
Setelah 18jam perjalanan dari Mataram akhirnya sampai juga di Batavia, suasana malam di Batavia seperti Jakarta di masa modern, meski malam tetapi kondisinya masih ramai, banyak mobil-mobil, delman masih tampak rapi berjajar di depan Stasiun
"Nyai kita naik satu delman saja, sekalian jalan kita searah"
"Ndak perlu kita sendiri saja kita sudah berempat juga bareng Harry dan Steffi" jawab Ben dengan tegas"
"Iya Phil delmankan hanya cukup dua penumpang, kan beda sama andong" ujar Clara sambil menunjuk delman membuat Phil hanya tersenyum kecut
"Itu si gundul bikin aku emosi dech, liatin kamu terus Cla...." omel Ben
"Dia punya mata, biarin ajalah Ben....cuman liatin doang juga" ujar Clara seenaknya membuat Ben cemberut.
Saat diperjalanan tampak semua dihiasi lampu-lampu dan banyak pedagang berjualan karena malam itu tepat malam ulang tahun kota Batavia, sehingga kota tampak meriah
Clara yang melihat itu semua dengan takjub
" Kamu ingin melihat sebentar?"
"Bolehkah Ben?"
"Bolehlah, mumpung ada kita lewat, kamu nggak capek kan?"
"Nggaklah...kan tadi sudah tidur lama"
"Dasar keboo kamu" ujar Ben membuat Clara sewot kemaren ngatain dia monyet, sekarang kebo, heran jadi orang ngatain istrinya hewan...kalo istrinya hewan suaminya juga hewan tooh wwkwkwk
Ben menyuruh kusir delman untuk berhenti sebentar dan menunggu mereka yang akan turun untuk jalan-jalan, lalu memberi tanda ke Harry untuk ikutan turun
Saat mereka akan berjalan, Clara teringat mereka membawa banyak barang bawaan, kali mereka tinggal, takutnya dicuri oleh kusir-kusir delman tersebut
"Nyai mau jalan-jalan? tenang aja barang-barang kalian biar Mamat jagain" tiba-tiba terdengar suara Phil yang menjawab kekhawatiran Clara
Semua langsung terkejut dan langsung menengok ke arah belakang mereka, dimana Phil membawa seorang pria pribumi berbadan besar, berwajah sangar namun tampak familiar dimata Clara
"Kamu....??" ucap Clara sambil menunjuk dan menatap Mamat curiga
"Saya sudah tobat Nyai, saya sekarang hanya bekerja mengawal mister Philip ini saja" ucap Mamat sambil menunduk
"Siapa dia Claa?"tanya Ben dan Harry berbarengan
"Aku lupa dimana, tapi aku pernah mengahajarnya atau menembaknya yah?!" ucap Clara sambil meringis
"Tenang saja Nyai, dia tidak akan berani berbuat macam-macam bukankah begitu Mat?" tanya Phil pelan tetapi membuat Mamat bergidik ketakutan
"Iya mister, akan saya jaga barang-barang anda semua" ujar Mamat pelan
"Okeeee....ayoooo Har aku ingin beli kerak telur, katanya enak" ajak Steffi langsung menggeret-geret tangan Harry dengan semangat
Clara dan Ben berjalan mengikuti dan Phil berjalan di belakang Clara untuk menjaganya, meski Ben menggenggam tangan Clara erat.
"Been awas Monica" seru Harry, tetapi belum sempat menghindar
"Benny......" tiba-tiba terdengar suara seorang nonik Belanda dengan rambut curly pirang dan berdandan norak langsung menubruk Ben, tetapi langsung didorong Ben dengan gaya jijik
"Cla....bantuin aku usirin ini cewek"bisik Ben sambil merengkuh bahu Clara
"Aku dapat apa kalo berhasil mengusirnya?"tanya Clara sambil tersenyum licik
"Selama seminggu aku akan menuruti semua perintahmu"
Mendengar itu membuat Clara tersenyum sumringah "Deal"
"Menjauhlah Monica, aku sudah menikah" usir Ben tegas
"Jadi kamu memilih dia dibandingkan aku untuk kamu jadikan istri?!" cemooh perempuan itu seraya menunjuk-nunjuk ke arah Clara."Dibandingkan aku?!!! dia pribumi kotor Benny"
Clara yang ditunjuk oleh perempuan itu sontak merengut kesal. Tidak sopan,baru bertemu sudah main tunjuk. Tidak nonik dedemit tidak nonik ondel-ondel ini sikapnya sama, sama-sama tidak sopan dan kurang ajar
Ben mengangguk dengan mantap, sedangkan Clara yang melihat itu hanya tersenyum kaku.
'Duh sampai kapan sih drama ini berakhir,keenakan Ben pegang bahu jenjang gue!"
" Ya iyalah," jawab Ben seraya melirik Clara lalu membawa tubuh Clara ke dalam dada bidangnya "Benarkan Sayang?"
"Mendengar itu Clara refleks mendongakkan kepalanya menatap Ben Hoeeek, Clara mau muntah dengarnya.
"Sayang.....Sayang kepala lo peyang' sahut batin Clara.Tentu saja dalam hatinya, gila aja kali Clara kalo sampe bersuara bisa di becek-becek ama burap
"Hahaha iya dong sayangku" sahut Clara dengan manja seraya memeluk tubuh Ben. Tentu saja semua itu berbanding terbalik dengan batinnya yang sejak tadi mencak-mencak menyumpah serapahi Ben, kalo bukan janji Ben akan menuruti semua perintah Clara selama 1minggu, Clara enggan melakukan ini.
Clara tersenyum dan perlahan-lahan dia mendekati telinga Ben lalu kemudian berbisik dengan sangat pelan.
"Ben, aku gak mau tau, Ben harus naikkin jadi satu bulan"
Ben menundukan kepalanya menatap Clara
"Halah kamu itu pikirannya hanya ingin memperbudakku doang" balas Ben Tak kalah pelan seraya tersenyum sinis "Kerja dulu, baru boleh memperbudakku sepuasmu selama satu minggu
Clara tidak menyahut, gadis yang selalu mengaku-ngaku mirip Raline Shah itu hanya cengengesan. Yang dikatakan Ben memang benar adanya. Kalo bukan iming-iming untuk bisa memperbudak Ben sepuasnya, yah mana mau dia ikut drama ini. Iyakan?
"Ah siap, kaya Ben belum ngenal Clara aja"
Ben mendengus pelan walau begitu dia tidak mengatakan apapun lagi. Sedangkan perempuan itu tampak mrnggeleng-gelengkan kepalanya.
"Nggak ..kalian pasti boongkan?" ujar perempuan itu masih tidak percaya. Ah tidak, lebih tepatnya menolak percaya.
"Sayangnya itu benar adanya"
"Tapi papi sudah menjodohkan kamu denganku"
"Saya sudah menolak perjodohan itu berkali-kali dengan komandan Van Der Chapman ayahmu, dan ayahmu pun sudah menyetujuinya"
"Ben kamu gak bisa nglakuin itu ke aku"
Ben melirik Clara, seolah-olah memintanya untuk mengatakan sesuatu. Clara yang mengerti segera membuka mulutnya.
"Nonik, tolong jangan dekatin suami saya lagi" Clara kembali berating seolah-olah perempuan baik hati yang tersakiti oleh perempuan jahat khas sinetron-sinetron warga +62 di tahun 2021
"Kamu udah dengar sendirikan ucapan istriku?" Ujar Ben dengan tegas pada wanita di depannya.
"Jadi saya minta jangan pernah muncul lagi didepan saya dan istri saya"
"Laki-laki di Batavia masih banyak...Saya yakin, nonik bisa dapat yang lebih baik" lanjut Clara sok wise
Perempuan itu melemparkan tatapan tajamnya
"Diam kamu" bentak perempuan itu. " Ini semua salah kamu dasar pribumi kotor"
"Ben memalingkan wjahnya ke arah Clara dan kembali membisikkan ke telinga Clara
"Cla, Saya naikkin lagi menjadi 2 minggu,asal kamu bisa mengusirnya sekarang juga"
"5 minggu atau tidak sama sekali"
Ben melotot
"Kamu mau nyiksa aku Cla?" Ujar Ben kembali berbisik
Clara Hanya cengengesan, e-eh ketahuan, kapan lagi dia bisa nyiksa Ben si Burap, toh diakan suaminya, jadi nantinya bakalan hidup bersamanya selama-lamanya, jadi cuman berapa minggu doang disiksa istri pasti gak ada apa-apa baginya kikikik
Perempuan itu menyipitkan matanya ke arah Ben dan Clara penuh curiga
"Tunggu, kalo emang kalian benar-benar sudah menikah, Coba buktikan!!" tantang perempuan itu.
"Oke Cla, akan Saya tambahin 4minggu, kalo kamu bisa berhasil nggak mendekati Saya lagi."
Clara yang mendengar itu refleks tersenyum dengan sangat lebar. Tidak ada yang lebih menggembirakan selain bisa memperbudak budak Ben selama satu Bulan....Coba bayangkan satu bulan gaes!!
Mimpi apa dia semalam, Hari ini dia mendapat rejeki nomplok, sering-sering aja begini auto bahagia hidup Clara
"Serahin saja sama aku Ben"
Dengan semangat menggebu-gebu Clara kembali berakting manja selayaknya seorang istri
"Bukti apa lagi yang nonik minta hmm?" Tanya Clara seraya menoleh ke arah perempuan itu Lalu menakup dan membelai wajah Ben.sebelum akhirnya dia kembali menatap perempuan itu "apa nonik gak lihat betapa mesranya kami berdua"
Tidak hanya menakup Dan membelai wjah Ben, Clara bahkan berani menguyel-uyel kedua pipi Ben. Itung-itung balas dendam Karena sering kali ulah Ben membuat Clara puyeng. Kesempatan langka seperti ini tidak boleh dilewatkan bukan?
Ben melototkan matanya kesal, walau sangat kesal, dia tetap berusaha bersikap tenang. Sementara Clara tersenyum dengan sangat puas, yah kapan lagi coba Clara bisa bebas nguyel-uyel pipi si Burap satu ini hahahaha
Wajah perempuan itu memerah dan tangannya mengepal erat. Terlihat jelas perempuan itu sangat cemburu, Clara jadi merasa kasihan, Clara heran apa sih bagusnya suaminya ini sampai perempuan-perempuan bohay itu mengejarnya, Ben itu cuman tampan dan gagah sisanya dia itu aneh.
"Nggak ...Ben pasti udah terkena pelet sama pribumi kek kamu ini, bukankah para pribumi selalu menggunakan pelet untuk memikat para pria, iya Kan?ngaku kamu!" Ucap perempuan itu menuduh Clara
"Perempuan jelek dan kurus pucat gitu mana pantas untuk Ben!!"
Clara yang mendengar itu sontak melepaskan tangannya dari pipi Ben, seraya memicingkan matanya. Wah sembarangan nih betina. Daripada Clara capek-capek melet Ben mendingan Clara melet Eun Woo atau kalo tidak Jung Kooknya BTS sekalian, lebih pro iyakan? ( Kalo Eun Woo author juga mau Cla😁 *Author POV)
Ben baru saja akan membuka mulutnya,namun Clara sudah sudah menjawab ucapan perempuan itu.
"Terserah nonik mau bilang apa ....intinya Ben sekarang ini suami aku, lagi pula badanku ini tidak kurus, ukurannya pas dan yang paling penting bisa memuaskan suamiku....jadi pergi sana jauh-jauh husss..husss" papar Clara mengusir perempuan itu dengan berani seraya melipat kedua tangannya di dada
"Satu lagi nonik, sebelum menghina orang tolong ngaca dulu, udah mukanya penuh dempulan ngalahin dempulan ondel-ondel, badan diikat korset kencang, Raras berani taruhan itu dada dan perutnya pasti kendor jika gak pake, sok sokan menghina Saya, yang tanpa itu semua terlihat cantik Alami"
"Makanya suami aku ini nempel terus kaya perangko,bukankah begitu suamiku Sayang" ujar Clara dengan gaya manjanya sambil menempel ke arah Ben
Ben yang mendengar penuturan Clara berusaha menahan gelak tawanya yang hampir membuncah. Dempulan ondel-ondel ada-ada aja si Clara, batin Ben geli sendiri
"Tentu saja sayangku" jawab Ben sambil mengusap pipi Clara lembut yang ditanggapi Harry dan Steffi terbahak-bahak karena sudah tidak bisa menahan tawanya mendengar ejekan yang dilontarkan Clara.
"Kkk-kauuu!!!!" ujar Monica tergagap sambil menunjuk ke arah Clara penuh murka
...***...
...TBC...
...Clara kok ya dilawan🙈...
...Mau tahu kelanjutannya????...
...Tunggu di next episode yah😋😁...
...Ntar bakalan Pelakor bertemu Pebinor ...
...coba tebak gimana ya mereka nantinya ...
1. Saling kerjasama menghancurkan Hubungan Ben & Clara
2. Saling membunuh membunuh untuk membela incarannya