Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 62 Apa Rencana Nyai?



Dooor.....door...


Aaaargh......


Mendengar tembakan dan teriakkan dibelakang nya membuat Clara terkejut dan dengan secara spontan menengok ke belakang, dan terkejut dengan keadaan salah satu bule penjahat yang sudah terbujur kaku dengan mata melotot dan darah mengucur darinya, dan perempuan itu sudah terduduk dengan tubuh bergetar ketakutan


"Phil.....are you Nut haaah!!!kenapa sich kamu hobi banget bunuh orang" bentak Clara lalu segera mendekati tubuh perempuan tersebut dan melepaskan jaketnya, dan memakaikan ke perempuan tersebut


"Jika aku tidak menembaknya dia yang akan menembakmu Ras" kilah Phil tak kalah kerasnya kemudian mendekati dua bule yang sudah babak belur dihajar Clara, yang menatap Phil dengan ekspresi ketakutan


"Jangan takut ya Nona, maafkan kakakku memang emosian tapi orangnya baik kok, anda sudah aman...mari saya bantu berdiri" ujar Clara dengan nada lembut dan membantu perempuan bule cantik itu berdiri


Perempuan itu hanya memandang Clara tak berkedip dan hanya terdiam menuruti Clara berdiri dan dipapah jalan oleh Clara


"Anda mau kemana nona?saya antar yah" ujar Clara yang tidak tega melihat kondisi perumpuan itu dengan rambut dan baju berantakan


"Aku tinggal di Le Chat Noir, tuan muda kita hanya maju ke depan lalu masuk ke pintu disebelah kiri" ujarnya lirih.


"Panggil saya Raksa nona, bukan tuan muda" ujar Clara dengan tersenyum lembut membuat perempuan tersebut memandang Clara dengan tersenyum dengan ekspresi tak terbaca



"Ambeer!!! apakah kamu baik-baik saja?" tanya beberapa wanita langsung merubung wanita cantik tersebut membuat Clara segera menyingkir.


"Uciip!!" teriak Clara memanggil Stefi yang ikut di rombongan perempuan-perempuan menor-menor


Stefi memandang Clara dengan penuh keheranan


"Kkk-kkamu?...."


"Peppos Ucip" sahut Clara sambil cengengesan


"P pep pos?....Peppos!!!! huwaaaa!!" teriak heboh Stefi sambil berlari memeluk Clara dan menangis saat menyadari hanya satu pasangan tengil yang berani memanggilnya dengan ucip, siapa lagi coba kalo bukan Raras dan Ben


"Ucip euuy...kamu ingusan" ejek Clara yang langsung ditoyor-toyor dan diseret stefi ke kamarnya


Kehebohan Clara dan Stefi membuat Amber mengerutkan keningnya dan menatap iri


"Ras....ceritakan padaku, apa yang terjadi, kenapa kamu begini" serbu Stefi yang tidak sabar menahan kekepoan dari dalam dirinya


"Hahaha satu persatu kali Cip" ujar Clara yang geli melihat sahabatnya ini


"Berisik kamu, buruan" omel Stefi


"Iya....iya nggak usah ngegas gitu" jawab Clara lalu menceritakan keseluruhan yang terjadi, termasuk memberi tahu keadaan si Ucup, Stefi yang memang manusia full ekspresi mendengar cerita Clara bereaksi emosi, terkejut dan sebal.


"Cip...bantuin gue kerja disini dong...gue bisa main musik, bisa mbantu-mbantuin pentas ...yaah cip" bujuk Clara


"Aku cuman penari latar aja Pos, nggak punya kuasa memasukkan orang untuk kerja disini, meskipun aku ingin membantu" ujar Stefi sedih


Braak....tiba-tiba pintu kamar Stefi dibuka kasar


"Amber....ada apa?!!" tanya Stefi terkejut dan berdiri


"Dia siapamu Fi?!" bentak Amber dengan ketus membuat Clara dan Stefi mengerutkan dahinya dan saling pandang


"Dia Raksa Wiguna sepupuku, putra bibiku yang menikah dengan orang pribumi, memangnya kenapa ya?" tanya Stefi bingung


Amber menatap Stefi dan Clara bergantian,


"Kamu kesini mencari sepupumu karena mencari kerja?"


"Iya nona, saya butuh uang bersama kakakku diluar tadi" terang Clara sopan


"Tapi kelihatannya kakakmu bukan orang Hollander maupun Indo sepertimu" tanya Amber curiga


"Ya jelas, ayah Phil orang England ...ayah Phil adalah suami pertama bibiku" terang Stefi dengan muka serius


Clara memandang Stefi takjub, 'gile emang pacar si Ucup, kalo disuruh ngibul juara satu di seantero Hindia Belanda, saluut Cip' batin Clara sambil meringis


"Kamu bisa bermain alat musik apa Rak?"


"Raksa non, bukan Rak" ujar Raksa


"Saya bisa bermain piano dan gitar nona" ujar Clara


"Ayo ikut aku Sa, sekarang panggil aku Amber saja...kamu mengerti" ujar Amber lalu segera beranjak meninggalkan Clara dan Stefi yang masih bengong


"Amber salah minum obat apa ya Pos?kok mau menyapaku dan mau menolong mu ya?" ujar Stefi sambil menatap Clara yang ditanggapi Clara dengan mengedikkan bahunya


"Raaaaksaaaaa!!!! buruaaan lemot banget sih kamu jadi cowok!!" teriak Amber membuat Clara terjenggit lalu langsung berlari menyusul Amber


"Kamu tunggu disini, aku mau minta ijin toon leider (pimpinan dan pemilik pertunjukan kabaret)"


"Baik...."


Clara menunggu Amber yang masuk ke kantor bos kabaret ini lama, membuat Clara berjalan melihat-lihat dan melihat sebuah piano menganggur membuat tangan Clara gatal ingin bermain, sehingga mulai duduk dan mulai memainkan "Tetap Dalam Jiwa" (Isyana)


...Tak pernah terbayang...


...Akan jadi seperti ini pada akhirnya...


...Semua waktu yang pernah kita lewati...


...Bersama nyata hilang dan sirna...


...Hitam putih berlalu...


...Janji kita menunggu...


...Tapi kita tak mampu...


...Seribu satu cara kita lewati...


...Tuk dapatkan semua jawaban ini...


...Bila memang harus berpisah...


...Aku akan tetap setia...


...Kau kan tetap ada di dalam jiwa...


...Tak bisa tuk teruskan...


...Dunia kita berbeda...


...Kau kan tetap ada di dalam jiwa...


...Memang tak mudah...


...Tapi ku tegar menjalani kosongnya hati...


...Buanglah mimpi kita yang pernah terjadi...


...Tersimpan tuk jadi histori...


...Hitam putih berlalu...


...Janji kita menunggu...


...Tapi kita tak mampu...


...Seribu satu cara kita lewati...


...Tuk dapatkan semua jawaban ini...


...Bila memang harus berpisah...


...Aku akan tetap setia...


...Kau kan tetap…...


Clara menyanyikan dengan suara yang dia buat seperti suara pria, membuat para perempuan di kabaret berkerumun dan mengagumi ketampanan dan suara Clara


Tanpa disadari Clara Amber bersama Bos kabaret tersebut bernama Simon Van Rubbergh juga ikut mendengarkan permainan Clara


"Raksa....sini kamu!!" perintah Simon saat Clara selesai bermain piano


Mendengar namanya dipanggil, membuat Clara sontak berdiri dan membalikkan badannya dan segera mendekat Simon lalu menundukkan kepalanya


"Wajahmu sangat tampan untuk ukuran pribumi maupun Indo, apa kamu bisa menari kabaret Pria?" tanya Simon


"Karena meskipun suaramu bagus dan pandai bernyanyi, tetapi tidak ada yang mau melihat dan mendengarkan"


"Karena disini yang mau dilihat yang serba erotis dan ****"


Whaaat seorang Clara Maharani menari? apa kata dunia jika gadis jagoan seperti dirinya disuruh menari, yang ada nanti panggungnya rubuh hicks...


"Maaf Tuan, tapi Raksa tidak bisa menari, tapi ijinkan Raksa membuat pertunjukan yang membuat banyak penonton berdatangan dalam satu bulan ini" ujar Clara penuh keyakinan


"Hahaha anak muda, aku tahu kamu semangat tetapi tidak semudah itu" ujar Simon


"Beri saya kesempatan tuan, kalau saya gagal, saya bersedia menjadi pembantu disini tanpa digaji" ujar Clara nekat


"Baik....tapi aku cuman minta satu minggu, jika ide pertunjukanmu berhasil maka silahkan kamu lanjut satu bulan, gimana setuju tidak?" ujar Simon dengan senyum licik


"Pos....jangan gila kamu, kalo dokter aku akui kamu hebat, tapi ini bisnis pertunjukan kejam" bisik Stefi panik


"Tenang Cip, dulu gue selalu menjadi panitia pentas seni" ujar Clara penuh percaya diri (buset Claa...pensi sekolah boo, dasar dokter edan kamu Cla πŸ™ˆπŸ˜£*Author POV)


"Baik tuan, setuju....tapi Raksa diijinin milih personel buat pertunjukan Raksa, gimana?"ujar Clara dengan tersenyum


"Oke....ambil aja sesukamu, gunakan semua fasilitas disini, tapi ingat jika kamu tidak bisa maka kamu menjadi budakku selamanya" ujar Simon sambil memasang muka mengejek lalu meninggalkan Clara, Stefi dan Amber


"Poss...gila kamu...kalo kamu jadi budaknya dia, kamu bakal dijual ke pria-pria penyuka pria cantik"


"Raksa....ayo batalin, jangan gila kamu" ujar Amber juga kuatir sama Clara


"Tenang aja kalian, batu aku carikan 3wanita yang bisa menari dengan gerakan lentur dan 3pria cantik yang pandai menari dan menyanyi"


"Buat apa Pos?"


"Udah bantuin aja, oya sama penjahit baju yah, besok waktu aku datang lagi kemari semua sudah siap oke, oya Amber kamu bisa menyanyi?"


"Bisa...kenapa memangnya?" tanya Amber bingung


Sambil tersenyum lebar " Maukah kamu menjadi penyanyi di pertunjukanku?


"Kamu mau kemana? kenapa gak tinggal disini?" tanya Amber


"Besok aku kesini lagi, aku masih bersama kakakku dan belum ijin ke Babe dan Nyai" ujar Clara singkat lalu beranjak pergi


"Phil ayo ke tempat komandan....loo mana mayat dan para bule-bule tadi?"


"Yang mati sudah dikubur, yang hidup sudah dibawa Mamat ke kantor polisi" jawab Phil singkat


"Gimana sudah bertemu Stefi?kenapa lama sekali sich?" tanya Phil kesal.


Bukannya menjawab pertanyaan Phil, Clara hanya tersenyum misterius dan segera naik kuda diikuti Phil dan Mamat meninggalkan Le Chat Noir.


...***...


...TBC...


...Rencana tengil apa ya yang direncanakan Clara?πŸ˜³πŸ˜³πŸ˜‰...