
"Ben....ya ampun pelan-pelan larinya"
"Katanya dokter tentara, masak lari bentar aja udah ngos-ngosan"
"Yaaelah Ben kalo lari sendiri, hayuuk-hayuk wae, laah ini kamu geret dan mengikuti langkahmu yang lebar-lebar gitu....emang lupa badanmu bongsor gitu?!" omel Clara sambil ngos-ngosan
"Makanya tubuhnya jangan Bogel" ejek Ben
"Mana mungkin bogel bisa lolos menjadi tentara" omel Clara tetapi Ben tetap menarik Clara meskipun sudah tidak berlari menaiki jembatan sungai Ciliwung
"Ben....Ben ma...."
Sebelum selesai Clara ngomong, sudah dipotong Ben
"Dari tadi manggil-manggil aku, kamu sudah mulai naksir...eeh tepatnya mencintaiku ya? hayoo ngaku?!!" ucap Ben sambil tersenyum jahil.
Mendengar itu, sontak Clara tertawa lepas. Apa katanya mencintai Ben?lucu sekali, ya maaf-maaf aja pria tipe ideal Clara itu selevel Eun woo yaah meleset-melesetnya sich Abang. Lagian Ben itu terlalu aneh untuk Clara yang cantiknya cetar membahana tiada taranya ini (heleh Clara...clara kamu dan Ben 11-12 narsis akut.com *Author POV)betulkan gaess?
Ben mendelikkan matanya seraya menatap tajam Clara yang masih asyik tertawa sendiri
"Ngapain ketawa sendiri?" tanya Ben dengan ketus sambil melipat tangannya "Udah gila yah?!"
Clara menghentikan ketawanya sambil memutar bola matanya dengan sangat malas.
Benar-benar keterlaluan burap satu ini, masak Clara Maharani yang cantik jelita ini dikatain gila?
"Yah...gimana Raras gak ketawa, habisnya Ben lucu, hanya manggil-manggil nama Ben aja dikatain cinta dan naksir Ben" ujar Clara sambil menahan ketawa "Terus apa kabarnya cowok-cowok termasuk Harry yang memanggil nama Ben, apa itu artinya apa mereka juga naksir dan mencintai Ben?"
Selesai mengatakan itu, Clara yang merasa geli kembali tertawa.Melihat itu sontak membuat Ben memijat pelipis kepalanya yang tiba-tiba saja terasa pusing. 'Punya istri satu saja selalu bisa bikinn hiiiyh... untung sayang, untung cinta' batin Ben
"Ya..ya...ketawa aja terus, aku cium baru tau rasa kamu!!" ancam Ben seraya melemparkan tatapan sinis ke arah Clara.
Mendengar ancaman Ben, Clara seketika membekap mulutnya rapat-rapat. Dasar burap mesum, ancamannya gak kira-kira.
"Giliran diancam baru diem" decak Ben sinis
"Sekarang lihatlah ke atas, pesta kembang api akan dimulai" ujar Ben lalu melingkarkan tangannya ke pinggangnya Clara
Clara yang meskipun dari masa depan, baru kali ini menyaksikan pesta kembang api secara live, karena biasanya dia paling malas malam- malam harus diluar rumah hanya melihat kembang api doang
Ketika kembang api mulai meluncur ke atas dan meledak dengan penuh warna-warni, membuat Clara terpana, dan masih bersyukur kepada Tuhan bahwa dia bisa menyaksikan betapa indahnya malam ini, meskipun jauh dari keluarganya dan masanya, setidaknya ada seorang pria yang tulus mencintainya dan mendampinginya meskipun dengan cara absurb.
"Kamu suka schatje?"
"Kalian itu memang pasangan aneh yah....habis bertengkar lalu mesra, ntar bertengkar lagi" ujar Harry sambil geleng-geleng yang ikutan berdiri sambil memeluk Steffi
Ben dan Clara pura-pura gak dengar dan tetap melihat keatas sambil tetap saling berpelukan
Tiba-tiba keadaan sekitar mereka menjadi ricuh, banyak orang belarian sambil berteriak-teriak
"kijk uit de Nederlandse troepen komen eraan!!"( awas tentara Belanda datang)
Dan memang benar banyak tentara lengkap dengan bayonet dan pistol ditangan menangkapi para pela**r perempuan pribumi yang berusaha kabur dengan berlari ke segala arah
Ketika melihat Clara, para tentara mengacungkan senapannya ke arah Clara
"Angkat tangan dan ikut kami pribumi hoer (pe***r)" bentak tentara Belanda karena di pikir nya Clara termasuk Hoer yang sedang bersama pelanggannya.
Clara dan Ben langsung angkat tangan
"Dia bukan hoer...dia istriku ada surat resminya" teriak Ben sambil melindungi tubuh Clara
"Aku Militaire Lunchtvaart Koninklijk Netherlands-Indisch Leger, Overste Benjamin Von Traap (Tentara Militer KNIL, Letkol Benjamin Von Traap), jangan berani menyentuh istriku" bentak Ben marah saat ada tentara hendak menyeret Clara
"Jika benar demikian, kamu bisa menerangkan di kantor, cepat ikut!!" perintah tentara tersebut yang tidak percaya ucapan Ben sambil tetap mengacungkan senjatanya dan merampas senjata Ben dan mendorong tubuh Ben dan Clara, Beb langsung memeluk erat tubuh Clara yang digiring bersama para p****r pribumi
"Harry lapor ke markas, aku harus melindungi Raras"
"Iya Ben, kamu tenanglah...jaga Pepoos" ujar Harry yang kemudian mengajak Steffi mencari kuda untuk pergi ke markas tentara KNIL untuk segera menolong mengeluarkan Ben dan Clara
Clara dan Ben bersama para perempuan pribumi di giring naik truk tentara, dan dibawa ke stadspolitiebureau (kantor polisi kota)
"Jangan takut yah Claa..." ujar Ben sambil terap memeluk tubuh Clara sambil mengecup pucuk kepala Clara dan Clara juga mengeratkan tangannya memeluk tubuh Ben
Clara hanya terdiam terpaku sambil menatap para p***r pribumi yang mendapat kekerasan fisik karena berusaha melarikan diri, banyak yang nenangis ketakutan, dan beberapa teriak-teriak memaki-maki para tentara.
...***...
...TBC...
...Dah double up ya kesayangan, mian ๐ tidak panjang ya...
...See you di Next Episode yah๐๐๐untuk melihat nasib Clara dan Ben...
...Gumapta๐๐...