
"Mister....Nyai dan suaminya ditangkap dan dibawa ke stadspolitiebureau mister"
"Sialan!!!!ayooo kita kesana, Mat bawa tas2 di delman ke hotel Hermitage atas nama Johnson, ajak Daus yang mengerti Batavia"
"Setelah selesai menaruh ke hotel susul aku ke
stadspolitiebureau, kalian mengerti?!!"
"Baik mister, mengerti!" ujar Mamat dan Daus bersamaan lalu memindahkan semua barang Harry dan Ben ke satu delman dan segera berangkat ke hotel tempat Philip menginap
"Sedangkan kalian berdua ikut aku ke stadspolitiebureau" perintah Philip ke Jaja dan Akri
"Baik Mister" jawab Akri dan Jaja lalu naik delman menuju stadspolitiebureau.
Setelah sampai di sana hari menjelang pagi, Philip sudah sangat capek tapi juga gelisah akan keselamatan Clara.
"Mister istirahat dulu disini, saya akan mencarikan info tentang Nyai, saudara istri saya ada yang bekerja sebagai tukang sapu" ujar Akri
"Bagus lakukan, cari info yang lengkap.... kamu mengerti!"
"Baik mister, saya mengerti" ujar Akri lalu berlari mencari saudaranya, sedangkan Phil dan Jaja sembunyi di rumah kosong didekat kantor polisi kota tersebut
Phil menyempatkan tidur sebentar dijagain Jaja yang juga mengistirahatkan tubuhnya sejenak, kemudian saat matahari mulai menampakkan cahayanya Jaja segera mencarikan majikannya beserta teman-temannya sarapan
"Mister.....mister buruan bangun" seru Akri membangunkan Phil
"Ada apa Kri?" tanya Phil dengan suara serak khas orang bangun tidur
"Saya jelaskan dijalan, mari mister kita ikutin Nyai"
Meski Phil masih bingung karena baru terbangun,dengan pauh mengikuti Akri keluar rumah kosong tersebut, ternyata diluar sudah menunggu Mamat, Daus dan Jaja yang sudah menyiapkan kuda untuk mereka tunggangi
"Mari Mister, ikut saya" ujar Akri yang dengan cepat sudah menunggangi kuda lalu berempat memacu kudanya melalui jalan pintas menuju penjara wanita, dimana Akri menjelaskan secara detail apa yang terjadi terhadap Ben dan Raras.
Mendengar hal itu membuat Phil geram, tetapi dia masih berusaha menahan kemarahan sambil mencari jalan untuk membebaskan Clara.
Setelah sampai, Phil melihat Clara sedang digiring bersama para perempuan pribumi, dan Phil dibuat semakin geram karena Clara dikerubungi para polisi, tetapi untung segera atasan polisi datang dan membawa Clara masuk gedung berbeda dengan yang lain menuju penjara bawah tanah.
"Mister akan saya carikan info terlebih dahulu, mister makan sarapan terlebih dahulu " ujar Jaja yang ternyata mempunyai kenalan sipir penjara yang seorang pribumi.
^^^
"Ciiih pribumi kotor seperti ini kok disukai Ben"
Clara hanya diam dan tidak terpancing emosinya, karena ingin melihat apa maunya dedemit satu ini yang saat ini memakai baju atasan putih dan gaun panjang berwarna biru, rambut merahnya terurai dan jangan lupa make up tebalnya
'Heran gue, tengah malam loo kok ya ada wanita yang masih memakai make up, nggak takut wajahnya rusak kali ya? padahal kulit ras kaukasoid ( ras kulit putih seperti bangsa eropa) itu memiliki struktur kulit yang paling rentan keriput dibandingkan ras mongoloid (ras kulit kuning seperti orang Asia) dan ras negroid (ras kulit hitam seperti orang afrika)'batin Clara
'Tapikan dia dedemit, ya pastilah aneh wkwkwk' ujar Clara dalam hati
"Apa yang kamu mau?" tanya Clara dengan wajah acuh dan suara datar
Melihat ketenangan dan ketidak takutan Clara membuat Elonor terusik, karena semua orang terutama orang pribumi melihat dirinya pasti bergetar ketakutan
"Gak usah bergaya sok tangguh kamu dasar Hoer !!! kau pikir saat ini posisimu kuat karena merupakan istri Ben?" ujar Elonor sinis
"Harus kamu tahu keputusan keselamatan Ben ada ditanganmu, jika kamu menuruti perintahku untuk meninggalkan dan memberikannya Ben padaku, maka kupastikan Ben bebas dari tuduhan, tetapi jika kamu tidak menuruti perintahku maka Ben akan segera dieksekusi sebagai penghianat" ujar Elonor dengan smirk liciknya
"Oooo jadi penangkapan kami itu rekayasa kamu?"
"Tentu saja, kenapa? sekarang kamu sadarkan siapa yang kamu hadapi saat ini, makanya jangan sok kecakepan kamu sampai berani mengusik aku saat di Mataram kemarin"
"Apa salahku di Mataram kemarin, bukankah saat kamu suruh bermain piano, aku main....bahkan aku mau menolongmu saat jatuh tetapi kamu sendirikan yang menghina aku, sekarang tunjukkan kesalahanku dimana?"
"Salahmu adalah menikah dengan pria yang aku cintai sejak kecil" bentak Elonor
"Haizzz drama maning inihh' batin Clara malas
"Laaah....Kok aku yang salah, yang nikahin aku adalah Ben, karena kami saling mencintai....dan bukankah Ben sudah berkali-kali menolakmu"ujar Clara dengan memasang muka dipolos-polosin
"Emangnya tidak ada bule yang mau denganmu tante ya sampai mengejar pria beristri?" ujar Clara lagi
Plaaak......"Dasar Hoer kurang ajar!!" bentak Elonor sambil menampar pipi Clara keras sampai sudut bibir Clara berdarah
Mendapatkan tamparan keras itu tidak membuat nyali Clara menciut bahkan dengan tetap tenang menatap Elonor dengan tatapan meremehkan
Melihat itu membuat Elonor emosinya semakin membuncah, sambil menarik rambut Clara kebelakang sehingga kepala Clara menegadah keatas sambil menatap Elonor
"Katakan padaku apa pilihanmu Hoer!!"
"Bukankah apapun pilihanku tetap saja aku akan kamu hilangkan, bukankah begitu tante?" ejek Clara
"Cinta itu tidak bisa dipaksakan, dan yang tante rasakan itu bukan cinta tapi obsesi...coba tante berubah Raras pasti diluar sana ada seorang pria yang mencintai tante dengan tulus dan mau menerima kegilaan tante ini" ujar Clara mulai berakting wise
Plaaak....."Diam kamu!!! gak usah sok ngguruin aku!! Ambilkan gunting, cepattt!!" teriak Elonor penuh kemarahan setelah menampar Clara
"Jonge dame (nona muda) apa yang akan kamu lakukan?"
"Lakukan perintahku!!" bentak Elonor
' Dedemit ini kelihatannya sudah gila, ya ampun Ben kenapa sich yang naksir kamu gila semua kemaren si ondel-ondel sekarang dedemit' batin Clara
Tentara muda itu akhirnya membawakan gunting ke Elonor, dan segera dirampas secara kasar olehnya lalu segera menggunting rambut indah Clara yang sudah memanjang sejak berada disini
Di jaman itu, rambut seorang wanita panjang adalah lambang kebanggaan dan kehormatan seorang wanita, maka jika Elonor memangkas rambut Clara dia pikir itu merupakan penghinaan kejam kepada seorang wanita dan tanpa Elonor pinta maka akan bunuh diri sendiri karena merasa terhina dan enggan untuk hidup lagi
Tetapi jelas itu tidak berlaku buat Clara yang hidup dimasa depan, bahkan kemarin saat masuk wamil rambutnya dipangkas sangat pendek.
Setelah puas memangkas rambut Clara sebahu, Elonor menatap sangat puas dan menatap Clara penuh ejekan
"Tante tukang salon ya? sampai mau memotong rambut Raras" ujar Clara dengan senyuman mengejek
Ucapan Clara yang tetap santai tidak menunjukkan ketakutan dan terpukul sontak membuat Elonor melototkan matanya menatap Clara tidak percaya
"Apakah kamu tidak merasa terhina karena rambutmu aku potong?" tanya Elonor bingung
"Laaah kenapa terhina Te?? kan cuman rambutnya aja yang dipotong" ujar Clara bingung kenapa si tante dedemit ini kelihatan shock
"Dasar Hoer kotor!!" ujar Elonor mau menusuk kan gunting ke arah Clara tetapi dicegah para sipir penjara
"Jonge dame, jangan mengkotori tangan jonge dame dengan darah pribumi kotor ini, ingat ayah dan paman anda" ujar salah satu sipir membuat Elonor berusaha menahan emosinya
"Berikan dia untuk dinikmati Goddert saja jonge dame"usul salah sipir
"Itu siapa?"
"Dia salah satu sipir kelainan S** jonge dame, dia selalu memperkosa para tahanan wanita dan membunuhnya jonge dame, oleh karena itu dia dikurung di sel sekarang ini oleh komisaris"
"Bagus....bawa dia kemari" perintah Elonor dengan senyum culasnya
"Baik jonge dame" ujar sipir tersebut segera bergegas keluar
Tak beberapa lama sipir tersebut membawa seorang pria gondrong berbadan sangat besar membuat Clara mengedip-ngedipkan matanya nggak percaya
'Ini orang atau mas Gendu ya?' batin Clara
"Jonge dame, ada yang bisa saya bantu?"tanya Goddert sambil menundukkan kepalanya dengan hormat
"Hoer itu buatmu, lakukan sesukamu tapi tidak disini....bawa dia sejauh mungkin, mau kamu bunuh juga terserah kamu, tapiiii....jangan pernah menunjukkan mukamu di Batavia lagi, kamu aku bebaskan"ujar Elonor
Goddert memandang Clara lalu segera mengucapkan terimakasih dengan menundukkan kepalanya dengan hormat
'Waduuh lepas dari mulut dedemit masuk ke mulut mas Gendu' batin Clara
'Nasib titisan Raline shah ini kok ya ngenes banget yah, koloni apa yah yang dulu aku binasakan sampai kena karma gini banget' hicks keluh Clara
Elonor yang melihat Clara yang menatap Goddert dengan muka bingung, sangat puas dipikirnya Clara takut....padahal sebenarnya Clara hanya merutuki nasibnya (Yungalah dedemit....dedemit musuh Clara kamu bisa auto botak *Author POV๐๐)
Goddert setelah mengucapkan terimakasih segera melepaskan ikatan ditubuh Clara dengan kursi dan segera memanggulnya seperti karung beras untuk keluar dari ruangan itu untuk segera menuju ke kuda yang sudah disediakan oleh sipir bayaran Elonor
"Goddert....kita ikut kamu untuk memastikan kamu keluar dari Batavia, dan kita mau ikutan menikmati tubuh nyai itu" ujar tiga sipir bayaran tersebut sambil menatap Clara penuh nafsu
"Terserah!!" ujar Goddert datar, lalu menaikkan tubuh Clara keatas kuda disusul dirinya ikutan naik ke atas kuda dan segera memacu kudanya menuju ke luar kota Batavia diikuti tiga orang sipir bayaran tersebut.
...***...
...TBC...
...Hayoo tebak gimana nasib Clara...
...1. Berhasil Di perkosa para Hollander ...
...2. Berhasil Kabur...
...3. Para Hollander malah dibuat tak berdaya oleh Clara...
...Gumapta atas perhatian dan kasihnya terhadap thor dan krucilku, anaknya sudah membaik kok, sudah lincah lagi๐๐...
...Saranghae๐๐...