gumawo kesayangan Thoor, tetap jaga kesehatan & Gbu all 🙏😘💖💖...