
Sepulang dari rumah Henry, di sepanjang jalan Ben dan Harry berbincang dengan bahasa keriting bule-bule, sedangkan Clara hanya terdiam sambil mengeratkan jaketnya, karena udara malam itu terasa sangat dingin
Ben yang melihat Clara sibuk menghangatkan tubuhnya langsung mendekap dan membawa kepala Clara ke bahunya
"Tidurlah, perjalanan masih lama" ujar Ben dan hanya diangguki oleh Clara yang memang sudah capai dan mengantuk
Tak beberapa lama terdengar dengkuran lembut dari Clara
"Besok uruslah surat nikahmu Ben, bulan depan akan ada pesta ulang tahun VOC, bakalan ada banyak pembesar VOC datang dari Batavia...untung tadi Henry mengingatkan tadi jadi kamu ada waktu untuk menikahi Pepos"
"Tapi apakah kamu yakin menikahi si Pepos?gak nyesel punya istri rata kaya papan gitu? ejek Harry
"Berisik kamu Cup, aku yakin tetapi belum tentu Raras mau" jawab Ben lirih
"Yaa diyakininlah, dengan rayuan maut....masak ya harus aku yang merayu Peppos" ujar Harry ngegas
Setelah sampai dirumah Ben menggendong Clara ala bridal style dan menidurkannya di ranjang nya, Ben kemudian membersihkan badannya dan menyusul tidur disamping Clara
Ketika pagi harinya, Ben bangun terlebih dahulu supaya tidak terkena tendangan Clara, dan segera berolah raga pagi.
Setiap hari Ben dan Harry pulang malam dan berangkat pagi karena harus mempersiapkan acara pesta ulang tahun VOC.
Clara tidak pernah bertemu dengan Ben, karena Ben selalu sudah berangkat sebelum Clara tidur dan pulang saat Clara sudah tidur.
Meski begitu, Clara mengirimkan bekal makan siang dengan dihantarkan oleh pak Darto, itu membuat Ben tetap makan teratur.
Setelah genap satu bulan akhirnya Ben bisa pulang seperti waktu kerja biasa, ketika pulang tampak Clara sedang memeriksa anak-anak kecil yang tinggal di sekitar rumah Ben
Melihat Ben datang semua anak langsung kabur ketakutan
"Kok udah pulang?? mana si Ucup?"
"Suami pulang sorean bukannya disambut malah nanyain cowok lain" omel Ben sambil meninggalkan Clara
"Laah salah lagi dech gue...tapi asyik sich musuhku datang, setidaknya gak sepi lagi" ujar Clara sambil terkikik licik ( dasar yaah Clara beneran sablenk dech 😳😳)
"Araaaasss!!!! kamu ngapain bengong di depan bentar lagi Maghrib mau di datengin Mas Gendu?!!!!" teriak Ben
"Clara fightiiiiing!!!!" ucap Clara memberi semangat dirinya sendiri, sambil menyisingkan lengan baju dan bergaya ala Popeye
"Kamu duduk dulu, aku mau mandi dulu..ada hal penting yang mau aku sampaikan"
"Okee" jawab Clara lalu menyomot bakwan goreng buatannya dan meminum teh manis
Tak beberapa lama Ben selesai mandi segera duduk disamping Clara
"Meneer mau mengatakan hal penting apa?"
Sambil berdehem kecil Ben melirik Clara dengan acuh tak acuh "Malam ini temani aku ke pesta"
Clara tersontak kaget mendengar ajakan Ben "Meneer bercanda ya?kenapa Raras?"
Sambil merebut minuman tehnya Clara, Ben menyeringai sinis "Jangan Geer dulu, aku sebenarnya malas mengajak ke pesta gadis barbar kaya kamu, tapi apa boleh buat tidak ada wanita yang pantas menemaniku yang tampan sempurna ini pergi ke pesta"
Clara ingin muntah mendengarnya, secara fisik Ben memang tampan dibandingkan para pria yang hidup di jaman nya, tapi apalah arti ketampanan jika minim ahklak, batin Clara sambil memutarkan bola matanya malas
"Ya udah Meneer pergi ke pestanya tidak dengan Raras, lagipula Raras juga gak mau kok pergi ke pesta" ujar Clara sambil beranjak berdiri.
"Udah selesaikan Meneer? kalo gitu Raras mau bikin spagethi carbonara byee...." ujar Clara sambil melenggang meninggalkan Ben
Tetapi baru dua langkah, tetapi ucapan Ben langsung menghentikan langkah Clara dan terpaku
"Heh mau kemana kamu?kapan aku mengijinkanmu pergi ninggalin aku Dokter Olivia Clara Maharani Mahendra" ketus Ben sambil melipat tangannya dan menatap tajam Clara yang berdiri terpaku
"Gak sopan banget ninggalin suaminya bicara, ayo duduk lagi" perintah Ben
"Raras rasa Meneer salah panggil dech" ujar Clara yang sudah kembali memasang muka datarnya
"Aku rasa tidak Clara, kamu adalah putri tunggal dari Abraham Mahendra, dan kamu mempunyai dendam kepada dr Wisnu Pradipta dan berusaha mendekati putranya, tetapi karena kamu bodoh malah jatuh cinta terhadap putra pembunuh ayahmu"
"K...kau darimana kamu tahu???!!! " bentak Clara penuh kemarahan
"Tidak usah marah, sekarang yang penting kamu sudah jauh dari keluarga Pradipta, jadi lupakan dendammu, mulailah hidup tanpa dendam disini bersamaku" ujar Ben tetap tenang
"Sekarang bergantilah dan berdandanlah yang cantik, aku tidak terima penolakan"
Sambil menghela nafas panjang dan berusaha sabar menghadapi Burap satu di depannya ini
""Syukur sich syukur Meneer, tapi Raras tidak mau ikut karena Clara sibuk"
"Sibuk apaan?paling kamu cuman melamun mikirin Bang bang tut, udah terima aja bahwa dia bukan jodohmu, lagipula disini kamu adalah istriku titik....sekarang buruan ganti baju" ujar Ben sambil mendorong tubuh Clara untuk masuk ke kamar
Clara kembali menghela nafas panjang, kenapa sih Ben kalo ngomong selalu bener. Bener-bener ngeselin maksudnya...fix sudah di kehidupan yang lalu Olivia Clara Maharani telah menghancurkan sebuah koloni.
Akhirnya Clara segera mengganti bajunya dengan kebaya putih, dan memakai riasan natural dan menggelung rambutnya
Saat setelah selesai berdandan Clara keluar kamar, tetapi tidak menemukan si burap
"Katanya tadi disuruh cepat, ternyata malah yang lambatkan dirinya sendiri haizz...." omel Clara lalu duduk diruang tamu
"Ayoo berangkat Clara" ajak Ben yang tiba-tiba sudah berada disampingnya
Clara melihat baju yang dipakai Ben sambil memicingkan matanya
"Meneer memang memakai baju itu? ayoo ganti gak lihat apa Clara sudah cantik jelita gini, masak pasangannya om-om gini, ayoo ikut Clara aku dandanin"
"Cla...ntar terlambat "
"Udah nurut, kalo gak mau Clara gak mau ikut karena malu pasangannya tuwier habis gini"
Clara segera mencari baju di tas Anton, kalo gak salah lihat Anton membawa jas dan kemeja, semoga aja cukup dipake burap.
Setelah menemukannya baju tersebut diberikan ke Ben
"Clara aku gak mau pake baju bang bang tut" omel Ben
"Ini bukan punya abang, ini punya atasan Clara dirumah sakit, tasnya ikut jatuh bersama Clara"
"Ya udah sini...." ucap Ben sambil menyaut baju dari tangan Clara
Setelah berganti bajunya Anton ternyata cukup dipakai Ben, kemudian Clara segera memakaikan pomadenya Anton dan menyisir rambut Ben
Ben hanya pasrah mau diapa-apain Clara karena dia bisa leluasa menatap wajah cantiknya Clara yang sudah berdandan cantik
"Nah sudah selesai...kalau ginikan cakep, ayoo Meneer kita berangkat kelihatannya si Ucup dah datang tuch
Dan memang si Ucup sudah menjemput didepan sambil membawa nonik Belanda dengan rambut bruneetenya memakai baju pesta yang panjang dan megar seperti baju-baju di film "Little Missy" ( Hayooo siapa yang tau?😁😁)
Sepanjang perjalanan mereka berbincang memakai bahasa Belanda, untung saja selama satu bulan ini Clara belajar diajarin Nyonya Carol istri Meneer Henry, sehingga Clara bisa paham dan menjawab omongan Steffi pacar si Ucup membuat Ben tersenyum puas atas kepandaian Clara
Saat sampai di benteng Rustenburg (sekarang Vreedenburg)tampak sudah dihias dengan lampu-lampu dan bendera Belanda, tampak para Tentara-tentara KNIL dan pasukan VOC, dan beberapa para nonik-nonik Belanda yang berdandan dengan make up tebal trend masa itu, dan beberapa Nyai yang terlihat di tempat yang dipojokan ruangan, karena dianggapnya mereka tidak berharga
"Cla...jangan lepas tanganku, kalo haus dan mau makan, nanti aku antar...kamu paham?!"
"Iyaa..." jawab Clara
Tiba-tiba ada seorang Nonik memakai baju ala little missy dimana atasnya model sabrina sehingga menunjukan badannya yang mluber kemana-nana yang memakai streples ketat.
"Benny.....ya ampuun sudah lama tidak bertemu, tambah tampan banget" cerocos nonik tersebut sambil menyerbu memeluk Ben dan mendorong tubuh Clara menjauh sampai tubuh Clara hampir jatuh, untung terpegang Steffi.
"Lepaskan Elenor...kamu menyakiti istriku" ujar Ben sambil mendorong tubuh Elinor kasar lalu memeluk Clara erat
"Ciiih dia hanya Nyai Ben...orang pribumi kotor tidak sebandingkan dengan derajat kita kaum Hollande" ejek Elonor ketus
"Kamu lupa ya, aku orang Jerman dan yatim piatu, bukankah aku juga tidak sederajat denganmu? yang perlu kamu tahu dia ISTRIKU BUKAN GUNDIK simpananku" ucap Ben lalu membawa Clara pergi sambil memeluk Clara posesif
"Kamu tidak apakan Cla?"
"Hahaha tenang aja Meneer"ujar Clara sambil mengeluarkan smirk liciknya
"Nggak di jaman modern maupun jaman kuno Pelakor selalu ada" gumam Clara
...***...
...TBC...