
Setelah upacara pemberkatan diadakan pesta resepsi yang menurut tante Lena dan pakde Joyo hanya mengundang keluarga dekat dan teman Clara di Rs dan sahabatnya semasa SMP yaitu Pippo, Nyonyo dan Bumbum.
Tetapi yang disebut keluarga dekat menurut istilah para sesepuh itu adalah seluruh keluarga Joyodiningrat dari Solo dan keluarga Wiguna dari kakek,nenek sampe ke cicit mereka, jadi pesta dipantai yang Clara inginkan yang tenang dan romantis sama sekali tidak terwujud, bahkan malah seperti pasar malam dadakan.
"Sssttt.....Claaa, kita kabuur yuuk" ajak Aron dengan muka memelas.
"Gak aah, ntar diamuk papi dan tante, belum pakde duuuch mbayangin aja dah bikin peerutku mules Ben" jawab Clara dengan suara berbisik.
"Mbaaak Raraaa....." teriak seorang gadis cantik tetapi tomboy itu berlari mendekat Clara.
"Yaa ampun dik Sani, kamu tuch ya dah gede juga masih lari-lari, ada apaan?" omel Clara melihat sepupu Galuh yang sejak kecil selalu nempel Galuh karena sering bandel dirumahnya jadi sering terkena marah ayah dan ibunya.
"Hehe....lupa mbak, eeeh mas Aron pinjem istrinya bentar boleh?" tanya Sani dengan wajah penuh harap.
"Nggak boleh, kalo mau ngomong disini aja" jawab Aron dengan wajah datar.
"Diiih mas tuch posesif banget.....ya udah ini Sani mau tanya, tadi ada tamu yang datang ganteng bingits...mbak Rara tau ini siapa namanya?" tanya Sani sambil menyodorkan kamera fotonya ke arah Clara.
Clara hanya memutar bola matanya malas, dipikirnya ada hal penting yang mau diomongin ternyata masalah cowok, dasar bocah labil.
Clara dan Aron segera melihat cowok dalam kameranya Sani, setelah melihat siapa gerangan cowok ganteng menurut Sani membuat senyum licik Aron segera terbit.
"Sani naksir ini cowok?" tanya Aron.
"Heem mas....ganteng banget yaah, mas tau namanya, alamat dan pekerjaannya?" cerocos Sani.
"Kalo mas bantuin kasih info, mas dapat apa dari Sani?"
Clara kok ngrasa nggak enak ya melihat gelagat aneh suaminya eeh ralat memang suaminya sudah aneh sejak jaman dahulu kala ding.
"Ben nggak usah aneh-aneh ya" gumam Clara lirih yang hanya didengar Aron.
Alih-alih mendengarkan ancaman istrinya, Aron tetap menatap Sani yang sedang mengerutkan keningnya sambil berpikir.
"Mas ingin apa dari Sani, kalo uang Sani aja masih pas-pasan untuk hidup" ujar Sani sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan sambil meringis memamerkan gigi kelincinya.
"Uang mah mas udah banyak, mas nggak butuh San..." ujar Aron dengan sombong sambil sengaja menjeda ucapannya menunggu reaksi dari Sani.
"Lalu mas mau apa?" tanya Sani bingung.
"Mas cuman mau, setelah mas kasih info lengkap tentang pria tersebut, Sani harus berusaha sepenuh tenaga supaya bisa menjadikan sebagai suami Sani, Sani butuh apa aja untuk mendukung usaha Sani PeDeKaTe tinggal bilang mas, nanti mas kasih...gimana Sani bisa?" tanya Aron.
'Naahkan bener, hanya seorang burap yang bisa berpikir memanfaatkan anak kecil untuk membantu usahanya mengenyahkan rivalnya'
Sani dengan mata berbinar-binar dan jangan lupakan senyuman lebarnya "Ok....ok mas Sani mau, tapi mas yakin dia masih jomblo karena prinsip Sani tidak mau menjadi pelakor"
"100% yakin, ya to Schatje?" goda Aron sambil mencolek-colek bahu istrinya jangan lupa kerlingan khas Laron bin Uler yang selalu bikin orang ingin nampol....eeh sekarang dosa kali ya kalo Clara nampol suaminya.
"Aku ikan....aku diam....make masker" jawab Clara malas menanggapi ide gila Aron dalam rangka mencari sekutu membumi hanguskan rivalnya (buset Claa pake membumi hangus segala kaya perang aja loe *Author POV).
"Okee kak, sekarang berikan infonya sekarang sama Sani" ujar Sani lalu segera mendekat Aron dengan semangat 45.
Saat Aron sedang sibuk menyusun siasat bersama Sani, Clara melihat dikejauhan tampak Josh sedang disuapin oleh Emma dengan mesra, meski terlihat canggung di gestur tubuh Josh, tetapi tampak Josh memandang Emma dengan lembut dan selalu tersenyum.
"Bahagialah Josh, sampai kapanpun you are my superhero seperti papa" gumam Clara sambil tersenyum lega.
"Waaah pebinor yang sulit aku singkirkan ternyata tanpa aku harus berusaha keras untuk mengusirnya ternyata sudah pindah ke lain hati" ucap Aron saat melihat ke arah pandangan Clara ternyata tertuju ke arah Josh dan dr Emma Barlow.
"Fix kali ini satu-satunya suami dari dr Olivia Clara Maharani cuman aku seorang" ujar Aron jumawa membuat Clara hanya memutarkan bola matanya malas.
"Dari dulu suami aku juga cuman kamu Ben, suami satu aja bikin kepala Clara pusing 7 keliling kok masih minta lebih duuuch" omel Clara tapi langsung dihadiahi ciuman oleh Aron di pipinya.
"Yaa udah yuks kita cabut" ucap Aron yang menarik tangan Clara untuk kabur dari resepsi
"Been ntar kanjeng Papi marah lagi sama kamu, heran dech kamu ini bukannya berusaha supaya disayang papi malah bikin marah papi mulu" omel Clara.
"Menurut papi tipe menantu idamannya itu si muka pucet, jadi mau aku sampai nyembah papi 1000 kali nggak bakal bisa berhasil, jadi ya udah biarkan papi mengenal Aron Bennim Ulker apa adanya gini, mau marah terus ya monggo, ntarkan lama-lama capek sendiri" jawab Aron enteng sambil terus membawa Clara keluar dan ternyata didepan sudah tampak Anwar yang sudah mencegat mereka di pintu keluar.
"Nona dan tuan mau kemana? acaranya sudah selesai ya?" selidik Anwar curiga.
"Udah tinggal rapat keluarga Joyodiningrat, kita mau langsung terbang honeymoon" jawab Aron tenang.
"Oom Anwar yang nganter kita ke Bandara ya" bujuk Clara.
"Ini tuan besar dan tuan muda Raksa tau non?"
"Taulah, karena khawatir kandungan Clara kami disuruh pulang terlebih dahulu, ayoo buruan kami dianter ke bandara pesawat kita sudah menunggu" jawab Aron dengan cepat.
"Ooo iya, mari saya anter sendiri...apakah saya perlu ikut menemani nona untuk ikutan honeymoon?" tanya Anwar.
"Tidaaaak!!!" seru Clara dan Aron bersamaan.
Gila aja kali, baru honeymoon dikawal bodyguard, terlebih bodyguard muka garang plus datar kek Anwar.
"Keluar dari Indonesia itu sudah menjadi tanggung jawab bodyguard keluarga Ulker, kalo di Indonesia silahkan kamu handle" ucap Aron tegas.
"Baik tuan muda" jawab Anwar sambil menghela nafas.
"Ben emangnya kita mau honeymoon kemana?"
"Kita ke Maldives mau?"
"Nggak mauuu, Claa pingin honeymoon ke Korea"
"Nggak romantis Claa...enakkan di Maldives kita bisa melihat pantai dan berjemur sinar matahari"
"Diiih Clara gak mau, ntar Clara jadi item...mending kita ke Korea yaah ntar kita bisa lihat tempat-tempat mengasyikan seperti di drakor, yahh Ben boleh yaah?" rayu Clara sambil memasang wajah yang dibuat menggemaskan.
Aron yang melihat rayuan maut istrinya hanya menghela nafas panjang.
"Ya....ya kita ke Korea, sebentar aku uruskan dengan bawahanku" ujar Aron kemudian segera menelpon bawahannya untuk perijinan terbang ke Korea.
"Sudah.....kita bisa tunggu di bandara terlebih dahulu nanti" ucap Aron sambil tersenyum lebar.
Clara memicingkan matanya, perasaanku tiba-tiba kok tidak enak ya melihat senyum aneh suaminya.
'Aah sudahlah, nggak boleh Suudzon sama suami, kata pakde itu dosa' ujar Clara dalam hati
"Om terimakasih ya, hati-hati di jalan yah"
"Baik nona, selamat berbahagia" ujar Anwar singkat sambil menunduk kan badannya penuh hormat.
Saat sudah masuk kedalam pesawat pribadi milik keluarga Ulker, Clara terkagum melihat interior dalam pesawat semua berwarna putih, abu-abu dan hitam, ciri khas keluarga Ulker
"Kita ganti baju dulu Schatje" ajak Aron menuju bagian belakang pesawat.
"Kalian sudah menyiapkan baju ganti kita kan?" tanya Aron kepada kru pesawat yang semua pria * ingatkan bahwa Aron alergi terhadap wanita selain dengan Clara
"Sudah tuan, semua sudah kami siapkan di kamar, silahkan beristirahat tuan dan nyonya muda" jawab kapten pilot penuh hormat kemudian kembali ke bilik kendali pesawat.
Clara dan Aron segera menuju ke belakang pesawat yang ternyata sebuah kamar tidur, dan ada sebuah kamar mandi
"Mandilah dulu biar segar Schatje, aku mau bicara terlebih dahulu kepada para kru" ucap Aron sambil mencium kening Clara.
"Oke bosque" jawab Clara sambil memberi hormat.
"Hahaha....tunggu aku yah" ucap Aron sambil memberikan kedipan mata dan keluar dari kamar.
Clara segera mandi dan berganti baju dengan sebuah gaun dengan warna biru dan putih, yang memerkan punggung mulus Clara, Clara segera menyapukan bedak tipis, ternyata anak buah Aron selain menyiapkan gaun untuk ganti juga lengkap dengan peralatan make up.
Aron yang masuk kamar melihat penampakan istrinya yang sangat cantik membuat King Arthur sudah memberi kode kepada sahabatnya untuk segera mengajak bermain.
Aron memeluk tubuh istrinya dari belakang,sambil mencium bahu Clara.
"Aku mandi bentar ya" pamit Aron kemudian masuk ke kamar mandi.
Clara kemudian membaringkan badannya, badannya terasa capai dari pagi sampai sore dia belum bisa beristirahat
Setelah selesai mandi, Aron terlihat segar dan santai karena pada saat ini dia sudah berganti baju dengan hanya menggunakan kaos berwarna hitam yang dipadukan dengan celana jeans berwarna biru seperti baju Clara
"Sudah capai Cla?" tanya Aron ambigu dengan senyum lebarnya.
"Dikit kok Ben, memang kamu tidak capai?" tanya Clara.
"Capainya tadi, kalau sekarang sudah segar kembali, ooo iya ini vitaminnya diminum terlebih dahulu" jawab Aron sambil menyodorkan ke arah Clara.
Clara memicingkan matanya, saat melihat bentukan obat yang tidak asing menurutnya.
"Ini vitamin dari suami si Mumun ya Ben?" tanya Clara
"Iya...James bilang vitamin ini tidak menyebabkan gemuk tetapi bisa menyuburkan kandunganmu jadi bisa cepat hamil" jawab Aron.
"Kalo itu mah Clara sudah minum beberapa hari sebelum kita menikah Ben"
"Heeeh, kamu juga minta James?"
"Nggaklah tinggal beli di rumah sakit"
"Heeh di rumah sakit ada?kata James ini obat mahal tidak dijual bebas looo dan jumlahnya terbatas, bahkan di Indo nggak ada"
"Emang mahal, tapi dijual kok di rumah sakit di Indonesia meski harus dengan resep dokter kita membelinya"
"Dasaaar Maman suami Mumun, aku ditipu dong dengan 1 mobil Ferari" umpat Aron kesal.
"Apaaaa??? ini obat cuman 1juta untuk satu botol, kenapa kamu nggak tanya aku dulu sich, apa kamu lupa istrinya dokter!!!" seru Clara sambil memukuli Aron kesal.
"Yaaa maaf, aku pikir dr Kardio tidak tahu masalah obat kandungan" jawab Aron memelas.
"Claa...jangan marah, ini King Arthur sudah mulai unjuk rasa " ujar Aron sambil meringis.
"Masak kita main disini Ben? ini pesawat loo?" tanya Clara shock mendengar ide suaminya....masak ya unboxing di udara.
"Dimanapun kan bisa Claa, lagipula anggap aja upahku karena menuruti permintaan mu ke Korea" bujuk Aron yang mulai mendekati Clara.
Naah benarkan, perasaan nggak enak yang Clara rasa beneran terbukti, dibalik sikap baiknya pasti aja ada udang dibalik batu, Burap gitu loo....digaris bawahi pake tinta merah.
"Kita tunggu di Korea aja yah Ben" nego Clara meski dia tahu kelihatannya sia-sia membujuk suaminya yang sudah diselimuti kabut begini.
Dan benar, alih-alih mendengarkan nego istrinya, Aron malah membungkam mulut Clara yang sedari tadi menggoda dirinya untuk segera menciumnya.
Dan seperti biasa ciuman Aron sudah meruntuhkan pertahanan dari Clara, terlebih belaian tangan Aron yang sangat lincah membuat Clara terbawa oleh permainan yang dibuat Aron.
Ciuman Aron semakin intens dan semakin menuntut dan secara perlahan mulai turun ke ke leher Jenjang Clara, menyesapnya dengan lembut dan mulai turun kebawah, dimana entah bagaimana baju Clara sudah berhasil Aron lepas dan Clara membantu Aron melepas kaos dan celananya.
"Ben....meski sudah berubah menjadi cowok asia, tetapi kenapa si Bentor tetap saja ukurannya" ujar Clara yang mulai tertular otak Aron yang super mezoem.
"Hahaha.....kamu suka Cla?" tanya Aron sambil membawa tangan Claa untuk berkenalan dengan sahabatnya si King Arthur.
Mendapat sentuhan tangan Clara yang lembut membuat Aron mendesah dan jangan ditanya bagaimana si Arthur yang sudah menunggu sampai ratusan tahun akhirnya disentuh oleh pemilik soulmatenya.
Aron bermain sangat lembut dan perlahan, supaya Clara ikut menikmati pengalaman bermain track-trackan dengan dirinya.
Saat Aron menyentuh Guinevere yang sudah siap bertemu dengan King Arthur, maka Aron mulai memposisikan sahabatnya didepan terowongan Casablanca milik Guinevere.
"Pelan-pelan Ben, Arthur sangat besar" ucap Clara antara ngeri dan ingin segera diajak bermain.
"Iya Claa, aaah....sempit banget terowongan Guinevere" eraang Aron bersamaan pekikan Clara yang merasakan sakit.
Setelah akhirnya King Arthur berhasil bertemu dengan soulmatenya, Aron secara perlahan tetapi pasti memulai acara track-trackan, yang membuat Clara menjerit antara sakit dan sebuah rasa yang belum pernah Clara rasakan.
Ketika pasangan gesrek sedang terbang ke langit ke tujuh, di acara resepsi Sebastian dan Lena yang kebingungan mencari pasangan pengantin yang tiba-tiba raib tak berbekas dilanda kepanikan, dan segera menelpon Anwar.
"Dasaaaar buleee Sontoloyoo!!" geram Sebastian penuh kekesalan saat mendengar laporan Anwar bahwa pasangan gesrek tersebut sudah terbang untuk honeymoon.
...***...
...😁😁😁😁😁...