
Selama dua hari sebelum keberangkatan Clara dan Anton harus selalu kordinasi dengan tim lainnya, sehingga mau tidak mau Clara harus selalu bersama si macan musuh bebuyutan Clara
"Dok...dokter harus bertanya dengan dr kandungan karena mana tahu besok kita harus membantu kelahiran baik normal ataupun caesar, karena disaat lokasi seperti itu kita harus siap menjadi dokter serba bisa" ujar Anton
"Belajar dalam 1hari dok?...dr Anton becandanya gak lucu" ucap Clara panik
"Aku nggak bercanda dr Raras, ketika kita harus terjun jadi sukarelawan gini ya memang gitu, kita nanti juga harus periksa anak-anak, lansia ...jadi kita harus belajar semua bidang dalam waktu Singkat" ucap Anton dengan muka serius
"Dok...kalo minta ganti boleh?...saya takut iniih.... teori mungkin saya masih bisa kuasai, tapi ntar prakteknya kalo ada apa-apa dengan pasien gimana....kalo saya ngelakuin kesalahan gimana?" ujar Clara sambil berjalan bolak balik sambil mengacak rambutnya frustasi.
"Dokter Raras tarik nafas....hembuskan...." ucap Anton sambil memegang kedua bahu Clara sambil tersenyum, karena baru ini Anton baru melihat ekspresi lain dari Clara yang biasanya selalu memasang ekspresi datar dan ketus.
"Saya percaya kamu bisa dok, ayo ini dilihat beberapa video sebagai pembelajaran" ucap Anton sambil menyodorkan flashdisk
"Baiklah dok, saya mau ke kantin laper..." ujar Clara sambil ngloyor lemas meninggalkan kantor Anton, masuk ke kantornya mengambil dompet dan komputernya lalu menuju kantin.
"Biasanya bawa bekal dok" tanya Anton yang tiba-tiba sudah berjalan di sisinya menuju kantin.
"Ndak sempat masak dok, bangunnya kesiangan tadi" ujar Clara lemes dan hanya ditanggapi Anton sambil tersenyum.
Saat sampai di kantin, Clara memesan soto ayam diikuti Anton juga memesan menu yang sama, dan duduk di meja dr Lukas.
Sambil menunggu soto tidak terlalu panas, Clara melihat video dari Anton sambil berdiskusi dengan Anton.
"Diiik...." rengek manja Lino membuat Anton yang sedang minum tersedak dan dr Lukas terbengong melihat sikap Lino yang berubah 180°.
"Udah selesai operasinya bang?" tanya Clara sambil meraih tangan Lino
"Udah...laper....itu adik pesan apaan?" tanya Lino.
"Soto...sana pesen dulu gih"ujar Clara yang minta Anton nglanjutin diterangin operasi caesar bersama dr Lukas sebagai dr kandungan.
"Dik...icip dikit yah, pesanan abang belum dianter" ijin Lino
"Iya bang, tapi itu masih panas loo" ucap Clara yang masih sambil mendengarkan arahan dr Lukas.
Saat Clara merasa lapar dan ingin makan sotonya, Clara shock soto nya sudah dihabisin Lino.
"Abangg!!!!" teriak Clara sambil mukulin Lino.
"Sakiit diiiik!" ucap Lino nggak kalah kerasnya karena meski tangan Clara kecil tapi pukulannya cukup pedas terasa ditubuh Lino.
"Biarin...katanya cuman icip, ini mah habisin" ucap Clara sewot.
"Hehe...iya maaf keblabasan dik, habisnya laper" elak Lino.
"Haizz....pesanan abang mana, biar buat adik"
"Pesanan abang bukan soto dik, tapi bakmoy...karena soto nya sudah abis" ucap Lino lirih membuat Clara langsung mengacak rambutnya.
"Adik baru pingin soto loo ini" ucap Clara melas.
"Makan soto saya saja dok, belum diapa-apain kok ini" ujar Anton sambil menyorongkan mangkuk sotonya.
"Gak mau dok beda" ujar Clara saat melongok sotonya Anton, membuat Anton bingung sambil melihat soto nya.
"Adik gak suka taoge Nton" jawab Lino untuk menjawab kebingungan Anton yang melihat mangkuk soto nya.
"Maem bakmoy dulu ya dik, besok abang beliin soto dech..yah..yah...jangan cemberut donk" bujuk Lino.
"Besok adik dah berangkat ke Yogya bang, abang nyebelin!" rajuk Clara sambil makan bakmoy.
"Di Yogyakarta banyak warung soto enak dok, besok kita jelajah disana beli soto ya" ucap Anton yang ditanggapi Clara sambil mengangguk sambil melirik Lino dengan kesal.
.
.
.
Paginya semua tim sukarelawan berkumpul di bandara Halim Perdana Kusuma, mereka membawa semua perbekalan yang banyak sehingga berangkat memakai pesawat Hercules.
"Abang ikuut yah..." bujuk Clara dengan mata puppy eyes.
"Janji yaah...adik ditengokin, hp nyala terus, gak boleh genit ama pasien dan dr cewek" ucap Clara penuh ancaman.
"Hahaha abang gak pernah genit dik, iya abang janji...adik juga gak boleh terlalu banyak senyum....cowok yogya itu manis-manis adik gak boleh melirik" ucap Lino lalu mengalungkan kalung silver yang terukir initial L&R.
"Emang pernah gitu adik genit ama cowok lain" ucap Clara sambil cemberut.
"Elaah Kak...cuman 3minggu doang loo, sampe mewek gitu" ejek Raksa langsung dipelototin Clara dan Lino.
"Hehehe piss......buseeet kompak garangnya" ucap Raksa sambil cengengesan.
"Hati-hati disana ya, setelah sampai segera menghubungi papi" ucap Sebastian sambil meluk Clara membuat Clara meneteskan air mata sambil menganggukan kepalanya.
"Titip Raras ya dokter Anton" ujar Sebastian
"Iya pak, jangan kuatir" jawab Anton sambil tersenyum lebar.
"Nitip pacarku ya Nton" ujar Lino.
"Iya brisik" jawab Anton lalu membantu Clara membawa salah satu tasnya dan berjalan beriringan masuk ke pesawat.
Saat pesawat take off dan mulai terbang tinggi ke angkasa, tiba-tiba dada Sebastian merasakan nyeri.
"Om...apa tidak apa-apa?"tanya Lino yang kuatir karena Sebastian memegang dadanya sambil meringis kesakitan
"Tidak tau nak Lino, kok tiba-tiba dada om krasa gak enak yah melihat pesawat Raras terbang" jawab Sebastian sambil tetap melihat arah terbangnya pesawat Raras.
"Lino periksa dulu ya om" ujar Lino lalu mendudukkan Sebastian di kursi kemudian memeriksa Sebastian
"Pi...jangan kuatir kakak bakalan baik-baik saja, dia cewek jagoan" hibur Raksa.
"Iya..ya..." jawab Sebastian sambil tersenyum.
"Jantung anda baik-baik saja tuan, tetapi apabila merasakan nyeri lagi segera ke rs ya om, nanti saya cek secara detail" ujar Lino
"Makasih ya nak Lino, om pulang dulu yah...ayo Raksa kita pulang" pamit Sebastian kepada Lino.
"Hati-hati dijalan om, Raksa jangan ngebut oke" ucap Lino.
"Beres kakak ipar" jawab Raksa sambil tersenyum lebar dan langsung ditarik sama papanya untuk segera pulang.
Lino kembali ke rumah sakit dengan lesu...."Kenapa perasaanku gelisah yah....Tuhan lindungi calon istriku disana" ucap Lino dalam hati
Drrrt.....drrrt....
Hp Lino berbunyi, Lino segera buru-buru membaca wa
Mi Reina
Bang adik sudah sampai, ini kordinasi pembagian daerah lalu menuju lokasi.
Miss You already Mi rey😢😣. 09.30
Me
Puji Tuhan dik....rs sepi dik gak ada adik, miss you so much Mi Reina 09.33
"Cuman 3minggu semangat Lino!!" ujar Lino lalu segera menyibukkan diri
Dini hari hp Lino berbunyi nyaring, membuat Lino terbangun, lalu mengangkat telpon
"Hallo...."
"Kak.....Raras hilang....."
"Apa maksudmu Nton!!" bentak Lino shock
...***...
...TBC...