
Saat di dalam kamar, Clara hanya terduduk diam
"Claa.....mikirin apa?siapa itu Amber Claa? sampai Walter seorang Bajingan busuk rela mati untuknya?"
Clara kemudian menceritakan ke Ben siapa Amber, lalu apa saja yang telah terjadi selama Clara di Le Chat Noir
"Ben kenal Walter? ....... Ooooo iyaa kan pernah hampir jadi saudara ipar kok yah "ujar Clara sewot
"Cieee....ciee cemburu ya mbak?" goda Ben sambil toel-toel pipi dan hidung Clara
"Diiih cemburu sama dedemit eeeuww" omel Clara
"Iiiih gemes deh lihat istriku kalo baru cemburu mukanya makin cantik dech....siniii mas Ben kasih cium ayang dulu" ujar Ben sambil monyong-monyongin mulutnya sambil mendekati Clara.
"Beeen gelay tauuu....buseet pake mas segala, trus tuuch bibir ngapain di monyong-monyongin segala heh!!" ujar Clara polos.
"Dasar istri gak peka...ini kode mau nyosor kamu" gerutu Ben dengan muka cemberut
"Hahaha gak usah pasang muka gitu kali Ben ...jelek tauu!!" ejek Clara
"Waaa bini minim ahklak berani ngatain suami yang ganteng sempurna tiada duanya ini jelek" ujar Ben langsung menggelitik pinggang Clara sampe keduanya tertawa bergulingan di kasur
"Stooop Ben,...... ntar ranjang ini ambruk kek ranjang kita di Mataram" seru Clara berusaha menghentikan polah Ben.
Akhirnya Ben menghentikan gelitikannya sambil terkekeh geli mengingat kejadian di Mataram dulu itu.
"Claa....besok kita ke gereja Portugis, letaknya tidak jauh disini, kata babe Sabeni disana ada pastur yang bisa menikahkan kita"
"Kamu masih maukan menikah denganku?" tanya Ben.
"Emang Clara cewek apaan, sudah mau tidur bareng kamu kalo tidak mau menikah denganmu" ucap Clara sambil memukul bahu Ben
"Apakah kamu sudah tidak mencintai bang bang tutmu itu Claa?"
"Abang yaah....dia pria yang gak mungkin bisa Clara raihkan, lagipula rasanya Tuhan pun tidak mengijinkan aku menikah dengan anak dari pembunuh papaku Ben"
"Itu karena kamu gak bisa pulangkan Claa, jika kamu bisa pulang kamu pasti kembali ke muka pucat itukan Cla?"
Clara yang melihat Ben yang biasanya over percaya dirinya diatas batas normal bisa insecure membuatnya geli dan berniat menggodanya
"Mungkin juga sich, lagipula cewek mana sich yang bisa nolak pesona si abang, udah lembut, ganteng, pinter dokter lagi, tapi......" ujar Clara yang sengaja menjeda ucapannya sambil melirik wajah Ben yang semakin kusut seperti kain yang belum disetrika (ya ampuun Claa, loe kelamaan di jaman purba sampe nyama-nyamain muka lakinya dengan kain, dasar istri durhaka loe Cla *Author POV)
"Puji teroos....ya udah balik ke muka pucet sana" gerutu Ben membuat Clara tertawa terbahak-bahak.
Mendengar Clara sontak Ben makin melototkan matanya sambil mendengus kasar
"Cemburu bilang mas" goda Clara sambil menoel-noel hidung lancip Ben
"Dasar nggak kreatif, itukan kata-kataku tadi mbak" gerutu Ben
Clara yang gemas lalu berdiri dan duduk di pangkuan Ben membuat Ben terkejut sambil menatap Clara sambil mengerjap-ngeejapkan matanya
"Clara belum selesai ngomong tadi Ben"
"Meski abang sempurna tapi Clara tidak mau pulang, Clara mau tetap tinggal disini bersama pria aneh, ajib dan gesrek ini.....Kamu membuat hidup Clara yang penuh dendam dan selalu berpikir terus untuk membalas dendam menjadi selalu tertawa dan menikmati kebahagiaan sederhana di masa tidak aman seperti ini, dan kamu satu-satunya pria yang tahu bahwa aku putri dari Abraham Mahendra bukan putri dari Sebastian Wiguna"
"Clara rasa Clara sudah jatuh cinta dengan seorang Benjamin Von Trapp, maukah Benjamin Von Trapp menikahi Olivia Clara Maharani Mahendra?" ujar Clara sambil mengalungkan tangannya di leher Ben
****
Selingan bentar
*Thooor gue dah jawab looo, gue kagak mau pulang, jadi jangan dipaksain pulang yee!
*Mati aku Claa....gue yang kena unjuk rasa para netizen pembacaku yang FBL (Fans Berat Lino)๐ฃ๐ฃ
*Botok Amat....yang penting laki gue titisan Josh Harnett yeaay
*Waduuuh Claa...di masa sekarang udah gue kasih cowok ganteng-ganteng Cla..(rayu Author)๐๐
*Buseeet loe ngelunjak Claa"๐ก๐ก๐ก
****
Kembali lagi ke ceritanya yee๐โบ
"Dasar gadis gila...yang harusnya bilang gitu aku Claa" ujar Ben sambil menyentil dahi Clara yang ditanggapi Clara dengan cengiran
"Claa...boleh gak aku minta dp dulu? kan besok sudah pemberkatan" ujar Ben ambigu
"Haah?!!" tanya Clara bingung...belum sempat Clara memahami pertanyaan Ben.
Ben sudah langsung mencium bibir Clara pada mulanya sangat lembut, semakin lama ciuman Ben semakin menuntut, kemudian secara perlahan ciuman itu turun ke ceruk leher Clara, leher yang selalu mengeluarkan aroma vanilla yang lembut yang selalu membuat dirinya nyaman dan selalu ingin mengendus dan menciuminya seperti saat ini, memberi tanda kepemilikan di leher Clara yang jenjang dan putih, sambil tangannya mulai membuka kancing kebaya Clara satu demi satu, ciuman Ben mulai mengarah semakin turun membuat Clara semakin gelisah dengan rasa yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
Setelah kancing kebaya terbuka semua, tampak perut Clara dililit stagen supaya kain batik yang Clara pakai tidak melorot.
"Claa besok lagi gak usah pake iket-iket ini yah bikin kelamaan nglepasnya" omel Ben yang mulai kebingungan cara melepas stagen
"Itu namanya stagen Ben, bukan iket-iket....siapa tadi yang dengan ngotot maksain Clara pakai kebaya, kan enakan pakai celana dan kaos Ben" ujar Clara kesal.
"Aku gunting aja yah"
"Eeeh jangan, Clara cuman punya stagen ini doang yang belum aku gunting...kalo ini digunting gimana Clara pakai kain lagi coba!!" omel Clara
"Kalo kaya gini aku sudah berkeringat dan si bentor udah tidur manis lagi ini" omel Ben dengan muka kusut.
"Hahaha...." Clara tertawa terpingkal-pingkal melihat Ben yang masih sibuk melepas stagen Clara ( * note panjang stagen jaman dulu itu 10m ya, bisa kalian bayangkan toh betapa ribetnya๐)
"Malah ketawa kamu, bantuin napa"
"Yeee....siapa yang minta ya situlah yang berusaha, masak kemampuan Bentor gitu doang....belum apa-apa sudah lemah lunglai tak berdaya gitu" ejek Clara membuat si Bentor langsung mulai semangat bangun karena mendengar ejekan pemilik terowongan casablanca tempat Bentor bermain track-trackan nantinya.
Setelah akhirnya stagen terlepas, Ben mulai lagi dari awal dengan membuat Clara ikut menikmati bagaimana permainan track-trackan si Bentor
Tetapi baru setengah jalan Ben dan Clara pemanasan dan si Bentor sudah bersiap ingin bermain di terowongan tiba-tiba pintu kamar sudah digedor dengan keras.
"Beeen buka dulu itu"ujar Clara
Tetapi apa yang dimaksud Clara tidak sejalan dengan pikiran mezoem si Ben dimana si Bentor sudah menguasai alam pikiran si Ben.
"Apanya lagi yang dibuka sudah terbuka semua ini Claa" tanya Ben bingung.
"Been pintunya yang dibuka itu sudah digedor-gedoor itu!" ujar Clara sambil menabok tangan Ben supaya segera kembali sadar.
"Nanggung Claa...biarin aja ntarkan tangannya capek sendiri" jawab Ben yang kembali asyik menciumi perut Clara membuat Clara kegelian
Tetapi gedoran di pintu semakin keras
"Beeen buruaaaan bukaa!!!"
Mendengar itu semua membuat Clara mendorong kepala Ben supaya menjauh dari tubuhnya.
"Beeen itu kamu dipanggil, buruan sana dibuka dulu" ujar Clara segera menutup tubuhnya
"Sabaar ya Bentor....kita lihat kutu kupret siapa yang berani-beraninya gedor pintu, kita usir dia lalu habis itu kamu bisa bermain track-trackkan sepuasnya oke!!" bujuk Ben supaya Bentor tidak baper.
Ben segera memunguti bajunya dan memakainya asal-asalan dan segera membukakan pintu.
"Ada apa siich pake gedoor-gedor segala" ujar Ben sewot tetapi kemudian langsung meringis saat tau siapa yang menggedor pintunya.
...***...
...TBC...
...Dah double up ya gaess๐...
...Siapa sich Ben yang gedor pintu kamar loe...kok elo kagak jadi marah?๐...