Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 26 Hilangnya Sebuah Harapan



Pagi harinya Ben sudah bangun dengan muka kusut dan duduk dipinggir kolam ikan samping rumahnya


"Pagi Meneer...." sapa Darto tetapi Ben tetap duduk terdiam


"Apa Meneer ada masalah?"


"Pak....bantuin Aras angkat tasnya ke mobilku"


"Looo....nyai mau kemana? Meneer baru berantem sama Nyai?"


"Meneer .........wanita tuch memang begitu, suka ngambekkan, lalu minta pulang,........ tapi jangan diturutin....Meneer harus tegas sebagai suami, jangan dikit-dikit minta pulang meneer turutin" cerocos Darto menasehati.


"Aku yang nyuruh dia pulang pak" ujar Ben malas.


"Meneer sudah bosan sama Nyai lalu membuangnya supaya dihina dan menjadi piala bergilir para Meneer?"


"Aku tidak membuang pak, cuman nyuruh pulang dulu" ucap Ben menutupi kenyataan yang ada.


"Kalo Nyai punya salah dimaafin Meneer,...... dia itu cuman nekatan kalo yang lain sebagai istri dia istri yang ideal loo Meneer. Udah cantik, pandai merawat rumah, pandai masak, dokter pula, susah nyari wanita yang sama kek Nyai Meneer'


"Udah pak ngomongnya? kalo udah sana bantuin Raras angkat tas ke mobil"


"Baik Meneer" ujar Darto sedih


"Siapa juga yang bosen...meski ngeselin, tapi .....kenapa juga sich suka sama cowok pucet gitu!" omel Ben lalu segera bersiap di mobil sambil menunggu Clara berpamitan dengan simbok dan pak Darto yang menangisi majikan putrinya yang sangat baik berbeda dengan majikan putri yang pernah tinggal di rumah ini.


Selama perjalanan keduanya hanya diam, senyum Clara tidak hilang dari wajahnya karena dia akhirnya bisa pulang dan bertemu dengan pria yang ternyata sangat dia sayangi.


"Ciih segitu senangnya ya bisa pulang dan kembali bertemu dengan pria pucetnya" gerutu Ben dalam hati.


Saat akan naik ke bagian jalan sempit menuju sumur, Ben menghentikan mobilnya dan membantu Clara membawa tasnya dan berjalan mencari sumur tempat Clara masuk ke jaman Ben.


Ternyata sumur yang berada di pegunungan itu tidak cuman satu, jadi setiap sumur Clara selalu melongokkan kepalanya.


"Sumurnya yang mana?!!kita sudah mencarinya dan sudah 4sumur loo Ras" omel Ben.


"Tapi bukan itu semua Meneer. Clara ingat disamping sumur ada pohon mangga, dan sedari tadi tidak ada yang ada pohon mangga nya, udah gitu sumurnya dalam-dalam Meneer. .......pada sumur yang Raras cari dari tinggi badan Raras gak jauh, jadi sekali loncat saja tangan Raras bisa meraih tepi sumur dan sumurnya tidak berair" cerocos Clara.


"Kita istirahat dulu ya Ras..." ujar Ben lalu duduk dibawah pohon.


Lalu mereka duduk dibawah pohon dan meminum air yang mereka bawa sambil menyeka keringat


"Mi Reina......." tiba tiba terdengar suara Lino samar-samar membuat Clara langsung beranjak bangun.


"Mi Rey!!!!! abaaang!! teriak Clara langsung berlari mencari arah suara


"Abaaang adik disini!!" teriak Clara berkali-kali sambil berlari meninggalkan Ben yang masih bingung.


"Araaas.....tunggu!!!" teriak Ben ikut berlari mengejar Clara.


Clara berlari terus lalu menemukan sumur disamping pohon mangga.


"Abaaang inii adik....Mi Reey!!" teriak Clara lalu mencari jejak kaki disekitar sumur dimana tanah disekitar sumur basah, tetapi tidak diketemukan jejak kaki selain jejak kaki milik dirinya.


Clara segera melongok ke dalam sumur dan melompat masuk ke dalam sumur untuk mencari Lino.


"Baaang....!! teriak Clara sambil memukul semua dinding sumur, meloncat-loncat mencari lobang atau pintu


Tetapi sampai tangan Clara berdarah dan kaki sakit, tidak ditemukan apapun bahkan Lino pun tidak ada


"Bang adik kangen....adik takut disini bang" isak tangis Clara sambil melipat kedua kakinya dan memeluknya.


"Raaas....Araass.....kamu dibawah?" panggil Ben sambil melongokkan kepalanya kedalam sumur dan meletakan tasnya Clara disamping sumur


"Ras...kamu baik-baik saja?"tanya Ben kuatir tetapi tidak ditanggapi Clara yang masih menangis


Ben segera ikut masuk sumur, dan ikutan duduk disamping Clara


"Ras....." ujar Ben sambil menyentuh bahu Clara.


"Abang gak ada....Raras gak bisa pulang, apa yang harus kulakukan sekarang?"


"Tadi aku dengar teriakan abang....Meneer dengar juga?"


"Dengar apa Ras?....tadi tau-tau kamu berdiri lalu lari"


"Beneran?Meneer gak denger teriakan panggil Raras?"


"Tapi bener Mi Rey memanggilku tadi Meneer, Raras dengar meski sayup-sayup"


"Yang panggil itu Abangmu atau Mi Rey sich Ras? aku bingung"


Mi Rey itu artinya rajaku, ya abang itu" terang Clara sambil menangis lagi


"Udah gak usah nangis lagi...gak bisa pulang ya udah ikut denganku lagi hmm.........gak usah nangis, ntar muka jelekmu tambah jelek lagi" ejek Ben lalu kembali keluar dari sumur.


"Dasar Burap bukannya menghibur malah ngejek" gerutu Clara kesal.


"Ayo buruan naik, hari mulai gelap ini"


"Gelap gimana orang masih jam 3sore pula" omel Clara lalu berdiri.


Disaat Clara berdiri tampak di dasar sumur ada gantungan kunci tergeletak disana


"Loo tadi belum ada kenapa ada gantungan kunci?!!" tanya Clara lalu memungutnya lalu


"Abaaang.....!!!!" teriak Clara kembali heboh dan memukuli dinding sumur dan dasar sumur


"Raaaas.....ayooo buruan, kamu kelamaan disumur ntar gila, kalo gila aku gak mau jadiin kamu Nyaiku" ujar Ben songong.


Clara segera meloncat dan keluar dari sumur, kemudian melihat tanah sekitar lalu mencari jejak dahan yang patah disekitar sumur untuk mencari jejak keberadaan Lino, tetapi yang ada hanya ada jejaknya dan Ben


Jedeeeer......Jedeeeer...... tiba-tiba terdengar suara petir menggelegar disertai angin dan rintik hujan mulai turun


Clara langsung terdiam....dan mulai bergetar seluruh tubuhnya, kemudian langsung mencari obat di tas pinggangnya, dengan tangan bergetar dan keringat dingin mulai keluar, dada mulai terasa sakit


"Ras....kamu kenapa?" tanya Ben panik karena tiba-tiba Clara terduduk lemas sambil mencengkram dada dan mencari di tas kecil yang ada dipinggangnya


"Tolong bukakan obat ini, dan ambilkan satu" ucap Clara dengan terbata dan pelan dan meringis sakit.


Ben segera membuka tabung obat dan mengambilkan 1butir obat dan diberikannya ke Clara, yang langsung diminum Clara tanpa air, kemudian Clara tak sadarkan diri.


"Raaas.....banguuuun!!"


Haduuh mau ujan, jarak ke mobil jauh pula" lalu Ben segera menggendong Clara dan mencari tempat teduh, meletakkan Clara ke dalam ceruk tanah di dekat sumur kemudian mengambil tas-tas Clara dan mulai berteduh ke dalam gua kecil tersebut.


^^^


Di tempat yang sama diwaktu berbeda


"Kaaaak...kamu baik-baik saja?" teriak Raksa ketika pusaran air membawa hilang seluruh air yang ada, dan tampak Lino terbaring di dasar sumur


"Cepaat....bantu kakakku naik, kelihatannya pingsan!!" teriak Raksa panik


"Nak Linooo!" teriak Sebastian kuatir


Beberapa anak buah keluarga Wiguna dengan sigap lalu segera turun ke dalam sumur dan membantu mengangkat Lino untuk ditarik keluar


Saat keluar Anton segera memeriksa tubuh Lino yang tak sadarkan diri dengan lecet-lecet karena benturan saat terbawa pusaran tadi


Tubuh Lino segera diangkat ke tenda utama, tempat keluarga Wiguna tinggal


"Gimana kakakku dok?" tanya Raksa ke Anton membuat hati Anton mencelos, karena Antonlah adik Lino bukannya Raksa.


"Kak Lino hanya pingsan, tidak ada luka serius....sebentar lagi akan pulih" ujar Anton lalu berjalan keluar tenda setelah menundukkan badannya memberi hormat ke Sebastian.


Dan tampak Sebastian dan Raksa segera merubungi tubuh Lino, dan membantu melepas ikat pinggang dan sepatunya Lino


"Kamu sangat beruntung kak" ujar Anton dalam hati.


...***...


...TBC...


...Selamat Pagi kesayangan Thoor...


...Udah Upload yess๐Ÿ˜๐Ÿ˜...


...Selamat menikmati hari libur tgl 1juni 2021...


...Gbu all n Saranghaeโ˜บ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜...