Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 55 Psiko Vs Bipolar



"Berapa usiamu perempuan" tanya Giddert


"Emang kenapa?"


"Masih kecil sudah menjadi Nyai? suamimu kelainan yah?"


'Eeh ....masih kecil?suami kelaianan? Ben memang aneh sich tapi gak kelainan juga'


"Aku sudah dewasa yah...kenapa mas Gendu bilang gitu" tanya Clara bingung


"Dewasa gimana? bahkan aku pernah memperkosa anak kecil tapi tubuhnya sudah bertumbuh tidak seperti kamu....o ya namaku Giddert bukan mas apa tadi?!"


'whaatttt.....emang ya pria purba itu seleranya yang penuh tanjakan alias yang montok-montok laah tubuh seperti Lisa Blackpink gini dibilang belum tumbuh' omel Clara dalam hati


"Namamu susah, aku panggil mas Gendu aja ya?" ujar Clara


"Kamu gak takut denganku?"


"Nggak...memang kenapa?"


"Apakah mereka tidak bilang bahwa aku seorang pemerkosa dan pembunuh?" tanya Giddert yang heran dengan sikap Clara yang terlihat santai


"Apakah kamu mengingat saat membunuh dan memperkosa para wanita tersebut?"


"Tidak....tau-tau saat aku bangun sudah ada wanita yang sudah tak bernyawa disamping aku, dan terakhir aku sudah di sel terpisah dari yang lain" ujar Giddert


' Apakah dia bipolar?karena Clara melihat Giddert terlihat pria yang baik-baik tidak menunjukkan pria mesum seperti para sipir yang mengikuti mereka'


"Kamu aku pelihara aja ya, biar badanmu gemukan dikit tidak cuman tulang seperti ini, masak saat aku panggul tadi seperti manggul karung kapas ringan banget"


'Naniiii peliharaan....buseeet ini bule minta ditampol masak Clara yang cantik mempesona ini dijadiin peliharaan emang kucing'


"Aku bukan kucing ato ayam yah sampe dipelihara segala" omel Clara


"Hahaha aku suka kamu, baru ini aku bertemu seorang wanita yang tidak takut dan jijik denganku" ucap Giddert sambil mengacak rambut Clara.


"Heeh Giddert...berhenti di sini kita icipi si Nyai disini saja mumpung sepi" ujar salah satu sipir yang sudah tidak sabar ketika mereka memasuki hutan dipinggir kota batavia


"Tidak boleh....ini peliharaanku, dia masih kecil dan kurus" ujar Giddert sambil meluk pinggang Clara erat diatas kuda


"Turun Giddert kalo tidak jangan salahkan kami kalo peluru ini menembus tubuhmu"


"Kenapa kalian selalu mengambil peliharaanku, aku tidak pernah ada yang mau menemaniku, kali ini tidak kubiarkan kalian mengambil peliharaan ku"


"Mas Gendu, biarin Raras main-main bersama mereka ya...biarin Raras turun" bujuk Clara sambil tersenyum licik


"Nanti kamu disakitin mereka, seperti wanita-wanita lainnya" ujar Giddert dengan muka mau menangis


"Percaya ama Raras yah, yuuks turun biar mereka Raras kasih hukuman ya mas Gendu" bujuk Clara karena Clara tahu Giddert ketika mode seperti ini dia masih jinak, jangan sampe alter egonya muncul.


Baru saja mereka turun, Clara segera ditarik kebayanya sampai sobek


"Jangan sakiti peliharaanku" teriak Giddert saat akan memukul sipir, salah satu sipir menembak bahu Giddert sehingga Giddert terjatuh dan kesakitan.


Clara bukannya ketakutan malah terpancing emosinya sehingga melepas kebaya dan sarungnya sehingga hanya memakai kaos hitam dan celana cargo tentara


"Mooiiii....benar-benar bikin kita bergairah ayo sini Hoer" ujar salah satu sipir sambil menarik tangan Clara


Clara dengan senyum sinisnya malah memelintir tangan sipir tersebut membuat telapak tangan sipir terputar 180° sampai terdengar suara Kreek sehingga sipir tersebut berteriak kesakitan....Aaaaargh


Melihat temannya kesakitan membuat mereka marah dan segera menerjang Clara, Clara segera melintirkan tangan ke belakang tubuhnya sambil mendorong dan menendang punggung sipir tersebut menubruk kedua temannya lain sehingga mereka terjatuh terjerembab.


Melihat Clara yang tersenyum mengejek, membuat para sipir marah dan segera menyerang Clara dengan tinjuan dan tendangan, tetapi dengan lincahnya menghindar, mengelak dan menangkisnya dan ketika ada celah tongkat yang dibawa Clara selalu tepat mengenai muka, tangan dan kaki para sipir.


Tak jauh dari situ tampak sepasang mata biru yang mengawasi Clara dengan cemas


"Stttt.....Mat itu Nyainya mister?"


"Iyaa"


"Gilaaa ....bisa bertarung euy, perlukah kita bantu Mat?!"


"Cuman tiga orang itu mah ngak ada apa-apanya buat Nyai"


"Haah bagaimana kamu tau bahwa Nyai bisa menanganinya mereka bertiga?"


"Karena aku pernah dihajar dan ditembak Nyai" jawab Mat meringis membuat ketiga centeng itu ikutan tersenyum miris


"Makanya mister cinta mati, ternyata sama...nasib kita ngenes banget ya bang punya majikan ngerii"


Mamat mengabaikan ketiga temannya dan fokus ke pertarungan Nyai majikannya


"Mister itu si badan gajah kok jadi aneh, kelihatannya kita harus turun tangan membantu Nyai" belum selesai Mamat bicara benar saja Giddert tiba-tiba bangun dengan matanya merah mengamuk lalu menangkap tubuh Clara dan memeluk tubuhnya dengan sangat erat membuat Clara kesakitan


"Diam kamu hoeer, pribumi menjijikan seperti kamu memang harus dimusnahkan"


"Kamu bukan Giddert....ss-siapa kamu?"


"Hahaha akhirnya ada yang tahu bahwa aku bukan Giddert, aku Gilbert....Giddert adalah pria lemah selalu ditindas dan dihina, hanya aku yang bisa membelanya" ujarnya dengan suara yang lebih ngebass dibandingkan Gibbert


"Gilbert....biarkan aku menghajar mereka dulu ya...atau kamu mau membantuku?"


"Kau pikir aku bodoh seperti Giddert? kamu yang harus aku siksa karena telah menghajar kaum Hollander lalu mengangkat tubuh Clara dan akan membantingnya


Doooor....doooor


Aaaargh....teriak Giddert karena dua tembakan mengenai kakinya


Saat tangan Giddert melonggar, kaki Clara segera menjejakkan ke perut Giddert sebagai tumpuan untuk melentingkan tubuhnya dan melakukan salto di udara dan mendaratkan tubuhnya dengan mulus


"Siapa kamu sampai berani menembakku!!" bentak Giddert


"Aku suaminya, kamu menyakiti istriku....maka sudah sepantasnya aku menyerangmu" ujar Phil


"Istirahatlah Istriku sayang, biarkan aku yang melawan raksasa ini" ujar Phil sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Clara


'Istriiii.....waaaa si gundul ini raja Hallu sedunia' omel Clara sambil melototkan matanya menatap Phil yang tersenyum lebar


Mamat, Akri, Jaja dan Daus yang melihat majikannya yang tidak pernah tersenyum, sekarang tersenyum lebar membuat mereka ternganga mulutnya, tetapi kemudian mereka kembali tersadar dan dengan segera membantu Clara meringkus ketiga sipir yang sudah dibuat babak belur Clara


"Ck...ck...ck...kalian itu malu-maluin kaum pria, masak baru lawan nyai kami sudah keok gini" ejek Akri diiringi tertawa oleh Daus dan Jaja


Giddert yang alter egonya sudah muncul memiliki kekuatan diatas manusia normal, ini terbukti meski peluru sudah mengenai bahu dan kakinya tetap menyerang Phil dan berhasil memukul tangan Phil sehingga pistolnya jatuh


Jadi Phil terpaksa menghadapi dengan tangan kosong


"Phil hati-hati dia menjadi sangat kuat saat alter egonya muncul" teriak Clara


Meski Phil sangat menguasai beladiri, tetapi mengalami kesulitan juga musuh Gilbert yang seperti banteng ketaton menyerang Phil dengan membabi buta, meski berkali-kali mendapatkan pukulan dari Phil


Melihat Phil yang mulai kuwalahan Clara akhirnya mengatur daya listrik di tongkat listrik yang selalu dia bawa ke daya maksimal, dan segera mulai bersiap ikut bertarung


"Nyai jangan turun, nanti mister marah" ujar Mamat yang berusaha mencegah Clara untuk bertarung lagi


"Kamu ingin mistermu digencet gajah bengkak itu hah!" ujar Clara tajam membuat Mamat susah menelan ludahnya


"Phil serang bawah, aku atas!" teriak Clara yang meloncat ke bahu Giddert saat Giddert agak membungkuk


Phil yang tanggap perintah Clara segera menendang perut Giddert sekuat tenaga, sedangkan Clara memukul kepala Giddert yang masih terkejut mendapat dua serangan secara langsung, setelah memukul kepala Giddert dengan tongkat, Clara melentingkan tubuhnya kembali dengan salto sebelumnya menyalakan listrik dan mengarahkan ke belakang telinga Giddert


Tubuh besar Giddert segera rubuh terjatuh di tanah pingsan, karena Clara memukul tepat di titik simpul yang bisa membuat pingsan


Melihat Giddert berhasil terjatuh, Phil segera menembak kepala Giddert


"Phiiilllll jangan!!!" teriak Clara tetapi sudah terlambat Giddert sudah mati seketika ditangan Phil dengan cara sadis


Clara segera lari ke depan Phil dan segera menampar pipi Phil dengan sekuat tenaga membuat Phil terhuyung, membuat anak buah Phil tercekat dan takut Phil akan marah dan membunuh Clara


"Siapa yang suruh kamu membunuhnya hah!!!yang harusnya kamu bunuh mereka!!" teriak Clara penuh kemarahan sambil menunjuk ketiga sipir yang sudah meringkuk ketakutan


"Jika aku tidak membunuhnya dia akan membunuh kita" teriak Phil tidak kalah sengit nya


"Dia sudah aku buat pingsan, saat alter egonya tertidur dia orang baik Phil, dia butuh diobati bukan dibunuh!!" teriak Clara tepat dimuka Phil


"Aku tidak mau bertaruh kalo menyangkut keselamatanmu, sudah cukup melihatmu penuh lebam begini" ujar Phil pelan


Clara yang masih marah mengambil pistolnya dan berjalan mendekati ke tiga sipir yang menatap Clara penuh ketakutan


"Ampun Nyai...."


Dor....dor....dor.....


...***...


...TBC...


...Hayooo siapa yang ditembak? ditembak sama siapa?...


...Morning semua, semoga semua tetap sehat yah...


...Tetap menjalankan prokes yah, selalu memakai masker double yah🙏...


...Saranghae😘💖...