Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 70 Kenekatan Donald Bebek



"Kaak...lari kak....kak awasss!!"


"Sa....bangun Sa....Raksa bangun!!" ujar Lino membangunkan Raksa yang tertidur di sofa


"Kaaaak!!!!" teriak Raksa yang terbangun dengan nafas ngos-ngosan dan berkeringat disekujur tubuhnya.


"Sa....ada apa?!"


"Kak Lino, perasaan Raksa tidak enak...Raksa melihat Ewet jatuh ke laut kak"ujar Raksa terengah-engah


"Itu hanya mimpi Sa, Raras sudah tenang disana Sa" ujar Lino.


"Kakak belum meninggal kak Lino, percayalah sama Raksa, dia baru berusaha untuk pulang kak...tapi entah kali ini dia masih bisa bertahan dan bisa kembali pulang atau tidak" ujar Raksa lirih.


"Kakak kenapa tidak tidur?"


"Haus Sa" ujar Lino singkat dan tanpa ekspresi lalu pergi ke dapur di apartemennya lalu kembali ke kamarnya tetapi Lino tidak tidur hanya berdiri memandangi kota Yogyakarta dari jendela apartemennya sampai matahari pagi mulai menampakkan dirinya secara perlahan.


^^^


"Claaaa....." teriak Ben yang juga terbangun dari tidurnya dengan keringat disekujur tubuhnya.


"Kenapa dadaku terasa sakit yah" gumam Ben gelisah sambil mengusap dadanya


.


.


.


"Ras!!" teriak Phil yang berlari di belakang Clara menghindari para tentara KNIL yang berlari dan menembaki mereka, tiba-tiba terdengar suara tembakan dan tubuh Clara oleng yang kemudian terjatuh ke bawah tebing pantai


Tanpa berpikir panjang Phil segera menceburkan dirinya untuk menolong Clara.


"Lindungi Phil dan Raras, kita habisi tentara KNIL itu" teriak Wisnu segera menembaki tentara KNIL sambil beberapa dari pasukan melemparkan beberapa jarum dan bom molotov, sehingga akhirnya bisa memukul mundur tentara KNIL yang tinggal berapa orang.


Wisnu segera membantu Phil yang tampak muncul dari air sambil membawa tubuh Clara yang basah dan berlumuran darah


Phil berusaha mengeluarkan air dari tubuh Clara dan memberikan bantuan pernafasan (CPR).


Akhirnya Clara terbatuk mengeluarkan air yang tertelannya Phil segera menggendong tubuh Clara dengan posisi piggyback ride.


"Mister aku tahu disekitar sini ada sinsei Tionghoa yang sangat pandai mengobati, kita bawa nyai kesana ya mister" ujar Akri


"Baik, ayoo kita kesana" ujar Phil yang kemudian berlari mengikuti Akri


"Phil gantian aku gendong Nyai, kalo kamu kecapaian" tawar Wisnu yang iba melihat Phil


"Raras sangat ringan, kamu bawain tas obatnya saja" jawab Phil.


Took....took...


"Ngkong.....engkong....ini Akri kong" teriak Akri didepan pintu rumah seorang sinsei.


"Hayaaah Kri.. elu malam-malam nggaguin owe tidul, ada apa?" ujar seorang kakek kakek tua yang berbicara dengan logat cina.


"Ngkong tolongin majikan Akri yee, dia ke tembak"


Engkong Chun melihat dibelakang Akri tampak pasukan pribumi dan ada bule satu berpakaian hitam membawa seorang yang terluka.


"Mali...mali.... masuk, jangan sampe tentara KNIL tahu kalian disini" ujar sinsei Chun Baojia.


"Ngkong majukan saya ini wanita bukan pria" ujar Akri.


"Ooo kalo gitu owe panggilin istri owe, bental yah" ujar engkong lalu beranjak ke dalam untuk memangilkan istrinya


"Bantu angkat Neng ini ke dalam kamar Kri" ujar Sinsei


"Saat Akri akan mengangkat tubuh Raras sudah mendapat pelototan mata dari Phil, lalu dengan perlahan Phil mengangkat tubuh Clara menuju kamar yang ditunjuk sinsei Chun.


Setelah istri sinsei Chun datang, mereka berdua segera mengobati dan mengeluarkan proyektil dari bahu Clara


Phil hanya berjalan hilir mudik gelisah menunggu.


"Phil duduklah..bikin kepalaku pusing, apakah kamu juga terluka?" ujar Wisnu


"Cuman tergores, tidak apa" jawab Phil dengan singkat


Setelah dua jam Clara diobati istri Sinsei Chun, keluarlah Emak Chun dari kamar.


"Untung saja peluru hanya mengenai bahu luar si Neng, dan tidak mengenai organ penting jadi si Neng selamat...jadi jangan khawatir"


"Biarkan malam ini dia tidur dulu besok dia pasti sudah sadar"


"Alhamdulillah Mak...makasih ya mak sudah menolong majikan Akri" ujar Akri mewakili yang lain dengan perasaan lega.


"Pulanglah dulu kalian, babe Sabeni, Harry dan bini kamu sudah menunggu kalian" ujar Phil


"Baiklah kita pulang dulu, besok siang biar Jaenab mbantuin merawat Raras....kamu istirahat Phil kamu pasti juga sangat capai" ujar Boim


"Iya, nanti sambil nungguin Raras" jawab Phil lalu masuk ke kamar dan nungguin Clara sambil duduk di kursi samping tempat tidur.


"Ras....maafin aku yah, gak bisa jagain kamu" ujar Phil sambil menggenggam tangan Clara dan mengusap kening Clara.


.


.


.


Pagi harinya sinar matahari malu-malu mulai memasuki ruangan melalui celah-celah korden, mengusik mata Clara yang terpejam


Secara perlahan Clara membuka matanya......, hal yang pertama yang dilihatnya adalah tangannya digenggam erat Phil yang tidur sambil duduk disamping tempat tidurnya.


"Pp-phil....ini dimana" ujar Clara lirih.


Pergerakan dan suara Clara membangunkan Phil dengan segera


"Ras....kamu sudah baikkan?maaf ya Ras, aku tidak bisa melindungimu" ujar Phil tampak sangat menyesal.


"Namanya berperang Phil, tidak mungkin aku tidak terluka...lihatlah wajahmu dan tanganmu tampak terluka" ujar Clara sambil mengusap air mata Phil yang mengalir di pipinya.


'Bulgun....bulgun, bisa juga kamu menangis...padahal biasanya suka sadis, ajib dan nyebelin' batin Clara


"Tasku yang kamu gendong dimana Phil?"


"Sebentar ya aku ambilkan" jawab Phil lalu menyodorkan tas kepada Clara


"Bantuin aku duduk ya Phil" ujar Clara


"Ras jangan banyak bergerak, nanti lukamu terbuka lagi" omel Phil


Phil yang mulai paham bahwa wanita yang dia cintai itu adalah wanita keras kepala, membuat dia menyerah dan membantu Clara secara perlahan untuk duduk bersandar di tembok


Setelah duduk, Clara segera mencari di tasnya kapas,obat luka dan memar.


"Phil sini mendekatlah, aku obatin luka di wajah dan tanganmu"


"Aku obatin sendiri saja Ras, kamu istirahatlah aku tidak papa kok" ujar Phil.


"Phiiiil mendekat atau selamanya kamu menjauh dari aku, pilih!!!" ucap Clara tegas membuat Phil terjengkit mendengarnya auto langsung duduk dan mencondongkan mukanya.


Clara segera membersihkan darah kering dan mulai mengoleskan betadine dan obat memar di beberapa bagian muka dan tangan Phil


Phil hanya terdiam pasrah dan menikmati wajah Clara yang sangat dekat dengan dirinya


"Ras...."


"Hmm..."


"Kalau kita lebih dahulu bertemu, apakah kamu bisa mencintaiku" tanya Phil dengan wajah serius.


"Nggak usah dijawab Ras, aku panggilkan emak Chun untuk memeriksamu ya" ujar Phil yang merasa takut akan jawaban Clara lagi sebelum Clara menjawab dan beranjak pergi keluar kamar.


"Kenapa kamu persis sama dengan Josh ya Phil" ujar Clara pelan.


.


.


.


Selama dua hari Donald mencari keberadaan Clara di Le chat noir, tetapi dijawab Stefi bahwa Clara sedang sakit flu, karena memang oleh Mamat diijinkan kalau Raksa sedang flu sehingga tidak bisa hadir, dan meninggalkan pesan buat yang lain agar tetap berlatih tanpa Raksa dan Phil.


Jawaban orang-orang Le Chat Noir, tetap membuatnya khawatir akan keadaan Raksa, apakah benar flu atau tertembak saat penggembrekan kemarin.


Sampai pada hari ke tiga, akhirnya Clara datang kembali untuk berlatih untuk pertunjukkan di kantor Gubernur Jendral tersebut, meskipun bahunya masih terasa sakit tetapi Clara paksakan untuk datang dan berlatih bersama dengan personil VKW.


Donald yang melihat Clara berlatih sampai berkeringat membuatnya tersenyum senang karena tidak terjadi apa-apa terhadapnya


Saat Clara selesai berlatih, Donald segera menghampirinya.


"Dokter Raksa bisakah kita berbincang sebentar?"


"Tidak bisa!! Raksa sedang istirahat sebentar, nanti mau lanjut berlatih kembali" serobot Phil langsung membawa tubuh Clara dibelakang tubuhnya.


"Phill....." ujar Clara sambil melototin Phil, yang ditanggapi Phil dengan dengusan kasar.


"Apakah komandan sakit lagi Mayor?" tanya Clara.


"Papa sudah baikkan kok, meskipun kemarin sempat sakit tetapi setelah minum obat dari dokter sekarang sudah membaik"


"Lalu sekarang Mayor mau bicara apa ya?" tanya Clara bingung.


"Tuan Phil bolehkah pinjam adikmu sebentar saja?" ijin Donald.


Sebelum Phil menginjak gas, Clara langsung menyentuh lengan Phil


"Hanya sebentar, tenanglah hmm......." bujuk Clara membuat Phil berusaha menahan dirinya supaya tidak meledak marah.


"Mari Mayor" ajak Clara, kemudian Clara mengikuti Donald berjalan dari belakang seperti permintaan Donald, tiba-tiba Donald menghentikan langkahnya, Clara yang saat itu sedang banyak pikiran mengenai misi penyelamatan Ben sehingga tidak memperhatikan kalo Donald berhenti berjalan sehingga menubruk punggung Donald


"Duuh...kira-kira dong Mayor kalo berhenti" gumaman Clara sambil mengusap keningnya "Sakit inih"


Donald membalikkan badannya dan memicingkan matanya mentap Clara


"Lagian kenapa dokter Raksa mengikuti saya" ujar Donald sambil melipat tangannya.


Clara mengerjabkan matanya....


"Lah katanya tadi disuruh ngikutin Mayor, ya udahlah Raksa ngikutin Mayor" jawab Clara kelewat polos "Salah saya dimana coba???"


Donald memijat pangkal hidungnya, memang benar kata orang polos dan bodoh itu beda-beda tipis contohnya ya seperti Raksa barusan, tapi tak apa-apa meskipun bodoh Donald sangat menyukai Raksa.


"Lah kalo saya mau pipis, kamu mau mengikuti saya dok?"


"Iya saya mau" ujar Clara mantap lebih tepatnya belum mencerna perkataan Donald. Namun sedetik kemudian Clara melototkan matanya dengan muka memerah "Nggak maksud saya nganu...."


Clara yang panik mencoba meralat perkataan ya namun sialnya perkataanya malah membuat terdengar ambigu.Dia merutuki mulutnya yang tidak bisa diajak kerja sama.


Tanpa Clara sadari diam-diam Donald menyeringai, kemudian berdehem pelan sebelum pada akhirnya dia kembali bersuara.


"Nganu apa dok? aah saya tahu" ujar Donald sambil mencondongkan tubuhnya mendekati tubuh Raras


Raras yang melihat pergerakan Donald segera memundurkan tubuhnya ke bekakang.


"Jangan-jangan dokter ingin mengintip saya saat saya kencing, hayo ngaku?"


Clara melengos dan mengerjapkan matanya tidak percaya omong kosong apa pula ini, mengintipnya? seperti kurang kerjaan, belum sempat Clara menjawab, Donald segera melanjutkan ucapannya lagi.


"Padahal kamu nggak perlu repot-repot mengintip, nantinya kamu bisa melihat sepuasnya jika kita menikah" bisik Donald sambil mengangkat dagu Clara "Makanya ayo kita menikah, aku rela menyimpang asal pasangan istri aku kamu dokter Raksa Wiguna, .......kamu maukan dokter?"


Lagi-lagi kesialan menimpa seorang dr Clara Maharani, akibat mulut dan otaknya baru tidak bisa disinkronkan sehingga salah bicara, mengakibatkan mahluk astral didepannya dengan nekat mengajaknya menikah, .....sampai rela merubah haluan segala....gila toh!!!


Sambil memijat pelipisnya yang tiba-tiba terasa pening Clara menatap Mayor dengan tatapan heran, ........jelas saja heran bagaimana tidak dia sudah berdandan full pria keren habis seperti ini loo.....


kok ya masih ada pria yang melamarnya menikah, .....naah kalo penampilan Clara yang asli, Clara masih paham kalo pria jaman ini tertarik padanya.


Laa ini coba, sampai mau berubah haluan katanya hedew!!!!!


"Mayor....maaf tapi saya masih normal dan tidak tertarik atas tawaran anda, sebaiknya anda mencari wanita cantik pasti bakal banyak wanita yang bersedia menikah dengan anda" ujar Clara kemudian beranjak meninggalkan Donald.


"Sejak mengenalmu aku tidak tertarik sama sekali dengan wanita dok, bahkan senjata saya sama sekali tidak bereaksi lagi dengan wanita" ujar Donald dengan muka putus asa.


"Itu bukan urusan saya, sebaiknya anda memeriksakan senjata anda ke sensei, mungkin ada masalah di senjata anda" ujar Clara lalu segera meninggalkan Donald secepat mungkin sebelum Donald berbuat lebih nekat.


Tanpa sepengetahuan mereka tampak sepasang mata indah dari nonik Belanda yang melihat kejadian ini, membuatnya bertekad.


"Raksa tidak boleh dimiliki yang lain selain diriku" ujarnya tegas lalu segera kembali masuk kedalam


...***...


...TBC...


...Maaf ya kesayangan baru Up😁...


...Hayo tebak siapa yang baru ngintip itu?...


...Lalu bagaimana tindakan Donald setelah ditolak Clara ya?😳😮...


...Hari ini Thor double up yess...