Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 12 Putri Sebastian Wiguna Muncul



Setelah peristiwa itu, Anton benar-benar mengikuti omongan ayahnya, sehingga tim satu berjalan sebagai tim solid dalam menjalankan semua tugasnya, bahkan Anton mengakui kehebatan Clara sebagai dr bedah, hasil kerjanya sangat rapi dan teliti.


Tetapi dibenak Anton muncul pertanyaan, kenapa sekalipun Clara tidak pernah bertanya tentang teknik operasi yang dia pakai selama operasinya, bahkan Clara dengan luwes bisa mengikuti pola operasi dr Anton.


Meski Anton tahu setiap istirahat, Clara pake belajar diruangannya sambil makan bekal yang selalu dia bawa dari rumah


"Apakah dia benar-benar jenius sesuai resume dari dr Barlow?" batin Anton sambil menatap Clara yang masih di ruangannya sambil tekun belajar sendiri, padahal niat Anton memberi catatan kerja dia supaya dia berkesempatan berdiskusi berdua dengan dr Raras, tetapi harapannya sirna sudah.


Sampai suatu hari timnya dr Anton mendapatkan seorang pasien penderita aorta (Penyakit aorta merupakan penyakit komplikasi dari hipertensi yang cukup dikhawatirkan karena bisa menyebabkan kematian. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), penyakit aorta ini menyebabkan 9.923 kematian pada 2018 dan sekitar 58 persen kematian terjadi pada pria.


Aorta sendiri merupakan bagian terbesar dari pembuluh darah arteri yang memanjang dari jantung hingga perut bawah. Aorta yang bermasalah adalah ketika jaringannya robek atau membengkak yang akhirnya menekan ke pembuluh darah lain.)


Buat penderita Aorta maka solusinya adalah dengan operasi Bentall. Tindakan ini dilakukan pada jenis aorta yang robek pada pangkal yang menempel ke serambi jantung atau yang disebut dengan aorta asendens.


Ada dua jenis aorta robek, tipe A dan tipe B. Untuk yang paling berbahaya dan mematikan adalah tipe A, sebab, bagian aorta yang robek ada pada pangkalnya yang menempel ke serambi jantung atau yang disebut dengan aorta asendens. Penanganannya juga harus melalui operasi. Beda dengan tipe B, yang umumnya bisa diatasi dengan obat atau dengan intervensi endovaskular


Sambil tersenyum Anton mendapatkan ide, lalu segera memanggil Clara ke ruangannya


"Dr Raras apakah anda sudah pernah mengoperasi pasien penderita Aorta?" tanya Anton


"Penderita aorta biasanya kita kasih saran untuk melakukan operasi Bentall bukan dok?"jawab Clara


"Betul...apakah kamu pernah melakukan?"


"Belum dok, tetapi turut membantu dr James saya pernah, itupun cuman dua kali saja dok...memangnya ada apa ya dok?" tanya Clara


"Kita mendapatkan pasien ini di tim kita, selama dua minggu kita persiapkan segalanya, jadi coba dokter baca rekam medis ini dan pelajari sehingga dua minggu lagi bantu saya melakukan operasi ini, apabila ada yang masih bingung silahkan datang kemari nanti saya bantu....oke saya akan visite pasien dengan dr Husein" ujar Anton lalu beranjak meninggalkan Clara yang masih sibuk membaca rekam medis pasien dengan senyum tipisnya.


Tapi harapan Anton kembali tinggal harapan, karena sampai saat operasi Clara sama sekali tidak bertanya kepadanya, bahkan 2hari saat berdiskusi Clara dengan cepat memahami langkah-langkah yang akan Anton lakukan saat operasi nanti.


Setelah selesai operasi yang memakan waktu panjang berjalan lancar, Anton mengajak satu timnya untuk makan bersama


"Dok...saya ijin tidur bentar di ruangan saya ya, maaf tidak ikut dulu ya" ucap Raras yang memang terlihat sangat capai dan mengantuk.


"Baiklah...istirahatlah dulu dok, atau mau pulang langsung ya boleh dok"ucap Anton sambil tersenyum tipis.


"Makasih dok" ucap Clara sambil menundukkan kepala


"Mau dibeliin makan apa dok, biar sekalian kita belikan?"tanya dr Merry


"Nggak usah dokter Merry, belum laper juga...lagian tadi bawa snack kok, terimakasih ya" ucap Clara sambil tersenyum lalu berjalan meninggalkan rombongan tim 1 yang juga segera beranjak pergi karena sudah kelaparan.


Sampai diruangan, tampak Lino sudah menunggumu dengan tersenyum


"Selamat ya sayang operasinya berjalan lancar" ucap Lino lalu berdiri dan langsung memeluk Clara"


"Abang..adik capek" rajuk Clara


"Mau pulang?"


"Adik mau bobok disini bentar yah...ngantuk banget"


"Makan dulu yah, nanti sakit...ini abang dah beliin bubur menado kesukaan adik" ujar Lino


"Adik males makan bang, bobok dulu aja ya"ujar Clara


"Abang suapin yah" paksa Lino yang langsung mengambil sendok dan mulai menyuapi Clara yang masih pasang muka cemberut


"Abang ini porsinya banyak....berdua ama abang yaa" bujuk Clara


"Iya...btw ini satu sendok bergantian artinya kita ciuman tidak langsung ya dik?" goda Lino membuat Clara terbatuk-batuk


"Makannya pelan-pelan dik" ujar Lino sambil menyodorkan air putih dengan muka watados (wajah tanpa dosa) yang langsung dipelototin Clara


"Abang tuch jahat ya...pacarnya tenaganya cuman 20% digodain mulu" ucap Clara dengan memasang muka cemberut


"Hehehe...iya iya abang minta maaf, habis gemes liat adik cemberut, heran dech cemberut aja cantik pacar abang satu ini"


"Gombal...terussss....." omel Clara lalu menaruh kepalanya ke bahu Lino


"Adik kenyang bang, pinjam bahunya bentar yah" ucap Clara lalu mulai memejamkan matanya.


"Makasih ya bang udah sabar ngajarin adik dan nemenin adik" ujar Clara lalu mulai tertidur di bahu Lino yang bidang


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap dua insan itu dengan mata nanar, dan langsung mencengkram tas kresek berisi makanan dengan erat, lalu membalikkan badan lalu memberikan bungkusan itu kepada salah satu cleaning servis.


Saat Anton sedang duduk di taman untuk menenangkan diri terdengar suara para suster


"Untung yah dokter yang disukai dr Raras dr Lino, bukan dr Anton"


"Iya..coba kalo yang jadi pacarnya dr Raras itu dr Anton kita mah sudah hilang harapan untuk dapat dr Anton yang ganteng habis"


"Emang beneran yah dr Raras pacaran sama dr Lino?"


"Benerlah semua suster dan dr sudah banyak yang lihat setiap istirahat siang, mereka berduan makan bekal berdua, berdiskusi bersama kalo tidak ke rooftop atau ke ruangan dr Lino sampai kita yang jomblo ini langsung merasa merana melihat ke uwuan mereka berdua"


"Waaa....benarkah?"


"Iya dan anehnya mereka berdua itukan minim ekspresi, plus minim bicara tapi saat mereka bersama beuuuh....saling manja, bucin habis"


"Emang jodoh itu namanya mah"


Anton yang mendengar itu sangat emosi dan langsung kembali ke atas dan saat di lantai 3 tampak ayahnya dan dr Hartoyo dari ruang Clara, Anton segera sembunyi di tiang dekat ruang para dokter.


"Melihat mereka berdua tadi bikin kita ingin kembali masa muda ya Nu" ujar Hartoyo


"Iyaa tadi liat ekspresi mereka saat mereka kepergok kita tadi hahahaha" ujar Wisnu tertawa terbahak-bahak.


"Iya seperti kepiting rebus, kita memang usil ya Nu" ucap Hartoyo sambil cekikikan geli.


Saat melihat ayahnya menjauh, Anton segera keluar dari persembunyian, dan saat mau keluar tampak Clara melintas mau ke toilet di dekat tiang tempat Anton bersembunyi.


Anton menunggu Clara keluar, sambil tersenyum sinis.


Saat Clara keluar dari toilet, tampak Anton sudah didepan toilet menunggunya.


Clara hanya menundukkan kepalanya lalu melewati Anton begitu saja, membuat emosi Anton semakin naik


"Apa maksud anda mendekati dr Lino dokter Raras?"


"Apakah karena dia putra dari keluarga Pradipta?"


"Apa maksud kamu?apa hubungannya dengan keluarga Pradipta" tanya Clara sambil bersedap tangan di dadanya.


"Jangan sok bodoh kamu dr Raras, kamu pasti tahu maksud pertanyaanku, kamu yang dokter baru masuk ke rs pasti butuh dukungan buat memperkuat posisimu di sini"


"Pertama mendekati kakakku yang kuper itu lalu ayahku, hebat sekali rayuanmu untuk masuk ke keluarga Pradipta...tapi kamu harus tahu bahwa dr Lino itu hanya anak haram ayahku, jadi jangan harap kamu mendapatkan semua"


"Hahaha......pernahkah kamu mendengar pepatah diatas langit masih ada langit?"


"Lain kali sebelum menghina orang, cari info yang lengkap tentang siapa orang yang akan kamu hina dr Anton Pradipta yang terhormat"ejek Clara.


"Baik.........karena anda yang meminta maka saya ulang namaku dr Olivia Raras Maharani Wiguna, lebih tepatnya putri sulung dari Sebastian Wiguna, pemilik Wiguna Co dan Wiguna Enterprise....coba anda browsing siapa ayahku dokter" ucap Clara sinis membuat Anton terkejut.


"Kamu berbohongkan....mana mungkin putri keluarga Wiguna hanya memakai mobil keluaran lama dan sekolah di Harvard mengandalkan beasiswa!" ujar Anton tidak percaya.


"Karena aku ingin dikenal sebagai Raras Maharani gadis cerdas...... bukan dikenal sebagai putri dari pengusaha no 1 di Asia, yang manja dan bodoh seperti pandangan orang-orang mengenai putri orang kaya,"


"Jadi tuduhan anda salah sasaran, mendekati Abang karena keluarga Pradipta??!!! kalaupun aku sesuai dugaanmu tadi, .......bukankah aku harusnya mendekati putra mahkota keluarga Pradipta yaitu anda?"


"Tetapi tidak kan?........meski aku putri keluarga Wiguna aku tidak melihat latar belakang pria yang aku sayang, ketika dia menyayangi ku dengan tulus dan aku nyaman bersamanya aku tidak peduli latar belakangnya"


"Aku tidak butuh harta keluargamu untuk hidupku dok....dengan keahlianku dan keahlian abang kita bisa tetap hidup tercukupi, terlebih bila kami didukung keluargaku........bahkan Rs ini bisa aku beli" ujar Clara angkuh lalu meninggalkan Anton masih terkejut karena tidak sesuai yang dia perkirakan.


Tanpa mereka ketahui tampak dr Rutomo yang ikut mendengarkan, merasa de javu dengan kejadian 12tahun lalu saat ada gadis kecil mengucapkan kata-kata yang sama dan dengan gaya yang angkuh sama persis dengan yang Clara ucapkan.


"dr Olivia Raras Maharani? kenapa namanya mirip dengan nama gadis itu?" gumam dr Rutomo lalu segera masuk lift untuk kembali ke ruangannya untuk menyelidiki dr Raras.


...***...


...TBC...


...Wooo....ada yang curiga sama Clara nich😱😱...


...Bagaimana ya kelanjutannya😮😮...