
Setelah meninggalkan Elonor Ben menghampiri para atasannya dan beberapa rekannya, beberapa orang menatap Clara seperti serigala lapar, hal itu membuat Ben makin erat memeluk tubuh Clara membuat Clara gerah
"Meneer gak usah sampe begini kali"
"Emang kenapa? mau godain pria laen hmm?" ujar Ben sambil menatap tajam
"Ya elah Meneer....buat apa godain para bule-bule itu"
" Saya baru tahu ternyata bule-bule kompeni jaman sekarang mukanya jelek-jelek udah gitu kenapa semua pake kumis sich" ucap Clara.
"Benerkan aku bilang hanya suamimu yang tingkat kegantengannya sempurna tak bercela, kamu sich nggak percaya sama aku" ujar Ben yang mulai kambuh penyakit gilanya
"Ya....ya Meneerku memang ganteng tapi kalo minim ahklak buat apa coba?"
"K..kaaamuuu...berani ngatain suamimu sendiri?!!" geram Ben berbisik di telinga Clara membuat bulu kuduk Clara meremang sambil cengengesan.
Dari jauh tampak Elonor menahan marah dan memanggil ajudan ayahnya.
"Carl...benarkah mereka sudah resmi menikah?"
"Menurut penyelidikan saya benar nona, Overste Ben telah menikah secara resmi gereja dan negara,......... suratnya asli" lapor Carl membuat Elonor makin marah
"Bagaimana bisa Ben lebih memilih gadis pribumi kurus kering begitu dibandingkan denganku" gerutu Elonor sambil melihat Ben dan Clara yang selalu menempel (padahal aslinya mereka berdua saling berbisik untuk berdebat)
"Meneer dari tadi dilihatin dedemit baju merah tuh, ciee.....cieee....disukai mahluk sejenis jin" ejek Clara
"Dedemit?? Jin? yang mana?"tanya Ben bingung sambil mencari yang dimaksud Clara
"Hahaha Elonor maksudmu? nggak usah cemburu Cla...wanita modelan gitu itu adalah seleranya si ucup, kalau aku mah cukup ama gadis barbar kaya kamu ini saja" jawab Ben sambil menaik turunkan alisnya.
"Idiiiih cemburu?tapi emang beneran Meneer gak suka cewek model menggoda gitu?"
"Gak Cla....aku malah jijik dan gak bernafsu liat cewek modelan gitu" ujar Ben tanpa filter
Tiba-tiba si dedemit maju ke panggung dan menyapa semuanya, dan mulai memainkan piano Symphony no 9 in C minor karya Franz Schubert membuat semua terpaku mengaguminya.
Setelah selesai semua penonton bertepuk tangan terkecuali pasangan absurd Ben dan Clara yang masih memperdebatkan masalah Ben yang sudah berani membuka buku harian Clara.
Hal tersebut membuat Elonor diatas panggung semakin emosi, kemudian dengan suara yang dilembut-lembutkan.
"Terimakasih semuanya, sekarang saya mengundang istri dan Overste Benjamin Von Trapp untuk ikut bermain piano, karena menurut berita bahwa Nyai sangat pandai bermain piano" ujar Elonor
Saat mendengar hal itu Ben ingin marah tapi tangan Ben digenggam erat Clara yang dengan tenang dan tersenyum
"Jangan kuatir...lihatlah bagaimana seorang Nyai pribumi mempermalukan nonik dedemit" ucap Clara sambil mengedipkan matanya genit.
"Tapi sebelumnya bantu Clara Meneer, .......cium kening Clara supaya si dedemit makin emosi" bisik Clara ditelinga Ben dengan mesra, membuat Elonor yang melihat dari jauh kalau Ben dan Clara sedang berciuman.
Ben yang mendengar ide licik istrinya tersenyum lebar, bukannya mencium kening Clara tetapi Ben langsung mencium bibir beraroma strawberry milik Clara dengan lembut, ........hal tersebut membuat semua orang yang melihatnya bersorak dan bertepuk tangan.
Elonor yang menyaksikan itu semua semakin marah tetapi berusaha tetap tenang dan anggun, seperti image wanita bangsawan jaman itu yang harus selalu lembut dan anggun.
Clara dengan tetap tersenyum meski dalam hati mengumpat si burap yang memanfaatkan situasi dengan mencuri ciumannya lagi, ......Clara segera naik ke panggung.
"Terima kasih buat kesempatan yang diberikan Nyonya Elonor kepada seorang Nyai seperti saya ini untuk memainkan piano indah ini"
"Baiklah saya memainkan sebuah lagu untuk suami tercinta saya "River Flows in You" ujar Clara sambil memandang Ben yang tampak terkejut dengan kenekatan Clara
"Beeen.....Raras sudah menggali kuburnya sendiri, apakah kamu tidak memberitahu Raras siapakah Elonor itu?"ucap Harry panik melihat kenekatan Clara
"Seorang suami yang baik adalah mendukung perbuatan istrinya, terlebih lagi Clara berusaha mempertahankan suaminya" ucap Ben sambil menyeringai
"Jangan kuatir selain aku selalu menjaga istriku, Cla sendiri mempunyai kemampuan hebat".
"Seharusnya Elonor yang berhati-hati terhadap istriku, karena Clara adalah seorang harimau berkedok kucing imut" ucap Ben datar
"Tunggulah bagaimana istriku membalikkan situasi"
Elonor memandang sinis dan meragukan kemampuan Clara, padahal apabila Elonor tahu bahwa mama Clara ada seorang pianis terkenal dari masa depan, mungkin Elonor tidak akan berani mengusik Clara, sedangkan Clara meskipun tidak belajar Piano secara khusus, terapi sejak kecil Mami Wiguna selalu melatih bakat piano Clara dengan mendatangkan guru privat.
Clara dengan tenang memulai memainkan piano dengan penuh perasaan membuat penonton ikut merasakan indahnya permainan piano Clara.
Melihat hal tersebut membuat Elonor semakin geram, terlebih melihat Ben menatap Clara penuh cinta, sedangkan dengannya Ben tidak pernah menatap seperti itu, yang ada hanya tatapan jijik dan muak.
Tepukan tangan terdengar membahana dari semua yang hadir bahkan kalangan para Nyai tampak bangga bahwa ada seorang pribumi selain cantik juga pandai.
Dan ada sepasang mata biru menatap Clara tak berkedip
"Don't you dare Philip, she's already belongs VOC army"ujar perwakilan dari Inggris
"I want her, they said she's only Nyai, so i wanna make her to be my wife" ujar Philip sambil tersenyum penuh makna
"You' re Crazy Phil, forget that girl, we still have a plan ....remember that?" ujar Clift tetapi tidak ditanggapi Phil yang masih betah menatap Clara
Ketika Clara turun dari panggung, sudah disambut Ben yang kemudian merengkuh tubuh Clara kembali, karena alarm tanda bahaya dalam diri Ben mulai berbunyi.
Padahal sebelumnya para bule menatap Clara penuh nafsu, tetapi sejak Clara bermain piano mereka menatap Clara penuh kekaguman.
Elonor sambil membawa dua minuman menatap Clara dengan tersenyum licik.
Clara yang dari masa depan dan sering membaca banyak novel tentang pelakor, hanya menatap sinis.
"Diiih pelakor jaman purba mudah banget ditebaknya" gumam Clara dengan smirk licik nya.
Clara memperhitungkan jarak aman jika si dedemit itu pura-pura tersandung dan menumpahkan air ke dirinya, tetapi kemudian terbersit ide jahilnya, yaitu dengan menumpahkan sedikit kuah dari makanan yang diambilnya dan meneteskan minyak zaitun yang selalu dibawa Clara untuk melembabkan tangannya, di jalur jalannya dedemit menuju ke arahnya.
Dan benar saja Elonor berjalan menuju ke arah Clara, dan tepat sesuai perhitungan Clara sebelum Elonor pura-pura terpeleset, dia benar-benar terpeleset secara mengenaskan karena selain tertumpah minuman anggur yang dia bawa, Elonor juga menimpa piring-piring kotor penuh sisa makanan yang berada di dekatnya.
"Aaaargh....huwaaaa" teriak histeris Elonor antara marah, malu dan sakit.
Ketika semua ikut merubung Elonor, Clara segera memainkan mimik mukanya ikut kaget dan prihatin.
"Apakah nyonya baik-baik saja?" ujar Clara sambil mengulurkan tangannya untuk membantunya bangun, tetapi tangannya langsung ditepis Elonor sambil membentak.
"Singkirkan tangan kotormu dasar pribumi Sialan, aku nona bukan nyonya dasar bodoh!!"
Yess done, image gadis lembut dan anggunnya langsung lenyap, ujar Clara dalam hati.
Clara langsung berpura-pura terkejut dan memasang muka sedihnya dan menghamburkan dirinya dalam pelukan Ben.
"Dasar gadis badung, tapiiiii.....(Ben sengaja menjeda ucapannya) aku suka, ini benar-benar istriku" bisik Ben sambil mengusap punggung Clara.
"Kalau tidak mau ditolong tidak perlu membentak istriku yang lembut ini" bentak Ben membuat Clara terkikik pelan dibahu Ben. ( jika sudah ada piala oscar di jaman itu, sudah pasti pasangan gesrek ini berhasil mendapatkannya, betulkan gaess πππauthor POV)
Semua ikut-ikut memandang rendah Elonor, pergi meninggalkan dan membiarkan Elonor untuk berdiri sendiri.
Semua polah Clara disaksikan si mata biru sambil tersenyum lebar.
"Benar-benar gadis menarik, tunggu kedatanganku Nyai Raras, kupastikan kamu menjadi istri sahku"
...***...
...TBC...
...Ada Pelakor ada juga Pebinor ππ...
...Hayooo tebak gimana reaksi Burap mendapat saingannya ganteng loooππ...