
"Ben dimana Phil?"
"Phil masih diobatin Sinsei Chun, kondisinya banyak luka tadi Claa"
"Tas peralatan ku dimana Ben?"
Ben segera mengambilkan tasnya Clara, dan memberikan ke istrinya
"Ben bantuin aku duduk, dan pegangin cermin ini yah" ujar Clara
Ben segera membantu Clara duduk dan menyangganya di belakang Clara sambil memegangkan cermin, Clara segera memeriksa lukanya untuk memutuskan tindakan apa yang harus diambil, setelah Clara melihat lukanya, ternyata lukanya tidak terlalu dalam, tetapi hanya melukai luka yang kemaren belum sembuh sempurna, sehingga Clara akan melakukan bedah minor untuk menjahit luka robekannya.
Clara segera menyuntikkan obat anti tetanus, semudian menyuntikkan anestesi dan obat antibiotik, kemudian melakukan penutupan luka yang superfisial dilakukan dengan teknik single-layer (Penjahitan Kulit Sederhana, atau Simple Interrupted Suture), teknik menjahit itu teknik yang paling cepat dan bisa dilakukan sendiri
Ben yang melihat istrinya membuat dirinya yang ngrasa nyeri.
"Sayang emang gak sakit gitu?" tanya Ben sambil meringis.
"Kan sudah aku bius Ben, udah yuks bantuin aku ke tempat Phil"
"Claa...tapi badanmu belum sehat nanti lukamu bagaimana?"
"Ben aku baik-baik saja, aku harus menyelamatkan Phil" ujar Clara dengan keras kepala.
Melihat istrinya ngotot, Ben akhirnya mengalah, dan membantu Clara berdiri dan berjalan menuju ke tempat Phil dirawat
"Nyai kenapa kesini?" tanya Sinsei Chun
"Bagaimana kondisi Phil?" tanya Clara segera duduk disamping ranjang Phil
"Lukanya yang ringan-ringan sudah owe obatin Nyai, tetapi ada pecahan kaca yang masuk terlalu dalam mengenai organ dalamnya Nyai" jawab sinsei Chun.
Clara segera memeriksa tekanan darah, detak jantung dan saturasi oksigen dari Phil.
"Phil mengalami Tamponade Jantung (Tamponade jantung merupakan suatu kondisi gawat darurat, dimana terdapat cairan atau darah pada ruang antara otot jantung dengan selaput pembungkus jantung (perikardium). Pada keadaan normal, cairan atau darah ini tidak ada pada ruangan tersebut. Keberadaan cairan atau darah ini menyebabkan jantung mengalami kesulitan dalam memompa darah ke seluruh tubuh, sehingga mengakibatkan seluruh anggota tubuh kekurangan pasokan darah.) karena ada pecahan kaca yang mengenai jantung Phil." ucap Clara
Clara segera mencari alat-alat dan obat-obatan yang ada, membuat Clara sedikit panik karena kondisi Phil Clara harus melakukan 4 prosedur tindakan penyelamatan nyawa Phil
1.Pericardiocentesis (punksi perikardium), yaitu prosedur yang dilakukan untuk mengeluarkan cairan atau darah dari ruang perikardium dengan menggunakan jarum.
2.Pericardiectomy, yaitu prosedur operasi dengan memotong dan menghilangkan sebagian perikardium yang melapisi jantung.
Pericardiodesis, yaitu pemberian obat-obatan langsung ke dalam ruang perikardium untuk menempelkan perikardium dengan otot jantung, pada penumpukan cairan di ruang perikardium (efusi perikardium) yang terjadi berulang.
4.Torakotomi, yaitu prosedur operasi yang dilakukan dokter untuk mengeluarkan gumpalan darah akibat cedera dengan membuka dinding dada.
Tetapi saat ini keterbatasan peralatan dan obat yang ada Clara hanya bisa melakukan tindakan 1 dan 3, padahal tindakan operasilah yang terpenting dan harus segera dilakukan.
Clara berusaha menekan emosinya dan berusaha melakukan tindakan 1 terlebih dahulu, dan meminta Sinsei untuk menotok titik untuk menghentikan pendarahan.
Setelah Clara berhasil mengeluarkan darah dan cairan, dan setelah obat yang diberikan mulai beraksi, Phil mulai bisa bernafas lebih lancar dan membuka matanya secara perlahan.
"Rras...." gumam Phil
"Phil, syukurlah kamu bisa sadar...apa masih sakit?" tanya Clara sambil menggenggam tangan Phil erat dengan mata berkaca-kaca.
"Jangan menangis Ras, aku sudah terbiasa terluka nanti pasti sembuh apalagi kamu yang mengobatiku" ujar Phil sambil tersenyum.
"Aku bukan dr baik Phil, bahkan aku ndak bisa menyembuhkanmu" isak Clara membuat Phil semakin lebar senyumannya.
"Berhentilah menangis Cla, kamu adalah dr terhebat yang aku tahu....uhuuuuk!!"
Phil terbatuk sambil menyemburkan darah dari mulutnya.
"Berhenti bicara Phil, aku mohon" ujar Clara sambil memeluk kepala Phil
"Maafkan Clara Phil, aku tidak mempunyai alat untuk melakukan tindakan operasi, maafkan Clara" ujar Clara semakin terisak menangis
Phil meski merasakan sakit di dadanya dan tahu bahwa dirinya tidak akan lama lagi, tetap memasang senyumnya.
"Ras...jika ada dikehidupan lagi nantinya, aku janji aku akan selalu menjagamu, membahagiakanmu dan mencintaimu, terlebih jika bule kampret itu tidak ada maka kupastikan kamu menjadi istriku" ucap Phil sambil memegang dadanya yang semakin terasa sakit.
"Ben bawa kesini tas obatku" ujar Clara kemudian mengambil obat morfin untuk meringankan rasa sakit yang dirasakan Phil, tetapi karena tangannya tiba-tiba terasa nyeri, sehingga Clara memegang jarumnya dengan bergetar.
"Biarkan aku saja Claa..." ujar Ben kemudian mengambil suntikan tersebut kemudian menyuntikkan ke Phil
"Bbb-ben terimakasih....tolong jaga dan cintai Raras kita aku mohon" gumam Phil yang mulai melemah.
"Iya...tenangkan dirimu, beristirahatlah dengan tenang Phil...." ucap Ben menenangkan Phil, Ben yang sudah terbiasa melihat orang yang sudah mendekati waktunya untuk pergi, karena selalu terjun di medan perang.
"Ras.. terr-ima-kkassih, aaku bahagii-ia" ujar Phil lirih kemudian menutup matanya.
"Phiiiiil.....philll maafkan Claraaa, maaafkan" ujar Clara sambil memeluk tubuh Phil sambil menangis terisak-isak.
"Ben aku gagal menjadi dokter, aa-ku bahkan tidak bisa menyelamatkan pria yang sangat mencintaiku dan selalu melindungiku" ujar Clara yang kemudian dipeluk erat Ben.
"Bukankah tadi Phil tadi bilang bahwa dia bahagia bukan? kamu sudah berusaha yang terbaik Claa, jangan menangis lagi ya"
"Kamu adalah dr yang hebat Clara, sudah banyak nyawa yang sudah kamu selamatkan dan kamu sembuhkan" hibur Ben.
"Biarkan Phil pergi dengan tenang, dan tidak sedih melihatmu menangisi dirinya, dia sudah bahagia dan tidak merasakan sakit lagi" bujuk Ben lembut.
"Sekarang bantu Sinsei membersihkan luka-luka Phil, dan aku pakaikan baju terbaik untuknya"
Clara menganggukkan kepalanya dan segera menutup dan menjahit semua luka Phil, kemudian Sinsei Chun dan emak Chun memandikannya dan memakaikan baju yang bagus.
Setelah itu tampak Mamat, Akri membawa peti jenazah untuk Phil, bersama Clift mereka kemudian membaringkan tubuh Phil didalamnya. Clift menangis selama pemberkatan dan pemakaman Phil didekat gereja Portugis, makam untuk orang asing di jaman itu. Sedangkan Clara menangis dalam pelukan Ben.
Setelah pemakaman Clift berjalan mendekati Clara dan Ben.
"Nyai...terimakasih sudah hadir di kehidupan Phil meskipun singkat tetapi sangat berarti untuknya, dia berubah menjadi sosok yang gembira dan mau bergaul dengan banyak orang dan tidak membenci kaum wanita" ucap Clift sambil menggenggam tangan Clara erat dengan mata berkaca-kaca.
"Maafkan Clara Clift, tidak bisa menolong Phil...maafkan" isak Clara.
"Bukan salahmu Nyai, memang sudah waktunya Phil untuk pergi, jangan menyalahkan dirimu sendiri Nyai, aku yakin kamu sudah sangat berusaha menolongnya" hibur Clift.
Tiba-tiba dari kejauhan datanglah Donald bersama ayahnya untuk memberitahukan bahwa Bill lolos dari pengeboman kemarin, dan masih menjadi buronan.
"Ben bawa istrimu besok naik kereta menuju pelabuhan Sunda Kelapa, bawa istrimu ke negara kita ada kapal yang akan berangkat ke Holland, kondisi saat ini sangat tidak aman terlebih Bill sudah mentargetkan Raksa untuk dia bunuh" ujar Donald yang mengkhawatirkan keadaan Clara yang masih pucat akibat lukanya.
"Baik Mayor dan Komandan besok kami akan berangkat besok pagi, terimakasih sebelumnya" ujar Ben.
...***...
...TBC...
...Bisakah Clara dan Rombongannya sampai dengan selamat naik kapal menuju Holland?...
...Kita tunggu di next episode ya😊😘😘...