Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 30 Menantu Kel. Wiguna



Kita tinggalin Burap &Clara dulu ya gaess, kita tengok kondisi si Babang Tamvan Lino dan Anton๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Ketika sadar Lino langsung terbangun dan melihat di sekitarnya dan tampak di samping ranjangnya tampak Raksa yang sedang tertidur sambil duduk, dan Sebastian yang tidur di kasur sebelah kasurnya, dan dia ada di tenda khusus keluarga Wiguna


Lino langsung lemas...ternyata dia gagal menemukan Clara.


Secara perlahan Lino turun dari ranjang dan keluar dari tenda secara perlahan, supaya tidak membangunkan Raksa dan Sebastian


Lino duduk di luar tenda sambil melihat langit malam itu sangat cerah, sehingga bintang-bintang terlihat indah menghiasi langit malam itu.


"Langitnya indah dik....kamu lihat juga gak dik?"


"Kamu sudah sadar? minumlah ini, udara sangat dingin malam ini" ujar Anton yang tiba-tiba datang membawakan Lino secangkir teh hangat


"Hemm...." jawab Lino sambil mengambil gelas berisi teh dari tangan Anton


Mereka berdua hanya diam sambil menikmati teh hangat tersebut, tanpa ada obrolan diantara mereka


"Kaak... gimana kondisi kakak?" tanya Raksa yang tiba-tiba ikut bergabung dengan mereka dengan duduk di samping Lino


"Aku baik-baik Sa...jangan kuatir, maaf ya membuatmu repot, kenapa gak tidur lagi?"


"Udah gak ngantuk kak, tadi terbangun lihat kakak gak ada makanya langsung keluar"


"Maaf ya Sa, kakak gak berhasil mencari adik"


"Yaelah kak bukan salah kakak, aku percaya ewet pasti baik-baik saja dimanapun dia berada"


"Hehehe....iya" jawab Lino


"Sepii ya kak tanpa mendengar suara Si Ewet yang nyempreng itu, aku masih heran loo kenapa kak Lino suka sama kakakku itu" ujar Raksa kepo


"Hahaha ndak tau Sa, kakak juga heran baru kali ini ngerasa nyaman sama seorang wanita, padahal baru kenal"


"Papi dan aku padahal sudah kuatir banget kakak gak bakal dapet cowok, wajah memang cantik paripurna, tapi kalo sama cowok sering jutek, galak gak ada lembutnya sama sekali" cerocos Raksa


Anton hanya sebagai pendengar, karena Anton memang mempunyai sifat yang susah berbaur, dan merasa iri bahwa kakaknya yang selama ini telah dia kalahkan di segala bidang, tetapi malah bisa mendapatkan cinta dari satu-satunya wanita yang dia taksir, bahkan sudah diterima di keluarga Wiguna yang terkenal susah didekati.


Karena merasa dirinya hanya sebagai nyamuk, Anton berpamitan dan kembali ke tenda yang sudah disediakan oleh pemerintah Yogya untuk mereka.


"Kak.....kenapa dengan adik tirimu, aneh orangnya"


"Dia memang susah berbaur, anaknya kaku dan pendiam kalau dengan orang asing" jelas Lino


"Kak tidur yuuk, sudah malam apalagi tadi kakak sempat pingsan agak lama"


"Tidurlah dulu Sa...kakak ndak bisa tidur"


"Kak...kakak jangan putus asa, kita harus kuat jangan sampai sakit, ntar kalo si ewet tahu kita sakit beauuuh...bisa diomelin 7hari 7malam" ucap Raksa sambil bergidik ngeri membayangkan diomelin Clara


"Hahaha...baiklah, ayo kita tidur"


"Dokter Lino itu lebih pantes jadi kakak tuan muda Raksa yah dibanding kakak dr Anton" ujar Mardi saat melihat dari jauh bagaimana interaksi diantara mereka barusan


"Huzzz....jangan sampe Anton denger, ntar makin ngamuk dia, di masih dalam mode : senggol bacok" ujar Adrian


"Hehehe iya, kasihan sebenarnya dr Anton dia sedih, bingung sendiri..."


"Sebenarnya dr Anton dan dr Lino punya sifat yang sama yaitu diam dan datar, cuman bedanya dr Lino lebih tenang sedang dr Anton keras.


"Oooo....Tapi kenapa juga naksir calon kakak iparnya sendiri jyaan dr Anton tuch cari masalah sendiri sich"


"Yaaa itu dia Kapt....susah diberitahu"


Pagi harinya, tampak para pengungsi mulai diperiksa para dokter sukarelawan termasuk Anton yang tampak sibuk memeriksa para pengungsi


"Dok....bagaimana ini, obat-obatan, perbekalan dan beberapa alat medis kita ikut hilang bersama dr Raras" keluh dr Adrian


"Tenanglah...hari ini akan sampai kebutuhan kita, kemarin aku sudah meminta bantuan"


"Ooogh syukurlah"



Lino pun ikut terjun, membantu tim dokter menggantikan posisi Raras dengan cekatan


Siang harinya tampak beberapa tentara membawa perbekalan, obat-obatan dan peralatan medis yang diperlukan


Diantara para tentara yang membawa peralatan tampak dr Wisnu ikut datang karena mendapatkan laporan kehilangan dr Raras yang melibatkan kedua putranya


Saat di lokasi Wisnu melihat kedua putranya sedang mengobati dan memeriksa para pengungsi


Wisnu juga melihat para pengawal keluarga Wiguna memanggil Lino dengan tuan muda, sama persis saat memanggil Raksa Wiguna putra mahkota keluarga Wiguna


"Pa....kok ikutan turun?" tanya Anton


"Apakah kamu baik-baik saja Nton? papa mengkhawatirkan putra papa"


"Aku baik pa"


"Telponlah mamamu, dia khawatir dengan berita simpang siur di media dan kamu susah dihubungi"


"Iya pa, nanti Anton telpon mama"


"Bagus....gimana kakakmu? pasti dia sangat terpukul karena kekasihnya menghilang"


"Dia baik-baik saja dan baru menjalani dengan status barunya yaitu menantu keluarga Wiguna" ujar Anton sinis


"Kenapa nadamu begitu?kenapa rasa irimu terhadap kakakmu tidak pernah berkurang?belum cukupkah pengorbanan mamanya Lino melindungimu dengan nyawanya 12tahun yang lalu!!" ucap Wisnu ketus


"Sekali saja kamu menghargai Lino sebagai kakakmu, belum cukupkah Lino mengalah denganmu selama ini?"


"Selalu begini...papa dari dulu hanya menyayangi Lino dan mamanya saja, tidak pernah memandang Anton dan mama"


"Kapan papa tidak memandangmu dan mamamu? semua harta, nama dan kekuasaan menjadi milikmu dan mamamu, apakah pernah Lino pernah memintanya darimu?!!tidak kan?"


"Tapi hati papa selalu untuk Lino, bahkan satu-satunya wanita yang Anton suka direbut oleh Lino"


"Kapan Lino merebut Raras darimu?sejak pertama mata Raras sudah tertuju ke arah kakakmu bukan kekamu, jadi Lino tidak pernah merebutnya darimu...sadarlah Nton"


"Apa yang kakak punya yang Anton tidak punya Pa.. sampai Raras dan keluarganya lebih memilih Lino dibanding Anton"


"Cinta tidak bisa dipaksakan Nton, ketika cupid sudah mengarahkan panahnya kita tidak bisa mengelak dan membantahnya...."


"Terimalah kenyataan ini, carilah wanita lain yang mata hatinya hanya tertuju padamu, seperti Raras yang selalu tertuju untuk Lino seorang" ujar Wisnu lalu meninggalkan Anton untuk berpikir


...***...


...TBC...


...Dah double up ya gaess๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜...


...Saranghae๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ’–๐Ÿ’–...