
Pagi harinya saat Clara datang bersama Phil dan Mamat tampak sudah menunggu Donald yang hanya menggunakan kemeja biru tanpa seragam ketentaraannya.
"Mau apa tuch si bule, pagi-pagi sudah nongol" omel Phil
"Phil...nanti ikut aku, entah kenapa aku takut matanya" ujar Clara
Mendengar ucapan Clara sontak Phil terkejut dan menatap Clara dengan wajah bingung
"Apakah perlu aku bunuh Ras?"
Yungalah Gusti...... Bulgun satu ini,..... heran dech apa nggak ada dipikiran si Phil koplo satu ini selain membunuh orang?
"Phil...sekali lagi kamu mikir bunuh-bunuh mulu, kutendang kamu sampe pulau tak perpenghuni.........jangan sentuh dia!!"
"Kita masih butuh dia untuk menyingkirkan musuh kita"ujar Clara tegas.
"Tapi aku gak suka cara lihatin kamu, bikin tanganku gatel ingin mencongkel matanya" ujar Phil dengan ekspresi dingin.
Plaaaak....
"Sakiit Ras....buseeet tangan kecilmu itu sangat mengerikan kalo mukul pediiiih tauuu!!!!......., emang Ben sering juga kamu pukulin juga?"
"Phil....berisik!!"ujar Clara segera turun dari kuda dan langsung disambut Donald dengan tersenyum lebar.
"Selamat pagi dokter Raksa" sapa Donald
"Selamat pagi Mayor, adakah yang bisa Raksa bantu?"
"Bukankah kemarin dokter bilang akan memeriksa papa saya pagi hari?"
"Oooo....komandan dimana?"tanya Clara sambil clingukan mencari keberadaan komandan
"Dirumah, .....mari ikut saya" ajak Donald.
"Mat, tolong bilang Ucip untuk berlatih nyanyian baru ini bersama Ron, dan bilang Amber untuk membuat kostum sesuai gambar ini, .......aku berangkat dulu ya Mat"
"Baik tuan muda" jawab Mamat.
"Mari Mayor" ujar Clara segera naik kembali ke kudanya
"Eeeh kenapa dia harus ikut?"tanya Donald terlihat tidak suka adanya Phil.
"Dia kakaknya Raksa, jadi harus ikut" jawab Clara dengan wajah datar
"Ooo baiklah mari"jawab Donald lemas, hilang kesempatan berduaan dengan Raksa.
Selama perjalanan Donald berusaha mengajak Clara berbicara, tetapi hanya dijawab dengan jawaban singkat.....padat.....dan jelas, membuat Donald akhirnya terdiam sendiri karena tidak tau lagi mau ngomong apalagi.
Setelah sampai Clara segera menemui komandan Van der Chapman, yang sudah menantinya dengan wajah tersenyum.
"Anda terlihat lebih segar komandan, apa ada yang masih dirasa tidak nyaman ataupun sakit?" tanya Clara sambil menyelesaikan memeriksa tensi dan gula darah.
"Sudah tidak ada dok, badan terasa lebih enakkan"
"Bagus, semua sudah kembali normal, ini saya berikan vitamin untuk kebugaran saja, jangan lupa tetap makanan sehat ya komandan" ujar Clara lembut.
Donald memandang Clara yang begitu telaten memeriksa papanya tak berkedip sama sekali, membuat Phil emosi dan menarik Donald keluar
"Jangan macam-macam dengan adikku, dia pria normal....kalo kamu mempunyai kelainan cari diluar banyak banci yang siap melayani mu" ancam Phil ketus.
"Aa-ku juga normal, jangan sembarangan kamu" ujar Donald marah sambil mendorong Phil menjauh darinya kemudian beranjak keluar rumah untuk menenangkan debar jantungnya yang berdetak tidak normal jika melihat wajah tampan sekaligus cantik dari seorang Raksa Wiguna.
"Mayor, saya mau pamit...komandan sudah saya periksa semuanya sudah membaik, jadi anda tidak perlu khawatir"
"Maaf Mayor sebelumnya bukannya saya ikut campur urusan keluarga anda, tetapi tolong adik anda segera ditemukan, supaya kondisi kesehatan komandan semakin stabil" ujar Clara tetapi Donald hanya menatap Clara bengong.
"Mayor.......yuhuuu anda paham?" ujar Clara sambil menyentuh tangan Donald
"Eeeh...iya dok, saya paham...paham" ucap Donald sambil menganggukkan kepalanya berkali-kali.
"Baiklah, permisi mayor" pamit Clara lalu segera pergi naik kuda bersama Phil.
"Tadi si dokter ngomong apaan yah?" gumam Donald kebingungan.
"Apa benar yah kata Phil, aku harus cari banci hiiiy....kenapa aku jadi menyimpang sich, padahal sebelumnya sering jajan cewek-cewek cantik" gerutu Donald frustasi dengan dirinya sendiri.
"Kenapa kamu itu cowok si Sa" bisik lirih Donald dengan sedih.
^^^
Malam harinya Clara melihat si dedemit berada kembali di Le Chat Noir
"Phil apabila nanti si dedemit memaksaku pergi, diamkan saja tetapi tolong tetap ikutin aku yah"
"Ras...jangan membahayakan dirimu, kenapa sich tidak menyuruhku membunuhnya saja" omel Phil kesal
"Wanita iblis seperti dia harus merasakan nikmatnya neraka dunia ini dulu, kalo langsung mati keenakan dia...korban dia pasti sudah banyak" ujar Clara dengan smirk liciknya.
"Baiklah tapi hati-hati ya, sampai kamu terluka sedikitpun aku cincang tubuhnya" ujar Phil sadis
'Mulai dech si Phil koplo kumat psikonya' batin Clara sambil menggelengkan kepalanya
Benar saja saat Clara sedang sendirian di kamar ganti, dirinya sudah ditodong dengan pistol di kepala nya, sebenarnya Clara bisa saja melawan orang suruhan dedemit dengan sekali tebas, tapi Clara ingin melihat bagaimana permainan dari dedemit.
Saat diluar Le Chat Noir ......Donald yang barusan sampai melihat Clara yang didorong secara paksa dengan di todongkan pistol, membuat dirinya marah dan ingin segera menolong....... tetapi Donald melihat Clara memberi kode untuk jangan melawan.
Akhirnya Donald mengalah tetapi tetap mengikuti kemana Clara dibawa pergi.
Clara hanya duduk dengan tenang, tidak terlihat ketakutan menatap Dedemit
"Kenapa melihatku begitu? baru mengagumi kecantikanku yah?" ujar Elonor penuh percaya diri.
"Amber beribu-ribu lebih cantik dibandingkan anda, bahkan gadis-gadis pribumi lebih menawan dibandingkan anda" jawab Clara tenang sambil memandang Elonor sinis.
"Akan kurubah pendapatmu setelah kamu merasakan betapa nikmatnya tubuhku ini" ujar Elonor yang saat ini memakai baju berwarna lavender kombinasi warna putih, dengan topi dan membawa kipas.
'Buset ni betina membuat kaum wanita sedunia malu, bagaimana bisa memberikan tubuhnya semurah ini'
Misalpun kalo aku benar-benar seorang priapun tidak akan nafsu dengannya, .......sekarang jadi paham kenapa Ben selalu jijik dan menolaknya.
"Jadi kamu menculikku hanya ingin meniduriku saja?hahahaha nona....nona kamu tahu aku tidak semurah yang kamu bayangkan"
"Apa yang kamu mau?.....uang?....perhiasan?kekuasaan?" tanya Elonor sambil tersenyum meremehkan
"Apa hanya itu yang bisa kamu lakukan?" tantang Clara dengan senyum yang dibuat semenawan mungkin.
"Apa yang kamu mau aku beri" tanya Elonor sambil semakin mendekat ke arah Clara, membuat Clara semakin jengah.
'Hedew nich dedemit gatel amir sich, euuuw'
"Nona...kita sudah sampai" ujar kusir delman.
'Selamet....selamet...untung dah sampai'batin Clara lega
"Ayo buruan turun Sa.......kita lanjutkan berbicara didalam sambil minum-minum" ajak Elonor sambil menarik lengan Clara turun.
Saat turun Clara memberi kode ke Phil untuk menunggunya sampai 10 menit, sedangkan Donald gak paham arti kode tangan dari Clara, jadi langsung mengendap-ngendap masuk kerumah Elonor.
Elonor menggiring Clara masuk ke kamarnya, dan memberikan Clara minuman, dan mulai tercium dari aromanya (Clara sudah dilatih Josh untuk menajamkan indera penciumannya sehingga tahu bila ada zat aneh disekitarnya)
'Afrodisiak....permainan kotor ini ternyata dari nenek moyang kita sudah dilakukan, ciiih nggak seru permainanmu'
"Ayo Sa...diminum" ujar Elonor sambil menyodorkan minuman anggur merah yang sudah dia campur zat afrodisiak (zat yang bisa menaikkan gairah seksual/obat perangsang).
"Pertanyaan saya belum anda jawab nona"elak Clara sambil mencari cara untuk menghindari niat iblis si betina gatel satu ini.
"Oooo yang tadi, apa yang kamu?"ujar Elonor dengan pongah
"Yakin menuruti semua permintaan Raksa nona?" ujar Clara sambil mendekati Elonor dengan wajah menggoda berbeda dengan dalam hati Clara yang sudah menahan rasa gelaynya karena harus berpura-pura menggoda si dedemit ini.
"Yakiiinlah, katakan Raksa sayang" ujar Elonor semakin merangsek ketubuh Clara dengan senyum menggoda
"Jika aku sudah mau menjadi milik anda, bila ada wanita yang memyukaiku apa yang akan anda lakukan nona?" tanya Clara
"Jelas saja aku membunuhnya, tidak ada yang boleh memiliki apa yang telah aku miliki"
"Apakah pernah anda melakukan itu semua nona?"
"Maksudmu membunuh? tidak dengan tanganku sih, cuman suruhan orang saja....kan banyak pribumi bodoh yang bisa aku suruh membunuh orang dengan imbalan perhiasan"
"Sebanyak itukah perhiasan yang anda punya nona, sampai dibagi-bagi" pancing Clara dengan smirknya.
"Kamu mau lihat perhiasanku sayang, lihat ini" ucap Elonor sambil membawa beberapa kotak penuh perhiasan.
"Nona sambil diminum " ujar Clara sambil menyodorkan minuman yang sebelumnya untuk Clara
"Kamu juga minum Sa" ujar Elonor sambil tersenyum lebar.
"Perhiasan anda cuman segini nona?"ejek Clara
"Yee enak aja masih banyak, ada 10box seperti ini di lemari" ujar Elonor lalu berjalan kembali ke arah lemari bajunya sambil menunjukkan ke 10 box perhiasannya.
Saat kembali Clara melihat semua perhiasan Elonor
"Apa ada yang kamu mau sayang?ambil aja" ujar Elonor lalu mencarikan perhiasan buat Raksa.
"Nona perhiasan ini sangat bagus buat nona" ujar Clara sambil menyodorkan sebuah kalung.
"Inikah Sa?" tanya Elonor sambil mengambil kalung lalu memakainya.
Tak lama kemudian Elonor mulai gelisah dan mulai gerah sehingga mulai melepasi bajunya.
"Nona....jangan dilepas bajunya" ujar Clara yang kemudian malah ditubruk Elonor.
"Nonaaa...sadaaar nona" ujar Clara pura-pura panik dan berteriak,...... karena tadi dia sempat melihat Donald sudah didalam rumah dan menurut perkiraan Clara sudah berada di depan pintu kamar Elonor.
Braaaak.....
Tiba-tiba pintu di dobrak dan tampak Donald terlihat marah melihat Raksa di serang secara paksa oleh Elonor.
'Untung-untung Donald datang tepat waktu, masak seorang dr Clara Maharani di unboxing dedemit euuuuw....amit-amit jabang bayi' rapal Clara sambil mengetok dahinya tiga kali.
Lalu segera menggeret tubuh Elonor menjauh dari tubuh Raksa.
"Mayooor Donald...waaa mau ikutan main? Elle mampu kok kalau kita bermain threesome" goda Elonor sambil meraba tubuh Donald.
Mendengar ucapan Elonor membuat Clara dan Donald sontak matanya melotot
'Buseeet nich betina ngeri banget sich' batin Clara langsung berdiri di belakang Donald
"Dasar J***g........singkirkan tangan kotormu dari tubuhku" seru Donald sambil menepis tangan Elonor kasar sampai Elonor terjatuh duduk di lantai
Tetapi saat itu Donald melihat kalung yang dipakai Elonor membuat Donald tersulut emosinya, langsung mencengkram rahang Elonor
"Katakan padaku, darimana kau dapatkan kalung ini Hah?!!!"
"Mayor jangan berbuat kasar, kita main secara lembut hmm...." racau Elonor yang semakin tidak tahan akibat obatnya sudah bereaksi
...***...
...TBC...
...Kalung siapa ya yang dipakai Elonor yang membuat Donald marah? 😱😮...