Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 42 Gempa Ala Ucup



Philip sampai di kamar penginapannya dan tampak Clift sudah menunggu dengan tangan dilipat


"Siapa lagi yang sudah kamu bunuh Phil?kali ini aku mohon hentikan nafsu membunuhmu, misi kita sangat penting ....kamu tahu itu!!" ucap Clift dengan menatap tajam Philip


"Iya aku tahu, tenang saja Clift kali ini aku hanya melindungi orang yang aku cintai kok" ujar Philip enteng lalu sambil bersiul riang membersihkan diri


"Siapa wanita yang kamu cintai, jangan katakan Wanita pribumi tadi!!" selidik Clift


"Kamu memang kakakku terhebat, kau tahu Clift...dia memang tercipta untukku, dibalik wajah cantiknya dia sangat ahli memakai senjata, bahkan saat menembak musuhnya tidak berkedip samasekali, berbeda dengan para wanita yang suka banget teriak-teriak lihat darah" ujar Philip dengan mata berbinar


"Jangan berbuat macam-macam Phil ingat suaminya adalah seorang overste, jangan menimbulkan masalah dengan orang Hollander" peringat Clift


"Tenang aja Clift, akan kubuat dia mencintaiku dan meninggalkan suaminya" ujar Phil dengan smirk licik


^^^


Saat sampai dirumah Ben, hari sudah larut malam


"Ben, malam ini kita menginap disini yah" ujar Harry


"Boleh tapi awas kalo gulat dirumahku, kamar kalian dipojok itu" ujar Ben dengan muka tanpa ekspresi


"Yaelaah Ben, kamu ama tepos aja boleh, aku kok gak boleh"


"Suka-suka akulah, ini rumahku...ayo Cla istirahat kamu pasti capek" ujar Ben


"Meneer bukankah kasur dikamarkk. eeeehmmpfht....." belum selesai Clara ngomong sudah dibungkam dan digeretBen masuk kamar


"Meneer apaan sich!!" omel Clara


"Udah malam cuci-cuci dulu sana, gantian nanti sama aku...kasurnya sudah diperbaiki sama pak Darto tadi"


"Haaah beneran?"


"Iya udah sana, kamu berkeringat dan bau itu"


Sambil menciumi dirinya sendiri Clara berujar "Enak aja masih wangi ini " sambil meeucutkan bibirnya


"Cla...kalo belum berniat ngasih, gak usah kode-kode gitu napa"ujar Ben absurb


"Kode apaan sich, Meneer tuch kalo ngomong suka aneh" ujar Clara sambil masuk kamar mandi


Sepeninggal Clara, Ben menghela nafasnya "Kapan kamu mengijinkan masuk dalam hatimu Cla...." ucap Ben sambil menatap pintu kamar mandi tempat Clara didalam


Setelah Clara selesai, Ben bergantian masuk ke kamar mandi, untuk membasuh badannya yang sudah lengket.


Saat keluar dari kamar mandi tampak Clara sibuk membaca sesuatu di kotak hitamnya (itu laptop Ben....dasar manusia purba *Author POV๐Ÿ˜†)


Mendengar pintu kamar mandi yang barusan ditutup membuat Clara berhenti membaca tentang beberapa ilmu pengetahuan kesehatan anak dan ibu hamil dari flashdisk yang diberikan Anton


"Duduk sini Meneer, aku obatin bibirmu supaya besok tidak infeksi" perintah Clara sambil menepuk kasur disamping tempatnya duduk


Ben hanya menurut dan duduk anteng saat mau diobati Clara


"Agak perih tahan sebentar yah" ujar Clara sambil mengobati bibir dan tulang pipi Ben menggunakan cottonbud yang sudah diolesi salep anti memar


Selama diobati, mata Ben tak lepas pandangan nya kearah Clara, dan menghirup aroma tubuh Clara yang beraroma lembut, yang sudah menjadi candu baginya


"Clara Maharani...aku itu ganteng loo, kamu yakin nggak mau aku menggantikan posisi si muka pucat dihatimu?"


Clara mendengar itu sontak memutar kan bola matanya jengah. Oh ayolah ganteng aja tidak cukup.Percuma ganteng kalo otaknya setengah dan kelakuannya aneh. Siapa yang mau coba, Clara mah ogah!


"Malam-malam gini cuman nanya gini doang?!" tanya Clara dengan mata menyipit


"Iya kenapa?"jawab Ben nyolot "Buruan jawab"


Clara mendengus tertahan, sungguh pertanyaan yang unfaedah


"Makasih, tapi Cla gak bisa Meneer"


Ben melototkan matanya dan tanpa aba-aba memegang kedua bahu Clara


"Coba kamu lihat aku baik-baik"


Clara menarik nafas dalam-dalam. 'Ya ampuun. ya Gusti, buat apa coba ngeliatin mukanya dia, kurang kerjaan banget' batin Clara, meskipun dalam batin Clara mengucapkan itu tapi anehnya matanya menuruti menatap Ben dengan tatapan malasnya


Kantong plastik mana.....Clara ingin muntah, serius entah terbuat dari apa Burap satu ini, tingkat kenarsisannya sudah diatas tingkat normal. Yah walaupun apa yang dikatakan Ben itu benar, maksudnya benar-benar menyebalkan. Dahlah Clara males.


"Kekurangan Meneer itu cuman satu....." Clara sengaja menjeda ucapannya sambil menilik ekspresi Burap, samar-samar terlihat keingintahuan yang tergambar diwajahnya.


"Apa itu?buruan katakan "


"Meneer itu terlalu Aneh buat Clara yang imut ini" ujar Clara sambil menyibakkan rambutnya ala iklan sampo sambil beranjak meninggalkan Ben dan mengambil kasur lipat anginnya untuk dia tidur


"CLara Maharani apa yang kamu lakukan dan itu apa?" bentak Ben antara marah dan heran dengan barang bawaan Clara


Tanpa menjawab, Clara segera menggelar kasurnya dibawah kasur Ben lalu memasang kan alat peniup otomatis, sehingga kasurnya segera siap Clara pakai untuk tidur, kasur ini hadiah dari Raksa dulu saat Clara suka berkemah dengan Josh dan Isabel adik Josh.


"Siapa yang mengijinkan kamu tidur dibawah Claa!!"


"Kita hanya menikah untuk menipu orang lain Meneer, jadi tidak pantas kita tidur bersama dalam satu ranjang"


"Kita pernah tidur bersama beberapa kali kalau kamu lupa, bukankah selama ini aku juga tidak berbuat lebih"


"Kita tidak menipu orang lain, pernikahan kita sah dimata hukum di Belanda dan Hindia Belanda" ujar Ben


"Belajarlah menerimaku Cla....bukankah kamu tidak bisa pulang ke masamu" ucap Ben yang tiba-tiba berubah serius dan tulus


Kraaak....kraaak Braaaak........


"Huuwaaaa.....


"Aaaargh.....


Terdengar suara ranjang amblong dan teriakan si Ucup dan Ucip


"Kamu bohong ya Meneer?!" tanya Clara yang melihat Ben tertawa terbahak-bahak


"Rasaaain...dibilang gak boleh gulat eeeh nekat, udah tau dua-duanya badannya extra jumbo hahahaha" ucap Ben masih tertawa membuat Clara geleng-geleng.


Tak lama kemudian pintu kamar mereka digedor-gedor


"Banguuuun Been....Pepooos....dasaar pasangan laknat, tega-teganya nyuruh temannya tidur di ranjang jelek gitu"


"Ayooo tanggung jawab sakit tau punggungku" teriak Harry dengan emosi sudah naik ke ubun-ubun


Sambil menyeret kasur Clara Ben membuka pintu dan memberikan kasur Clara


"Berisik udah malam, udah pake ini untuk kalian tidur, tadi akukan dah bilang jangan gulat....kalian sich gak dengerin" ucap Ben dengan wajah watados andalannya


"Mana tahu kalo ranjangmu udah uzur gitu"omel Harry


"Salah sendiri nggak tanya" ucap Ben membuat Harry dan Steffi mendelik menatap Ben


"Poooos....heran aku, suami model gini kamu mau...coba aku jadi kamu udah aku gadain ato aku tukar tambah dengan yang lain" omel Harry sambil menyaut kasar dari tangan Ben lalu beranjak pergi sambil menyeret kasur itu dibawa ke kamarnya


"Kasurmu sudah gak ada, cepat naik dan tidur!!"


"Aku hanya akan menyentuhmu saat kamu sudah mencintaiku, jadi tenanglah!" ujar Ben lalu naik ke tempat tidur lalu membalikkan badannya membelakangi Clara yang masih mengumpat-umpat dalam hati


Dengan terpaksa Clara segera naik ke ranjang dan segera tertidur pulas


Setelah terdengar dengkuran halus Clara, Ben segera membalikkan badannya mengahadap Clara


Sambil menatap wajah Clara yang telah tertidur lelap


"Cepatlah kamu mencintaiku Claa...kondisi negara ini benar-benar tidak aman, banyak kemungkinan yang bisa terjadi" ujar Ben sambil mengusap pipi Clara kemudian menyusul Clara ke dunia mimpi


...***...


...TBC...


...Gaesss....thoor mau kasih tahu bahwa novel ini tidak sesuai kisah nyata yang terjadi yah...


...Jadi ketika nanti ada pertempuran tidak sesuai sejarah....pleaseeee.....please ee jangan diprotes seperti saat di novelku yang satunya A moment in the pasti karena tidak sesuai sejarah yang terjadi di Indonesia...


...Jadi kejadian di novel aku hanya imajinasi author okee?!!! ๐Ÿ‘Œ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š...


...Gumawo ya sebelumnya๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™...