Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 28 Tragedi Si Kucing



Sejak saat itu Clara hanya berdiam dikamarnya, tidak crewet seperti biasanya, hanya ngomel saat diganggu Ben, selain itu hanya diam dan belajar bahasa Belanda dari buku-buku Ben


"Kamu kenapa Ben mukanya kusut....Nyaimu baru dapat yah?" tanya Harry


"Apa hubungannya baru dapat dan muka kusut?" tanya Ben polos


"Dasar bego...ya adalah kalo Nyaimu baru dapatkan kamu gak dapat jatah"


"Jatah apaan?kamu kalo ngomong suka gak jelas"


"Yaaaa ampuun Ben, umur dah cukup tua tapi pengetahuan tentang cewek Zoong...makanya dari dulu aku suruh dekat ama cewek, selalu aja kabur...naah sekarang nggak paham juga" omel Harry


"Diiih cewek yang kamu suruh deket bikin aku jijik Har....bau minyak wanginya...gerakan tubuhnya euuuww...."


"Heeeh..mereka wangi-wangi ya....pasti Nya ini baunya menjijikkan maklum dari hutan jadi pasti bau, item dan dekil" ejek Harry


"Udah aah Har...makin pusing aku omong sama kamu" ujar Ben sewot


"Yaaa...udah gitu aja sewot kaya perempuan kamu Ben" omel Harry sambil melanjutkan memperbaiki roda di mobilnya


Dengan ragu Ben mendekati Harry lagi karena terpaksa


"Har...."


"Apaaaa!!" jawab Harry ketus


"Kamukan pacarnya banyak kalo pacarmu sedih, gimana cara menghiburnya?"tanya Ben membuat Harry terkejut setengah mati.


"Kamu serius tanya? kepalamu gak ke benturkan?"tanya Harry membuat Ben langsung memutar bola matanya malas.


"Ya udah...sini....sini master cinta Harry akan kasih tips menghibur wanita sampai wanitanya klepek-klepek"


"Ciih buruan, gak usah banyak cing cong kamu"


Disaat Ben puyeng mikirin gimana cara menghibur Clara bersama pakar cinta, Clara sedang duduk ditepi kolam ikan bengong


"Nyai...sudah sehat?"


"Eeeh simbok....udah mbok"


"Apa ada yang bisa simbok bantu?"


"Raras ndak papa kok mbok...."


Tiba-tiba ada suara berisik di depan, membuat Clara penasaran karena mendengar pak Darto dibentak-bentak, lalu menuju ke depan bersama simbok


Ternyata didepan tampak pria Hollander arogan yang membentaki pak Darto


"Heeeh....siapa kalian, datang-datang membentak pak Darto!!" tanya Clara dengan melipat tangan didada sambil menatap tajam mereka


"Nyai masuk saja...jangan melawan mereka" ucap pak Darto kuatir Nyai cantiknya bakalan dihina dan diapa-apain.


Melihat Clara, ke enam Meneer Hollander yang pertamanya berwajah garang langsung pada sujud di lantai


"Akhiirnyaaaaa kita menemukan Nyai, berapa hari ini kita mencari Nyai....untung inget nama Meneer Ben, jadi kita bisa langsung nemuin rumah Nyai"


"Heeh??!! kenapa kalian nyari aku? emang aku kenal kalian ya???" tanya Clara bingung


"Yaelah Nyai...kita yang Nyai pukulin di gunung kemaren!! ingat ndak?"


"Oooo iya...iya....lalu kenapa kalian kesini? mau balas dendam masih gak trima masalah kemaren?" tanya Clara dengan nada dingin dan mulai mengeluarkan aura intimidasi membuat para Hollander makin takut


"Yaa endak to Nyai...orang kita kesini mau tanya bagaimana nasib poppetje (junior) kita ini" ujar mereka dengan suara bergetar dan muka memerah


"Popo apa?itu apa?" tanya Clara yang pelajaran bahasa Belandanya masih minim"


Sambil malu-malu mereka menunjuk junior mereka "Ini poppetje kita Nyai"


Clara sebenarnya ingin ngakak guling-guling, tapi karena harus jaim maka Clara hanya menjawab Ooo


"Duduklah dulu....saya ambilkan obat dan alat medis dulu" jawab Nyai membuat para Hollander bernafas lega dan mulai duduk di teras rumah Ben yang susah tertata apik


"Rumahnya adem dan wangi yaah"


"Iyaa....Nyai juga cantik banget pakai baju kebaya"


"Cantik tapi dingin Ward...aku mah ngerii"


"Tapi memang cocok untuk dampingi Overste Ben yang juga dingin"


"Iya....ya makanya jodoh"


"Hemmm..hmmm...sudah kalian gibahnya?"


"Eeeh apa itu gibah Nyai?" tanya mereka bingung


"Ngomongin aku dan suamiku dibelakang" jawab Clara ketus


"Waaa...ndak Nyai...cuman muji Nyai, ya kan tenen-temen?"


"Iyaaa" jawab mereka serempak


"Meneer crewet...sini maju aku priksa kamu dulu"


"Saya Nyai?" tanya salah satu Meneer yang mempunyai badan paling pendek dan kurus, tetapi yang sedari tadi sebagai juru bicara


"Iyaa...sini!!Nama Meneer siapa?"


Sambil kaki bergetar pria itu mendekat dan duduk di kursi depan kursi tempat Clara duduk


"Saya Ernest Van Booth Nyai"


Clara segera memeriksa dan mencatat Ernest dengan Stetoskop didada depan,belakang dan mencek tensi Ernest, memeriksa mata Ernest


" Apakah kamu sering sakit perut Meneer?"


"Iya Nyai....sering begitu, setelah minum obat kemudian sembuh"


Setelah Ernest berbaring Clara segera memeriksa perut Ernest, Ernest yang baru pertama diperiksa dokter wanita merasa gugup dan mukanya memerah, sedang pria lain langsung semangat ingin diperiksa dr cantik ini.


"Meneer lambungnya bermasalah, ini saya beri obat, di minum sebelum makan..ini dikunyah ya Meneer dan diisap seperti makan permen, lalu ini diminum sehabis makan, kurangi makan pedas, asam, dan tidak boleh minum minuman beralkohol" ujar Clara lalu melihat para pria lain yang sudah mengantre tanpa Clara suruh


Satu persatu Clara periksa, ada yang bermasalah dengan hipertensi, diabetes, asma, dan yang lainnya normal, Clara memberikan obat sesuai dengan kondisi mereka


"Nyai...tapi bagaimana dengan yang ini?" tanya seorang Hollander bernama Hermand


"Tenang saja, dalam dua hari ini kalian sudah bisa ereksi kembali" terang Clara


Helaan nafas lega dilakukan oleh semua Hollander, mereka kemudian ijin pamit pulang tinggal ada satu Meneer berwajah dingin, dan berbadan besar ragu-ragu mendekati Clara


Clara menaikkan salah satu alisnya dan menatap tajam pria tersebut penuh waspada


"Nyai....bolehkah aku bertanya?" tanya pria yang bernama Henry Van Helsen ragu-ragu


"Tanya apa Meneer?" tanya Clara masih waspada


"Anuuu....apakah Nyai bisa mengobati poppetjeku, sudah satu bulan ini terdapat ruam, dan terdapat benjolan disana" bisik Henry


"Apakah anda sering jajan Meneer?"


"Jajan?? beli makanan gitu?"


"Bukan Meneer ....datang ke tempat pelacuran?"


"Bagaimana kamu tau Nyai? iya sejak istri saya hamil, kondisi dia sangat lemah hanya tiduran maka saya cari pelampiasan lainnya" ujar Henry dengan muka memerah


"Bolehkah saya juga memeriksa istri anda?"


"Buat apa Nyai?"


"Buat mastiin diagnosis saya, dan saya akan memeriksa anda bersama suami saya...karena saya tidak mau terjadi kesalah pahaman"


"Oooo baik Nyai, kalau begitu bagaimana kalau nanti malam saya suruh orang menjemput Nyai dan Overste Ben untuk jemput rumah saya"


"Terimakasih Nyai..." ujar Henry lalu ijin pulang bersama teman-temannya


Sepulang mereka Simbok membantu Clara beberes dan Clara kembali masuk kamar untuk kembali membaca buku medis yang dia bawa untuk mencari tentang penyakit Henry dan cara mengobatinya tak terasa hari telah beranjak sore, Clara segera mandi dan menunggu kepulangan Ben sambil duduk di pinggir kolam ikan di samping rumah, yang sudah ditata apik sama Clara sehingga nyaman untuk beristirahat disaat suntuk



Saat sedang terbengong, tiba-tiba terdengar suara Miaaw....Miaawwww...miaaww


"Kucing?....Kuciiing!!!" teriak Clara histeris sambil berdiri di kursi di pinggir kolam


"Mbooook.....ada kucing!!" teriak Clara


Anak kucing kecil bukannya takut sama teriakan cempreng Clara malah semakin mendekati Clara membuat semakin panik, melihat Ben yang datang sambil tersenyum lebar.


Clara segera berlari kearah Ben, dan si anak kucing tersebut ikut berlari mengejar Clara, mungkin di pikir nya mau diajak bermain


Melihat dia dikejar membuat Clara semakin panik dan segera memeluk Ben ala koala, Ben yang gagal paham dipikirnya Raras senang dengan hadiah kucingnya dan memeluknya heboh, membuat dirinya senang


"Ras...senang ya senang tapi jangan langsung napsuan banget kenapa...cukup cium udah cukup kok" ujar Ben dengan muka jumawa.


"Napsuan gimana!!!Raras takut kucing ....buruan diusirin kenapa!" teriak Raras sambil mukul bahu Ben


"Haah kamu takut kucing?kamu beneran cewek bukan siich?!"


"Buruan usir itu ..ya ampuun itu kucing kok napsuan banget ama aku sich ....Meneer itu kucing nyoba raih Raras" cerocos Clara


"Iya...iya aku usirin tapi...."


Huuuft....sudah Clara tebak, mana mungkin burap itu melakukan tanpa ada kudanil dibalik batu (* buseet udaang Claa bukan kudanil🙈 author POV)


"Tapi apaan?! buruan Meneer!!"


"Ada syaratnya ....gampang banget kok"


"Apaan?!!" tanya Clara gak sabaran meski dalam hati sudah berpikir, gampang ala Ben itu pasti absurd dan ekstrem.


"Cium duluu" jawab Ben watados


Naah kan beneeer Benjamin Von Trapps gitu loooh, omel Clara dalam hati


Dengan terpaksa Cla langsung mencium pipi Ben kilat


"Udaaah!! buruan usir tuch kucing"


"Ya udah untuk saat ini cium pipi cukup, lain kali cium yang lain yah" ucap Ben sambil mengerling nakal


"Huss....husss.....pergi sana" usir Ben sambil menendang-nendang supaya anak kucing pergi


Eeh bukannya pergi malah tambah miaw...miaw..dan malah berusaha meraih kaki Ben sehingga Ben sibuk mengusir dan menjauhi kucing kecil itu


"Meneer itu kucing malah gak mau pergi!!"


"Simboookk!!" teriak mereka berdua serempak


"Raass jangan banyak gerak....berat!!"omel Ben yang masih sambil mundur dan menakuti si kucing dan menahan tubuh Clara yang bergelantungan ditubuhnya


Tetapi karena Clara terlalu banyak gerak dan Ben berusaha melepas si kucing dari kakinya maka tubuh besar Ben oleng dan....


Byuuuuuur......


"Aaaaaaargh.........!!!!!!"


"Meneer......Nyaiiiii" teriak simbok sambil lari-lari menuju kolam.


...***...


...TBC...


...Kalau double up mau tak?????...