Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 9 Di Posisi Yang Berbeda



"Ada yang Saya Bantu dokter Budi?" Tanya Clara


"Aaah dokter Raras...bedah TKV kebetulan anda datang dok, ini pasien mengalami kondisi yang tidak normal ...kondisi ritmenya masih bermasalah setelah saya defibrilasi 2kali hanya kembali normal sementara tetapi baru Saya tinggal sekitar 10menit untuk memeriksa pasien lainnya ritmenya kembali bermasalah dok" lapor dr Budi sambil menyerahkan papan rekam medis pasien.


Clara segera memeriksa pasien, lalu melakukan 2x defibrilasi kembali Dan mengecek ritme jantung pasien tersebut sambil menunggu selama 5menit


"Ini gagal jantung, bersiap operasi CABG" ujar Clara


"Tapi siapa yang akan melakukan operasinya dok?" tanya Budi bingung.


"Bukankah di tim dokter Budi ada dr Lino sebagai Dr bedah utama?"ujar Clara bingung dengan pertanyaan dr Budi


"Dr Lino sedang melakukan operasi pada pasien gagal jantung, hanya ada aku yang ada di tim aku dan dr Husein di tim dr Clara yang mengawasi dan memantau kondisi pasien lainnya ini" ujar Budi dengan muka panik


"First asisten bedahnya saja kalo begitu" saran Clara


"Tidak bisa dok...dr Irma juga sedang melakukan operasi pemasangan ICD (Implantable Cardioverter Defribrilator adalah sebuah perangkat kecil yang diletakkan dibawah kulit di dada atau perut untuk memantau detak jantung normal) pada pasien lainnya" ujar Budi


"Aku tidak bisa melakukan juga dok, selain aku first assistant dr Anton...dia juga belum mengijinkan aku first assistant baru melakukan operasi sendiri tanpa ijinnya" ujar Clara kesal mengingat kata-kata Merry tadi.


"Tapi bagaimana dengan pasien ini dok...aku bukan Dr bedah jantung" ucap Budi ngeri Dan panik terlebih mendengar ada teriakan anak kecil diluar


"Itu siapa diluar sus?"tanya Clara


"itu Putri pasien ini dok..." jawab suster Reta


"Apakah sudah ada menjelaskan kondisi ayahnya?" tanya Clara lagi.


"Belum dokter, dia masih kecil dok" ucap suster Reta


"Baiklah biar aku jelaskan ke putrinya,meski masih kecil dia berhak tahu kondisi ayahnya" ucap Raras dengan muka dingin membuat suster Reta terdiam ketakutan


Saat Clara keluar dari UGD tampak sekarang anak perempuan yang menangis tersedu dengan muka bingung dan ketakutan


"Apakah kamu putri Pak Dayat?"


"iya dokter, saya Tata putri Pak Dayat, gimana papa saya dok?"


"Tata papamu mengalami gagal jantung sehingga harus segera dioperasi" jelas Clara menahan sesak di dada mengingat 12tahun yang Lalu dialah pada posisi Tata


"Lakukan yang terbaik buat papa saya dokter, saya percaya sama dokter" ucap Tata sambil memegang tangan Clara lalu bersujud di kaki Clara


"Tolong selamatkan papa saya dok...hanya papalah satu-satunya yang saya miliki di dunia ini dok" ucap Tata sambil menangis tersedu


"Bangunlah...Bantu Saya dengan mendoakan semoga operasi papa kamu bisa berjalan lancar ya...saya akan operasi papamu" ucap Clara dengan suara serak menahan tangis lalu segera masuk ke ruang UGD kembali


"Ayo bawa ke ruang operasi ....suster siapkan ruang operasi dan telephone Dr anestesi yang masih ada ....aku yang akan melakukan operasi" ujar Clara beranjak menuju ruang persiapan operasi.


"Terimakasih dokter Raras" ucap Budi lalu segera menelpon dr anestesi.


Diruang operasi Clara sudah mengganti bajunya dengan baju scrub(baju OK yang dipakai para dokter) berwarna hijau memasuki ruang operasi setelah sebelumnya sudah memakai masker dan topi bedah untuk menutupi rambutnya dan sudah mencuci kedua tangannya dengan sabun hingga ke siku


Suster segera memakaikan mantel bedah berwarna serupa dan memasangkan sarung tangan bedah pada Clara


"Saya dr Ryan anestesi dr bedah saraf dari tim dr Andro yang dimintai dr Budi ...salam kenal dr Raras" ucap dr Ryan yang bertubuh kurus dan tinggi di seberang Clara


"Terimakasih dr Ryan, sudah bersedia membantu " ucap Clara


"Pasien sudah siap di operasi dr Clara" ujar dr Ryan sambil memantau kondisi pasien melalui alat pemantau kondisi pasien


"Oke ayo Kita mulai operasi CABG ini...dr Budi tolong Bantu Saya" pinta Clara


"Baik dok..." Jawab Budi agak gugup


Clara melakukan operasi dengan lancar,teliti Dan rapi.


Diruang operasi tim 1


"Kemana dr Raras?" Tanya anton sambil melakukan operasi tanpa kehadiran Raras


"Tadi sewaktu aku kesini dr Raras dibelakangku,.....


Tetapi saat tiba kesini tidak terlihat dr Rarasnya....mungkin sedang membantu bagian UGD dok...paling sebentar lagi akan kesini" ujar Adam menutupi kesalahan Raras


Di ruang operasi tim dua baru selesai melakukan 3operasi rumit


"Selamat dr Lino telah melakukan operasi dengan sukses" ucap tim operasi dr Lino memberi applause


"Terimakasih atas bantuannya, mari kita beristirahat terlebih dahulu" ucap dr Lino lalu keluar dari kamar operasi dan tampak ruang operasi 1 di seberang kamar operasi 3, dr Anton bersama dr Adam sedang keluar juga baru selesai dari kamar operasi lalu mengangguk ke dr Lino sebagai tanda selamat operasi berjalan lancar.


Tetapi kemudian mereka terkejut dengan keluarnya dr Raras diikuti dr Ryan dan dr Budi keluar dari kamar operasi 4 disamping kamar operasi dr Lino


Lino yang melihat gelagat kemarahan Anton yang langsung mendatangi Clara dan langsung bertanya kepada Budi, yang merupakan salah satu dr dari timnya


Budi dan Ryan takut melihat tatapan Anton yang sangat mengerikan


Sedangkan Clara tidak bergeming melihat tatapan Anton dan malah menatap balik Anton


Saat Anton mau marah, Clara mendahuluinya dan berkata


"Kenapa?? mau marah??....silahkan, tetapi pasien itu dalam kondisi gawat darurat mau bagaimana lagi?, tidak mungkin toh aku tidak melakukan apa-apa, dia bisa expire (istilah kedokteran untuk meninggal) kalau menunggu dr lainnya" ucap Clara tanpa takut sedikit pun.


Dokter Wisnu dan timnya baru selesai operasinya dan keluar dari ruang operasinya langsung melihat putranya penuh kemarahan terhadap dr Raras, sedangkan dr Raras tidak takut sedikitpun


"Apa apa dr Lino?"


"First Assistent dr Anton melakukan operasi sendiri" ucap Lino sambil menghela nafas


Sedangkan para dr lainnya ikut tegang dan tidak tega melihat nasib dr Clara yang bakalan dihabisi dr Anton


...***...


...TBC...