Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 39 Antara Burap dan Si Gundul



Saat turun dimobil, jarik dan kebayanya Clara lepas yang ternyata didalamnya Clara memakai celana army cargo, lengkap dengan tempat pistol dan kaos sport berwarna putih tanpa lengan supaya bisa bebas bergerak.


Melihat baju Clara membuat Ben melototkan matanya dan ngomel.


"Cla....ya ampuun"


"Kalau mau ngomel nanti ajah oke Meneer"



"Waaaa lihat teman-teman, target kita malah bersiap kita nikmati dasar p***r kompeni" ejek salah satu centeng membuat Ben dan Harry mau mengamuk tetapi kedua tangannya langsung dipegang Clara sambil menggelengkan kepalanya


"Kalian benar mau bermain denganku?.......mau memakai senjata atau tangan kosong?" tantang Clara dengan senyum mengejek?


"Aah kelihatannya tangan kosong saja melawan pribumi yang mau menjadi anjing bayaran bodoh ini" ujar Clara lalu menyarungkan ke dua pistolnya ke wadahnya hanya mengeluarkan tongkat listriknya yang telah dikombinasi Raksa bisa memanjang seperti Katana (pedang yang dipakai para samurai Jepang)


Ejekan Clara membuat para Centeng yang berjumlah 15 orang marah dan segera menyerang Clara, Ben dan Harry membabi buta.


Melihat itu semua malah membuat Clara tersenyum lebar, dan dengan tetap tenang Clara dengan gesit menghindar dengan menggeserkan badan sehingga tinju-an salah satu centeng meleset seakan hanya memukul angin, melihat celah .......salah satu kaki Clara menendang dengan lututnya ke arah perut centeng tersebut dengan kekuatan yang di fokuskan ke lutut membuat centeng tersebut berteriak kesakitan.


Saat melihat temannya berhasil dijatuhkan Clara ......temannya segera menyerang Clara sambil mengayunkan cluritnya.


"Pooos awasss" teriak Harry yang khawatir melihat Clara diserang.


Clara malah menyeringai lebar, sambil menundukkan badannya untuk menghindari serangan clurit, sambil mengarahkan kakinya dengan gerakan menyapu ke arah kaki Centeng membuat si Centeng terjengkang jatuh, belum hilang rasa terkejutnya Clara sudah memukulkan tongkatnya ke arah kepala sicenteng sehingga pingsan.


Harry melihat Clara dengan mulut ternganga, membuatnya lengah karena tiba-tiba dari arah belakang ada centeng yang mengayunkan clurit untuk melukai Harry.


"Cuuuup awasss dibelakangmu........"


Doooor!!!


Teriak Clara sambil menembakkan pistolnya ke arah tepat ditengah-tengah kening centeng tersebut, Harry yang baru membalikkan badannya meski sempat tergores clurit tetapi Harry sangat terkejut karena centeng tersebut tiba-tiba ambruk dengan tembakan di kepala nya


"Aaaah.....Harry!!!!" teriak Steffi ketakutan melihat orang tertembak tepat di depan matanya.


"Fokus Cuuup!!!" teriak Clara sambil tetap dengan gesit dan lincah mengkombinasikan serangan pukulan tongkat dan tendangannya ke titik-titik mematikan sesuai ajaran saat dia dia di tentara


Teriakkan Clara menyadarkan Harry untuk kembali fokus membantu Ben dan Clara meski mereka berhasil membuat beberapa lawan jatuh, tetapi ada beberapa centeng bisa menguasai ilmu beladiri sehingga membuat mereka bertiga agak kewalahan.


Tiba-tiba datanglah seorang bule bermata biru ikut datang sambil menembaki beberapa centeng


"Butuh bantuan?" ujar bule tersebut sambil tersenyum


"Jangan di tembakin semua, sisakan satu untuk diinterogasi" perintah Ben.


Para Centeng yang tersisa melihat bahwa kondisinya telah berbalik dimana sekarang merekalah yang tersudut membuat mereka langsung berlari kabur, tetapi dengan gerakan cepat Clara segera menembak ke arah kaki para centeng dibantu Ben dan Phil, sehingga para centeng tersebut tersungkur jatuh


Clara segera menuju salah satu centeng yang merupakan ketua Centeng dan yang tadi mengatai dia dengan ucapan kasar diikuti Ben dan Phil


"Wooohoooo....segini doang loe ngajak gue main, cuuuuiiih!!! cemen loe!!!"


"Kamu ngomong opo ora jelas, dasar p***r kompeni!" umpat centeng tersebut memakai bahasa jawa medok.


"Hahaha.....iya ya kamu orang jawa mana ngerti bahasa gaul betawi" ujar Clara tetap dengan sikap mengejek.


"Mulutmu perlu aku cuci dengan sabun ya biar nggak ngomong kotor" ucap Clara lalu mengayunkan tongkatnya kearah pipi kanan centeng tersebut tanpa dipencet menghidupkan listriknya, ........meski begitu pukulan tersebut membuat centeng tersebut kesakitan dan para centeng lainnya yang tidak bisa bergerak hanya bisa menatap dan bergidik ngeri terhadap Clara.


"Katakan padaku siapa yang menyuruhmu menyerang aku dan suamiku hmm?"


"Cuiiih...nggak sudi aku menjawabmu"bentak centeng tersebut sambil meludahkan ke arah Clara, membuat Ben yang daritadi menahan marah melihat Clara dihina langsung memukul wajah centeng tersebut


"Berhenti Meneer...jangan kotori tanganmu dengan darah anjing bayaran ini" ujar Clara tetap tenang sambil menarik tubuh Ben menjauh dari centeng itu.


"Sekali lagi aku tanya siapakah yang membayar mu"


"Tidak ada yang membayar ku, aku hanya ingin merampok puaaas kamu"


"Beluuum tuuuch" ujar Clara sambil menembak ke kaki kiri si centeng


"Aaaargh.....apa kamu gila dasar wanita penghianat bangsa, menjual tubuhnya untuk kaum penjajah" teriak marah centeng itu


"Waaaa setidaknya aku dinikahi resmi, dan tidak pernah menghianati bangsaku, meski suamiku bule aku tetap bangga bahwa aku orang pribumi. Sedangkan kamu menjual tubuhmu untuk membunuh sesama pribumi hanya demi uang...bukankah lebih hina kamu" ucap Clara sambil mengayunkan tongkat ke pipi kiri centeng tersebut


"Aaaargh....!!!!!"


"Aku tanya baik-baik untuk terakhir kali, apabila kamu tidak menjawab dengan benar.....makaaa tembakanku kearah tengah-tengah kakimu ini"


"Bagaimana menurut Meneer? apakah Claa terlalu kejam?" tanya Clara sambil menatap Ben dengan puppy eyes imut.


"Nyai tidak kejam lakukan saja" ujar Phil yang malah menjawab pertanyaan Clara membuat Ben melototkan matanya ke arah Philip tetapi Philip tidak sadar telah ditatap tajam Ben karena pandangannya hanya mengarah ke arah Clara dengan tatapan memuja.


"Naaah....kamu dengeeerkan" ujar Clara dengan tersenyum lebar sambil mengokang pistol nya untuk siap ditembakkan.


"Jangaaan Nyaiii, jangan tembak masku....kami disuruh nonik berambut merah di benteng Rosenberg untuk membunuh dan memperkosa Nyai"


"Ampuni kami ini Nyaii....kami tidak akan berani menyerang Nyai dan suami Nyai " jawab para centeng lainnya membela ketua centeng


"Dasaaar bodoooh!!!!kenapa kalian menjawabnya" bentak ketua centeng tersebut ke anak buahnya.


"Mas Karto....kami tidak mau mas tersiksa lagi"


"Jika nonik tahu, kita juga akan tetap mati....lalu apa bedanya dengan mati sekarang"


"Waaaah......waaaah kalian takut sama si dedemit yaah?!!"


"Nonik berambut merah tersebut bernama Elonor bukan?" tanya Clara tetapi sambil menatap sinis ke arah Ben.


"Tuuuch Meneer dedemitmu otaknya" ucap Clara ketus lalu meninggalkan mereka


"Cieee.....cieeee istriku cemburu, tenang aja masak aku ya tertarik sama mahluk sebangsa dedemit gitu....euuyyyy" ujar Ben sambil mengedip- kedipkan matanya


"Idiiiih cemburu sama mahluk astral " omel Clara lalu mendekati Harry untuk memeriksa luka Harry.


"Pooos gila kamuu, hebat bener ....kamu diajarin Ben yaah" tanya Harry dengan memasang ekspresi takjub.


Clara hanya tersenyum, lalu mengambil tas peralatan medisnya dan menyuruh Steffi melepaskan bajunya untuk mem bersihkan luka dan memperban luka Harry tersebut


"Untung lukanya gak dalem Cup, jadi tidak perlu dijahit, ini aku suntikkan anti tetanus aja ya Cup" jelas Clara


"Makasih ya Pos...untung aku temanmu ya Pos...coba nggak, beeuuuh pasti kena hajaran kek mereka" cerocos Harry sambil cengengesan.


"Harryyyyy!!!!!!.........bisa-bisanya kamu masih cengengesan, tau nggak, aku tadi takut banget" ucap Steffi sambil terisak dipeluk Harry


"Maaf ya Fi...." hibur Harry sambil mengusap punggung Steffi lembut


Philip menatap heran Clara yang sangat terampil merawat luka Harry


"Apa Nyai seorang suster?"


"Pernah dengar ungkapan bahwa tidak boleh terlalu ingin tau tentang istri orang?" ucap Ben ketus


Philip dengan cueknya lalu mendekati Clara sambil menyerahkan tempat minumnya.


"Minum dulu Nyai, anda pasti haus....ooo yaa namaku Philip Johnson" ucap Philip dengan tersenyum lebar


"Waaah makasih banyak ya Mister Johnson" ujar Clara sambil mengambil tempat minum dari tangan Philip sambil tersenyum


"Panggil Philip atau Phil Nyai"


"Ooooh oke...tau aja loo kalo Raras sedang haus hehehe"


Baru saja Clara mau membuka tutup tempat minum pemberian Phil, tiba-tiba saja Ben menyahut tempat minum pemberian Phil dari tangan Clara


"Waaah kebetulan aku juga haus inih"


Clara yang mendengar itu tersontak terbelalak kaget.


"Meneer apaan siich!! itukan minuman yang diberikan Philip untuk Cla" dengus Clara sambil berusaha mengambil kembali tempat minumnya


"Sini balikin meneer!!"


Ben melirik Clara sekilas lalu segera mengalihkan pandangannya mengarah Philip


"Heh gundul nama kamu siapa?"


"Namaku Philip John...." belum sampai Philip selesai bicara sudah ditukas Ben.


"Oke Pil pahit, minuman ini aku minta nggak papa kan?" tanya Ben sambil melototkan matanya seakan memberi kode ke Philip untuk mengiyakan pertanyaannya.


"Tapi itukan...."


"Tuhkan kamu denger sendiri, minuman ini boleh untuk aku" sahut Ben dengan cepat menyela ucapan Philip yang belum selesai sambil tersenyum mengejek.


Clara menatap Ben dengan tatapan tidak percaya "Mana bisa begitu Meneer, Philip aja belum selesai ngomong sudah Meneer potong"


"Ya bisalah, suamimu yang ganteng sempurna, baik hati, dan cerdas ini mau ngapain aja bebas" ujar Ben memuji-muji dirinya sendiri dengan penuh percaya diri.


Astagim...ingin rasanya Clara muntah, ganteng sich ganteng, tetapi tingkat kewarasannya diragukan.


"Ayoo dong Meneer dikembalikan tempat minuman itu...Clara haus banget ini" ujar Clara berusaha membujuk Ben, pasalnya Clara sudah sangat haus.


Bukannya segera mengembalikan, Ben malah meminum air dari tempat minum itu lalu segera meraih tengkuk Clara dan menarik ke arahnya dan dengan tiba-tiba Ben menstranfer air tersebut ke mulut Clara membuat Philip mengeratkan genggaman tangannya menahan marah melihat Ben mencium perempuan yang sudah dia targetkan menjadi istrinya.


"Eeeezzzzh...." erangan Ben karena bibirnya yang tadi sempat terkena tonjokan terkena air terasa perih.


"Rasain perih kan?!!udah tau bibir lagi jontor, tetep aja nyosor" omel Clara kesal.


"Laa kalo kamu minum harus dari mulutku, karena aku nggak mau bibirmu terkontaminasi bekas bibir si gundul...ntar si gundul Ge eR bisa menciummu secara tidak langsung"


Mendengar itu sontak membuat Clara menggelengkan kepalanya tidak percaya, Clara tidak habis pikir dengan jalan pikiran si Burap


"Meneer jadi orang kok nyebelin banget sich " omel Clara penuh kekesalan sambil menatap tajam Ben.


"Iya...iya...Cla aku tahu kamu begitu mengagumi suamimu yang ganteng inikan? gak usah malu mengakui nya gak salah kok seorang istri mengagumi suaminya sendiri"


Oke fix si burap satu ini tak diragukan 100% aneh, pasalnya Clara ngomong apa njawabnya apa. Benar-benar gak nyambung.


"Dahlah Cla yang waras ngalah aja" gumam Clara dalam hati sambil mengusap dadanya berkali-kali.


...***...


...TBC...


...Akhirnyaaaa 1500 kata euuy.......


...jangan bilang kurang panjang yah😨...


...Btw Mian ya baru malam-malam Up semoga suka yahπŸ™πŸ™...


...Looooope u all sak kebonπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–...