Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 6 Pasangan Rahasia



Ketika sampai di Rs Clara segera berlari menuju ruangan tim dokter Anton, tampak dr Anton dan dr Merry yang sedang berbincang santai.


"Selamat pagi dok" sapa Clara, membuat dr Merry dan dr Anton terkagum dengan penampilan Clara meski sederhana sangat cantik


"Waa rajin juga dr Raras" puji dr Merry


"Hehe takut telat dioperasi pertama saya ini dokter Merry"ucap Clara sambil tersenyum


Karena pada dasarnya Merry adalah gadis ramah, sehingga langsung bisa berbincang seru dengan Clara yang menjawab singkat-singkat dengan tersenyum.


"Dokter Raras ini mohon dibaca laporan medis pasien dan berikan pendapatmu" ucap Anton datar.


Clara membaca semua rekam medis pasien yang akan dioperasinya hari ini, setelahnya Clara mengungkapkan opini medisnya


"Penyempitan pembuluh darah utama dan penyempitan parah di beberapa pembuluh darahnya ini sudah tidak bisa kita bantu dengan pemasangan ring ataupun pemasangan angioplasti (balon kecil), memang hanya operasi bypasslah satu-satunya cara yang kita pakai untuk menyelamatkan pasien, terlebih pasien tidak mempunyai masalah di ginjal dan diabetes serta tidak ada resiko untuk menjalankan operasi ini"


Anton cukup puas dengan analisis medis dari asisten di tim operasinya, setidak Raras lebih pandai dari Hanafi, jika disuruh menganalisis selalu lama dan seringkali salah, meski begitu gengsi mengakuinya jadi hanya diam dan mengangguk, setelah semua anggota tim dr Anton sudah lengkap maka briefing dimulai dan langsung bersiap untuk operasi.


Selama operasi, semua masih di handle oleh dr Anton yang memang Clara akui bahwa dia memang dokter hebat dan cekatan sehingga operasi yang harusnya berjalan 6jam lebih bisa di selesaikan hanya dalam waktu 5jam.


"Terima kasih semua, operasi berjalan dengan lancar" ucap dr Anton lalu segera keluar untuk menemui pasien untuk mengabari operasi berjalan dengan lancar.


Semua anggota tim segera membersihkan diri lalu kembali menuju ruang dokter di lantai 3, saat masuk tampak Lino sudah menunggu sambil tersenyum lebar


"Abang..." ucap Clara sambil tersenyum sambil menuju ke arah Lino dimana menyodorkan minuman jus buat Clara


"Capek dik?makan yuuk!!" ajak Lino


"Makan bakso ya bang, adek pingin" ucap Clara manja membuat anggota tim dr Anton shock melihat Clara yang biasa irit ngomong sekarang malah mengucap manja dengan dr Lino, yang juga terkenal dingin dan irit bicara.


"Hiiih gemesin banget kesayangan abang" ucap Lino sambil mengusap kepala Clara lembut.


"Ayo bang buruan dah laper" rajuk Clara sambil menarik tangan Lino


"Iya...iya dek, gak sabaran banget sih dek"


"Salah sendiri abang lelet, kaya orang dipaksa nikah gak mau"


"Hahaha...kalo abang mah gak usah dipaksa dek, mau nikah detik ini juga mah hayuuks...hayuuks wae" ucap Lino songong.


"Abaaang heran dech, perasaan kemaren tampak cowok tenang.........eeh ternyata songong tingkat dewa" omel Clara


"Udaah gak usah ewet aja, buruan ayo!" ucap Lino sambil menggenggam tangan Clara lalu menarik Clara pergi


"Abang iih kok ikutan si ndutz panggil ewet"


"Hahaha nggak usah bibirnya dimonyong-monyongin gitu kalik dek, minta dicium abang yaah" ucap Lino yang membuat diri Lino kaget sendiri tetapi melihat muka merah Clara dan omelan Clara entah kenapa membuat Lino suka mengganggu Raras meski dia sekarang dia menjadi konyol.


Tanpa sadar mereka melewati para dokter yang berdiri dengan melihat ke uwuan mereka.


"Dunia milik mereka berdua, kita hanya numpang" ujar dr Andro sambil menggelengkan kepalanya.


"Adek??!!" ucap dr Merry


"Abaang??!!!" ucap dr Adrian


"Kesayangan?!!!" ucap dr Andro


"Merekaaa sudah jadiaaan!!!" teriak mereka bersamaan


"Buseeet dr Lino gercep bangeeet siiich??"ucap dr Oliver


"Hilang sudah harapanku mendekati dr cantik" ujar dr Adrian sedih.


"Dokter....apa lihat???? dr Lino dan dr Raras yang tidak pernah terdengar suaranya sekarang malah cekikak cekikik sambil bergandengan tangan" teriak suster Silvia heboh, suster yang termasuk dalam tim dr Anton buru-buru masuk saat melihat mereka di lorong rs.


"Ternyata dr Lino bisa juga mesra yaah?!!" ucap suster Silvia yang masih shock.


"dr Raraaspun bisa manja loo sama dr Lino, padahal dengan kita hanya diam dan senyum-senyum saja!" ucap dr Hanafi


"Hebaat yaah dr Lino, benar kata orang..... air tenang menghanyutkan, nyatanya dr secantik dr Raras langsung jadi pacarnya"


"Tapi kelihatannya dr Raras pun sudah love at first sight sama dr Lino sich,......... ingat gak waktu di ruang dr Sutoyo, dihadapannya ada dr Anton dimana semua cewek memandang takjub, tapi dr Raras matanya selalu melirik malu ke dr Lino" ucap dr Merry membuat para dokter mengangguk-angguk.


"Padahal kalo aku disuruh milih, jelas milih dr Anton yang ganteng dan cool" ujar suster Silvia dengan senyum-senyum.


"Kalo aku kalo disuruh milih, ya milih dr Lino ,..... dr Lino halus tutur katanya dan tenang, kalo dr Anton galak nya minta ampun dah gitu kalo ngomong suka ketus" ucap dr Merry.


"Kalian siap-siap nanti jam 3 kita latihan besok tim kita mendapat tugas perfom di acara HUT rs kita besok sore dan kita harus mengusulkan acara yang menarik" ucap dr Anton yang tiba-tiba masuk.


"Aku pergi dulu untuk rapat dengan dr Sutoyo, ingat jam 3 sudah ada ide kita mau perfom apa dan ide acara ok!!" ucap dr Anton lalu pergi lagi.


"Kelihatannya kagak" jawab dr Oliver sambil meringis.


Tepat pukul 3 tim dr Anton mengadakan rapat tentang acara besok


"Udah dok seperti tahun lalu aja, kita nyanyi aja, saya gitar, dokter anton seperti biasa nyanyi dengan dr Merry, dr Oliver drum" usul dr Adrian.


"Lalu tugasku, dr Raras dan suster Silvia apa dr Anton?" tanya dr Hanafi.


"Haizz kita bertiga tepuk2 aja...... ya kan dr Raras?!!" tanya suster Silvia mengajak dukungan dari Clara dan dijawab anggukan berkali-kali


"Iya sus" jawab Clara sambil tetap menganggukan kepalanya.


Anton yang melihat tanggapan Raras menjadi tersenyum karena terlihat bahwa Raras lega tidak disuruh perform.


"Ya udah kalau gitu kalian nyusun usulan acara dari tim kita" perintah dr Anton


"Yaaah...dr Hanafiii siiih, harusnya diem aja, sekarang dapat tugas toh kita" omel suster Silvia sambil mukulin dr Hanafi


"Aduuuduuuh sakit Sus....buseeet" rengek dr Hanafi dan ditanggapi omelan suster Silvia.


"Udah ayo ikutan kita latihan, barangkali dapat ide" ajak dr Merry mengalihkan perdebatan dr Habafi dan Suster Silvia....setelah melihat tingkah polah teman sejawatnya yang selalu seperti anjing dan kucing saat bertemu.


Saat rombongan dr Anton mulai latihan bernyanyi langsung menarik perhatian para suster dan kaum hawa saat menyanyi kan lagu Aerosmith yang berjudul I don't wanna miss a thing.


Tapi dr Anton yang pada awalnya semangat bernyanyi untuk menarik perhatian dr Raras, bukannya dr Raras terpesona, malah sibuk berpikir dengan dr Hanafi dan suster Silvia.


"Apa tradisi yang biasa dilakukan saat acara gini dok?"tanya Clara


"Membosankan sich sebenarnya dok, mendengarkan pidato-pidato, pertunjukan antar departemen dan yang terakhir ngerjain para junior" jelas dr Hanafi.


"Looo besok saya kena dong besok?" tanya Clara kaget


"Hehehe iya siap-siap mental aja sich dok" jawab dr Hanafi sambil tersenyum prihatin.


"Ahaa Raras punya ide dech, kita usulin buat acara perpeloncoan ini seru, gimana?"tanya Clara lalu membisikan ke dr Hanafi dan suster Silvia membuat teman sejawat Clara tertawa terbahak-bahak


"Loe emang gokil dokter Raras, gue setuju" ucap suster Silvia dan diangguki oleh dr Hanafi.


Setelah itu mereka ketik ide acara tersebut lalu diberikan ke panitia sie acara.


"Gimana tugas kalian sudah selesai?"tanya dr Anton saat melihat 3 sekawan sudah nggak melakukan apa-apa.


"Sudah beres dok, jangan kuatir" jawab serentak dari dr Hanafi, Clara dan suster Silvia dengan semangat 45


" Ya udah, Yuuks kita pulang sampai bertemu besok, sebelumnya kita makan bareng dulu ya aku traktir" ajak dr Anton.


"Maaf dokter Anton, saya ijin tidak ikut ya dok" ucap Clara.


"Ooo kenapa dr Raras?"


"Saya sudah ditunggu abang saya dok, kasihan"


"Ooo.....memangnya tadi tidak bawa mobil sendiri?"


"Tidak Dok" jawab Clara cengengesan


"Memangnya mobil dokter Raras rusak?"


"Kemarin mogok dok, jadi nebenk dulu sama abang dok"


"Besok kalau masih mogok, saya bisa jemput kok" ucap dr Anton membuat para dokter terkejut dan saling memberi kode.


"Eeeh...ndak usah dok, sama abang aja sekalian jalan kok...kalau begitu mari semuanya" ucap Clara singkat karena merasa awkward langsung beranjak pergi.


"Yaa udah yuuk, aku sudah lapar kita makan ke resto langganan kita ya"


"Okeeee" jawab serentak tim dr Anton dengan saling tatap


Rombongan para dokter saling berbisik "Bakalan ada perang Pradiptayuda( diambil dari bharatayuda\=perang keluarga bharata 😁) ini"


...****...


...TBC...


...Waaa gimana Pradiptayudanya😮😮😮😱😱😱...


tunggu di next episode yess!!!😊