Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 107 One Heart, One Body & One Soul



Mendengar penjelasan Clara membuat Aracelly memucat, terlebih melihat Clara dengan tidak gentar bersama Aron melawan anak buah Nando dan Rodolfo yang jumlahnya puluhan orang.


Aracelly tidak mengira putra tirinya yang pendiam bersama istrinya yang terlihat lemah ternyata sangat pandai dan lincah bertarung.


Clara dengan tongkatnya sangat lincah dia gunakan untuk menotok tubuh penjahat dengan aliran listriknya sehingga penjahat jatuh tidak berdaya, juga beberapa kali dia merubahnya ujung tongkat dengan pisau sehingga dia gunakan untuk menebas tubuh penjahat.


"Jangan menjauh dariku Claa" seru Aron yang juga dengan lincah bertarung selain menggunakan pistol juga dengan tangan kosong untuk melindungi istrinya.


"Iya..Ben awas!!!" teriak Clara saat salah satu penjahat mengayunkan pedangnya ke arah Aron, Clara segera menangkis pedang yang hampir saja mengenai tubuh suaminya dengan tongkat yang dia panjangkan sepanjang yukata (pedang yang dipakai para samurai Jepang).


Meski sudah ditangkis, tetapi karena tenaga lawan sangat besar cukup membuat tangan Clara bergetar.


"Claa...kamu membawa banyak jarum tidak? peluru kita terbatas dan tenaga kita terbatas melawan mereka yang tidak ada habisnya kalau seperti ini, lama kelamaan kita bakalan kalah" bisik Aron


"Jangan khawatir bahkan si dedemotpun sudah aku lempari jarum beracunku, tinggal menunggu reaksinya sebentar lagi, meski racunnya tidak mematikan seperti jarum yang aku pakai dulu, tapi racun yang aku buat bersama Raksa sangat pas untuk menyiksa musuh" jawab Clara sambil tersenyum licik.


Saat Clara dan Aron sedang sibuk melawan para penjahat, datanglah Anwar bersama rombongannya


"Lindungi nona muda, dia sedang hamil" perintah Anwar kepada anak buahnya


Mendengar ucapan Anwar membuat tubuh Lino membeku, tetapi disadarkan oleh tepukan di bahu oleh Anton


"Ayo kak kita kerahkan tenaga kita untuk melindungi Rara dan bayinya, kita sudah berhutang nyawa kepadanya, mungkin ini cara Tuhan untuk kita membayar hutang kita ke keluarga Mahendra" ujar Anton lalu segera ditarik Kiki yang sangat suka bertarung.


"Ki jangan jauh dariku, ingat kita mau menikah" seru Anton mengingatkan.


"Asyiap seyeng" jawab Kiki sekenaknya.


Mendengar ucapan Anton segera menyadarkan Lino, sambil tersenyum miris Lino segera ikut maju menyerang melindungi Clara dan Aron


Posisi saat ini secara perlahan tapi pasti mulai terbalik, dimana pertamanya Clara dan Aron tersudut sekarang pasukan Nando termasuk Nando sudah mulai tersudut sedangkan Nando dan Rodolfo tampak beberapa kali memuntahkan darah, reaksi racun dari Clara sudah mulai bereaksi


Melihat posisi tidak menguntungkan, Aracelly dengan memaksakan diri untuk bergerak dan kabur dari sana


"Mau kemana kamu Dear?" tanya Rodolfo yang sangat kesakitan melihat Aracelly berusaha melarikan diri sendiri


"Help me dear.... uhuuuuk...." ujar Rodolfo yang muntah darah lagi tetapi Aracelly tetap pergi meninggalkannya.


Rodolfo melihat Aron dan Clara, saat Aron berusaha melindungi Clara sehingga punggungnya terkena sabetan golok salah satu penjahat, Clara bagaikan kebakaran jenggot langsung menyerang balik penjahat yang melukai suaminya dengan memutarkan tongkat senjatanya yang dia kombinasi tendangan yang selalu Clara arahkan tepat di tempat mematikan sehingga membuat musuhnya langsung terkapar tak bergerak.


Rodolfo melihat itu hanya tersenyum miris.


"Kamu dari kecil selalu beruntung Ar, mendapat kasih sayang ayahmu, bahkan mendapatkan seorang istri yang selain cantik mau mempertaruhkan hidupnya untukmu" gumam Rodolfo.


Ternyata yang memperhatikan Clara dan Aron bertarung yang sangat kompak gerakannya dan saling melindungi tidak hanya Rodolfo Lino pun melihat mereka dengan hati ngilu, mereka bagaikan satu hati, satu badan dan satu nyawa, meski beberapa luka mereka derita tidak menyurutkan gerakan mereka dalam gerakan bertahan dan menyerang.


"Claa awas!!" teriak Aron saat tiba-tiba ada penjahat dari arah samping kiri, langsung mengambil pistol di kaki Clara dan menembak penjahat tersebut.


Saat perhatian semua masih sibuk bertarung, tampak Aracelly meski dengan dengan hidung dan telinga berdarah mengarahkan senjatanya ke arah Clara, tetapi sebelum sempat Aracelly menarik pelatuknya terdengar tembakan yang tepat mengenai tengah dahinya, Aracelly sempat melihat siapa penembaknya membuatnya tersenyum miris sebelum akhirnya nya menutup mata untuk selamanya


"Sudah cukup dear...maafkan aku" ujar Rodolfo setelah berhasil menembak Aracelly kemudian tubuhnya rubuh ke tanah.


Para penjahat yang melihat posisi mereka semakin terhimpit dan dimana majikan dan pimpinan mereka sudah terkapar, terlebih terdengar sirene polisi dari helicopter dan kapal milik kepolisian sudah mengepung pulau Karya membuat mereka akhirnya menyerah kalah.


"Akhirnya Ben....kita berhasil kali ini" ujar Clara lalu memeluk erat Aron dengan mata berkaca-kaca, "Apakah lukamu sakit?" ujar Clara dan Aron secara bersamaan membuat mereka terkikik geli


"Pakai jas ini Cla....jangan sampai ada yang melihat lekuk tubuhmu selain aku" ujar Aron sambil melirik tajam Lino


"Nona muda dan tuan muda anda terluka, maafkan saya yang terlambat datang" ujar Anwar yang merasa sangat bersalah.


"Mi Reina kandungan kamu bagaimana?....kamu itu juga istri baru hamil di biarin silat-silatan kalau ada apa-apa dengan bayinya dan Mi Reina gimana?" omel Lino ke arah Aron.


"Wooiiii muka pucettt, dia bukan ratumu dia istri aku, kesayangan aku, bayi dalam kandungan istriku adalah anakku, jadi aku yang bakalan melindungi mereka"


"Ketika Clara sudah memutuskan untuk bertarung pasti dia sudah memperhitungkan semuanya, Clara adalah seorang dokter jadi sebagai seorang suami adalah memberi kepercayaan terhadap istrinya....mestinya kamu tahu prinsip dasar sebuah rumah tangga eeh tapi kamukan belum nikah ya muka pucet" ejek Aron dengan senyum mengejek.


Naah mulaiii dah si burap dengan mulut setajam siletnya kumat, hiiiih untung sayang.


"Been udah...."


""Terimakasih bang atas perhatiannya, kami bertiga tidak apa-apa..."


"Terimakasih ya dr Anton dan Kiki atas bantuannya"


"Sama-sama Ras, kamu dan suamimu terluka....."


Belum selesai Anton ngomong langsung disela Kiki.


"Dook kamu kereen, ternyata lulusan terbaik kemarin tidak bohongan, sudah cantik, pinter jagoan pula duuuch makanya banyak yang suka, tuan Ulker anda sangat beruntung memiliki istri seperti dr Raras eeh maksud saya dr Clara" cerocos Kiki tanpa titik koma sambil menatap Clara penuh kekaguman.


"Tapii kalian merasa tidak sich, kalau rasa-rasanya kita pernah mengalami hal seperti ini....maksudku kita pernah bertempur bersama gini, apa di masa lalu kita juga berteman yah?" gumam Kiki sambil memandangi satu persatu.


Clara dan Aron saling pandang-pandangan lalu berbisik.


" Kelihatannya mereka reinkarnasinya Donald, Wisnu, Wulan dan Mamat ya Claa?" tanya Aron sambil diangguki Clara.


Pletaaaak......


"Kiii....kamu itu polisi kebanyakan baca novel dan nonton Drakor jadi suka ngomong gak jelas" omel Anton sambil menyentil kening Kiki.


"Sakiit Oppa!!" rengek Kiki manja.


"Panggil mas Ki, jangan Oppa aku belum setua itu...ntar kalo sudah nikah aku gak mau dipanggil gitu" omel Anton lagi.


"Kalo sudah nikah ya manggilnya Youpoo dong" ujar Kiki lalu bergelayut manja di lengan Anton.


"Ngapain malu, semua juga tahu Oppa calon suami Kiki, ato Oppa malu punya calon hanya polisi kek Kiki....Oppa mikirin cewek lainkan?ato masih berharap sama dr Clara hah?....hah?" ujar Kiki sewot lalu meninggalkan rombongan Clara yang kebingungan melihat pertengkaran pasangan dr - polisi itu.


Sambil berlari mengejar Kiki Anton teriak-teriak membujuk Kiki.


"Apa itu adikmu bang? si Macan kaku yang galaknya ngalah-ngalahin ibu tiri?" tanya Clara yang takjub melihat perubahan Anton.


"Naah itu dia, akhirnya si macan nemuin pawangnya dik" ujar Lino sambil mengusap keningnya malu.


"Ewweeeeet!!!" teriak Raksa yang barusan turun dari helicoopter diikuti Sean.


"Yaa ampun apa yang terjadi, lihatlah penampilanmu seperti Lara croft dengan badan penuh darah....eeh apa loe terluka ya ampun bagaimana dengan bayimu, apa loe lupa loe baru hamil jangan bilang loe tadi main silat-silatan" cerocos Raksa sambil meneliti tubuh kakaknya.


"NDUUT.... gue baik-baik aja cuman tergores doang, jangan khawatir...yang luka suami gue saat melindungi gue tadi" ujar Clara.


"Ben ayo kita pulang naik helikopternya Raksa" ajak Clara meninggalkan Raksa yang masih kepo ingin tanya macem-macem.


"Yaaaaa....dasar Ewet kakak minim akhlak adiknya sudah jauh-jauh njemput sekarang langsung mau ditinggal"omel Raksa lalu membantu Lino yang juga terluka di bahu dan lengannya.


Kemudian mereka segera meninggalkan pulau Karya menaiki helikopter milik Raksa yang berwarna merah dan ketika masuk dalamnya semua interior berwarna putih.



Tetapi seperti yang kita duga mr Laron bin Uler dimanapun dan kapanpun melihat rival di dekatnya selalu ada aja yang diperdebatkan, dunia Harem istri Eun Woo pun berpindah kemari pfiuuuuh.


Salah satu contohnya masalah duduk saja Aron tidak mengijinkan Clara ditengah, jadi Clara duduk didekat jendela.


"Ndut loe bawa peralatan mediskan seperti biasa?"


"Iya gue bawa, udah piling nich pasti bakalan ada yang terluka" ujar Raksa lalu mengambilkan tas medis lengkap ke Clara.


"Ben hadap sana gih....Clara obatin luka dipunggungmu" ujar Clara lalu membantu Aron melepas kemejanya yang sudah berubah warna kecoklatan dan merah.


Alih-alih menuruti perintah istrinya untuk membelakanginya, Aron malah telungkup dipangkuan Clara.


"Ben... kan susah kalau posisi seperti ini, gimana Clara mengobati kamu coba?"


"Jadi laki kok reweh, tinggal nurutin istrinya saja kenapa sich...nggak kasihan apa sama istrinya yang baru hamil" ujar Lino sinis


Clara segera melototin Lino sebagai kode jangan membangunkan si mulut tajam ini, bukannya Lino paham malah membuat Lino entah kemasukan jin iprit di pulau tadi atau jin laut malah semakin sotoy.


"Jangan takut dik, kalau kamu merasa ditindas sama bule gak jelas ini, segeralah lari ke abang dengan tangan terbuka abang terima adik dan anak dalam kandunganmu itu"


Mendengar ucapan julid dari Lino benar-benar membuat Aron kesal tepatnya kesal banget, lalu segera kembali ke posisi duduk dan menatap ke arah Lino.


"Sebegitu tidak lakunya dirimu ya dok, sampai mengemis dan merayu istri orang atau...." ujar Aron yang sengaja menjeda ucapannya sambil melirik ke arah Lino.


Lino mengeratkan rahangnya menahan kesal


"Atau apa hah?" ujar Lino sewot.


"Atau karena Lontongnya gak berfungsi ya sampe mau menerima anak dari pria lain dan diaku sebagai anaknya?" ejek Aron.


Memang untuk urusan ngomong tanpa filter dan seenaknya sendiri, suami Clara nomer satu....kenapa juga Wanita jelmaan Raline shah ini bisa jatuh cinta dengan pria aneh bin ajib satu ini.


"Lontong? maksudnya apa?" tanya Sean dan Raksa yang sedari tadi jengah melihat pertengkaran unfaedah antara Lino dan Aron.


"Itu...tuch senjata mungil si muka pucet" jawab Aron watados yang membuat Raksa dan Sean auto melihat ke arah bawahnya Lino.


"Yaaa bule gilaa, sok tahu kamu ..... senjatanya orang Asia itu lebih hebat dibandingkan punya bule cuman menang gede doang tapi daya tahannya lemah karena tidak disunat"


"Yee siapa bilang king Arthurku belum disunat....." belum selesai Aron nyolot muka Aron sudah ditarik menghadap ke arah Clara lalu Cup.....bibir Aron yang sedari tadi gak bisa diam dibungkam oleh Clara karena Clara sudah lelah hayati mendengar pertengkaran dua pria yang tidak berubah meskipun sudah beribu reinkarnasi.


"Ben ...suami Olivia Clara Maharani Mahendra adalah Aron Bennim Ulker, bukan dr Marcellino Oetomo, jadi Ben sekarang diam dan nurut aku obatin luka dipunggungmu supaya tidak infeksi" ujar Clara pelan tapi tegas membuat Aron yang shock karena baru kali ini Clara mulai mencium dirinya terlebih dahulu ....... Akhirnya hanya bisa diam dan menganggukan kepalanya patuh.


Clara pura-pura sok nggak melihat tatapan Raksa, Sean dan Lino sangat terkejut dengan tindakan nekat Clara, padahal aslinya Clara ingin segera menenggelamkan dirinya ke lautan untuk sembunyi di rumah nenasnya Spongebob, asli Clara malu -----hicks


Tapi hanya itu solusi yang terpikirkan Clara untuk menghentikan dua mahluk tengil tersebut.


Clara segera dengan cekatan menyuntikkan anti tetanus dan pereda sakit dan menutup lukanya dengan perban, karena untuk melakukan tindakan menjahit di atas helikopter jelas tidak mungkin Clara lakukan.


Setelah mengobati Aron, Clara segera menggeserkan tubuh Aron ke pinggir untuk mengobati luka Lino di wajah dan lengannya


Saat Aron ingin protes, Clara langsung melotot kan matanya sambil mengeluarkan ancaman mautnya.


"Kalo Ben masih berani ngomong, maka tidur sendiri di luar selamanya"


"Jangan Schatje...." rajuk Aron memasang wajah memelas membuat Clara memutar bola matanya malas.


"Abang juga....hari ini kenapa sich jadi kaya gini, heran dech" omel Clara.


"Maaf...." jawab Lino sambil menundukkan kepalanya.


Sean dan Raksa mengembungkan pipinya menahan tawa disaat dua pria berbadan besar takluk ketakutan sama gadis semungil Clara.


Tanpa mereka sadari, wajah Clara memucat dan mengeluarkan keringat dingin, saat Clara selesai memberikan pertolongan, tiba-tiba pandangan Clara secara perlahan mulai menggelap dan akhirnya tubuh Clara rubuh, untung tubuh Clara sempat ditarik Aron sehingga tidak jatuh di lantai, melainkan dalam dekapan Aron


"Schatjeee!!!!!!! nooo....noooo......" teriak Aron sambil berusaha membangunkan Clara.


...****...


...TBC...


...Clara kenapa yah? 😮😮😮...