
Sambil mengokang pistolnya Clara mendekat ke tiga sipir yang sudah bergetar ketakutan karena Clara mengarahkan pistol ke arah mereka
"Kenapa kalian membuat pria sebaik Giddert menjadi seorang monster HAH!!! jawab pengecut!!" bentak Clara
"Ampuun Nyai!!kami janji tidak akan mengulangi perbuatan kami!" ujar para sipir sambil bersujud di tanah ketakutan
"Tangan kotor kalian berani menyentuh tubuh Nyaiku! maka hanya ini hukuman yang pantas buat kalian" ujar Phil yang kemudian langsung menembak ke tiga sipir tersebut tepat di dahi mereka
"Aaaargh....." teriak Clara yang sangat terkejut karena Phil gerakannya lebih cepat daripada ucapannya.
"Apa kamu sudah gila hah!! semua kamu tembak mati" bentak Clara sambil menatap Phil dengan mata nanar.
"Jika aku tidak membunuhnya dia akan melapor kepada nonik gila tersebut, dan kamu akan diburunya....kamu mau?"
"Dedemit itu urusanku jangan ikut campur kamu Phil Koplo!!" bentak Clara
"Mamat bantuin aku naik kuda" ujar Clara lalu meninggalkan Phil dengan penuh kemarahan
"Mat sampai kamu berani menyentuh Nyaiku, maka nasibmu seperti mayat-mayat ini!" ujar Phil tajam
Mendengar ucapan Phil sontak membuat Clara melotot lalu mengarahkan pistolnya ke arah Phil, dan berjalan mendekat
"Jika kamu berani menembak Mamat maka aku tidak segan mengarahkan pistol ini dan menempak tepat kearah kepalamu" seru Clara
Melihat pertengkaran kedua majikannya membuat keempat anak buah Phil susah menelan ludah mereka
Phil bukannya takut ancaman Clara, malah langsung mengangkat tubuh Clara, lalu mendudukan ke atas kuda, dan tidak memperdulikan umpatan dan kemarahan Clara
"Pakai bajuku, udara malam tidak bagus buat kesehatan" ujar Phil sambil memberikan kemejanya ke Clara"
"Nyai...kita tidak bisa ke penginapan Mister, wajah Nyai terlalu mencolok sehingga mudah dikenali banyak orang, nanti bakalan ditangkap lagi sama tentara Voc ....kaki tangan nonik Elonor sangat banyak Nyai" ujar Mamat
"Mister gimana kalau kita ke rumah Encang saya rumahnya tidak jauh dari sini" ujar Jaja
"Baiklah Ja...Akri dan Daus urus mayat-mayat itu sehingga tidak ditemukan"
"Baik mister" ujar mereka serempak
"Aku tidak mau berkuda denganmu sana naik kuda sendiri" usir Clara kepada Phil saat Phil akan naik kudanya
Sambil menghela nafas Phil mengalah lalu naik kuda yang lain, Mamat dan Jaja naik kuda berdua
"Ayo berangkat Ja"
Clara yang tidak tau caranya mengendarai kuda sendiri kebingungan
'Buseeet ini kuda diapain yaah? kemarinkan tinggal naik semua ditangani Ben....hicks Ben kapan bisa bertemu kamu lagi' batin Clara
"Maaat....kamu tuntun kuda aku yaah" seru Clara saat Jaja akan mulai memacu kudanya
Mendengar ucapan Nyainya membuat Mamat langsung memandang Phil ketakutan
"Kamu gak bisa naik kuda tapi soksokan ngusir aku" omel Phil lalu langsung turun dari kudanya lalu segera naik ke kuda Clara
"Nggak usah ngomel...diem aja dan duduk manis" ujar Phil tegas meski dengan nada lembut
Sambil cemberut akhirnya Clara diem dan akhirnya mereka berkuda mengikuti Jaja.
'Dasar yah orang jaman dahulu sudah lana berkuda gak sampe-samoe, katanya deket ....pfiuuh'
"Kamu capai Nyai?tidurlah nanti aku bangunkan" ujar Phil
"Nggak ngantuk" jawab Clara ketus
"Jangan kuatir Nyai, Elonor akan ku balaskan karena telah berani memotong rambut indah Nyai dan memukul Nyai" ujar Phil
"Jangan sentuh si dedemit....suamiku masih dalam genggamannya, penangkapanku kemarin adalah rekayasanya menggunakan kekuasaan pamannya yang gubernur jendral Batavia ....jadi kita tidak boleh gegabah" terang Clara
"Belum....nanti kita pikirkan jalannya, sekarang yang penting kita mencari tempat untuk bersembunyi"
"Tas-tasku kemarin dimana Phil?"
"Tenang saja Nyai, tas kalian aman di penginapanku, nanti aku suruh Mamat ambil"
"Syukurlah....terimakasih Phil" ujar Clara
Sambil tersenyum lebar Phil menjawab" Buat calon istriku, apapun pasti kulakukan"
"Phil aku sudah bersuami gak usah macem-macem kamu"
"Iya....iya..." jawab Phil mengalah karena melihat Clara sudah terlihat sangat capai
Setelah dua jam perjalanan akhirnya mereka sampai dirumah encangnya Jaja, sebuah rumah kayu penuh dengan ciri khas rumah betawi.
"Nyai ....bangun kita sudah sampai"
"Udah sampai dimana Ben?...aku masih ngantuk" ujar Clara dengan suara serak khas orang bangun tidur
"Ini Phil Nyai...ayo turun lagi, nanti bisa tidur lagi di dalam"
Mendengar ucapan Phil sontak Clara segera mengumpulkan nyawanya dan membuka matanya
"Hari sudah mulai pagi yah Phil"
"Iya...ayo turun, aku bantuin"
Clara akhirnya menurut dibantuin Phil turun
"Assalamualaikum Ncang!!" teriak Jaja
"Waalaikumsalam Wr wb, Ja elo bikin masalah apa lagi sampai bawa bule segala"
"Yaelah Ncaang, Jaja gak bikin masalah....ini majikan Jaja Ncang"
"Kenalin ini Mister Philip....dan Nyai Raras, mereka ijin tinggal di rumah Ncang"
Meski tetap memandang curiga Encangnya Jaja tetap mengulurkan tangannya
"Saya Sabeni....mari masuk meneer"
"Terimakasih ya Cang, maaf merepotkan Ncang"
"Tidak apa Nyai, Ja....antarkan mereka dikamar belakang"
"Maaf Ncang kalo bisa dua kamar yah, Phil bukan suami saya"
"Loooo saya pikir Nyai istri Meneer Phil ini"
Mendengar ucapan Clara membuat Phil cemberut, padahal tadi sudah sangat senang bisa satu kamar dengan wanita yang dicintainya.
"Panggil Raras saja Ncang..."
"Baiklah, silahkan Raras beristirahat terlebih dahulu ya" ujar Sabeni lagi
"Baik Ncang..terimakasih "ujar Clara lalu mengikuti Jaja menuju kamar diikuti Phil yang masih dengan wajah cemberut.
...***...
...TBC...