Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 108 The Last



"Claaaa....kamu kenapa? bangun sayang" seru Aron sambil menepuk pipi Clara untuk membangunkan Clara.


Lino yang melihat itu segera tanggap dan langsung mengambil peralatan medis yang berada di tas yang diberikan Raksa ke Clara tadi.


"Ar buka jas yang dipakai adik, adik terluka kelihatannya ini"


"Yaa ampuun, iya tadi Claa terkena sabitan pisau si....." Aron tiba-tiba juga tidak sadarkan diri.


"Ar.....kenapa mereka?!!!" seru Sean saat melihat Aron juga tidak sadarkan diri


"Cepat bantuin membaringkan adik dan Aron" perintah Lino


Sean dan Raksa segera membaringkan keduanya, dan melepaskan baju Arno dan jas yang Clara pakai.


Lino segera memeriksa satu persatu luka ditubuh Clara dan Aron.


"Mereka terkena racun, mungkin senjata penjahat tadi diberi racun...selain itu banyak darah yang keluar"


"Segera hubungi rs milik keluarga Ulker!!" perintah Raksa.


"Lalu apa racun itu sangat berbahaya kak?" tanya Raksa saat melihat Lino berusaha menyedot racun di lengan Clara, kemudian di lengan Arno.


"Tidak sebenarnya, mereka pingsan karena selain mengalami banyak pendarahan, sehingga racun ini menyebabkan infeksi dan mereka tidak sadarkan diri, kalau racun berbahaya darah mereka pasti menghitam, tetapi ini hanya menyebabkan ruam di kulit mereka" terang Lino sambil mengusap pipi Clara lembut.


"Woiiii itu tangan dikondisikan yaa!!inget itu bini orang" sindir Sean sinis.


Mendengar sindiran Sean membuat Lino tersenyum miris.


"Tanpa kamu bilang aku sudah mengerti...." jawab Lino ketus tetap menatap Clara membuat Sean mendengus kesal.


Melihat Lino yang menatap Clara penuh dengan cinta membuat Raksa menyentuh bahu Lino.


"Terimakasih kak "


"Hmmm....." jawab Lino singkat.


Akhirnya helicopter Raksa mendarat di helipad rs milik keluarga Ulker, saat turun Aron dan Clara sudah di terima para dr yang sudah siaga setelah dikoordinir oleh Sean.


Lino menyampaikan diagnosis dari pemeriksaan awal yang dia lakukan, lalu para dokter segera mengambil alih Aron dan Clara untuk segera diambil tindakan medis, sedangkan Lino juga dibawa untuk diobati luka-lukanya.


^^^^


Setelah Aron dan Clara melewati masa kritis, mereka dibawa ke ruang VVIP khusus keluarga Ulker, mereka dijadikan satu kamar, Sean dan Raksa yang masih setia menjaga mereka saat itu harus menemui para polisi untuk dimintai sebagai saksi untuk kejadian di pulau Karya.


Mereka berbincang di luar ruang rawat supaya tidak mengganggu Aron dan Clara yang belum sadarkan diri setelah menjalani rangkaian pengobatan dari racun


"Saaaaa!!!!" terdengar suara cempreng dari tante Lena diikuti Nadia bersama Ryan suaminya, dan Sebastian.


"Tan ini rumah sakit, jangan teriak-teriak" ujar Raksa mengingatkan.


Tanpa memperdulikan peringatan Raksa Lena langsung memberondong pertanyaan ke Raksa, membuat Raksa kewalahan kalo musuh tante barbar satu ini.


"Tan.....Clara, bayi dan suaminya selamat, meski belum sadarkan diri tetapi kondisi mereka sudah melewati masa kritis, jadi tante dan papi tenang yah" jelas Raksa menenangkan tante dan papinya yang terlihat sangat panik.


"Semoga ini yang terakhir yang dialami Clara ya mas, itu anak dari kecil banyak banget cobaan yang harus dihadapi" ujar Lena dengan mata berkaca-kaca.


"Iya Len....semoga bule sontoloyo itu bisa membuatnya bahagia" ujar Sebastian sambil memeluk adiknya.


Saat semua orang masih sibuk diluar, pasangan gesrek mulai terbangun.


"Claaa....." erang Ben saat mulai sadar mencari keberadaan istrinya, begitu juga Clara yang juga kebingungan saat tersadar.


"Apa yang terjadi Ben? kita ini dimana?"


"Kamu tadi pingsan, kelihatannya kita di rs dech Claa..." ujar Aron kemudian saat akan bergerak luka dipunggungnya membuatnya meringis kesakitan.


"Jangan banyak gerak dulu Ben, lukamu barusan dijahit" ujar Clara mengingatkan Ben saat tahu Ben mulai gak bisa diam


"Haizz menyebalkan Claa, padahal kesempatan ini mumpung kita satu kamar, aku nggak dipingit sama kanjeng papi" ujar Aron sambil menunjukkan cengiran mesum ala Burap.


Clara hanya bisa tepok jidat saat mulai paham arah tujuan si Burap satu ini....apalagi coba kalo nggak ngajakin bermain bersama antara king Arthur dengan soulmatenya.


Bisa-bisanya loo burap suaminya ini dalam kondisi sakit gini masih aja berpikir mesum. Sudahlah yang waras ngalah.


"Claa aku haus, gimana ini ..... itu yang diluar bahas apaan sich kok nggak masuk-masuk" omel Aron kesal.


Clara tahu kebiasaan buruk suaminya kalo baru mode rewel jika sedang sakit, maka akan susah berhentinya, sekarang ini haus, ntar pasti selanjutnya minta pipis, lalu puppi.


Dengan berusaha secara perlahan Clara berusaha untuk duduk, kemudian mulai berjalan mendekat ke ranjang Ben lalu menyodorkan air minum kearah Aron memakai sedotan.


"Minumnya pelan-pelan ya Ben" ujar Clara setelah Aron minum kemudian Clara pun minum dan melepas infus Aron dan dirinya karena sudah habis


"_Claa kamu masih pucat, sini buruan naik ke tempat tidur, muat kok khan besar ini" ajak Aron


Clara menurut apa yang diperintahkan Aron karena badannya memang masih gemetaran, segera naik ke ranjang Aron dan kembali tertidur dalam pelukan Aron, diikuti oleh Aron.


Saat Raksa, Sean, Sebastian dan Lena masuk, mereka berdua langsung disuguhkan dengan penampakan sepasang pasien yang tidur berpelukan mesra



*Pura-puranya mereka yah 😁


"Yaaa ampuun, mereka itu tuch...." ujar Lena yang kehabisan kata-kata untuk mengomentari mereka.


Sebastian yang melihat putrinya terlihat tenang dan nyaman dalam pelukan suaminya hanya bisa terdiam dan menarik mereka semua untuk keluar dari ruangan.


"Ayo kita pulang saja, biarkan mereka beristirahat." ujar Sebastian sambil menarik Lena keluar karena masih nekat mau mem bangunkan mereka berdua.


^^^


Pernikahan Aron dan Clara akhirnya diundur satu bulan, untuk penyembuhan luka dan mengurus pengadilan mengenai kejadian di pulau Karya.


Hari yang sudah dinantikan tiba, konsep pernikahan mereka diadakan di tepi pantai, gaun pengantin Clarapun telah diganti dengan gaun pengantin dengan model Over the top (gaun dimana bahunya terbuka), berwarna putih dengan daerah dada dipenuhi bordiran dan payet, sedangkan Clara di dia dengan riasan bold natural dengan rambut disanggul sederhana dan dihias oleh bunga dan memakai kerudung putih yang menutupi mukanya



Pakde Joyo, Sebastian, Lena dan Raksa yang melihat Clara yang terlihat sangat cantik membuat mereka terharu.


"Tante senang akhirnya ponakan kesayanganku akhirnya menikah, kamu terlihat sangat cantik sayang, mama dan papamu pasti bangga melihat putri semata wayangnya terlihat sangat cantik hari ini.....maafkan tante yah kalo selama ini selalu cerewet dalam merawat kamu"


"Dasar anak bandel, ayo jangan menangis hari ini hari paling membahagiakanmu, tersenyumlah lebar" ujar Lena sambil mengusap punggung Clara lembut.


"Ra...selalu ingat setelah ini kamu akan segera menjadi seorang istri dan ibu bagi anak-anakmu kelak, jadilah seorang istri dan ibu yang baik, turutilah dan dampingilah suamimu selalu, hilangkan semua kebiasaan burukmu"


"Baik tan...." ujar Clara sambil menganggukan kepalanya.


Sedangkan Clara yang melihat penampilan pakde Joyo yang saat itu mengenakan jas, sangat mirip dengan papanya membuatnya berkaca-kaca.



"Pakde seperti papa, sama persis....andai papa disini ya pakde" ucap Clara lirih membuat Joyo memeluk keponakannya.


"Jangan menangis hmm....., saat ini kamu harus tersenyum bahagia, nanti make upmu luntur"


"Papa dan mamamu selalu disisi kamu Ra, percayalah sama Pakde" ujar Joyo menenangkan Clara.


Sebastian yang melihat itu semua merasa tidak tega.


"Kamu ingin pakde saja yang membawamu nanti ke depan altar Cla?"


"Tidak kok pi, papi saja" ujar Clara sambil tersenyum tulus.


"Tidak Cla, biarkan pakdemu saja yang membawamu, papi merasa pakdemu hari ini memang terlihat sama persis dengan papamu, mungkin papamu ingin mendampingi mu melalui Mas Joyo" ujar Sebastian lalu menyerahkan tangan Clara ke tangan Pakde Joyo.


"Kangmas yang bawa Clara kedepan Altar yah"


"Bas..tapi mas bukan Kristiani apakah tidak apa membawa pengantin ke depan altar?"


"Tidak ada aturan didalam gereja yang melarang itu kangmas, jangan khawatir ya" ucap Sebastian menenangkan.


"Baiklah, ayo cah ayu Pakde dampingi kamu sebagai gantinya Bram menyerahkan dirimu ke Nak Ben" ujar Joyo sambil menaruh tangan Clara ke lengannya.


"Tapi pi...." tanya Clara yang merasa tidak enak dengan Sebastian.


"Sudahlah jangan khawatirin Papi....buruan sana suamimu sudah menunggumu didepan Altar" seru Sebastian sambil tersenyum lebar.


Clara akhirnya menurut perintah papinya dan segera berjalan bersama pakdenya untuk memulai sakramen pemberkatan pernikahan.


Dengan diiringi dentingan piano, Clara bersama Pakde Joyo mulai memasuki altar yang mereka buat ditepi pantai yang semua dihiasi bunga berwarna putih terdiri dari bunga mawar putih, baby bread dan Kala Lily memenuhi semua sudut.



Tampak didepan altar Aron dengan memakai jas berwarna hitam dan kemeja berwarna putih menatap Clara dengan tidak berkedip penuh dengan tatapan kagum dan memuja.



"Nak Aron, tolong jaga dan bahagiakan keponakan pakde ini " ucap Pakde sambil menyerahkan tangan Clara dalam genggaman tangan Aron.


"Siap Pakde" jawab Aron yang menerima tangan Clara dan menggenggamnya erat dan segera menghadap pastor yang sudah menunggu mereka di altar.


Mereka berdiri saling berhadapan, saling berpegangan tangan dan mengucapkan janji suci pernikahan mereka.


Clara tak kuasa menahan tangis bahagianya, akhirnya dia melepas status jomblonya dan akhirnya menikah dengan satu-satunya pria yang dia cintai meski melewati berbagai rintangan.


"Ciuuuum.....ciuuuum" teriak para jemaat yang hadir disitu setelah mereka selesai memasang kan cincin dijari manis tangan mereka.


Aron menyeringai seraya membuka kerudung Clara


" Kamu sangat cantik Schatje, sudah tidak sabar menunggu malam nanti tiba" bisik Aron sambil tersenyum tepatnya tersenyum mesum.


Clara hanya bisa menghela nafasnya, gimana nantinya kelak menghadapi suami yang super ajib dan sekarang berubah menjadi super mesum.


Belum sempat Clara menjawab ucapan Aron, Aron sudah terlebih dahulu mencium bibir Clara dengan sangat lembut. Aron melepaskan tautan ciuman mereka dan menatap istrinya penuh dengan cinta.


Ini bukanlah akhir tetapi awal dari perjalan cinta mereka, cinta yang mereka temukan di ribuan tahun yang lalu, melewati perjuangan hidup dan mati, tawa dan tangis telah mereka lewati.


Clara dan Aron telah belajar menerima ketidak sempurnaan dari dalam diri mereka, tetapi dari ketidak sempurnaan itulah mereka saling melengkapi sehingga mereka menjadi pasangan sempurna.


Kali ini mereka berjanji akan memenuhi hidup rumah tangga mereka dengan penuh canda tawa kebahagiaan dalam dunia mereka saat ini, bahkan untuk dunia yang akan mendatang.


.


.


.


.


Disaat semua tamu yang hadir bertepuk tangan ikut merasakan kebahagian Aron dan Clara, tetapi tidak dengan seorang dokter tentara, yah siapa lagi kalo bukan dr Marcellino Oetomo, sambil mendesah berat dan menatap nanar wanita yang dia cintai menikah dengan pria lain.


Lino segera memasangkan kacamata hitamnya lalu segera membalikkan badannya tetapi tanpa sengaja dia menabrak seorang gadis mungil cantik dengan penampilan tomboy dengan kacamata ditaruh diatas kepala dan membawa kamera.


"Woiiii om, hati-hati dong kalo jalan, untung aja kamera Sani tidak jatuh" omel Sani.


"Maaf..." ujar Lino singkat lalu meninggalkan Sani


"Woiii om ganteng, udah punya pacar belum?" tanya Sani dengan memasang watados.


Lino hanya menggelengkan kepalanya lalu tetap meninggalkan Sani, tapi Lino tidak tahu siapa Sani.


Sani yang merupakan adik sepupu Galuh dari pihak ibu adalah gadis ceria dan barbar, saat melihat wajah tampan Lino langsung membuatnya jatuh hati, sehingga langsung mengejar Lino.


"Jadi pacar Sani ya om? atau langsung dinikahin Sani juga mau Om....gimana om setuju kagak?" bujuk Sani sambil mengejar Lino yang tidak memperdulikan bujukan gadis kecil barbar ini.


...****...


...The End...


...Terimakasih ya pembaca-pembacaku tersayang yang sudah setia membaca novel gesrekku ini selama ini...


...Akhirnya novel ini sudah sampai di penghujung cerita, meskipun nanti author bakalan diprotes kenapa sudah end, ya memang sudah end jika diperpanjang nanti malah melantur keluar dari jalurnya ntar malah jadi tidak enak dibacanya....


...So this isi it cerita ini Author buat tamat, sampai disiniπŸ™πŸ’–πŸ˜˜...


...Tenang bakalan ada extra part tentang kehidupan pernikahan Clara dan Ben 1episode lagi 😊😁...