
Selama dimobil Clara cemberut, karena Si burap suaminya beneran membelikannya bunga 7 rupa untuk dirinya mandi.
"Udah Cla, jangan cemberut gitu...kan demi kebaikan kita" bujuk Aron tetapi malah membuat Clara makin melotot
"Ralat-----itu untuk kebaikanmu Ben, bukan kita!!" ujar Clara sewot. Mendengar istrinya sewot bukannya Aron merasa bersalah malah cengengesan.
'Nabok suami sendiri dosa gak ya?' ujar Clara dalam hati.
"Lagipula ya Ben mandi bunga 7rupa itu untuk acara siraman mau menikah dalam adat jawa, atau bisa juga digunakan saat terkena guna-guna, maupun mau memakai ilmu pelet"
"Makanya kalo ikut belajar adat jawa dengan kingkong itu sampai selesai, nggak setengah-setengah gini" omel Clara membuat Aron aka Burap terkekeh dan memeluk erat pinggang Clara sambil mengendus-endus ceruk leher Clara yang beraroma vanila, aroma yang tetap sama dan hanya dimiliki oleh istri cantiknya.
"Ben mau sampai kapan meluk pinggang aku terus?malu tahu Ben---- ada pak Aksan" bisik Clara ditelinga Aron, karena merasa risi dan malu karena didalam mobil tidak hanya mereka berdua saja.
Aron kemudian melirik wajah Clara yang semburat memerah akibat perbuatannya
dengan tersenyum.
"Biarin aja Cla, lagipula pak Aksan juga sudah tahu kamu istriku Cla" jawab Aron dengan watados.
Clara yang mendengar itu hanya mendengus kesal.
"Tapi yang nggak sambil nyium-nyium juga kali Ben, nggak malu apa sama pak Aksan?"
"Mendengar hal tersebut bukannya melepas Clara malah semakin mempererat memeluk Clara.
"Sttt.....nggak usah merhatiin pak Aksan, lagian akukan hanya meluk istriku sendiri, emangnya salah?----nggak kan?"
"Pak Aksan pasti maklumlah sama kita, kan pak Aksan pernah muda juga, Iya kan pak Aksan?" seru Aron enteng.
"Iya tuan muda, anggap saja bapak tidak ada non jangan sungkan" jawab pak Aksan dengan tetap menatap ke arah dekat.
Clara semakin mendengus kesal dan menggelengkan kepalanya tanpa bisa mengatakan apapun.
Sesampainya di rumah Clara, Aron menengok kanan dan kiri seakan mencari sesuatu.
"Bi....papi dan tante belum pulang?" tanya Aron kepada bibi.
"Belum tuan muda, dari tadi pagi..ada apa ya tuan muda?"
"Hehehe ndak papa bi, terimakasih yah" jawab Aron sambil tersenyum sangat lebar.
Perasaanku nggak enak dech kalo liat suaminya tiba-tiba tersenyum lebar seperti iklan pasta gigi.
"Claa ayooo buruan!!!" ajak Aron sambil menarik tangan Clara dengan buru-buru ke arah kamar Clara.
"Been....apaan sih pake tarik-tarik segala" seru Clara bingung.
"Kesempatan emas ini Claa..." ucap Aron absurd membuat Clara semakin mengerutkan keningnya.
"Maksudnya apaan?"
"Selama berapa hari aku disiksa sama papi sampe dirumah tengah malam, dini hari sudah diteriakin bangun....untung dulunya aku tentara jadi mental tentaraku masih"
" Nah mumpung papi dan tante pergi kita bisa berduaan, kangen banget sama istriku ini" ujar Aron lalu membuka ruangan dan membuka pintu kamar, tidak lupa kali ini mengunci kamarnya.
Pelajaran yang bisa Aron ambil selama beberapa hari di rumah Clara adalah kebiasaan dua macan Wiguna selain hobi menyiksanya dengan alasan supaya Aron kuat, juga sering tiba-tiba datang dan tiba-tiba pergi seperti cerita orang Indonesia ada hantu namanya Mister J (gilee loo burap ngatain mertua loe mister J, ketauan mereka muka ganteng loe sudah dijadikan peyek🙈*Author POV)
"Been kalo gitu aku mandi dulu ya, biar kamu nggak ngomel-ngomel lagi" gerutu Clara lalu mengambil handuknya dan segera menuju kamar mandi.
"Iya tapi jangan lama-lama ya, aku juga mau cek email dulu" jawab Aron lalu segera memeriksa semua email dan segera menelpon Sam sebentar.
Setelah semua beres, Aron segera membuka baju dan celananya lalu menyusul istrinya mandi.
Saat Aron membuka kamar mandi seluruh ruangan tercium aroma vanilla dari sabun yang dipakai Clara, membuat si Arthur yang sedari dari sudah dikode-kode untuk segera menemui soulmatenya langsung menunjukkan kegagahannya.
Clara yang sedang mandi dishower menghadap tembok sambil bersenandung lagunya Alamat palsunya Ayu ting ting, jangan lupa sama goyangan dangdut ala-ala.
Melihat tubuh **** istrinya, Aron segera memeluk tubuh istrinya dan segera mencium Clara penuh kerinduan.
Clara yang terkejut mendapat serangan mendadak dari suaminya hanya bisa pasrah ketika dicium oleh Aron.
Ciuman lembut itu semakin lama semakin dalam terlebih usapan lembut di punggung Clara yang tanpa sehelai kain membuat Aron dan Arthur sudah cenut-cenut ingin segera bermain adu balap.
Aron segera menggendong Clara ala bridal style dan menggotong Clara menuju ke ranjang mereka, kemudian membaringkan Clara secara perlahan dan mencium ke ceruk leher Clara dan semakin turun menuju squishy kesukaannya.
"Ra......!!!! ngapain pintu kamar kamu tutup sich!!
"Haizzz....mak lampir datang" gerutu Aron tetapi tetap menciumi mainan kesukaannya.
"Aaaah....Ben b-berhenti dulu "
"Sebentar tante baru di kamar mandi!!"
"Ya udaah tante tunggu di ruang keluarga ya, gaunmu sudah sampai" teriak Lena.
"Iyaaa tan!!" jawab Clara tak kalah kerasnya.
Mendengar tantenya pergi, Clara segera berbisik " buruan Ben, mumpung tante sudah pergi"
"Kita sambung ntar malam aja Cla, king Arthur sudah baper ini...karena perasaanku nggak enak dech sejak kedatangan tante pasti disusul macan satunya" jawab Ben lesu.
Dan ternyata dugaan Aron benar, tak lama kemudian terdengar teriakan kanjeng papi yang menggelegar.
"Buleee sontoloyo, keluar kamu kandungan istrimu masih rawan jangan jadikan alasan untuk menengok adik----- buruuuan!!"
"Iyaaa piii...." jawab Aron lesu lalu segera bangun dan memakai baju diikuti Clara yang keduanya menunjukkan wajah mendung.
Setelah selesai memakai baju mereka segera menuju ke ruang keluarga, dan ternyata sudah berkumpul Josh, Emma, Isabel, Pakde Joyo, Raksa dan Galuh.
"Ada apa ini pi, kok pada kumpul disini?" tanya Clara kebingungan.
"Karena pernikahan kalian sebentar lagi, maka sudah waktunya kamu dipingit, Bule kamu untuk sementara tinggal di apartemen Josh" perintah Sebastian tegas.
"Piiii....hari gini masih pake pingit-pingitan------- Clara nggak mau" tentang Clara sewot.
"Claa pingit itu apaan, kok kamu berani menentang papi?" tanya Aron bingung.
"Pingit artinya kita tidak boleh bertemu sampai acara menikah nanti"
Mendengar ucapan Clara membuat Aron menatap Sebastian horor.
"Aroooon ngak mauuu pi, Aron gak bisa tidur kalo nggak didekat Clara" seru Aron ikutan sewot.
"Papi tidak menerima penolakan--- Josh berikan kunci apartemenmu"
"Seaaan bawa sahabat segera pergi dari sini menuju ke apartemen Josh" perintah papi tegas.
Sean yang barusan sampai setelah membelikan nasi gudeg karena calon mertuanya ingin gudeg, mendengar perintah Sebastian segera menggeret tubuh Aron yang unjuk rasa nggak mau pergi.
"Ar ---- ayooo buruan, nggak usah sok main drama gini" omel Sean.
"Heeeh bos kamu itu aku, bisa-bisanya kamu lebih menuruti kanjeng papi dibandingkan aku?!!" bentak Aron jengkel.
"Yaah mereka itu masa depan aku Ar....maafkan aku" jawab Sean sambil nyengir kuda andalannya.
"Claaaa......" rajuk Aron sambil memasang wajah memelas.
Sean melihat sahabatnya yang sering pongah sekarang terlihat sangat menderita membuatnya tertawa terbahak-bahak"
"Heeh pangeran onta...jangan mengejek Ben, kelak jika kamu akhirnya bisa menyelesaikan semua persyaratan dari aku, maka kamu harus dipingit lebih lama dari Nak ben." ujar Pakde Joyo sambil tersenyum sinis.
Mendengarkan ucapan kanjeng romo---- masak harus dipingit juga.membuat wajah Sean pias.
...***...
...Pinggit oooh pingit...
...TBC...