Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 45 Masa Lalu Anton



Terdengar musik menghentak-hentak, bau asap rokok sangat tercium tajam di hidung Adrian yang sedang mencari keberadaan sahabatnya Anton


"Dri....loe yakin Anton di sini?"


"Iyaa....Andro yang nemuin si Anton,.....Naaah itu Andro" ujar Adrian


"Ndroo mana si Anton?" tanya Merry


"Ntuuuh...." jawab Andro sambil menunjuk ke arah seorang pria yang sedang meracau sambil menenggak minuman


"Kita bawa pulang sekarang Ndri, biar aku yang bayar minumnya" ujar Merry


"Jangan sentuh akuuu .....dasar J***g!!" teriak Anton sambil mendorong kasar seorang wanita dengan baju kekurangan bahan yang berusaha menggoda Anton


Membuat Andro meminta maaf terhadap wanita tersebut dan membantunya bangun yang masih shock mendapatkan perlakuan kasar dari Anton


Sedangkan Andri memapah tubuh Anton bersama Merry keluar dari Club


Dimobil Anton meracau tidak jelas, kadang tertawa dan menangis sendiri sambil meneriakan nama Raras


"Ntoon sadarlah, relakan dr Raras....dia sudah beristirahat dengan tenang diatas" ucap Merry


"Kenapaaa....kenapa Tuhan jahat padaku Mer, satu-satunya wanita yang gue cintai diambilnya juga, bahkan gue belum ngomong kalo aku mencintainya sejak dia masih kecil 12 tahun lalu"


"Gue duluan yang mengenal Raras, gadis hujan itulah yang mengenalkan gue apa itu cinta terhadap seorang wanita"


"Dokter Raras ternyata gadis yang menangis ditengah hujan itu Nton?ya ampuun dunia sempit "ucap Merry


"Kenapa dia tidak mengingat gue , malah mencintai kakakku....apa kurangnya gue Mer??!!!"


"Gue lebih tampan, lebih pandai, gue lulusan terbaik dari Stanford, sedang Lino hanya lulusan dari universitas lokal kenapaaa??!!" cerocos Anton sambil menangis


"Ntoon....sudahlah jangan rusak hidupmu seperti ini, setiap hari mabuk-mabukkan, tidak pernah ke rumah sakit....mau sampai kapan?"


"Lupakanlah dr Raras, lanjutkan hidupmu....tidak kasihan dengan papamu yang harusnya sudah beristirahat masih harus terjun operasi semua tugas yang harusnya loe handle"


"Dokter Linopun meninggalkan rs kita dengan meminta mutasi ke Yogyakarta pula, rs bagian kardio kacau Nton"ujar Adrian


"Jangan lakukan kesalahan lagi Nton, sudah cukup 12 tahun lalu papamu yang menutupi dan menanggung kesalahanmu membuat pasienmu meninggal karena kelalaianmu" ujar Andro


"Diaam Ndroooo....loe pikir gue tidak menanggung beban itu?!!!! gue selama 12 tahun ini selalu dikejar rasa bersalah ini, bahkan gue mencari putri pasienku itu untuk memohon ampun tapi gue tidak bisa menemukannya" ujar Anton


"Tapi gadis itu menghilang bagaikan ditelan dibumi, rumahnya kosong dan para tetangganya tidak tahu dimana putri almarhum."ujar Anton lirih dan terisak menangis sampai akhirnya tertidur karena kelelahan.


Setelah sampai di apartemen Anton, mereka bertiga memapah tubuh Anton yang masih belum sadar sepenuhnya menuju kamar apartemennya dilantai 12


"Ntoon buruan sadar, berat tau tubuhmu buset" omel Andro"


Sambil tertatih-tatih Andro dan Adrian membawa ke kamar Anton, Merry yang memencetkan paswordnya lalu membawa masuk Anton


Ternyata di dalam kamar apartemennya Anton tampak seorang wanita yang masih terlihat cantik meskipun sudah tidak muda lagi duduk dengan anggun


"Lihat gaesss emak gue dah nungguin gue pulang" seru Anton dengan nada sinis


"Raras belum mati....aku yakin maa! kenapa semua bilang Raras dah mati"


"Memang kenyataannya begitu sudah hampir tiga bulan gadis itu hilang ditengah hutan kalo tidak mati lalu apa hah!!"


"Dasar anak bodoh, kapan kamu berubah hah!!! jadi pria kok lemah banget!! jangan membuat keluarga Pradipta malu kamu!!" bentak Irene


"Hahahaha Anton bikin malu? kapaan maa? dari kecil Anton menghabiskan waktu hanya belajar dan belajar, selalu rangking satu, dan bisa sekolah di kedokteran Stanford, berprestasi di dunia kemiliteran untuk selalu mengalahkan kak Lino sesuai harapan mama dan membuat papa bangga"


"Kesalahan Anton hanya sekali itu maaf!! tapi saat Anton mau bertanggung jawab atas kesalahan Anton, tetapi mama malah menyuruh papa menutupi dan menanggung kesalahan yang Anton perbuat"


Plaaaaak.....


"Dasar anak tidak tau di untung, jika papamu tidak menutupi kebodohanmu itu, karirmu hancur, tidak ada rs yang mau menerima dokter yang pernah melakukan kesalahan fatal tersebut" bentak Irene sambil menampar Anton


Merry segera memisahkan Irene dan Anton


"Tantee....inget jantung tante, Merry mohon tante tenang yaah" bujuk Irene


"Tampar terus maa!! bukankah dari kecil Anto. selalu mama tampar" bentak Anton dengan menatap dengan tatapan terluka


"Sudah Ntooon ayooo loe istirahat dikamar yaah" ucap Andro sambil menyeret tubuh Anton ke kamarnya secara paksa sebelum perang ibu dan anak semakin panas


"Kamu dengar itu Mer....putra tante berani membentak mamanya sendiri"


"Tante tenang yaah, Anton sedang mabuk....jadi gak sadar yang diomongin"


"Sekarang tante pulang yah, biarkan kami mengatasi putra tante " bujuk Merry dengan lembut


Sambil menghela nafas panjang, Irene akhirnya menuruti perintah Merry lalu segera pulang dianter sopir pribadinya


"Coba kamu jatuh cinta sama Anton Mer" ujar Irene sambil mengusap kepala Merry dengan sayang


"Hahaha itu gak mungkin terjadi tan....bisa perang dunia ketiga meletus tan" jawab Merry sambil cengengesan


"Ya sudah aku pasrahkan putra tante ke kalian yah....makasih ya Mer sampein makasih sama Andro dan Adrian


"Siap tan...beres"


Setelah Irene pergi, Merry segera masuk ke kamar Anton


"Laah dah tidur lagi, dasar anak laknat habis marah-marah langsung ngebo" omel Merry


"Sekarang gimana nyadarin nich bocah...dia bener-bener hancur untuk kedua kalinya" ujar Andro


"Kakaknya juga hancur, tetapi menutupinya hanya bekerja.....bekerja dan bekerja" ujar Adrian sambil menatap sahabatnya sedih


...***...


...TBC...