Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 78 Serangan Balik



Setelah jauh, mereka berhenti lalu segera turun dari kuda supaya kuda mereka beristirahat terlebih dahulu sambil menyusun rencana


"Kita tidak bisa hanya selalu melarikan diri terus" ujar Wisnu


"Benar katamu pangeran kecil, kita harus menyerang balik ke mereka, Pangeran bisakah kamu mengumpulkan pasukan dan menyebarkan mata-mata untuk mencari tempat persembunyian si tua bangka itu" ujar Phil


"Saat ini kita jangan bersembunyi di gereja, karena banyak anak-anak disana" ujar Clara


"iya, Ja kamu tahu tempat yang bisa djadikan markas?" tanya Phil kepada Ja...yang tadi menyusul tuannya bersama Mamat, Akri dan Daus


"Saya tau tempat aman Mister, tetapi kalau boleh usul kita jangan menempati satu Markas tetapi harus berpindah-pindah tempat sehingga selain kita aman, jangan sampai seperti tempat Babe Sabeni tadi sehingga banyak korban dari kita" ujar Jaja


"Baik Ja, usulmu bagus...bisakah kita merekrut pasukan lagi, pasukan kita tinggal sedikit" ujar Phil


"Jaa....rekrut juga wanita-wanita muda yang mau ikut berjuang bersama kita" ucap Clara yang membuat semuanya terkejut dan menatap Clara


"Nyai....wanita lebih baik sembunyi saja, mereka biasa didapur dan dirumah, mana mungkin kita suruh maju perang" ujar Akri


"Aku yang akan melatih mereka, sehingga bisa kita jadikan alat penyusup, mata-mata ditempat musuh, selain itu juga mampu sebagai petarung" ujar Clara


"Cla....kamu yakin?" tanya Ben khawatir


"Ben apa kamu tidak lihat kondisi wanita bangsaku, selalu dihina, sering hanya dijadikan budak kaya aku dulu juga pernah kamu jadikan gundikmu kan?" ujar Clara ketus dengan menatap tajam Ben


"Tapikan aku gak pernah loo berbuat keji sama kamu Claa, bahkan selalu sayang loo...kamu tuch suka ungkit-ungkit kesalahanku dulu" rajuk manja Ben sambil meluk tubuh Clara


"Diih...sayang apaan, bikin emosi mulu.." omel Clara


"Itu strategi menaklukkanmu Claa...." ujar Ben dengan cengar-cengir


"Dasar manusia aneh, sama cewek itu harus lembut, penuh perhatian dan nyaman disisi kita bukan bikin emosi" ujar Phil sinis


"Udah gak usah banyak cincong, nyatanya Clara sudah resmi jadi istri akukan" jawab Ben tenang tanpa terlihat emosi sekali, tetapi semua yang mendengar tau bahwa ucapan Ben benar-benar menohok Phil tepat sasaran


"Kamu itu hanya menang start aja Ben, coba Raras bertemu lebih dulu denganku, pasti bakalan lebih memilih suami dari bangsanya sendiri, terlebih seorang pangeran seperti aku ini" ujar Wisnu


'Mulai deech .....drama dunia Harem Nyai Raras dimulai, dibuat sinetron seru kali yee' batin Clara sambil menatap tiga pria tengil yang sehari saja gak ribut masalah itu-itu aja, mungkin badan mereka gatal-gatal kali ya


"Pos...ayoo kita tinggal aja rombongan orang gila itu" ajak Harry kesal


"Heeh Cup....inget ini bini aku, binimu disana no oh jangan asal nyamber" omel Ben langsung memeluk tubuh Clara posesif


"Heeh bule gila....mana mungkinlah aku meninggalkan bini bohayku dituker sama Peppos ini, aku bukan kalian ya yang ngrebutin si Peppos" ujar Harry sewot


"Wadaaaaw......Woiii Pos sakiit buseeet, beraninya kamu" teriak Harry kesakitan karena kakinya diinjek Clara dengan sekuat tenaga


"Beranilah orang tinggal injek doang" jawab Clara dengan muka polos, eeh tepatnya dipolos-polosin


"Hahahaha...makaan tuch sakit, bini aku kok dilawan" ejek Ben sambil mengajak Clara segera naik ke kuda tanpa menghiraukan segala umpatan Harry


"Istriku memang paling pintar" ujar Ben sambil mencium kening Clara membuat Clara tersenyum lebar


Akhirnya mereka menuju tempat yang dimaksud Jaja, yaitu sebuah rumah panggung ditengah hutan yang tertutup pepohonan lebat, sehingga tidak terlihat jika hanya sekilas pandang.


Jaja benar-benar melaksanakan perintah majikannya bersama Akri dan Daus, hari berikutnya mereka berhasil mengumpulkan beberapa wanita muda yang berkemauan keras dan pemberani, sama beberapa pemuda betawi.


Clara dan Phil melatih pasukan cara menembak, cara berkelahi dengan tangan kosong dan memakai senjata


Sedangkan Ben dan Harry yang sudah punya banyak pengalaman bertempur, mulai menyusun strategi dengan memanfaatkan informasi dari mata-mata pasukan Wisnu yang berhasil mereka sebar dan info bantuan dari Donald.


Sedangkan Clift yang sangat ahli merakit dan membuat sebuah bom melatih beberapa orang Wisnu yang pandai dan cekatan


Meski pada awalnya pasukan bentukan Clara meragukan, tetapi karena tekat mereka sangat kuat, sehingga tidak sampai satu bulan, mereka sudah bisa diturunkan ke medan pertempuran, dan selama itu pula pasukan hantu bercadar berhasil membuat pasukan Billy gagal membumi hanguskan kampung betawi lainnya, meski begitu kepandaian strategi perang bandot tua itu memang tidak diragukan, itu terbukti selama satu bulan ini belum bisa ditangkap dan belum ditemukan markas persembunyiannya.


Bahkan beberapa kali Bill berhasil melawan dengan strategi defensif kuat, bahkan berhasil menutup jalur untuk keluar dari Batavia untuk orang pribumi, sehingga Clara dan Ben belum bisa meninggalkan Hindia Belanda.


Kekuatan mereka seimbang, karena Bill pun tidak bisa menemukan markas hantu bercadar yang selalu berpindah tempat dan gerakan serangannya susah ditebak.


Di markas Ben beserta yang lainnya sedang bertemu dengan Donald, sehingga Phil dan Clara mengambil keputusan untuk menghancurkan markas Bill bersama Mamat dan Akri, sambil membawa beberapa bom rakitan buatan Clift


Clara dan Phil mulai mengamati markas tersebut terlebih dahulu, dan mencari celah untuk menyusup masuk


"Nyai kelihatannya kita bisa menyusup masuk dengan sembunyi di kereta jerami itu, lihatlah beberapa kereta jerami bisa langsung masuk" bisik Mamat


"Benar Ras...lihat itu dibelakang masih ada 3kereta yang belum masuk" ujar Phil dengan berbisik


"Kalo begitu ayooo" jawab Clara kemudian secara perlahan mereka segera secara perlahan sembunyi di tumpukan jerami di kereta paling belakang supaya tidak terlihat pasukan tentara bayaran milik Bill.


Satu persatu kereta jerami masuk kedalam markas Bill yang berupa sebuah pabrik Opium (pada jaman penjajahan Belanda Opium di per jual belikan secara legal, bahkan ini termasuk pemasukan terbesar buat VOC)


Clara dan pasukan bersembunyi dalam jerami sehingga tidak terlihat


"Apakah kita harus memeriksa semua isi box dalam jerami ini Kapten?" tanya seorang pria yang mungkin bawahan si kapten * mereka memakai bahasa Belanda ya


"Kata komandan biarkan saja dulu, Komandan baru berpesta opium bersama para wanita, ayo kita kembali berjaga" ujar si kapten


Ketika dirasa sudah aman, Clara dan rombongan mulai keluar dari tempat persembunyiannya


"Nyai didalam jerami banyak senjata dan bahan peledak" lapor Akri


"Setiap kereta kita pasangi bom, pake sumbu tali yang panjang Mat, lalu kalian nyalakan saat mendengar suara peluit burungku ini...kalian mengerti?" perintah Phil


"Baik mister, kami paham" jawab serempak Mamat dan Akri


Sedangkan Clara dan Phil, mulai masuk kedalam pabrik dan mulai memasang peledak disetiap sudut ruangan, yang penuh dengan bahan opium yang sangat mudah terbakar.


Setelah semua terpasang, Phil segera meniup peluit buatan Wisnu yang mengeluarkan suara seekor burung, supaya penjahat tidak mengetahui bahwa itu sebuah tanda.


Clara segera menyalakan sumbu peledaknya dan mulai beranjak keluar pabrik.


Tetapi malam itu Clara dan Phil sedang apes, karena kehadiran mereka terpergok beberapa tentara, sehingga mau tidak mau Clara bersama Phil harus menghadapi mereka dengan tangan kosong.


Meski Clara dan Phil memiliki kemampuan beladiri diatas rata-rata tetapi musuh yang mereka hadapi adalah pasukan berani mati sehingga kekuatannya selain kuat juga nekat untuk selalu menyerang, sehingga Phil dan Clara mulai kuwalahan.


Tiba-tiba terdengar dentuman keras dari luar pabrik, membuat musuh Clara lengah sehingga Phil dan Clara berhasil menjatuhkan mereka, kemudian segera berlari keluar.


.


.


.


Di waktu yang sama ditempat berbeda saat Ben, Harry, Donald dan Wisnu sampai, mendapatkan laporan bahwa istrinya dan Phil yang nekat bertempur sendiri, membuat Ben kembali naik ke kudanya dan memacu kudanya kencang ke pabrik Opium di daerah Cikini, yang ternyata tidak terlalu jauh dari markas hantu bercadar.


Ben dan Donald segera berlari setelah turun dari kuda, saat terdengar dentuman bom berkali-kali dari luar pabrik.


Ketika sudah bisa masuk ke dalam pagar masuk pabrik, tampak Clara dan Phil berlari keluar, tetapi baru baru beberapa langkah pabrik tersebut meledak


Blaaar......Blaaar.....


Tubuh Phil dan Clara tampak terlempar karena terkena daya ledak bom tersebut


"Claraaaaa......." teriak Ben sambil berlari menuju kobaran api tempat tubuh Clara dan Phil yang terbaring tak bergerak dengan bersimbah darah.


"Ben hati-hati!!" teriak Donald yang masih shock melihat tubuh Clara yang terpelanting terkena bom


...***...


...TBC...


...😮😮😮Gimana kondisi Clara dan Phil?...