Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 72 Romantis Ala-Ala



Ben yang terkejut saat dipeluk seorang pria pendek sambil menangis didadanya, tetapi saat aroma vanilla tercium di indra penciumannya, Ben tersenyum lebar dan membalas pelukan Clara dengan erat


"Terimakasih ya Tuhan sudah menyelamatkan istriku" ujar Ben penuh rasa syukur.


"Kenapa dengan rambutmu Cla?......kenapa kamu kurusan Cla?" tanya Ben sambil mengusap rambut dan pipi Clara dengan lembut, lalu menjauhkan tubuh Clara dari pelukannya dan memandangi Clara dari ujung rambut sampai ujung kakinya.


"Sepatumu satunya mana Cla?" tanya Ben saat melihat ke bawah Clara hanya memakai sepatu sebelah, sedang sebelahnya hanya memakai kaos kaki tanpa sepatu.


"Hehehe tadi karena terburu-buru melihatmu..... kelihatannya..." belum selesai Clara bicara Ben sudah berlari mengambil sepatu Clara.


'Ya ampuun burap kesayanganku setelah satu bulan berpisah sekarang jadi penuh perhatian' batin Clara dengan tersenyum lebar terlebih kemudian Ben segera menunduk memakaikan sepatu Clara dengan telaten.


Disaat Clara yang sedang merasakan bahagia dan terbang ke angkasa karena perlakuan Ben .......tetapu hanya berlangsung dalam hitungan detik selanjutnya langsung terjun bebas saat Ben dengan songongnya mengomeli Clara.


"Dibiasain pakai sepatu Claa...ntar kakimu melebar, kan susah nanti nyari sepatu....masak istri dari Benjamin Von Trapps yang tampannya sempurna ini kakinya jeber (kakinya melebar)"


'Elaah Claa....memang bener yah, kata orang cowok romantis itu hanya ada di drakor,...... realita yang ada adalah ZOOONG, apalagi ngarep si Ben burap satu ini untuk romantis....beuuuhhh sampai tahun keong dah' batin Clara sambil tersenyum kecut


"Untung ya Ben, Clara sekarang itu sayang sama Ben....coba kalo kagak udah Claa tendang sampai ke pulau tak berpenghuni" omel Clara dengan muka cemberut


Ben yang melihat Clara dengan segala tingkahnya yang gemesin, ucapan yang sering aneh, omelan-omelannya yang selalu membuatnya kangen terlebih mendengar bahwa Clara sudah menyayangi dirinya, segera memeluk erat dan mencium Clara lembut


Mendapatkan serangan mendadak dari Ben membuat otak jenius Clara ngeblank seketika, Clara hanya mengerjapkan matanya melihat Ben tidak percaya, berani-beraninya si burap mencium Clara dihadapan para pasukan pejuang.


Ooh astaga, dia benar-benar syok saking syoknya sampai Clara tidak tahu harus berbuat bagaimana.


"Cincinmu mana Cla?"tanya Ben saat melihat jari Clara kosong tidak ada cincin.


Clara segera mengeluarkan kalung yang dipakainya, dan menunjukkan bahwa cincinnya selalu dia pakai sebagai kalung, cincin yang berukir nama Benjamin Von Trapps



Ben tersenyum senang sambil menunjukkan bahwa dia selalu memakai cincin yang berukir nama Olivia Clara M.M


"Claa...aku mau lagi, boleh?"


"Hah?!" tanya Clara bingung dengan pertanyaan ambigu Ben.


Ben menyeringai lebar dan tanpa persetujuan Clara, dia meraih tengkuknya dan memiringkan kepalanya dan dengan lembut segera ******* bibir manis milik Clara, satu-satunya bibir wanita yang selalu ingin dia cium lagi dan lagi.


Pada awalnya Clara ingin sekali memberontak, tetapi pada akhirnya tidak ada yang bisa Clara lakukan selain pasrah


"Woiii Ben....inget masih ada kita-kita iniih" seru Harry yang merasa jengah melihat aktivitas sahabatnya yang dari tadi sibuk berdua dan tidak memperdulikan orang disekitar mereka.


Mendengar teriakan Henri membuat wajah Clara memerah, ooh ayolah ......meskipun Clara berasal dari dunia masa depan, dimana berciuman sudah dianggap wajar, ....tetapi sejak kecil Clara dibesarkan dengan adat ketimuran yang kental,.... jadi Clara sangat malu diajak berciuman di depan umum meskipun oleh suaminya sendiri, Siapapun tolong bawa bini Eun Woo yang polos ini pergi hicks.


Tak jauh dari situ ada dua pria yang menatap tajam pasangan gesrek itu melepas rindu ala-ala. Salah satunya mengepalkan tangannya sampai urat-urat tangannya terlihat sangat jelas, sedangkan yang satunya lagi hanya menatap tanpa ekspresi.


Tiba-tiba hujan mulai turun dimana pada awalnya rintik-rintik..... semakin lama semakin deras, membuat para pasukan segera naik kuda dan memacu untuk menuju ke markas yaitu rumah babe Sabeni yang meninggalkan pasangan gesrek yang masih asyik berciuman melepas kangen.


Clara yang mempunyai ombrophobia mulai melepaskan ciuman Ben, dan mulai panik mencari obatnya


"Cla....lihat aku hmm, hujan hanya air tidak akan melukaimu, ada aku disisi kamu" ujar Ben sambil meraup kedua pipi Clara dan mengarahkan mata Clara untuk menatapnya


"Mulai saat ini disaat hujan datang, yang ada bukan kesedihan dan ketakutan melainkan kebahagiaan karena kita selalu bersama.....ayooo Claa kita lari pulang!!" teriak Ben sambil menarik tangan Clara untuk berlari bersamanya sambil tertawa riang.


Clara yang pada awalnya takut, akhirnya membuka matanya dan pasrah diajak berlari-lari ditengah hujan di sebuah hutan bersama Ben.


Sekelebat tiba-tiba kenangan Clara waktu papanya selalu bermain hujan-hujanan bersama muncul.


"Claa si sipuut ayooo kejar papa hahahaha....." teriak papanya mengejek Clara yang larinya pelan.


Mengingat itu membuat Clara tersenyum dan ikut bermain hujan bersama Ben, melupakan rasa takut dan traumanya akan hujan.


Setelah lelah, mereka mengambil kuda Clara


"Ben yang lain sudah pergi yah?"


"Heemm....asyik yah tinggal kita berdua, yuuk kita pulang" ajak Ben


"Eeh tapi kita pulang kemana ya Claa?" tanya Ben bingung.


"Markas kita di rumah babe Sabeni Ben" jelas Clara kemudian Clara menceritakan semuanya kepada Ben selama terpisah dari Ben


"Maaf ya Claa, aku nggak bisa melindungi istriku sampai kamu mengalami penderitaan ini semua sendiri" ujar Ben sambil memeluk erat Clara


"Jangan tinggalin Clara lagi ya Ben, Clara di masa ini hanya memiliki Ben, Clara gak mau kehilangan orang yang Clara sayang sekali lagi" ujar Clara dengan suara bergetar menahan tangis


"Iyaa aku janji, bahkan sampai ribuan kali reinkarnasi aku akan selalu mencarimu dan selalu menjadi suamimu Claa" ujar Ben sambil mencium pelipis Clara


"Ben apakah benar kita sudah resmi menikah?"


"Iya, kan sudah berkali-kali aku bilang....saat di Mataram aku sudah mengurus surat-surat pernikahan kita....jadi besok kita bisa pulang ke Belanda bersama karena kita sudah resmi menikah dan kamu sudah aku daftarkan sebagai warga negara Holland"


Dengan mantap Clara menganggukkan kepalanya " Iya, dimanapun Ben berada Claa ikut"


"Ben bisakah kita mencari Pastor untuk memberkati pernikahan kita?"


"Besok kita cari ya,....... yihaaa!" teriak Ben kegirangan lalu memacu kudanya dengan cepat membuat Clara auto panik lagi.


"Beeeen .....pelan-pelan" teriak Clara


.


.


.


"Nah kita sudah sampai Ben, ayo kita masuk lewat pintu belakang kelihatannya sudah pada tidur" bisik Clara pelan saat melihat pasukan Wisnu dan Babe Sabeni sudah tertidur dengan lelap di teras rumah dan di dalam rumah


Sambil berjinjit pelan-pelan mereka berdua masuk ke kamar Clara, Clara segera memberikan baju dan handuk untuk Ben ....dan mengeluarkan baju untuk dirinya.


Saat mau berganti baju, Clara bingung gimana caranya, karena Ben berada di dalam kamar


Ketika Clara masih berkutat dengan pikirannya Ben dengan santainya melepas bajunya membuat Clara memekik tertahan sambil menutup matanya


"Beeeen!!!!"


"Claa buruan ganti bajumu ntar sakit, gak usah malu....kitakan sudah resmi nikah"


"Ben balik badan dulu iih"


"Haizz gitu aja malu, ya udah buruan ntar kamu sakit " ujar Ben sambil melanjutkan mengenakan baju sambil menghadap tembok


Clara kemudian segera melepas bajunya yang basah, beserta perban yang melilit dadanya sebagai penyamarannya menjadi pria.


Karena bahunya tadi sempat terbuka saat menolong Donald membuatnya kesusahan melepas sambil meringis kesakitan, tiba-tiba Ben sudah berdiri di belakang Clara dan membantu Clara melepas perban dan baju atasan Clara


"Mulai dibiasakan untuk melepas baju dihadapanku hmm...." bisik Ben sambil mengecup bahu Clara


Meski terlihat Ben cool dihadapan Clara seperti seorang pria gentlemen dan tidak berkesan mezoem,....... aslinya.... beuuuh itu jantung si Burap mau copot, udah gitu gaess si bentor jangan ditanya polahnya meronta-ronta minta segera dikeluarin dari sangkarnya.


Untung otak Burap saat ini sedang waras-warasnya karena melihat istrinya bahunya terluka, ......coba kalau tidak habislah Clara di unboxing Ben malam ini juga.


Sedangkan si Clara, gak beda jauh dari suami gesreknya, belum pernah tubuh ala Lisa Black pinknya disentuh seorang pria manapun, boro-boro disentuh, dilihatpun belum pernah ada.


Gayanya aja punya pacar Josh, .....tapi Josh tidak pernah menyentuhnya, karena Josh benar-benar menghormati dan memperlakukan dirinya seperti sebuah berlian, jadi Clara benar-benar masih murni,..... bahkan Linopun cuman mencium keningnya doang.


Jadi baru dengan Benlah secara perdana yang menyentuh dan melihatnya, membuat jantung Clara hampir copot dan wajahnya sudah seperti udang rebus


"Apakah lukamu ini perlu kamu obatin Claa...ini berdarah lagi" ujar Ben


"Ambilkan tasku itu Ben" pinta Clara


Clara melihat dari cermin dibantu Ben menyuntikkan obat pereda sakit dan mengganti perbannya, untung saja lukanya hanya terbuka sedikit, setelah dia obatin rasa sakitnya mulai berkurang.


Ben membantu Clara memasang perban di bahunya dan memakaikan baju atasan buat Clara.


Kriuuuuk....


Mendengar suara perut mereka berdua mereka tertawa bersama


"Mau mie rebus Ben?"


"Semua sudah tertidur Claa, masak kita malam-masak Claa?"


"Udah ayook buruan ikut Clara sambil menggandeng tangan Ben sebelumnya mengambil 2 popmie dari tasnya, bekal yang dibawain Raksa.


Ben meski kebingungan tetap aja menurut dan mengikuti Clara menuju dapur


Clara segera mengambil kayu bakar kering dan mulai menyalakan sambil memasak air, sambil menunggu air mendidih, Clara mengajari Ben menuangkan bumbu-bumbu ke wadah pop Mie, setelah air mendidih dituangkan ke wadah pop mie, kemudian ditunggu berapa menit, .....walaah mie siap di santap.


Ben yang melihat itu semua dengan takjub, dan langsung menyantap dengan lahap bersama Clara, kadang di selingi kejahilan Ben yang mencomot mienya Clara yang memiliki rasa yang berbeda membuat mereka berdebat sambil tertawa


Tanpa mereka sadari adegan romantis ala-ala mereka membuat pria tersebut menatapnya dengan ekspresi tidak terbaca, dan segera meninggalkan mereka, berbeda dengan pria satunya, dengan tersenyum culas malah menghampiri pasangan gesrek tersebut.


...***...


...TBC...


...Hayo siapa yang jawabannya betul? 😊😊...


...Coba tebak juga siapa pria yang ingin mengganggu pasangan Nyai dan Burap, dan siapa yang pergi dengan ekspresi tak terbaca?...