
Akhirnya acara selesai, semua berberes untuk pulang sebelumnya ada foto-fotoan per departemen rs TNIAD Gatot Subroto, diurutkan pertim, saat giliran departemen Bedah Jantung tiba-tiba langit yang sudah menggelap tiba-tiba bercahaya diiringi suara guntur bertalu-talu, dengan angin sudah mulai bertiup agak kencang.
Melihat itu, Clara segera memucat wajahnya dan diikuti kringat dingin mulai keluar, Anton yang tidak sengaja melirik Raras melihat Raras gelisah tidak seperti biasa yang selalu tenang.
"Kamu baik-baik saja dok?" tanya Anton
"Eeh..baik kok dok" ucap Clara sambil tersenyum berusaha menutupi Ombrophobia (ketakutan ekstrem akan hujan karena dipicu sebuah trauma di masa lalu yang sangat membekas sampai alam bawah sadarnya).
Selama berfoto beberapa kali suara petir terdengar dan tampak beberapa tetes air mulai turun meski masih rintik-rintik, beberapa kali Clara berusaha menahan getaran tubuhnya dengan memeluk erat tubuhnya sendiri saat berfoto dengan menampilkan senyum yang tampak dipaksakan.
Setelah selesai berfoto, Clara langsung minta ijin dengan alasan sakit perut segera berlari masuk ke dalam gedung rs, untuk tidak melihat hujan.
Melihat Clara yang pucat dan berlari kencang membuat Lino ikut berlari mengejar, dan Anton secara melipir ikut mengejar Clara karena merasa kuatir.
Clara segera menuju ke ruangannya dan mengambil tasnya dan mencari obatnya, tiba-tiba terdengar suara hujan yang begitu deras membuat tangan Clara semakin bergetar sehingga tempat obatnya jatuh dan menggelinding dan tubuh Clara terduduk lemas sambil berusaha merangkak menggapai tempat obat, tetapi sebuah tangan besar sudah meraih dan membaca obatnya
"Dok...kamu tidak apa-apa?" belum selesai Anton bicara, obatnya sudah di saut Lino lalu diambil satu butir dan segera memberikan ke Clara beserta air minum, membuat Anton melotot.
Setelah minum, Clara menundukkan kepalanya di bahu Lino berusaha mengendalikan ketakutannya
"Abang disini, adek tenang yaa...tarik nafas pelan-pelan dik lalu hembuskan" ucap Lino sambil mengusap bahu Clara dengan lembut
Anton shock melihat kedekatan mereka, lalu segera beranjak meninggalkan mereka berdua dengan perasaan terluka.
Belum pernah seorang Anton Pradipta diabaikan wanita dan kalah dengan kakak tirinya yang sangat dibencinya sejak kecil.
Setelah Clara kembali tenang
"Sudah sejak kapan adek phobia ini?"
"Sejak 12 tahun lalu bang, setiap kali melihat hujan langsung panic attack"
"Adik sudah terapi dan berobat, sebenarnya sudah membaik, tetapi mungkin karena tadi berada di rs jadi kambuh, maaf ya bang" ucap Clara sedih.
"Jangan minta maaf dik, kamu pasti yang merasa tersiksa dengan phobiamu, fight dik...lawan ketakutanmu ada abang yang selalu mendampingi adik" ucap Lino
Setelah hujan mereda, Lino mengajak pulang, selama perjalan Lino menggenggam tangan Clara dengan tangan kiri, sedang tangan kanannya memegang stir mobil.
"Bang kenapa abang baik sama adik?"
"Karena abang sangat mencintai adik, abang tau mungkin terlalu gombal tapi aku belum pernah merasakan ini, seumur hidup abang belum pernah merasakan tertarik dan menyayangi seorang perempuan selain dengan adik" ucap Lino sungguh-sungguh.
"Don't to much loving me bang, you'll get hurt" ucap Clara lirih sambil menatap keluar jendela.
"Maksudmu gimana dik?" tanya Lino tapi Clara diam dan memejamkan matanya.
Setelah sampai, Clara segera mengucapkan terimakasih lalu segera berlari masuk tanpa menawari Lino masuk dan memberi kesempatan Lino bicara, membuat Lino bingung, lalu segera pergi ke apartemennya.
Setelah itu, Clara sangat susah dihubungi, hpnya di off, membuat Lino panik kebingungan apakah dia membuat kesalahan.
Sampai hari Senin saat apel pagi, tampak Clara sedang berbincang dengan dr Husein dan dr Merry, saat Lino sedang mendekati Clara tiba-tiba panggilan kepada para dokter menyala, menandakan ada situasi gawat darurat.
Sesampai di UGD Anton Dan dr Merry sudah bersiap membaca detail pasien yang akan mereka terima dari bagian gawat darurat
"Apa pasien sudah tiba?" tanya dr Bima
"Belum...hampir tiba tapi ini data pasien yang akan Kita terima, di side A pasien untuk Tim bedah satu, sedangkan side B akan diterima team 2, sedangkan team 3 saat ini sedang ada 3 jadwal operasi rumit" jelas Anton sambil membagikan data para pasien kepada timnya dan tim dua
"Pasien gawat sebanyak ini ditransfer dari rs mana?" Tanya Clara sambil membaca data para pasien
"Dari rs kecil di daerah bogor kita karena mereka tidak mempunyai tim bedah jantung Dan mempunyai alat lengkap padahal disana baru terjadi kecelakaan karambol dengan bis, truck dan kereta api." jelas Anton.
"Catatan pasien yang diterima dari sana tidak lengkap Dan tidak cukup detail menjelaskan history pasien....ini saja memindahkan pasien baru ke sini, Dan tidak ada penjelasan penanganan apa saja yang sudah dilakukan pihak rs disana" ujar Clara
"Memang seperti itu rs disana belum ada fadilitas Dan SDM dokter yang cukup mampu disana...sering pasien-pasien kelas berat selalu dilempar kemari...Karena ya Kita dibagi 3tim bedah." jelas dr Bima.
"Pasien tiba...Merry stay ready di sini dan bersiap untuk pasien no 3 mengidap Kardiomiopati(penyakit jantung yang disebabkan Karena kerusakan atau gangguan pada otot jantung sehingga dinding jantung tidak bisa bergerak secara sempurna ketika memompa Dan menyedot darah)...ayooo!!" ajak Anton memberi perintah pada Merry untuk tetap di ruang gawat darurat lalu mengajak yang lainnya menghampiri pasien yang diturunkan dari mobil ambulan dan dibawa memasuki UGD
"Siap..." Jawab Merry yang kemudian menyiapkan ruang operasi untuk membuat persiapan.
"Deni bersiap untuk kemungkinan operasi pasien no 8 ...menurut data menderita CAD (Coronary Artery Disease atau penyakit jantung koroner yaitu penyempitan atau penyumbatan arteri yang menyalurkan darah ke otot jantung sehingga aliran darah melambat menyebabkan jantung tidak mendapat cukup oksigen Dan zat nutrisi)" perintah Lino kepada dr dari timnya bagian anestesi.
"Baik" ucap deni segera menghubungi bagian ruang operasi untuk bersiap.
Anton menggunakan stetoskop memeriksa pasien no 3 Lalu mengidentifikasi kondisi pasien.
"Heart failure (gagal jantung adalah kondisi dimana jantung tidak mampu lagi memompa darah ke seluruh bagian tubuh secara efektif akibatnya darah bisa masuk ke paru atau bagian tubuh lainnya)...lakukan CPR ( resusitasi kardiopulmoner adalah metode darurat untuk menyelamatkan jiwa berupa respirasi atau pernafasan buatan dan kompresi dada yang digunakan untuk merestart jantung dan paru)... pantau kondisi dan segera dibawa ke ruang operasi " ujar Anton memberi komando kepada Clara.
"Baik dokter" ujar Clara Lalu segera mengambil alih dengan memberikan CPR setelah pasien dibawa masuk ke UGD sesuai arahan Anton
Lalu Anton segera menuju ke pasien Bima untuk mengetahui kondisinya "Fibrilasi Atrial (gangguan time listrik jantung yang menyebabkan kontraksi otot jantung tidak beraturan dan memompa darah secara tidak efisien ) ....bawa ke dalam untuk defibrilasi (proses pertolongan dimana sentakan listrik dikirimkan ke jantung untuk memperbaiki irama jantung)" ujar Bima memberikan diagnosanya dan membawa ke dalam UGD.
Disisi lain tampak tim Lino juga sedang sibuk memantau pasien transfer lainnya.
Pasien transfer berjumlah 12 sehingga cukup membuat sibuk kedua team bedah jantung Karena beberapa kondisi pasien memburuk pasca dibawa ke rs Gatot Subroto.
Clara masih menangani pasien no 3 yang mengidap Kardiomiopati kemudian didiagnosis mengalami gagal jantung oleh Anton.
"Siapkan defribrilator" teriak Clara pada suster di ruang UGD setelah selesai melakukan CPR
Suster menyiapkan mesin Defribrilator Dan membantu Clara memasangkannya pada pasien
"Mulai 200mV .....SHOCK!!!"perintah Clara sambil mengarahkan pedal kejutan listrik Defribrilator ke dada pasien
Suster memutar tombol alat Defribrilator sesuai perintah Clara.
"Sekali lagi....shock!!! perintah Clara lagi mengejutkan dada pasien lagi.
Setelah memberikan dua kali kejutan listrik pada pasien Irina mengecek denyut jantung di dada pasien
Denyut jantung kembali....segera siapkan untuk operasi CABG (Coronary Artery Bypass Grafting adalah operasi jantung untuk membuat Jalan pintas pada pembuluh darah lain yang diambil yang diambil dari bagian tubuh pasien lainnyabiasanya dari pembuluh darah di kaki, lengan bawah atau payudara)" perintah Clara kepada suster.
"Ras...bawa ke ruang operasi 1 yang sudah aku siapkan sebelumnya....dokter Anton akan melakukan operasi ya" ucap Merry kepada Clara dan suster yang diperintah Clara
"Baik dok" ucap suster tadi sambil membawa pasien menuju ruang operasi
"Dokter Raras sebaiknya kamu memberitahu Anton karena Anton tidak suka dokter baru apalagi asisten bedahnya melakukan operasi tanpa seiijinnya....aku akan melakukan anestesi lebih dulu sambil menunggu Anton dan yang lain" ucap Merry kepada Clara Lalu beranjak pergi menyusul pasien tadi.
"Haizz...prosedur yang menyebalkan padahal aku sudah biasa melakukan operasi sendiri disana" omel Clara kesal lalu mencari Anton
Anton sedang melakukan Defribrilator kepada pasiennya Bima dan setelah melakukan 2x Defribrilator Anton mengecek denyut jantung pasien
"Ritme jantung sudah kembali normal ...bawa ke ruang rawat Dan berikan obat arritmia, ini dosis dan obatnya...pastikan kondisi stabil dan pantau terus ritme jantungnya ...jika terjadi kejadian seperti tadi segera hubungi aku untuk segera dilakukan operasi " perintah Anton sambil menulis obat, dosis pada papan catatan pasien kepada suster
"Husein bagaimana pasien 1,2,4,5 Dan 6?"tanya Anton
"Semua pasien sudah kembali stabil dok, tidak perlu dilakukan operasi" lapor Husein
"Baik Husein kamu bertanggung jawab di bagian pasien yang stabil...bagaimana dr Raras..ada apa?"
"Dok pasien no 3 sudah dibawa ke ruang operasi 1untuk dilakukan operasi CABG...denyut nadi sudah kembali setelah CPR dan Defribrilasi" lapor Clara menghampiri Anton
"Baik mari Kita lakukan CABG, sesuai dugaanku" ujar Anton lalu beranjak ke ruang operasi diikuti Bima dan Clara.
Clara berhenti saat melihat salah satu anggota tim 2 sedang kebingungan menangani pasien
Sebenarnya Clara ingin bersikap Masa bodoh Karena malas kena bentak anton jika terlambat ke ruang operasi, Karena dari tadi semua anggota tim anton sudah terkena bentakan anton.
"Aah sudahlah memang nasibku ini bakalan terkena bentakan si macan aaargh" ujar lirih Clara.
...***...
...TBC...
...Apa yaah yang bakalan terjadi nanti...
...1. Anton mengamuk...
...2. Clara terkena hukuman...
...3. Tidak terjadi apa-apa...
...Bagaimana menurut kalian?😁😁...