Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 49 Keputusan Mutlak Nyai



"Overste harus menanyakan pendapat Nyai, mau tidak sama saya atau dengan mister ini" ujar Wisnu ngotot


"Bener itu, bagaimana Nyai keputusan Nyai?" tanya Philip ikut mendesak Clara


Dengan menghela nafas panjang Clara alih-alih menjawab pertanyaan dua laki-laki nekat itu, malah membuka kotak bekal makan dan mulai menyiapkan makanan buat Ben dan dirinya



"Yang mana kesukaanku schatje?" tanya Ben dengan gaya manjanya membuat Clara geleng-geleng dengan tingkah si burap ini


'Mana piala citra woiii, ini ada aktor bule terbaik' batin Clara padahal biasanya hobinya treak-treakin Clara


"Ini yang isinya ayam kecap pedas, ini isinya ayam teriyaki, ini isinya abon ikan, ini isinya daging sapi, sukaanmu yang ini Ben" ujar Clara lalu memberikan nasi kepal kesukaan Ben.


"Kalian mau?" tanya Clara


"Itu arem-arem ya Nyai?" tanya Wisnu polos membuat Clara mau tertawa tetapi ditahan.


"Bukan, konsepnya sich hampir sama kek arem-arem tapi bukan" terang Clara lalu menyodorkan nasi kepal buatannya ke arah Phil dan Wisnu


"Schatje, jangan dikasihkan mereka nanti kalo kita masih lapar gimana?" ujar Ben gak terima bekalnya dibagikan ke rivalnya


"Nich kita masih ada 1box nasi ayam jamur kesukaanmu" ujar Clara sambil menenteng kotak bekalnya


Lalu mereka mulai menyantap makanan dengan tenang


"Itu rumput laut, jadi bisa dimakan kok" ujar Clara saat Wisnu akan membuat rumput laut nya karena dipikir kaya arem-arem


"Kamu yang buat Nyai?" tanya Phil


"Iya...ini makanan kesukaanku kalo buat bekal bepergian, dan Ben juga sangat suka kalo bawa bekal ini ke kantor" ujar Clara


"Makannya pelan-pelan dong Ben" Clara tersenyum lalu menyeka sudut bibir Ben "Liat nich sampe belepotan begini"


Ben terpaku menatap mata Clara seraya menelan ludahnya dengan susah payah. Disisi lain Phil melihat tampak mengepalkan tangannya. Tak jauh berbeds dengan Phil, Wisnu memperhatikan mereka dengan tatapan sulit diartikan


"Cckk...dasar manja, apa nggak bisa bersihin sendiri? sampe harus dibersihin segala" cibir Wisnu dengan ketus sembari melipat ke dua tangannya.


Ben yang mendengar itu sontak tersadar dari keterkejutannya dan dia langsung memicingkan matanya sinis ke arah Wisnu, lihat berapa julidnya Wisnu.


"Diih...siapa juga yang manja?!"


"Kamulah, emangnya siapa lagi kalo bukan kamu" cibir Wisnu ketus, dia memalingkan pandangangannya ke arah lain "Bersihin sendiri juga bisakan, emang sengajakan biar di lapin nyai"


Ben melemparkan pandangan aneh ke arah Wisnu, dia benar-benar nggak mengerti, maunya dia apa sich?!


"Kalo cemburu bilang, jangan kaya anak kecil!" ejek Ben tenang


Mendengar kata 'seperti anak kecil' dari mulut Ben seketika itu pula Wisnu melotot


"Nggaklah,ngapain juga cemburu sama bule geblek kek kamu!" ucap Wisnu dingin, "Nggak level seorang pangeran dibandingkan kamu"


Clara menggelengkan kepalanya, tidak cemburu tapi marah-marah tidak jelas, udah begitu pakai acara sok level-levelan segala lagi.Duh bener-bener dech, salah gue apa Gusti hidup kok ya gini amat dikelilingi pria-pria aneh


"Udah kalian ini berantem mulu" Clara yang pusing mencoba melerai perdebatan sengit mereka "Gak malu apa didengar orang-orang"


"Dia duluan tuch" jawab Ben Dan Wisnu berbarengan. Clara berdecak kesal melihat keduanya


"Diih pangeran kecil tuch Cla iri liat aku diperhatiin sama istri aku, maklum Cla meski istrinya banyak... kliatannya nggak ada yang merhatiin dia"


"Eeh siapa bilang, aku gak diperhatiin, kamu tuuch sok sengaja cari perhatian ama Nyai"


"Eeeh ya biaarin, istri-istri aku sendiri, mau aku minta dimanjalah, diperhatiin lah suka-suka akulah, ngapain kamu sewot"


Akhirnya mereka berduan berdebat tidak ada yang mau mengalah satu sama lain. Phil dan Clara yang melihat itu sontak memijat pelipisnya sebelum akhirnya Clara berdiri Dan berkacak pinggang


"Stop!! Kalian ini apa-apaan sih? Kayak anak kecil aja!!" bentak Clara tanpa sadar, matanya menatap nyalang ke arah Wisnu dan Ben


Bentakan Clara yang menggelegar membuat Phil dan Wisnu shock kaget karena gak mengira gadis cantik yang terlihat tenang dan lembut bisa juga membentak bahkan menatap garang tanpa rasa takut.


Sedangkan Ben yang sudah mengenal kebiasaan Clara treak-treak hanya tersenyum bangga (buseet dasar Burap punya bini garang malah bangga πŸ™ˆ* author POV)


"Naah sekarang Raras mau ngomong, biar di kemudian hari tidak bikin Raras puyeng lagi"


"Pangeran Wisnu yang terhormat, maaf Raras tidak mau dan tidak tertarik menjadi istri pangeran, karena Raras adalah tipe cewek yang egois dan tidak mau berbagi, terutama hal suami'


"Raras maunya suami satu untuk Raras miliki seutuhnya SENDIRI dan selalu menemani Raras sampai nafas terakhir kami"


"Jangan kuatir mudahlah itu Nyai, biarkan semua istriku yang lain aku ceraikan, jadi nantinya hanya nyai yang menjadi istriku" ujar Wisnu enteng membuat Clara melotot dan ingin menimpuk pangeran tengil satu ini


"Raras belum selesai ngomong pangeran, Raras juga tidak menerima tubuh suami Raras bekas wanita lain!!" ujar Clara dengan tegas membuat Wisnu lemas sedangkan Philip tersenyum lebar


"Emang Nyai yakin bule geblek itu masih perjaka saat bersama Nyai, mana ada nyai bule gak jajan dan punya istri dimana-mana" ujar Wisnu nyinyir membuat Ben emosi, tetapi tangannya dipegang Clara menenangkan


"Gak semua bule itu murahan suka jajan, punya gundik dan istri banyak, aku pun gak sudi disentuh sembarangan wanita, tubuhku yang sempurna dan berharga ini dimiliki seorang wanita sempurna juga seperti Nyai" ujar Philip penuh percaya diri


Clara yang mendengar dan melihat gaya bicara Philip yang 11-12 dengan Ben mendengus pelan, ada satu lagi bule aneh yang mempunyai penyakit narsis akut.


Wisnu yang mendengar ucapan dari Philip cuman menggerutu pelan lalu terdiam.


"Wisnu eliminated....done!!" jawab Phil dengan senyum lebar


"Sekarang Nyai bagaimana denganku, aku masih orisinal, bisa Nyai buktikan sendiri" ujar Phil dengan tenang


Dengan memijat pelipisnya Clara memandang Philip tak habis pikir, dengan jalan pikiran si Pil gundul ini, tetapi saat Clara melihat mata Phil yang biru, Clara melihat kilatan sadis yang sama dengan kilatan mata Josh, bahkan melebihi Josh membuat Clara bergidik ngeri.


"Phil....maaf tapi Raras gak bisa meninggalkan Ben, meskipun sering dia aneh dan menyebalkan tingkahnya, tapi dengannya Raras nyaman dan aman, itulah yang terpenting dalam sebuah hubungan" ujar Clara tenang membuat Ben yang awalnya melotot dikatain aneh kemudian tersenyum pongah dan mencium tangan Clara


Phil mendengar jawaban Clara bukannya langsung mundur, malah menjawab dengan tenang


"Tidak apa Nyai, mungkin saat ini Nyai menolakku karena belum merasa nyaman bersamaku, tetapi suatu hari nanti, aku buktikan bahwa bersamaku akan lebih nyaman dibandingkan dengannya"


Ucapan Phil yang tidak menunjukkan tanda-tanda menyerah membuat Clara semakin pening, terlebih harus menenangkan burap satu ini yang sudah mau menyemburkan semua sumpah serapahnya


"Terserah lah Phil, yang jelas Raras sudah cukup punya bule satu ini, gak pingin yang lain, jadi carilah wanita yang lain" ujar Clara lalu memalingkan wajahnya menatap pemandangan di sepanjang jalan sambil dipeluk Ben posesif dibelakangnya sepanjang perjalanan Yogyakarta (mataram) - Semarang, Semarang-Batavia.


...***...


...TBC...


...Olla kesayangan, semoga selalu sehat dan tetap menjalankan Prokes ya πŸ™...


...Di next Episode akan mulai ada pertempuran jadi mulai masuk scene serius ya πŸ‘Œ...


...See You Next episode ...


...Gumawo & SaranghaeπŸ™πŸ˜˜πŸ’–πŸ’–...