Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 91 Secreat Reveal



Throwback 1 weeks before


Sepeninggal Lino yang berlari mengejar Clara, Wisnu hanya terduduk tercenung memandang putra bungsunya yang terduduk dengan semua lebam-lebam diseluruh tubuhnya.


"Apakah kamu sudah puas menghancurkan kakakmu sampai tak bersisa seperti ini, kehilangan satu-satunya wanita yang dia cintai dan sebentar lagi karirnya pun hancur?"


"Apakah sepencundang itukah dirimu, berkali-kali papah bilang cinta itu tidak bisa dipaksakan....kamu seperti mamamu, selalu memaksakan semua mau kalian"


"Kenapa papa selalu membela anak haram itu, apa karena papa lebih mencintai wanita pelakor itu dibandingkan istri resmi papa"


"Sudah cukup Nton...sudah cukup kamu menghina istri dan anak papa selama ini, sekarang kamu sudah besar maka sudah waktunya kamu tahu yang sebenarnya terjadi!!"


"Istri dan putra papa satu-satunya adalah Marcellino Pradipta dan mamanya, mamamu yang menggunakan kekuasaan papanya yaitu kakekmu Jendral Mahatomo Sudirja memaksa papa untuk menikahinya karena mamamu sudah hamil dengan pacarnya, dan papa dijebak malam itu seakan-akan papa sudah memperkosa putri Jendral"


"Padahal demi Tuhan, papa tidak pernah menyentuh mamamu karena meski papa diberi minuman yang diberi obat, papa tidak meminumnya, malam itu mamamulah yang berteriak-teriak dan menyobek bajunya sendiri"


"Karena itulah papa harus menikahi mama secara siri demi menyelamatkan nama besar kakekmu, dan melindungi istri dan Lino dari ancaman mamamu"


"Jadii....Anton bukan anak papa?kenapa papa membiarkan kebohongan ini berlanjut?apakah kak Lino tahu semua ini?"


"Sangat tahu, karena untuk melindungi mamanyalah dia tidak mau menyandang nama Pradipta dibelakang namanya, dia menggunakan nama keluarga mamanya"


"Maafkan papa menutupi semua ini, maksud papa supaya kamu tumbuh menjadi pria baik berbeda dengan mamamu, tetapi ternyata papa salah, kamu tumbuh menjadi pria penuh dendam, iri dengki persis mamamu, kali ini papa akan meninggalkanmu selamanya dan saatnya papa berada dimana seharusnya seorang ayah berada karena Lino pasti sangat membutuhkan seseorang disisinya saat ini"


ujar Wisnu lalu meninggalkan Anton yang menatapnya dengan tatapn kosong.



Terngiang-ngiang ucapan Clara saat terakhir kali dengan wajah antara marah dan terluka


"Sekali pecundang selamanya pecundang!!"


"Tidak...Ras....aku bukan pecundang....tidaaak!!!" teriak histeris Anton, langsung direngkuh Merry dan Andro sahabatnya yang baru berani masuk setelah dr Wisnu pergi.


"Aku juga hancur...kenapa papa lebih memilih Lino, ternyata yang anak haram adalah aku Mer...hahahaha....aku adalah anak haram" racau Anton membuat Andro segera menyuntikkan obat penenang dan membawanya ke ruang perawatan untuk mengobati semua lukanya.


"Kenapa kamu tidak menuruti omonganku Nton...lihatlah dirimu yang hancur ini, apa yang harus kita lakukan terhadapnya Ndro " ujar Merry sambil menangisi sahabatnya.


"Panggilkan dr Prita untuk mengobati kejiwaannya, aku kuatir Anton akan mengalami depresi berat melihatnya tadi yang mulai terlihat tanda-tanda mengarah kesana"


"Baik...sebentar" jawab Merry kemudian menelpon teman sejawatnya yang seorang psikolog ternama yang bekerja di rs Gatot Subroto juga saat ini.


^^^


"Kak kenapa lari-lari?Claa mana?" tanya Raksa bingung melihat calon iparnya dengan mata memerah berlari-lari di lorong rs.


"Kamu lihat adik Sa? tadi adik lari keluar, ini sudah mau hujan, phobia adik Sa, obatnya tertinggal" ujar Lino panik.


"Sialan kamu kak, apa yang sudah terjadi...kak Nyoman tolong bantuin Raksa yah" pinta Raksa yang memang saat itu sedang mengobrol dengan Nyonyo sahabat Clara.


"Tenang Sa...kalian cari diluar Rs, bagian dalam rs serahkan ke kita" ujar Nyonyo segera mengkoordinir semua anggota security rs mencari Clara sedangkan Lino dan Raksa berpencar menggunakan mobil mencari Clara diluar rs.


Setelah satu jam Raksa mencari tiba-tiba teleponnya berdering dan tampak tertera nama di hapenya ternyata ayahnya


"Ya pi....gimana?"


"Dimana kakakmu? apakah dia baik-baik saja Sa?" tanya Sebastian dengan nada khawatir


"Ini Raksa baru mencarinya Pi, kelihatannya ada masalah dengan kak Lino pi, tadi kak Lino juga terlihat habis menangis..." belum selesai Raksa bicara langsung disela Sebastian.


"Gak usah pedulikan dokter sialan itu, sekarang cari kakakmu, ya ampuun papi sudah menghancurkan hati putri kesayangan papi Sa........betapa jahatnya papi Sa" cerocos Sebastian sambil terisak menangis.


"Pii...tenang yah, Raksa langsung ke rumah ini Ramon dan pasukannya sudah Raksa untuk menyebar mencari Cla....pi sudah telepon Josh?"


"Josh sudah terbang dini hari tadi pulang ke Amerika" jawab Sebastian.


"Oke....oke...Raksa pulang, papi tenang dulu ya" ujar Raksa kemudian lanjut mengendarai mobilnya menuju rumahnya.


Raksa sampai dirumah tampak Sebastian sudah menunggu dengan gelisah di teras.


"Pi ceritakan apa yang terjadi?"


"Sebastian kemudian menceritakan bahwa pengacara keluarga Wiguna meminta ijin untuk bergerak setelah mendapatkan berkas yang dikirim melalui kurir, yang isinya mengenai semua bukti tentang malpraktek yang membuat Clara kehilangan papanya.


Mendengar itu Raksa langsung terduduk dan segera melipat gandakan pencarian kakaknya sedangkan Sebastian merasa sangat bersalah kepada Clara karena telah memaksakan sebuah pernikahan dengan pembunuh ayahnya.


Seorang Raksa Wiguna yang biasa terlihat ceria dan santuy sekarang ini langsung gerak cepat mengurus semua urusan pembatalan pernikahan dan menutup semua akses sehingga Lino sama sekali tidak bisa mendekat ke keluarga Wiguna.


.


.


.


Satu Minggu setelah itu tampak dua pria tampan berbeda generasi dari keluarga Pradipta berjalan dengan tegap menuju ruang konferensi pers yang bertempat di ruang auditorium rs Gatot Subroto dimana didalamnya sudah berkumpul para wartawan dari surat kabar dan beberapa media lainnya. Terdengar kasak kusuk dari para wartawan yang penasaran berita apa yang yang akan disampaikan calon menantu keluarga terkaya di Indonesia dan Asia ini memenuhi seisi ruangan berwarna cream.


"Selamat pagi para hadirin, perkenalkan saya dr Marcellino Oetomo Pradipta dan disamping saya ayah saya dr Wisnu Pradipta akan menyampaikan sesuatu kejadian yang tidak mengenakkan yang telah terjadi di rumah sakit kami. Mari kita mulai konferensi pers hari ini, penuturan awal akan dimulai oleh ayah saya, silahkan dokter Wisnu" ujar Lino setelah usai memberikan kata pembuka dan menyerahkan microphone ke ayahnya.


"Kak...kamu melupakanku?!" seru Anton yang berusaha menahan sakit dan tetap berjalan tegap ikut duduk di sisi ayahnya sambil tersenyum membuat Lino dan Wisnu menepuk bahu Anton.


Ditempat lain diwaktu yang sama, Praaank......suara vas bunga terjatuh ke lantai saat seorang wanita yang masih terlihat cantik di usianya yang sudah terbilang tidak muda lagi yang sedang merangkai bunga sambil melihat televisi, tiba-tiba menampilkan breaking news.


Irene menatap televisi dengan wajah tercengang saat suaminya Wisnu mengumumkan kasus malpraktek yang telah dilakukan kedua putranya dihadapan publik.


"Nyonya....anda kenapa?" tanya bi Umi pembantu kesayangan di keluarga Pradipta.


Irene terlalu shock sehingga tidak mendengarkan pertanyaan dari bi Umi, matanya tetap terpaku melihat ke televisi saat putra kesayangannya bersama kakaknya mengakui kesalahannya.


Meski Irene tidak mengerti masalah hukum, tapi dia cukup tahu setelah pengakuan putranya tersebut, Anton akan menjalani proses hukum militer yang sangat pelik.


Terutama masalah perijinan prakteknya sebagai seorang dokter pasti akan segera dicabut, bagaimana nanti masa depan putranya nanti?bisakah putranya melaluinya? semua pertanyaan itu meletup-letup di pikiran Irene yang sangat mengkhawatirkan keselamatan putra semata wayangnya.


.


.


.


Kembali di ruang auditorium rs, tampak Lino yang kemudian menyambung pengakuan ayahnya.


"Kami mohon maaf tersembunyinya masalah ini sampai 12tahun lamanya, tidak ada maksud untuk menyembunyikan dan menutupi secara sengaja dan melarikan diri dari tanggung jawab, tetapi karena telah terjadi banyak faktor dan situasi yang membuat masalah menjadi berlarut-larut maka kami akan mengundurkan diri dari posisi kami sebagai dokter bedah jantung di rumah sakit Ini, agar tidak memberikan image buruk terhadap keseluruhan bagian rumah sakit ini."


"Besar harapan kami keputusan gantung jas ini bisa membuat pandangan buruk terhadap rumah sakit ini sedikit terobati. Sekali lagi kami bertiga mohon maaf sebesar-besarnya keluarga besar pasien bapak Agung Mahendra dan bapak Abraham Mahendra, terutama kepada putra dan putri dari korban Saudara Rahmat Putra Mahendra, Saudara Zacky Putra Mahendra, Saudari Rizky Larasati Mahendra dan Saudari Olivia Clara Maharani Mahendra." ujar Lino kemudian ketiga pria tersebut meletakkan jas putih kebanggaan mereka didepan lutut mereka yang ketiganya bersimpuh di lantai dibawah podium kemudian mereka bertiga melakukan permintaan maaf dengan menundukkan kepala mereka sampai menyentuh lantai seperti gaya khas orang Jepang.


Selama sepersekian detik para awak media melupakan tugas mereka karena terhipnotis kesungguhan ketiga pria Pradipta, saat satu persatu mereka tersadar segera mengabadikan moment bersejarah di sepanjang dunia medis.


Setelah mereka bertiga bersujud, mereka kembali berdiri tegap dan Wisnu segera menyampaikan ucapan penutup.


"Saya dokter Wisnu Pradipta, dokter Marcellino Oetomo Pradipta dan dokter Anthony Pradipta bersedia mengikuti proses hukum yang seharusnya dan menerima semua hukuman militer dan hukum kedokteran yang berlaku. Terimakasih atas kesedihan anda semua yang sudah mau mendengarkan pengakuan serta penyesalan dari ketiga dokter yang telah selesai menjalankan tugasnya. Selamat siang semuanya" ujar Wisnu kemudian bertiga menuruni podium dengan kepala tertunduk dikawal beberapa polisi dan beberapa tentara security rs untuk mengamankan dari serbuan para wartawan menuju area yang sudah diamankan di bagian belakang rs.


Saat diarea tersebut, tiba-tiba salah satu polisi yang mengawal ketiga dokter segera mendatangi Anton dan segera menampar pipi Anton.


"Ini untuk kematian ayahku yang sudah kamu rengut saat Kiki membutuhkan pegangan karena pada saat itu baru 7hari kehilangan ibu kiki"


Belum cukup satu tamparan mengenai pipi kanan Anton, Kiki kembali menampar pipi kiri Anton.


"Ini untuk kehilangan kedua kakak Kiki yang harus mendekam dipenjara dan perjuangan Kiki selama 12tahun hidup terlunta-lunta sendirian dunia ini"


Saat rekan Kiki ingin menarik Kiki menjauh, tetapi dicegah oleh Anton dan membiarkan Kiki meluapkan segala dendam dan kemarahan yang terpendam selama 12 tahun ini kepadanya.


Belum merasakan cukup dengan tamparan Kiki segera meninju perut Anton sambil berteriak.


"Dan ini karena membuat Kiki memberikan cinta pertama Kiki untukmu!" ujar Kiki sambil menangis tersedu-sedu.


Mendengar perkataan Kiki membuat Anton tercekat karena tidak mengira gadis tengil yang selama 8bulan selalu mengusik dan merecoki hidupnya ternyata mempunyai perasaan untuk dirinya.


"Aku memohon maaf kepadamu, maafkan atas kelalaianku yang menyebabkan ayahmu meninggal, maafkan aku yang telah merengut satu-satunya orang tua dan keluarga mu. Maaf jika hidupmu berantakan karenaku dan maafkan aku atas penderitaan, kesengsaraan dan sakit hatimu, aku siap atas hukuman yang kamu berikan padaku, bahkan jika kamu meminta nyawaku, dengan senang hati kuberikan padamu" ujar Anton dengan sangat merasa bersalah.


Mendengar ucapan Anton sontak membuat Kiki yang awalnya menunduk menangis segera mengangkat kepalanya dan dengan suara serak Kiki bertanya.


"Benarkah jika aku meminta nyawamu...kamu akan memberikan kepadaku?"


Anton menganggukkan kepalanya yakin.


"Bagus....maka setelah kamu menyelesaikan hukumanmu, datanglah kepadaku....karena aku menginginkan kamu berikan nyawamu untuk menjagaku seumur hidupmu itu juga hukuman dariku, apakah kamu mengerti dr Anton?" tanya Kiki dengan suara tegas.


Ucapan Kiki membuat semua orang yang berada diruangan tersebut yang pada awalnya tegang dan khawatir menjadi terbengong, termasuk Anton yang belum begitu paham maksud ucapan Kiki barusan.


"Udah sana...sudah dijemput....ingat janjimu dr Anton!!" ujar Kiki sambil mendorong tubuh Anton untuk mengikuti jemputan dari pengadilan militer


Saat dimobil ketiga dokter tersebut terlihat tanpa beban untuk ukuran orang yang akan menerima hukuman malah terlihat lega dan tenang.


"Selamat ya Nton, setidaknya setelah kamu bebas, sudah ada yang menunggumu diluar" ujar Lino tulus.


"Kak...maafkan aku...maafkan aku yang sudah menghancurkan hidup kakak, tapi aku janji aku akan membantu kakak mendapatkan cinta dr Clara kembali" ujar Anton tulus.


"Rasanya akan susah Nton, adik dilindungi orang yang sangat berkuasa dan adik tidak seperti Kiki yang bucin akut terhadapmu, pada kasusku aku yang bucin terhadapnya" keluh Lino.


Anton yang melihat kakaknya yang menatap jalanan dengan tatapan kosong, berjanji dalam hati akan berusaha menolong kakaknya.


...***...


...TBC...


...Cara apa yang bakalan diambil Anton?...


...Apakah berhasil?...


...😱😮...