Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 106 Battle Round 2



"Itu Raras dan suaminya mau dibawa kemana?" teriak Anton.


Anton dan Kiki yang mencari Lino untuk diajak pulang, turut menyaksikan Clara dan Arno diseret penjahat, Anton segera tanggap.


"Ki telpon kepolisian kita butuh bantuan" perintah Anton kepada Kiki, dan dengan segera Kiki menelpon atasannya.


Sedangkan Lino belum paham apa yang terjadi, yang Lino tahu Clara dan suaminya ditodong pistol oleh pria berbadan besar dan dibawa menaiki sebuah kapal boat yang sudah bersiap di pinggir pantai.


"Kak ayoo buruan kita sewa kapal boat, kita tolong Raras" teriak Anton yang menyadarkan Lino dan kemudian berlari mengikuti Anton dan Kiki yang sudah berlari duluan.


"Tuan muda Lino kami ikut, di kalung nya nona muda ada chip, jadi kita bisa arah tujuan mereka" seru Anwar yang tiba-tiba datang sambil ngos-ngosan berlari, dia kecolongan nona dan tuan muda mereka dibawa kabur penjahat.


"Ayo pak Anwar...." ucap Lino sambil tetap berlari.


Ternyata anak buah Anwar bertindak lebih cepat, mereka sudah menyewa boat yang akan mereka pakai untuk mengejar penculik majikannya.


"Pak Anwar cuman membawa tiga anak buah saja?" tanya Lino.


"Tadi sebenarnya berenam dengan saya tuan muda tetapi dua orang yang menjaga nona dan tuan muda Ulker sudah dibunuh mereka" ujar Anwar geram.


"Tadi kita dikecohkan ada pergerakan bahaya tak jauh dari sini, jadi kita bertiga segera menuju kesana, ternyata sasarannya nona dan tuan muda Ulker" terang Anwar dengan penuh penyesalan.


"Pak Anwar tahu siapa mereka? apakah mereka musuh dari Raksa?" tanya Lino, karena Lino sangat tahu siapa Raksa, 8 bulan tinggal bersama dengan Raksa cukup untuk Lino mengenal sosok lain dibalik Raksa Endut bandel kesayangan Clara adalah si jenius pembuat dan penjual senjata canggih dan sangat mematikan.


Meski Raksa sangat pandai menutupi sosok aslinya dan selalu menjadi pemain di belakang layar untuk usaha undergroundnya, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa dia akan memiliki musuh berbahaya.


"Kelihatannya bukan tuan muda, ini adalah orang asing dan kelihatannya targetnya tuan dan nona muda Ulker, ini kita masih mencari info siapa tikus got yang berani menculik mereka."


"Karena setahu saya, tuan muda Ulker hanya murni seorang pengusaha perkebunan"


Anton dan Kiki menatap bingung apa yang kakaknya dan bodyguard Clara katakan, tetapi mereka hanya terdiam dan menerima senjata canggih yang diberikan Anwar untuk mereka pakai nantinya.


^^^^


...**Kita tinggalkan rombongan Lino yang sudah mulai mengejar kapal penjahat....


...Dan kembali ke pasangan Clara dan Aron**....


Sesaat Clara dan Aron yang baru keluar ruang ganti langsung diacungi senjata disekelilingnya.


"Jangan berbuat macam-macam tetap tenang dan ikut kami, maka kami tidak akan melakukan apapun terhadap kalian" ujar salah satu penjahat berwajah garang.


Clara dan Aron saling pandang dan menggenggam tangan erat dengan saling tersenyum.


Clara dan Aron mengikuti para penculik untuk naik ke kapal dan membawa mereka entah kemana


"Pakai dulu jas aku Claa anginnya terlalu kencang" ujar Aron sambil mau melepas jasnya tetapi langsung dicegah Clara.


"Ntar kamu kedinginan Ben kalo jasmu aku pakai, mendingan aku kamu peluk dalam jasmu itu jadi kita hangat" ujar Clara manja lalu menyusupkan tubuh mungilnya kedalam pelukan hangat Aron.


Aron yang melihat istrinya yang manja menjadi gemas langsung mencium bibir istrinya.


Dasar pasangan gesrek yang sudah satu frekuensi mesum, sampai lupa keadaan bahwa mereka sedang diculik, hal tersebut membuat para penculik yang berwajah garang merasa jengah sendiri.


"Loo kalian kok malah meninggalkan sandera!!" bentak pimpinan penculik.


"Tenang aja bang Nando, mereka tidak bakal pergi kemana-mana....mereka tidak bodoh bang untuk melompat ke laut saat kapal melaju dengan cepat begini" ujar salah satu anak buah penculik.


"Tapi ya nggak kalian tinggal juga kali Bambank!! cepat awasii!!" bentak Nando marah.


"Gak usah bang mereka baru gitu-gituan jengah kita"


"Gitu-gituan apaan...ngomong tidak jelas kalian ini bah!!"


Nando segera beranjak menuju kearah Clara dan Aron----- saat Nando melihat keuwuan pasangan gesrek yang lupa waktu dan tempat hanya bisa menganga dan saat akan marah di cegah anak buahnya.


"Jangan bang, biarin aja lagian sebentar lagi mereka dihabisi majikan kita"


"Iya bang biarin aja, kita maklumi ajalah namanya pengantin baru" ujar anak buah yang lainnya.


"Haizzz apa mereka tak takut sama kita-kita ini, atau berusaha menyusun strategi untuk melarikan diri" tanya Nando.


"Mereka itukan cuman seorang petani dan dokter dari keluarga kaya, mana tau caranya menyusun strategi bang"


"Lagipula karena tahu hidup mereka sudah tidak lama lagi, makanya mereka dipuas-puasin bersama bang"


"Bener juga kau Tok, ya sudahlah biarkan saja mereka" ujar Nando lalu kembali fokus kedepan.


Tanpa para penculik sadari sebenarnya dua pasangan gesrek itu sedang mengirimkan sinyal SOS melalui kalung yang dipakai Clara dan memang sengaja berbuat seakan-akan mereka hanya orang kaya bodoh sehingga dianggap remeh oleh para penculik, dan terbukti ulah mereka berhasil membuat para penculik tidak waspada kepada mereka.


Jika para penculik tahu kehebatan dinamic duo ini, pasti mereka tidak akan berani mengejek dan meremehkan profesi mereka.


Setelah beberapa waktu akhirnya mereka mendarat disalah satu pulau kecil dikepulauan seribu.


"Woooiiii....udahan!!! kita sudah sampai!!" bentak Nando lama-lama kesal juga liat sepasang merpati ini mesra-mesran terus.


Clara dan Aron segera berhenti tetapi mereka tetap mengacuhkan para penjahat yang semakin geram dengan tingkah Clara dan Aron yang masih saja nempel kaya prangko.


"Anu Mister, sorry to bother you Mister, I have brought what you asked for" ujar Nando sambil menunduk hormat


"Thanks Ndo" ujar sebuah suara serak seorang pria berambut hitam klimis dan berbadan besar, memakai jas warna merah maroon dengan kombinasi kemeja warna hitam. Kemudian membalikkan badannya menghadap ke arah Clara dan Aron.



"Hallo my dear Son...." ujar wanita berambut pirang dengan memakai blouse garis hitam putih ketat memperlihatkan lekuk tubuhnya


Yaeeelah si dedemit maning..... dedemit maning....belum kapok juga ini betina.


"Berhasil kabur eeeh?!" ejek Aron dengan wajah datar andalannya.


"Hahaha kamu pikir permainan licik dari gadis udik dari negara miskin ini berhasil memenjarakanku, seorang artis ternama seperti Aracelly Arambula....mimpiiii!!" ujar Arcacelly ketus.


Waaa ini sampai menghina negara seindah ini miskin matanya sudah buta nich si dedemit, kelihatannya perlu diketok magic tuch kepala.


"Terus....apa maumu?"


"Tanda tangani berkas ini, maka kalian akan kubebaskan tetapi jika kalian menolak....maka tamatlah riwayat kalian, dimulai dari istri kamu itu" ancam Aracelly sambil menyodorkan berkas ke arah Aron


Aron membaca berkas tersebut lalu tertawa terbahak-bahak.


"Apakah masih kurang harta warisan papa dan warisan Santibanez untukmu Aracelly?" tanya Aron sinis.


"Atau karena harta Santibanez masih dikuasai tuan muda Santibanez ini sehingga kamu masih kurang?"


"Dasar bocah sialan, semua hartaku telah kamu sita...gak usah pura-pura bodoh!!" bentak Aracelly marah.


"Tangkap si gadis pendek menjijikkan itu Nando!!" seru Aracelly.


"Baik nona" jawab Nando sambil menarik Clara menjauh dari Aron.


Aracelly segera mendekati Clara dan menatapnya penuh kebencian.


"Cepat kamu tanda tangani berkas itu son, jika tidak wanita kerdilmu akan aku siksa" ancam Aracelly dengan senyum mengerikan.


Alih-alih Clara ketakutan malah menatap Aracelly dengan wajah datarnya.


'Ciiih kerdil katanya? dasar dedemit nggak di jaman kompeni, nggak jaman Indonesia merdeka kelakuannya benar-benar tidak punya otak' umpat Clara dalam hati.


"Kamu yakin bisa menyiksa istriku? istriku adalah harimau berbulu kucing, hati-hati....aku sudah memperingatkan ini" ujar Aron sambil tersenyum sinis.


"Kamu meremehkan kemampuanku heh?!!!kamu pikir siapa yang menyiksa ibumu sebelum dia mati Son?" tanya Aracelly dengan tertawa mengerikan.


Aron mengepalkan tangannya diam-diam sampai kukunya terlihat sangat putih untuk menahan emosinya, kalo tidak melihat tatapan istrinya yang memberi kode untuk tetap tenang.


Aracelly segera meraih kerah gaun pengantin Clara dengan pisau dan merobek gaun pengantin indah milik Clara.


"Gaun ini terlalu indah kamu pake gadis jelek!!" hina Aracelly dengan tertawa mengejek.


Tetapi dalam hitungan detik tawa Aracelly langsung berhenti digantikan wajah terkejut dengan baju yang dipakai Clara didalam gaun pengantinnya yaitu kaus tangtop dan hotpants dimana disertai beberapa senjata disisi luar kedua kakinya.


Tidak hanya Aracelly saja yang terkejut melihat Clara, semua orang disitu sangat terkejut, karena tidak mengira gadis mungil yang terlihat lemah lembut itu sekarang terlihat garang dan mengeluarkan aura membunuh yang sangat kuat.



Sedangkan Aron yang melihat istrinya yang sudah dalam mode siap tarung langsung segera melepaskan jas tuxedonya dan mendekat ke arah Clara dan mengeluarkan senjata andalannya dua buah dessert eagle.


Belum hilang rasa terkejut Aracelly dan pasukan Nando, dengan gerakan cepat Clara sudah merubah posisi dimana sebelumnya dia dijadikan sandera sekarang gantian Aracelly yang dia sandera dengan menendang belakang lucut Aracelly sehingga Aracelly terjatuh bersimpuh didepan Clara dan Clara menarik rambut Aracelly dan mengalungkan tongkat buatan Raksa yang sudah dia keluarkan pisau diujung tongkatnya.


"Dasar wanita bodoh, beribu kali berenkarnasi masih saja berani berurusan dengan Olivia Clara Maharani"


"Sudah berapa kali aku bersabar menghadapimu, tidak kali ini Dedemit" ucap Clara dengan gerakan cepat memotong rambut Aracelly


"Aaaaaargh.....apa yang kamu lakukan b**h"


"Masih berani mengatakan aku B***h apa kamu tidak memiliki kaca besar dirumah hah? kamu itu adalah wc umum tempat buang hajat para pria bodoh, bahkan anak tirimu pun kamu makan, sekarang siapa B***h disini dedemit?"


"Lepaskan Aracelly gadis cebol!!" teriak Rodolfo Santibanez marah.


"Waaaa iniiii dedemot pasangan dedemit, badannya aja yang gede tapi otaknya segede upil....mau-maunya sama tante-tante wc umum ini" ejek Clara membuat Aron tertawa terbahak-bahak otak segede upil---- dasar Clara.


"Gak paham kata-katamu tapi pasti itu ejekan...Nando segera ringkus mereka berdua" seru Rodolfo kesal.


"Remember the past Schatje? its show time now!!" ujar Aron sambil tersenyum ke arah Clara.


"Yess Ben, tapi kali ini jangan sampai terluka bahkan terbunuh hemm....love you Ben" jawab Clara segera memasang kuda-kuda tetapi sebelumnya dia menotok beberapa titik mematikan di tubuh Aracelly


"Kamu sudah aku totok di semua titik mematikan didalam tubuhmu ini adalah jurus terlarang didalam ilmu akunpunktur yang bernama Lóng zhī wěn, jika kamu berani berusaha keras melepas totokanku ataupun bergerak maka dimulai dengan pecahnya pembuluh darah di hidung, kemudian telinga, mata dan yang terakhir di otak maka buuum semua pembuluh darah dalam tubuhmu akan hancur berantakan" terang Clara tepat ditelinga Aracelly sambil tersenyum mengerikan.


...***...


...TBC...


...Double up yess today😊...