Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 44 Ketika Nyali Seorang Tentara Diuji



"Meneer kali ini Meneer harus kuat dan JANGAN PINGSAN....karena ini nanti Clara harus mengeluarkan bayi lewat sobekan diperut, kalo Meneer nggak bisa ngomong dari sekarang karena nanti Clara harus fokus menyelamatkan 3nyawa, Meneer paham?"


"Menyobek maksudnya ....sreeeet" tanya Ben sambil memperagakan menyobek perut


"Iya...Meneer bisa?" tanya Clara sambil berdoa dalam hati semoga Ben bisa karena Clara sangat membutuhkan seorang asisten


Meski dalam hati Ben meragukan dirinya sendiri, tetapi melihat istrinya menatapnya penuh harap membuatnya tidak tega


"Bisa ....tapi...." ucap Ben sambil menggantungkan ucapannya


"Sudah Clara tebak...pasti ada yuyu dibalik batu musuh burap satu ini" gumam Clara lirih


"Ya....ya...Cla tau Meneer pasti ada maunya, baik Clara turutin asal bukan kaya yang sering dilakukan ucup dan ucip"


"Hahaha istri pintar, aku bukan pria murahan kek Ucup....tenang aja aku cuman minta kamu panggil aku Ben tanpa embel-embel Meneer, karena aku suamimu bukan tuanmu dan kamu bukan gundikku, kamu bisa?" ucapan Ben membuat Clara bengong


'Apa itu Burap????....kepalanya kejedot yaahh' batin Clara


"Clara buruaaan..udah jangan mikir yang iya iya, pelan-pelan aja ntar kalo udah yakin mencintaiku baru deech kita buat Ben kecil 5yaah!!" teriak Ben sambil memanggul tas Clara


"Iyaaaa....baru mau kupuji Burap dapat pencerahan eeeh balik lagi" ujar Clara kemudian lari keluar


Clara digendong untuk naik kudanya Ben, disusul Ben yang naik dibelakang Clara, sambil memeluk tubuh Clara dari belakang sambil memegang tali kekang kuda


"Aku akan memacu kudanya cepat, kalo takut peluk aku dan pejamkan mata" perintah Ben lalu segera memacu kudanya dengan cepat


Clara yang seumur-umur baru naik kuda kali ini langsung memejamkan matanya ketakutan dan memegang erat pada pelana kuda dan tangan Ben


Apabila naik andong perjalanan rumah Ben ke Meneer Henry ditempuh hampir 45 menit sampai satu jam, dengan kuda bersama Ben hanya 25 menit.


Saat sampai, kaki Clara bergetar sehingga terjatuh duduk di tanah


"Cla kamu baik-baik saja??ayoo buruan itu Meneer Henry sudah terlihat panik" ucap Ben sambil membantu Clara berdiri


"A-aaku bbbaaik aja ....ayoo!!" meski jantung masih berdebar-debar dan kaki bergetar, Clara memaksakan dirinya untuk segera pulih


"Nya ini dokter tolong istri saya" ujar Henry


"Meneer tenang yah, siapkan banyak kain-kain dan siapkan air hangat untuk bayinya nanti" perintah Clara


"Meneer ganti baju scrub ini, pakai topi, dan masker wajahnya, lalu cuci tangan Meneer pake sabun dan antiseptik lalu pakai sarung tangan ini" ujar Clara sambil menyerahkan baju Scrub dan perlengkapan bedah punya Anton.


Clara segera menuju kamar Clara, tampak Carol yang berteriak kesakitan, dan seorang bidan bayi yang kebingungan karena pembukaan tidak mengalami kemajuan


"Nyai pembukaan macet, tenaga Nyonya sudah mulai melemah" ujar Bidan


"Sekarang simbok bantuin Raras mencarikan meja panjang dan simbol kasih seprai dan memasang tirai ini di atas dada Nyonya nantinya, lalu nanti setelah bayi keluar, simbol bisakan merawat bayi yang baru saja lahir?"


"Bisa Nyai...bisa" ujar Simbok lalu membantu Clara mencari meja panjang yang akan dipakai untuk operasi


"Nyonya ini Raras....tenang yah, jangan panik oke kasihan adik bayinya, Raras periksa dulu yah" ujar Raras berusaha menenangkan Carol


"Nyai sakiit..."


"Iya karena Nyonya kontraksi" jawab Clara sambil mengukur tekanan darah, lalu memegang perut Carol untuk melihat posisi bayi, sambil menggunakan stetoskop dan doppler (alat untuk mendengarkan detak jantung si bayi)


"Meneer dan Nyonya saya akan melakukan operasi Caesar yaitu untuk mengeluarkan bayinya karena untuk kelahiran normal akan sangat beresiko, karena detak jantung bayinya mulai melemah"


"Apa itu dokter?asalkan ibu dan bayinya bisa terselamatkan, lakukan yang terbaik" ujar Henry tegas


"Operasi Caesar yaitu mengeluarkan bayi melalui perut nyonya, jangan khawatir nanti akan saya beri obat bius sehingga Nyonya tidak merasakan apa-apa" terang Clara yang dengan sabar menjelaskan dengan kata-kata yang bisa dipahami.


"Baik Nyai lakukan yang terbaik, saya percaya Nyai"


"Baik..." jawab Clara lalu segera memulai memasang kateter dan infus ke tubuh Carol, dan meminta Henry mengangkat Carol pindah berbaring diatas meja sebelumnya Clara memakaikan baju pasien untuk operasi


Sambil menunggu obat bius bereaksi, Clara segera melepas baju luarnya sehingga tinggal memakai baju scrubnya, memasang topi untuk menutupi rambutnya, lalu mencuci tangannya sampai bersih, lalu memakai sarung tangan dan menyiapkan semua peralatan operasi miliknya, Ben pun sudah siap disamping Clara


Clara mengetes dengan mengetuk dari jari kaki sampai paha apakah obat sudah bereaksi, setelah benar-benar sudah bereaksi


Clara memasang tirai pembatas sehingga Carol, bidan dan Henry tidak akan bisa melihat bagaimana perut Csrol disayat. Agar Carol merasa santai dan nyaman, Clara memberi obat penenang sambil menyuruh Bidan dan Henry mengajak mengobrol Carol


Tetapi karena mereka sudah bingung dan ketakutan melihat Clara akhirnya Clara menyalakan musik dari hpnya yang berjudul


When You Love Someone, suara petikan gitar dan suara Endah N Rhesa membuat Clara ikut bernyanyi sambil tangannya mulai membuka selapis demi selapis membuat Carol mulai tenang, tetapi tidak dengan Ben.


Untuk pertama kalinya melihat secara nyata bagaimana Clara dengan tenang mulai merogohkan tangannya dan mulai mengeluarkan kepala bayi secara perlahan, dan dirinya diharuskan membersihkan darah yang keluar memakai kapas yang dibawa Clara.


Setelah bayi berhasil dikeluarkan, Clara segera menyerahkan bayi tersebut ke bidan yang sudah terbiasa memegang bayi yang barusan keluar dan membersihkan dan mengeluarkan air ketuban bayi tersebut sehingga si bayi mulai menangis.


"Meneer pegang gunting, saat Raras bilang Cut, maka gunting benangnya yah" perintah Clara, setelah bayi dan dan ari-ari bayi berhasil dia keluarkan, Clara segera kembali menutupnya dengan menjahit secara rapi dan cekatan.


Setelah selesai menjahit dan membersihkan Carol dan menutup lukanya dengan perban Clara segera membuka tirai pembatas


"Nyaiii....dingiiin" ujar Carol dengan tubuh bergetar


"Tidak apa Nyonya ini reaksi wajar setelah d operasi, Meneer segera ambilkan selimut dan kita secara perlahan membawanya kembali berbaring ke kasur kamarnya.


Setelah Clara memastikan kondisi sang ibu, maka Clara segera menuju ke bayi kembar tersebut yang sudah dibersihkan bidan


Clara memeriksa kedua bayi dengan teliti, dan membantu salah satu bayi dengan menyedot air ketuban yang sempat terhirup


Untung setelah berhasil Clara keluarkan airnya, suara nafas salah satu bayi tersebut kembali normal


Dan membawa kedua bayi dibantu bidan bayi supaya Henry dan Carol melihat si kembar


Satu persatu bayi ditaruh di dada Carol untuk mencari tempatnya minum ASI, secara perlahan tapi pasti kedua bayi tersebut langsung melahap ASI dengan rakus, membuat Carol meringis sakit tetapi sangat bahagia karena kedua bayi tersebut sangat tampan


"Terimakasih Nyai....terimakasih" ucap sepasang suami istri Van Helsen dengan bahagia


"Sama-sama Meneer....Nyonya"


"Nyonya belum boleh minum dan makan sampe Nyonya bisa kentut, kalaupun haus hanya oleskan air memakai cottonbud di bibirnya" terang Clara lalu keluar kamar tersebut mencari Ben, yang tiba-tiba menghilang sesaat operasi selesai


Ternyata Ben duduk di teras rumah sambil menatap langit yang mulai menunjukkan cahaya fajar telah mulai datang menyapa


"Terimakasih ya Ben, kamu hebat tadi tidak pingsan" ucap Clara tulus lalu duduk disamping Ben sambil menatap langit fajar.


"Sama-sama..., memang tidak pingsan tetapi muntah tadi mungkin untuk beberapa hari ke depan aku tidak bernafsu makan" jawab Ben sambil meringis


"Itu wajar....kok orang awam melihat operasi secara nyata didepannya" ujar Clara


"Loo kamu kenapa menangis?" tanya Ben lalu memeluk Clara yang malah semakin menangis


"Kamu dokter yang hebat Cla...jangan sedih hmm..." hibur Ben sambil mengusap bahu lembut


...***...


...TBC...


...Night....Night Gaesss...


...GumaptaπŸ™πŸ™πŸ˜˜ sudah berkenan membaca novelku ini dan selalu menyemangati Thoir terus...


...GBU all tetap mematuhi Prokes yahπŸ‘Œ...


...Burap mulai in action bagaimana dengan si gundul yah?😁😁...