
Ben didorong masuk ke sebuah ruangan kosong di kantor polisi kota
Ben yang tangannya diikat tali hanya menuruti para sipir penjara bahkan dengan patuh untuk duduk di bangku ditengah ruangan.
Tiba-tiba beberapa pelita dihidupkan sehingga Ben bisa melihat didepannya tampak sesosok wanita yang memakai baju hijau ketat dan berleher sabrina sambil membawa kipas
"Benny....kamu baik-baik saja bukan?" tanya Elonor sambil menatap khawatir ke Ben
"Kenapa kamu tidak datang kepadaku untuk meminta bantuan, coba kalau bukan laporan anak buah papi aku tidak tahu bahwa kamu disini" ujar Elonor lembut eeh dilembut-lembutin tepatnya
"Apa yang kamu mau Elonor?tidak perlu berpura-pura dihadapanku" ujar Ben dingin
"Hahaha Bennyku sayang, kamu memang sangat pandai, itulah sebabnya aku mencintaimu"
"Tidak usah berbelit-belit segera katakan!!" bentak Ben kesal
"Ckk....kenapa sedikitpun kamu tidak tertarik padaku Benny, malah tertarik dengan wanita pribumi kotor itu" seru Elonor ketus
"Dia istriku jangan pernah menginanya dan kalau kamu tahu dia sangat bersih tidak seperti kamu hanya wc umum, jangan kamu pikir aku tidak tahu kebiasaanmu beserta ayahmu dan teman-temanmu, menjijikkan" ejek Ben sinis
Dengan muka merah dan berusaha menahan emosinya, "Baik...kalo kamu lebih memilih dia maka jangan salahkan aku jika nyawa istrimu aku hilangkan!"
"Jangan berani menyentuh istriku sedikitpun dasar wanita iblis!! "seru Ben, tetapi Ben berusaha menahan diri
"Elonor....sadarlah apa yang kamu rasa itu bukan cinta, itu obsesi gilamu, bukankah banyak pria disana yang tergila-gila padamu, lupakan aku yah, aku bukan siapa-siapa, dari pertama aku sama sekali tidak tertarik bahkan tidak pernah terlintas dalam pikiranku untuk mencintaimu, kamu dan Monica sama"
"Tidaaak!!!! kamu harus menikahiku jika tidak, selain nyawa istrimu yang melayang, sahabatmu Harry juga akan mengalami kehancuran"
"Kkk-kamu.....kamu sudah gila Elonor"
"Aku gila karenamu Benny...sekarang pilihan ada di tanganmu, kamu nikahi aku dan orang yang kamu cintai selamat atau jika kamu menolakku maka semua musnah
Braaaak......"Elooonoor!!!! apa yang sudah kamu lakukan HAAAh!!!! selama ini paman masih mentolerir segala sikap arogan dan kejahatan kecilmu tapi inii!!"
"Bagaimana kamu bisa membebaskan Giddert seorang maniak pemerkosa untuk membawa seorang tawanan pribumi yang tidak punya salah apa!!" bentak Jan Holken paman
Mendengar ucapan Jan Holken membuat Ben sontak mendapat firasat tidak enak
"Jangan katakan perempuan pribumi itu istriku Elonor?!!!" teriak histeris Ben sambil memberontak dari ikatannya
"Hahaha jika aku tidak bisa memilikimu maka siapapun tidak bisa memilikimu Benny, dan Harry sahabatmu sekarang menjadi buronan Hahaha!!!" ujar Elonor sambil tertawa dengan ekspresi mengerikan
"Kau sudah gila Elonor!!......bawa Elonor ke dokter kejiwaan dr John" perintah Jan Holken kepada para sipir penjara
"Ooom aku tidak gila, lepaskan tangan kotor kalian" teriak histeris Elonor
"Benny....jika kamu tidak menikahimu maka kau akan dieksekusi bulan depan sebagai penghianat bangsa Hahaha bahkan pamanku tidak bisa menolongmu hahahaha" teriak Elonor semakin menggila
"Apa maksudmu Elonor?" tanya Jan Holken
"Aku sudah mengirim berkas bukti penghianatan Ben bersama para temannya langsung ke kerajaan oomku tersayang" ujar Elonor dengan tertawa mengerikan yang kemudian diseret para sipir
Jan Holken melihat kepergian keponakan kesayangan dengan miris dan memijat pelipisnya
Mendengar bahwa Clara keadaannya dalam keadaan genting membuat Ben terduduk lemas
"Claraku sayang....maafkan aku" ujar lirih Ben sambil meneteskan air mata
"Maaf overste, tapi aku akan berusaha membebaskan kamu....setelah kamu bebas, segeralah pergi ke Holland dan jangan kembali kemari, bersabarlah dulu" ujar Jan Holken lalu meninggalkan Ben, sebelumnya berbicara kepada sipir untuk memperlakukan Ben dengan baik
^^^
"Ras.....kamu-" Harry memotong ucapannya sejenak setelah berhasil menorobos masuk kamar Clara, matanya seketika terpaku melihat penampilan Clara. Perlahan Harry berjalan mendekati Clara
"Kamu siapa?kenapa kamu berada dikamar Raras, kata si centeng tadi ini kamar Raras....Raras dimana?" tanya Harry
Clara memicingkan matanya kesal, gimana nggak kesal sama Harry yang sudah berani menorobos masuk, untung saja Clara sudah berpakaian, bagaimana coba kalo tadi belum.
Mana rela tubuh mulus sexinya Clara dilihat bule Playboy abal-abal seperti Harry
"Ucuuuup....dasar memang ya teman gak ada akhlak, berani-beraninya menorobos kamar seorang gadis! ini gue Cup" ujar Clara sewot
Sambil terkekeh Harry mengeluarkan pistol nya dan mengarahkan ke Clara
"Kau pikir aku bodoh hah....memangnya aku nggak bisa mbedain mana cowok mana cewek, siapa kamu!!! mana Raras!!" bentak Harry
Bukannya ketakutan Clara malah melipatkan tangannya di dadanya
"Emang kamu bodoh Cup....mana ada yang manggil seorang overste Harry yang terkenal playboy seantero Hindia Belanda ini Ucup kecuali aku dr Olivia Raras Maharani istri dari sahabatmu Benjamin Von Trapps, pria Jerman yang menjadi Overste di KNIL...bukti apalagi yang kamu butuhkan Cup"
"Peppos.......Puji Tuhan kamu selamat Pos, kamu tahu aku sangat mengkhawatirkan dirimu, saat aku dengar dari sipir penjara wanita bahwa kamu dibawa penjahat gila yang suka memperkosa wanita"
"Siapaaa kamuu??!!! sampai berani memeluk calon istriku!!" bentak Phil sambil mengacungkan senjatanya kearah Phil
"Phiiil....hentikan ini Harry sahabat suamiku!" teriak Clara
"Apa kamu sudah gila hah!! dia istri sahabatku meski sahabatku tidak disini tapi aku akan melindungi istri sahabatku dengan nyawaku" teriak Harry yang tersulut kemarahan dan mendorong Clara dibelakang tubuhnya
Melihat perdebatan unfaedah kedua bule didepannya membuat Clara memutar bola matanya malas
"Cup gak usah didengerin bule sontoloyo itu, gimana ceritanya loe bisa sampe tahu gue disini?" tanya Clara yang menyadari penampilan Harry yang biasanya rapi dan wangi sekarang ini berantakan dengan beberapa luka di wajah dan tangannya
Mendengar pertanyaan Clara membuat Harry menyadari tujuannya kemari selain mengkhawatirkan Clara juga mau bercerita keadaan sebenarnya
"Sebelum aku cerita, kenapa kamu berpakaian cowok...lalu tuch rambut kenapa kamu babat habis gitu?"
Sambil menghela nafas maka Clara bercerita kronologi kejadian yang dia alami secara garis besarnya
"Sekarang giliran loe...buruan apa yang terjadi?" tanya Clara lalu mengambil obat-obatan di tasnya dan mulai mengobati luka-luka Harry
"Setelah aku pulang bersama komandan kemarin itu, malamnya beberapa tentara bayaran tiba-tiba datang ke barak mencariku dan wajahku terpampang dislebaran seluruh kota bahwa aku adalah penghianat bangsa yang akan melakukan pemberontakan, untung saat itu aku baru dirumah komandan untuk mencari Monica, kanu ingetkan Pos? si ondel-ondel yang berhasil kamu usir itu"
"Naah komandan lalu menyuruhku untuk bersembunyi dan mencari si gundul itu Pos, supaya memberi kesaksian bahwa kita tidak melakukan kerjasama, nah pagi ini aku melihat centengnya si gundul bawa semua tas-tas kita makanya aku ikutin, dan ditengah jalan aku cegat itu centeng dan menginterogasi nya, jadi aku tahu kamu selamat Pos"
Clara mendengar penjelasan Harry dengan mengangguk-anggukan kepalanya dan mulai mengerti.
"Pos...saat ini kondisi Ben dalam bahaya, menurut info dari sahabatku sipir kantor polisi kota, Ben akan dieksekusi 1bulan yang akan datang saat pesta Gubernur Jendral Jan Holken Coen"
"Loo kenapa bisa begitu?bukankah aku sudah berhasil dedemit singkirkan, kenapa Ben masih terkena juga?!" tanya Clara yang nggak paham jalan pikiran si dedemit
"Apa hubungannya dengan Elonor Pos?" tanya Harry bingung
Clara kemudian menceritakan otak dibelakang masalah ini adalah si dedemit gila itu
Kriuuuuk.....terdengar suara cacing-cacing di dalam perut Harry mulai unjuk rasa kelaparan, membuat Harry cengengesan malu
"Itu tas loe Cup, loe mandi dulu yah, lalu makan...aku bilangkan Jaenab dan Nyak Siti" ujar Clara lalu beranjak pergi
"Pos....makasih ya kamu sudah selamat, kamu memang cocok jadi cowok Pos dada dan pantatmu yang rata itu tidak membuat orang curiga kalo kamu cewek" ujar Harry tanpa di filter dengan muka songongnya
Pletaaaak......
"Sakiit Pos....gila kamu" omel Harry setelah jidat nya di sentil keras ama Clara.
Saat Clara ingin keluar kamar untuk memberitahukan ke Jaenab tentang Harry, Clara dikejutkan Phil yang masih setia berdiri di depan pintu kamar Clara
"Ngapain kamu masih disini?"
"Bukannya kamu mau pergi ke Le Chat Noir (kucing hitam kalau diterjemahkan di bahasa Indonesia, ini merupakan tempat hiburan terkenal dan terbesar di Batavia, tempat ini tempat dimana para Tentara-tentara dan kaum Hollander menikmati pertunjukan kabaret dan hiburan pria lain 'you knowlah maksud thoor' π)
"Iya...lalu hubungannya apa sama kamu Phil?"
Sambil mendenguskan nafasnya dan berusaha sabar Phil menjawab
"Satu ...kamu gak bisa naik kuda, dua itu tempat banyak penjahat-penjahat mengerikan....aku gak mau kamu kenapa-kenapa, meski kamu sangat hebat bela diri."
" Tetapi karena kita ada misi rahasia, sebaiknya kamu jangan terlalu menyolok dan mengundang banyak perhatian" ujar Phil
Mendengar ucapan Phil yang kali ini terlihat serius dan benar jauh dari kebiasaan Phil yang selalu berpikiran sengklek membuat Clara menganggukan kepalanya
"Kita berangkat setelah aku menitipkan Harry, supaya dia tidak dicurigai sebagai mata-mata KNIL"
"Kamu percaya Harry 100% Ras?"
"Iya...detak jantung dan bahasa tubuhnya menyatakan bahwa dia jujur" jawab Clara yang sudah dilatih Josh untuk mendeteksi kebohongan pada orang meski tanpa mesin pendeteksi kebohongan, terlebih orang jaman sekarang ini dimana belum ditemukan obat-obat pengatur detak jantung supaya stabil dan lolos dari mesin pendeteksi kebohongan paling canggih yang selalu diminum buat agen mata-mata profesional jaman modern.
"Baiklah....ayo kita temuin pak Sabeni dan pangeran kecil di depan" ajak Phil
"Hmm....jawab Clara singkat lalu mengikuti Phil dari belakang sambil berpikir keras bagaimana cara membalas perbuatan si dedemit gila itu
...***...
...TBC...
...Hayooo siapa yang kemaren menebak si Ucuupπππkeren euy...kalian memang daebaak...
...Kadang komentar kalian itu sangat cerdas lo, sampai bikin thor terkagum-kagum dan sangat berterima kasih bahwa pembaca aku pada cerdas dan baik-baik bukan yang aliran NetJulTaBa (Netizen Julid Tapi Bacaπ)...
...Gumapta for every thing ya ππππ...
...Looope U Pullππππ...