Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 20 Sabar



Clara memasak tumis kangkung, bakwan jagung, supaya dan ikan mujair goreng Clara mengambil blender manual punya dr Anton untuk memblender buah jambu, yang ada di dapur, sambil memasak Clara menyanyi lagu dangdutnya Ayu ting ting Sambalado sambil berjoget heboh.



Setelah capai menyanyi Clara yang melihat blendernya jadi teringat dr Anton, Clara masih geli ternyata si macan kalau mau bepergian sangat rempong sampai bawa blender manual tanpa listrik karena setiap pagi harus minum jus kalau tidak susah buang air besar, copper manual untuk menggiling daging, karena pencernaannya tidak bisa mencerna daging berserat.


Tapi karena itu sekarang Clara bisa pakai semua barang Anton, terlebih ditas Anton Clara menemukan beberapa kemasan pasta dan bumbu masakan Italy.


"Terimakasih ya Macan" ujar Clara sambil mengatupkan kedua tangan sambil menunduk hormat ala orang Jepang.


Ben yang melihat tingkah absurb Clara hanya geleng-geleng, lalu duduk di meja makan menunggu Clara selesai masak


Saat Clara selesai memasak, Clara segera membawa ke meja makan


"Astagim....meneer!!" teriak Clara kaget


"Arassss sudah aku bilang dirumah tidak treak-treak suaramu jelek banget tahu!!" omel Ben sambil menutup telinga karena mendengar suara Clara yang cempreng kaya kaleng rombeng.


"Salah sendiri meneer bikin Raras kaget, sejak kapan di meja makan bukannya tadi dikamar?" gerutu Clara.


"Habisnya kamu kelamaan aku sudah lapar, jadi aku keluar"


"Kenapa kamu yang masak bukan simbok?"


"Haizzz.....meneer lupa? tadi yang nyuruh ke pasar saha heeh?" ucap Clara sambil menatap Ben malas.


"Kamu kalau ngomong pake bahasa yang benar kenapa, sering pake bahasa yang susah dimengerti" ucap Ben kesal.


"Salah sendiri jadi orang Belanda" gumam Clara lirih sambil balik ke dapur mengambil lauk lainnya.


"Araas aku dengar!!" teriak Ben membuat Clara terjengit sambil meringis.


Setelah menata di meja makan, Clara lalu mengambil baju dan peralatan mandinya


"Meneer kamar mandinya mana ya?" tanya Clara.


"Ngapain siang-siang mandi?" tanya Ben ketus


"Meneer yang baik hati, ramah tamah dan tidak sombong, apa tidak melihat aku berkeringat?daripada makan dalam kondisi lengket, kan harus mandi dulu supaya segar meneer" ujar Clara kalem.


"Disini ada dua kamar mandi, satu buat simbok dan satu buatku" terang Ben lalu mengajak Clara untuk melihat kamar mandi, yang satu di dekat sumur kamar mandi kecil berukuran 2x1 dengan ember kecil, tanpa air. Meskipun kecil tetapi bersih tanpa ada lumut dan kotoran.


"Meneer.... lah kok ndak ada airnya gimana Raras mandinya?" ujar Raras bingung


"Memangnya kamu mau mandi disini? airnya tuch di sumur ambil aja" ucap Ben acuh sambil meninggalkan Raras yang masih bengong lalu melihat ke sumur.


"Waa sumurnya dalam sekali..." gumam Raras sambil melongokkan kepalanya kebawah.


"Araaas....kalo mau bunuh diri jangan disumurku!!" teriak Ben sambil menatap Raras penuh dengan kemarahan.


"Laah siapa yang mau bunuh diri dasar, meneer edan" gerutu Raras.


"Kamu mandi kamar mandiku saja, wanita bodoh seperti kamu gak bakal bisa ambil air dari sumur" ejek Ben dengan senyum sinis.


"Wuuuaaah ini bule minta ditampol lama-lama" ujar Raras sambil menghentakkan kakinya kesal membuat Ben diam-diam tersenyum tipis.


"Ini kamar mandiku, ingat itu rambutmu jangan sampai menyumbat, setiap hari bersihkan kamar mandi ini sampai bersih, aku tidak suka kamar mandi kotor" terang Ben.


Ben melihat Clara mengagumi kamar mandi miliknya yang serba putih, dari cat tembok, bathtub, tirai dan kusen kamar mandi, di kombinasi korden bunga-bunga cream dan keset senada dengan kordennya.



"Baru lihat ya kamar mandi sebagus ini?itu mulut ditutup ntar kemasukan lalat" ejek Ben membuat Raras mengusap dadanya


"Sabar Ras...orang sabar disayang Tuhan" ucap Raras supaya tetap tenang dan tidak membantai bule gila itu


"Gini cara mandi menggunakan badkuip ( bath tub)" ucap Ben lalu menunjukkan cara menyalakan kran dan menutup dan membuka saluran air di bath tub


"Kamu paham? jangan cuman ngangguk-angguk saja, aku ngerti wanita pribumi macam kamu pasti terkagum-kagum, harusnya kamu bersyukur menjadi Nyaiku bisa ikut merasa kemewahan ini" ujar Ben sombong


Clara sangat malas berkomentar, hanya diam biar bule edan itu diam dan segera keluar


Setelah ditinggal Ben, Clara segera menghidupkan kran airnya, sambil menunggu bath up penuh Clara segera membersihkan wajahnya lalu menuang bubble bath aroma vanilla , baru kemudian Clara masuk untuk mandi dan berendam sebentar untuk menenangkan dan melepas lelah karena airnya dingin


Setelah mandi Clara memakai baju blouse berwarna putih dan celana hitam 7/8, kemudian menuju meja makan untuk makan


Clara hanya terbengong dan menatapnya tidak percaya


"Laah gue makan apa ini?"


"Nyai ini bajunya....looo meneer sudah makan tooh?" tanya simbok


"Sudah mbok....mbok masakin nasi lagi ya, buat simbok, bapak dan Raras gak dapat nasi, udah dihabisin no oh sama Bule rakus" ujar Clara geram


"Simbok dan pakne ndak boleh makan nasi nyai, nasi hanya untuk meneer, nggak biasanya meneer makannya banyak" ujar simbol sambil tersenyum


"Haah...terus simbok makan apaan?"


"Makan Gaplek nyai, nyai lapar?biar mbok siapin nasi gaplek sama sayur urap ya nyai" ujar simbok


"Kita makan bareng mbok, mana Raras mau lihat nasi gaplek nya" ujar Raras sambil menggandeng simbok menuju dapur


"Nyai jangan menggandeng simbolk, simbol kotor, nyai harum dan bersih" ujar simbok takut-takut


"Izzz....kita sama mbok, udah yuuk kita makan bersama"


Lalu Simbok membawa ke rumah kecil belakang rumah Ben, Clara dipersilahkan duduk di bale yang sudah disiapkan nasi gaplek bersama sayur urap, perkedel tahu dan sambal



"Silahkan duduk Nyai, silahkan makan Nyai" ucap Simbok lalu duduk dibawah bale.


"Eeeeeh...simbok, bapak ngapain duduk dibawah ayo duduk bareng Raras, masak Raras yang lebih muda duduk diatas" ujar Raras sambil membangunkan simbok dan bapak untuk berdiri dan duduk di bale bersama Raras.


"Nyai..nanti kalo meneer marah gimana?" tanya simbok takut.


"Gak usah takut mbok tanah Mataram ini milik kita pribumi, bule-bule edan itu hanya numpang"ucap Clara sengit.


"Nyai jangan berani melawan Meneer nanti kalo Meneer marah, Nyai dibuang gimana?"ujar simbok yang mengkhawatirkan Clara.


"Nasib bekas Nyai itu mengerikan Nyai, bakalan menjadi piala bergilir para meneer, kalau sudah bosan bakalan dihina sama bangsa pribumi sendiri karena dianggap penghianat" ucap simbok


"Nyai beruntung dibanding Nyai lainnya, Meneer Ben orangnya baik meskipun pendiam, besok pasti Nyai bakalan melihat bagaimana perlakuan para Meneer kepada Nyai-Nyai lainnya" ujar Pak Darto.


"Pendiam gimana?suka ngomel marahin Raras terus" omel Clara.


"Meneer itu tidak pernah dekat sama wanita manapun Nyai, Nyai wanita pertama yang dekat Meneer, Meneer Ben itu biasanya jijik kalo dekat para wanita baik nonik-nonik yang suka ngejar-ngejar meneer maupun para pelacur pribumi yang disewa para temannya Meneer saat mereka berpesta" terang pak Darto.


"Nyai yang sabar, pria itu kalo suka sama wanita kadang polah nya aneh, begitu juga dengan Meneer" bujuk simbok.


Mereka berbincang sambil makan, meskipun yang mendominasi bicara simbok sedangkan Clara yang memang tipe pendengar jadi hanya tertawa geli dan menjawab saja.


Setelah makan, Clara membantu simbok panen sayur dan buah jambu dari kebun belakang rumah


"Araaaassssss!!!!!" teriak Ben mencari Clara.


"Kamu dimana!!!!"


"Nyai itu dah dicariin Meneer, sana nanti keburu marah" ujar simbok lalu mengambil sayuran dari tangan Clara.


"Iya mbok...makasih ya mbok" ujar Clara lalu melihat Ben sedang duduk di teras sambil minum jus jambu buatannya, sambil berlari Clara mendekati Ben.


"Apaan Meneer" ucap Raras sambil ngos-ngosan.


"Kenapa masih pake baju gitu!! bukannya simbok sudah beliin baju ya sopan dan pantas?" ujar Ben sambil menatap Clara dengan pandangan susah ditebak (mungkin puyeng yaah punya Nyai cantik sempurna 😁😁😁 author POV).



"Masih di cuci noh!" ujar Clara sambil menatap balik Ben dengan tidak takut



...***...


...TBC...


...Kapan damai nya ya si bule dan si Nyai😥😥...