
Setelah sampe mobil Aron tersenyum lebar, sambil mengusap kepala Clara lembut.
"Istri pintarnya Ben....sayang sayang sayang" (Upin talk mode:on 😊)ujar Aron lebay membuat Clara geleng-geleng.
"Non kita ini menuju kemana?" tanya Anwar.
"Ke pantai Lontar om....om tadi pada kumpul ada apa ya?om tau?" tanya Clara.
"Kurang tahu pastinya non, kelihatannya mengenai pernikahan anda non" jawab Anwar singkat.
"Ooo oke, om tolong hubungi Tina apa dia dan krunya sudah bersiap?"
"Baik non, sebentar" ujar Anwar kemudian menelpon fotografer Agustina yang memang terkenal untuk prewed.
"Apakah Tina temanmu Claa?"
"Tina itu kakak dari pacar terlamanya Raksa Ben"
"Oooo mengapa mereka putus Claa?"
"Sebenarnya yang dicintai Endut itu ya Tina itu, ------ si endut bucin dari smp sama Tina, tetapi Tina melihat Endut seperti adiknya..... maklum jarak mereka 4tahun lebih tua Tina, terlebih adiknya Syabil mencintai endut"
"Biar aku tebak, Raksa mendekati sibil untuk tetap dekat dengan kakaknya pasti"
"Syabil Ben...bukan sibil, iya tetapi kemudian Tina menikah dengan dr Amran disaat itulah Endut memutuskan Syabil dan mulai gonta-ganti cewek nggak jelas, sampe sekarang"
"Noon.....kelihatannya sejak kita keluar dari rumah sudah diikuti beberapa mobil" seru Anwar.
Clara dan Aron saling berpandangan dengan tersenyum lebar.
"Schatje remember the past?" tanya Aron sambil mengerling ke arah istrinya.
"Iya....untung tadi ditas aku bawa senjata buatan si endut yang baru ini" ujar Clara sambil mengeluarkan sebuah tongkat berujung runcing.
"Kok kecil Claa?apa fungsinya?"
"Ini bisa di panjang dan dipendekkan, bisa menjadi tongkat listrik, bisa juga mengeluarkan jarum beracun, dan bisa mengeluarkan pisau, bisa juga aku pake untuk menyerang di titik mematikan musuh" terang Clara.
"Raksa bukannya kerjaannya membangun, mendesain gedung-gedung, kok bisa membuat senjata mengerikan seperti ini?"
"Itu usaha legalnya dia, tapi usaha under groundnya dia jual beli senjata-----senjata yang dipakai om Anwar dan anak buahnya dan mobil yang kita pakai ini sudah di modif sama si Endut Ben....hebatkan adikku itu" ujar Clara bangga.
"Papi tahu Cla usaha Raksa ini?"
"Tidak ada yang tahu selain aku dan semua anak buah papi dan anak buah Raksa, jadi Ben pura-pura nggak tahu ya"
"Iya, lagipula Raksa juga jarak sama aku" ujar Aron dengan tersenyum miris.
"Raksa terlalu sayang sama Lino, terlebih mereka bersama selama 8 bulan jadi beri dia waktu ya Ben" bujuk Clara sambil mengusap tangan Aron lembut.
"Tenang aja, mana ada sich yang bisa menolak pesona seorang Ben Ulker ini" ujar Aron pongah membuat Clara memutarkan bola matanya malas, sudahlah yang waras ngalah aja, terlebih lawannya si Burap satu ini---- dijamin nggak bakalan menang.
"Om apa masih diikutin?" tanya Clara untuk mengalihkan topik, setelah Clara merasa laju kendaraan mereka mulai kembali normal, dimana sebelumnya mobil mereka berjalan diatas rata-rata dan pak Aksan beberapa kali melakukan manuver lincah untuk mengindari dan melarikan diri dari para penguntit mereka.
"Tadi di tikungan terakhir bisa kita alihkan non, tetapi nanti disana kita tetap harus waspada ya non. Karena mobil yang mengikuti kita setelah saya cek no platnya adalah mobil rental dan penyewanya orang asing, ini baru kita selidiki siapa mereka" jelas Anwar.
"Baik om, terimakasih ya"
"Sudah kewajiban saya non, jangan sungkan" jawab Anwar yang masih tetap dengan wajah datarnya.
Setelah beberapa lama akhirnya mereka sampai di sebuah pantai, mereka memang akan mengadakan foto dengan suasana pantai saat matahari terbenam.
Tina bersama dengan para krunya menyambut Clara dan Aron.
"Hallo nama saya Agustina, senang berkenalan dengan anda tuan Ulker" sapa Tina sambil mengulurkan tangan ke arah Aron, tetapi karena Aron yang tidak bisa bersentuhan dengan wanita selain dengan istrinya, hanya bisa menganggukkan kepalanya sopan.
Meski Tina sempat kebingungan tetapi dia sudah terbiasa dengan sikap aneh dari beberapa clientnya, jadi dia berusaha tidak memasukkan ke dalam hati, kemudian pandangannya beralih ke arah Clara
"Haizzz kamu tuch ya Ra, nggak tahu kapan balik Indo, kapan pacaran eeh tau-tau minta difoto prewed....nyebelin tau" omel Tina sambil memukuli bahu Clara.
"Haizz teman nggak sopan kamu kak, bukannya tanya kabar, malah main pukul dan ngomel" ujar Clara sambil meringis kesakitan.
"Udah sana buruan ganti baju dulu lalu segera dirias waktunya mepet, nanti kita lanjut berantem lagi" ujar Tina berlagak galak yang membuat Clara terkikik sambil menggandeng Aron ke ruang ganti baju.
Karena Aron hanya memakai baju tuksedo jadi dengan cepat Aron sudah selesai dibandingkan Clara, sehingga Aron duduk di depan ruang ganti Clara sambil bermain hp untuk mengecek email.
Didalam ruang ganti Clara mendesah pelan karena mengalami kesulitan memakai gaun pilihan tante Lena, dimana resleting gaunnya memakai resleting Jepang.
"Duh rempong banget dech, kalo tahu memakai gaun pengantin seribet ini, seharusnya nikahan pake celana jeans ajalah" gerutu Clara.
Nahloh Clara sekarang bingung harus bagaimana? apa mau minta bantuan Aron saja?
Aah tapi Clara sangat paham nanti saat Aron melihat punggung mulus Clara pasti dech si King Arthur berbuat ulah ingin segera menyerang soulmatenya.
Masak iya Clara bakalan diunboxing di ruang ganti baju, kan nggak elit banget nantinya.....duuh jelmaan Raline Shah dilema nich.
Sambil menarik nafas dalam-dalam, tidak ada pilihan lainnya, mau tak mau Clara harus meminta tolong Aron.
"Beeen....sini dech" panggil Clara dari ruang ganti
"Ada apa?" tanya Aron sambil berjalan mendekati ruang ganti.
"Buruan masuk aja Ben" sambung Clara sambil menyembulkan keluar kepalanya dan menarik tangan Aron yang mukanya memerah karena pikirannya sudah travelling ke alam balapan.
Aron hanya pasrah aja saat istrinya menarik tangannya untuk masuk, dari dulu sampe sekarang yang paling dia suka dari istrinya adalah sikap yang malu-malu tapi mau.
"Apa ini ajakaan Claa..." tanya Aron yang kemudian terdiam saat melihat penampilan Clara yang sangat cantik menggunakan gaun pengantin, meski berpotongan sederhana tetapi memancarkan kecantikan istrinya yang tiada taranya (heleeeh Been dasar bucin akut Loe 🙈*Author POV)
"Kok malah bengong sih Ben, buruan bantuin tarikim resletingin gaun ini" ujar Clara lalu membalikkan badannya.
Aron yang otaknya sedang travelling bersama king Arthur nya segera tersadar, tetapi bukannya Aron membantu menaikkan resleting gaunnya Clara malah memeluk tubuh Clara sambil menciumi punggung dan bahu Clara.
"Kamu sangat cantik Schatje, dari dulu sampai sekarang bahkan sampai ribuan kali nanti kita berenkarnasi aku tetap akan mencarimu menjadi istriku" bisik Aron sambil mengeratkan pelukannya
"Been buruan ntar keburu matahari sudah terbenam" gerutu Clara sambil mencubit pinggang Aron.
Aron sontak mengaduh kesakitan dan segera menaikkan resleting.
"Pelit banget sich sama suaminya, orang cuman nyium sedikit" gerutu Aron.
Clara mencelikkan matanya, sedikit gimana? orang tadi sudah main peluk-peluk dan pakai acara cium-cium segala. Dasar Burap aka Laron ini memang tukang modus mesum, suka cari-cari kempatan dalam kesempitan untuk mencari celah untuk berbuat mesum.
Setelah selesai memakai gaun, mereka segera keluar dari ruang ganti menuju lokasi foto.
Tanpa mereka sadari tampak Lino yang sedang mengantar Anton dan Kiki yang juga sedang foto prewed, tersenyum sangat miris saat melihat mereka berdua. Seharusnya dialah yang sedang dalam posisi menggandeng dan memeluk tubuh Clara yang berbalut gaun pengantin tersebut bukan bule tengil itu.
Lino segera berbalik kembali ke tempat Anton, tadinya dia jalan-jalan meninggalkan Anton dan Kiki yang sedang ribut beradu argumen tentang pose mereka. Tetapi bukannya mendapatkan ketenangan tetapi malah lukanya kembali terasa perih.
Saat baru beberapa langkah terdengar teriakan dan suara bentakan dari arah belakangnya.
"Adiiiiik!!!!" teriak Lino saat melihat Clara dan Aron diseret untuk naik ke sebuah Boat yang sudah bersiap dipinggir pantai.
...***...
...TBC...
......Hayoo tebak Gaesss siapa penculik pasangan Burap & Nyai?......