Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 84 Saingan Kalian Bukan Aku



Josh masuk ruangan, tetapi tercium sebuah parfum beraroma unik karena perbaduan dari lavender, pineapple, oakmoss, coumarin, dan pomarose


Josh segera memeriksa cctv kamar dan sepanjang lorong rs dan pintu keluar rs, tetapi tidak ditemukan apapun.


"Sialann......., siapa pria yang berani masuk kemari" umpat Josh yang mencurigai bahwa ada yang merekayasa cctv rs


Josh segera memeriksa semua sudut kamar dengan pendeteksi logam dan kamera, tetapi sama sekali tidak ditemukan apa-apa, hal tersebut membuat Josh kesal dan mengacak-acak rambutnya.


^^^


Pagi harinya saat Clara terbangun, Clara melihat Josh tampak berpikir keras


"Josh kamu tidak tidur?"



"Kamu sudah bangun princess? aku tidur kok...kamu mau ke kamar mandi?"


Sambil tersenyum malu, Clara menganggukkan kepalanya, membuat Josh gemas lalu mendekat ke Clara untuk menggendongnya.


Tetapi belum sempat Josh menggendong, Clara malah memegang kepala Josh, kemudian di miring-miringkan ke kanan dan ke kiri untuk melihat leher Josh.


"Princess....kamu apain leherku??!!"seru Josh yang risi kepalanya di putar-putar seenaknya Clara.


"Kok kagak ada ya Josh?"


"Apanya yang kagak ada?" ujar Josh balik bertanya ke Clara dengan muka bingung.


Sambil nyengir Clara menjawab "Emang dilehermu kagak ada tahi lalatnya ya Josh?"


"Haaah!! la ada nggak?"


"Nggak ada" jawab Clara polos


"Ya kalau gitu, ya memang nggak ada" jawab Josh songong membuat Clara merucutkan bibirnya kesal.


"Ayo buruan........, Cla kebelet ini"


"Hahaha....iya...iya..." jawab Josh kemudian menggendong tubuh Clara, dan dibantunya duduk di kloset kamar mandi


"Nanti kalo sudah atau butuh bantuan teriak aja oke"


"Iya...udah sana keluar dulu" usir Clara sebal.


Saat keluar dari kamar mandi terdengar suara ketukan di pintu, membuat Josh membukakan pintunya.


"Masuklah Princess baru mandi...kamu mau minum apa?" tanya Josh singkat.


"Tidak usah terimakasih" jawab pria yang baru datang tersebut dengan tersenyum, kemudian duduk di sofa.


"Josh bajuku mana, aku mau mandi bajuku dimana?" teriak Clara dari kamar mandi


"Iya...sebentar ya aku ambilkan bajumu" ucapan Josh ikutan berteriak


Saat Josh baru mencarikan baju buat Clara terdengar ketukan di pintu


"Tolong bukakan pintunya dulu ya" ujar Josh menyuruh tamu pria tersebut.


"Baik sebentar ya" jawab pria tersebut yang kemudian berdiri dan membukakan pintunya


"Princess...buka pintunya ini bajumu, kamu yakin bisa mandi sendiri?aku panggilkan suster ya?atooo.....?" ujar Josh yang sengaja menjeda ucapannya


"Josh apa kamu sudah gila, gimana aku bisa bukain pintu, kakiku saja belum kuat untuk berdiri!!" teriak Clara.


"Oooo iya hehehe, kamu jangan lepas baju dulu yaah, ntar si Scud khilaf" goda Josh


"Berisiiikk banget sich kamu Josh, mau aku Gibeng!!" omel Clara diiringi ketawa Josh yang kemudian membuka pintu dan masuk kemar mandi.


Setelah masuk kamar mandi keduanya masih beradu argumen tepatnya sich Clara yang ngomelin Josh yang selalu berbuat usil menggoda Clara.


"Buruan keluar sana, ntar kalo sudah selesai aku panggil"


"Diih kamu mah habis manis sepah dibuang" gerutu Josh dengan lebay membuat Clara memutarkan bola matanya malas.


"Lebay kamu Josh, udah sana keluar ntar keburu si Scud aku cincang-cincang baru tahu rasa!"


"Yeee...janganlah laah, ini modal utamaku untuk membuat little princess dan little prince kita" ucap Josh sambil menutupi si Scud.


"Joshua Seyfried!!!!!" teriak Clara menggelegar membuat dua orang tamu diluar terjenggit karena baru tahu bahwa Clara bisa berteriak senyaring itu


"Iya....iya buseet princes, suaramu bikin telingaku pengar..........untung sayang" ucap Josh sambil mengusap kedua telinganya dan keluar dari kamar mandi.


Setelah keluar muka Josh kembali ke wajah datar dan mengerutkan keningnya.


"Tahi lalat di leher? lalu sejak kapan princesku memakai gelang itu? sialann jadi semalam memang benar ada penyusup masuk...tapi untung hanya gelang biasa, karena tidak terdeteksi adanya chip ataupun kamera tersembunyi" gumam Josh sambil memijit pelipisnya karena bingung.


Kerutan di dahi Josh makin dalam saat melihat dua sosok pria rivalnya yang menatapnya penuh rasa cemburu sudah terduduk manis di sofa di ruang tamu di kamar vvip ini.



"Kenapa kalian melihatku seperti itu?cemburu?" tanya Josh tetap memasang wajah datar.


"Saingan kalian bukanlah aku, saat nantinya dia muncul...bahkan kalian......., akupun tidak akan mampu merebut my Princes dari sisinya" ujar Josh sambil tersenyum sinis sambil menatap kedua rivalnya satu persatu.


Ketiganya hanya saling terdiam, sedangkan Josh berusaha meretas keamanan rs ini untuk memperbaiki rekaman cctv yang sudah direkayasa tersebut, tetapi selalu gagal.


"Josh....aku sudah selesai" teriak Clara dari dalam


"Iyaaa...sebentar" jawab Josh kemudian beranjak berdiri dan segera masuk ke kamar mandi, membantu Clara untuk keluar dan mendudukkan ke tempat tidur dan memberikan skincare dan sisirnya.


"Ada tamu ya Josh?" bisik Clara saat melihat bayangan dari kaca penyekat ruang tamu dan tempat tidurnya


"Iya...para fans beratmu" jawab Josh juga ikut berbisik.


"Ciee...ciee rivalnya ya?" ejek Clara sambil menoel-noel hidung Josh.


"Hahaha mereka mah bukan rival aku, rivalku masih belum keluar" ucap Josh ambigu yang membuat kening Clara berkerut sambil tetap berdandan.


"Kamu mau tetap duduk disini atau mau keluar?"


"Keluar aja ya Josh" ucap Clara, yang kemudian digendong Josh menuju ke ruang tamu dan tampak dua pria tampan saat melihat Clara keluar langsung tersenyum.



"Kami baik-baik saja dik, adik sudah baikkan?" jawab Lino dengan tersenyum.


"Raras baik bang, terimakasih" jawab Clara singkat.


"Dokter Anton...maafkan tasnya dokter dan obat-obatan saya hilangkan, dan maaf tidak bisa membantu para korban kemarin ya"


"Tidak papa dr Raras, jangan dijadikan beban yah....apakah kakimu terluka dok?"tanya Anton



"Tidak terluka kok dok, cuman mungkin terlalu lama tertidur jadi kakinya perlu di fisioterapi sehingga kuat berjalan kembali" jawab Clara.


Lino melihat Clara sudah sangat berubah terhadapnya, membuat nyeri di dadanya, terlebih melihat Clara selalu menempel Josh dimana dia tahu Josh adalah mantan kekasihnya dan mereka putus karena disuruh papinya.



"Princess kamu mau dibelikan bubur ayam?" tanya Josh


"Heem...mau Josh, emang Josh tahu buryam yang enak disini?"


"Nggak tahu tapi bisa ngajak dr Anton, dokter Anton ayo temani aku beli buryam dulu" perintah Josh dengan menatap Anton tajam.


Anton yang sebenarnya masih ingin berbincang dengan Clara tetapi karena Clara ingin bubur ayam, maka mau nggak mau harus mengantar si bule nyebelin tersebut.


"Selesaikan masalah kalian baik-baik ya" ujar Josh sambil mengecup pucuk kepala Clara lembut dan segera keluar mengikuti Anton.


Setelah mereka keluar, Lino segera mendekat ke tempat duduk Clara


"Dik....apa abang bikin salah sama adik?" tanya Lino


Clara melihat bahwa ada luka di mata Lino, membuatnya menghela nafas.


"Bang...adik tidak marah sama abang, adik cuman jaga jarak sama abang karena tidak mau menyakiti orang lain yang yang selama 8 bulan ini disisi abang" jawab Clara.


"Siapa yang adik maksud? selama 8 bulan ini abang sendiri sama Raksa terus, adik bisa tanya ke Raksa"


"Kalau Nadia siapa bang, apa abang pura-pura lupa?"


"Nadiakan putri tante Lena dik, ......sepupu adik....dia meminta tolong sama abang untuk berpura-pura jadi pacarnya didepan tante Lena supaya dia bisa pacaran dengan Ryan, dan sebagai balasannya Nadia membantuku mengusir Gema supaya tidak mengganggu aku dik" jelas Lino.


Clara menatap mata Lino untuk mencari kebohongan, tetapi tidak ditemukannya membuat Clara semakin tidak enak sama Lino.


"Adik cemburu ya?"


"Nggak bang, adik nggak punya hak untuk punya rasa seperti itu ke abang?"


"Kenapa adik punya pemikiran begitu atau.... apakah adik kira beberapa bulan kita bersama meskioun baru sebentar, abang gak serius sama adik?"


"Adik yang gak serius sama abang, adik yang menipu abang.......maafkan adik bang, adik salah adik jahat" ujar Clara sambil menunduk malu dan menangis tersedu membuat Lino memeluk tubuh Clara erat sambil mengusap bahu Clara.


"Bisa adik ceritakan kenapa adik berbuat seperti itu?"


Clara sambil mendongakkan kepalanya melihat Lino sambil mengusap air matanya dan ingus nya (euuuy Claa....kamu mah cantik-cantik ingusan mulu kalo nangis *author POV)


"Bang adik masuk menjadi prajurit karir dan masuk ke rs untuk mencari bukti kejahatan malpraktik yang sudah membunuh papa aku bang 12tahun yang lalu"


"Dunia Clara hancur saat itu bang, hanya papa yang adik punya .......meninggal akibat kelalaian seorang dr senior disana" ujar Clara sambil menahan emosi


"Clara? papa? maksud adik gimana? abang bingung"


"Papi Wiguna adalah sahabat dari papa aku bang, saat papa meninggal papi dan mami Wigunalah yang mengangkat Clara menjadi putri mereka, karena sebenarnya sejak mama meninggal Clara sudah sering sama papi dan mami, karena pada saat itu mami sudah berkali-kali keguguran, sampai akhirnya lahirlah si Endut Raksa"


"Dan nama asliku adalah Olivia Clara Maharani Ma...." belum selesai Clara bercerita masuklah Sebastian dan Lena adik sepupu Sebastian yang dengan heboh memeluk Clara sambil menangis.


"Tante iiih pake nangis segala malu kali dilihatin"


"Heeh ngapain malu, itu tuch calon suamimu dan adikmu sekongkol nutupin kalo Nadia tetep pacaran sama si tengil Ryan"


"Calon suami? Clara punya?" tanya Clara bingung.


"Raras maksudnya nak Lino" ujar Sebastian yang berusaha menutupi dipikirnya Clara kelepasan bicara.


"Clara sudah bercerita sama abang pi...jangan kuatir" ujar Clara


"Oooh syukurlah kalau begitu, jadi di surat nikah kalian digereja menggunakan nama asli kamu"


"Siapa Pi yang mau nikah? sama siapa?" tanya Clara yang masih bingung


"Haizzz Claa....kamu itu sangat pandai, tetapi kalo urusan beginian pasti langsung susah paham" omel Lena sambil memukul bahu Clara.


"Maksud papimu ya kamu dan nak Lino lah, makanya tante kesini selain tante kangen sama kamu, papimu minta tante mbantuin rencana pernikahan kalian" cerocos Lena dengan semangat 45.


"Piiii.....!!!!! Claa baruuuuu aja cerita sama abang tentang sebenarnya, ......kita belum mengenal secara mendalam Pi, Claa belum siap menikah aaah Pi"


"Nak Lino, setelah tahu cerita Clara, apakah masih mau menikahi putri papi?"


"Masih Pi, Lino mencintai adik dengan sungguh-sungguh"


"Papiiii.....Abaaang...abang belum kenal adik semuanya, Clara mohon jangan buru-buru nikahin Clara" ujar Clara panik melihat sikap kekeuh Lino dan papinya.


"Mau tunggu apalagi kamu, Nak Lino sudah terima kamu apa adanya, ato kamu mau kumpul kebo sama bule psikopat seperti Josh hah.....hahhh!!" solot Sebastian kesal.


"Kenapa papi berpikir seperti itu, jelek-jelek gini Clara gak bakalan melakukan hal yang dilarang Tuhan dan budaya kita Pi......, lagipula demi Tuhan Josh tidak seburuk dugaan papi, dia selalu menjaga Clara dari SMA Pi, di Amerika Clara sendirian disana.


Kalau Josh jahat Clara sudah dirusak dari dulu Pi...gak seperti sekarang ini" ujar Clara berusaha menjelaskan dengan sabar.


"Kamu berani membentak papi hanya mbelain bule gila itu!!" bentak Sebastian mulai emosi.


"Maaf Pi, bukan maksud Clara Pi..." ucap Clara lirih.


"Papi sudah mengambil keputusan satu bulan dari sekarang kalian menikah, kalian bisa sambil berjalan saling mengenal" ucap Sebastian tegas lalu beranjak keluar kamar Clara diikuti Lena yang kebingungan melihat pertengkaran Clara dan kakaknya.


...***...


...TBC...


...Gimana Keputusan Clara ya?...


...Josh baik banget, Lino ya ternyata tulus mencintai Clara😳🙈😣😱...


...Kalian kalau jadi Clara pilih mana?...