Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 46 Nasib Nyai



"Udah gak usah nangis, eeeuuuuy ingusan pula" ejek Ben


"Hicks....kamu tau Ben?...


"Nggak ....nggak tahu" jawab Ben dengan muka songong membuat Clara langsung memukul bahu Ben


"Aku belum selesai ngomong bambank....udah aah gak jadi!!"


"Emang yah susah ngomong ama Meneer, dasar bule aneh" omel Clara


Greeeep.....Ben memeluk Clara dari belakang


"Udah gak usah manyun-manyun gitu, gak boleh seorang istri ngumpatin suami yang ganteng sempurna kaya aku ini, udah mau crita apa?" ucap Ben yang membuat Clara semakin malas bercerita


"Kamu tau Cla....aku ini biasa hidup sendiri, dulu waktu kecil di Jerman aku hidup dijalan dengan mencopet, mencuri makanan untuk bertahan hidup"


"Aku tidak tahu siapa orang tuaku, kata Ned pria tua itu menemukanku saat aku masih bayi merah ditempat sampah"


"Meski Ned mendidik ku sebagai pencuri kecil, setidaknya aku bersyukur aku bisa hidup dan bisa mendapat tempat berteduh, lalu saat lima tahun aku bertemu seorang pastor bernama Priester (Romo/Pastor)Frans, dia yang mengajakku ikut bersamanya membantu bersih-bersih gereja di Belanda, dialah yang mengajarkan aku membaca, semua pengetahuan dan yang memberikan aku nama Benjamin yang berarti anak laki-laki cerdas dan pekerja keras, nama itu juga merupakan putra bungsu dari Nabi Yakub di Kitab Suci"


"Aku sudah menganggap Priester Frans Von Trapp, karena itu aku nama belakangku sama dengannya" ujar Ben sambil menatap indahnya langit fajar


"Lalu kenapa kamu jadi tentara Ben?"


"Mencari pekerjaan di Belanda susah, yang bisa sekolah tinggi hanya kaum berduit, untuk anak yatim piatu seperti aku itu tidak mungkin. Cla, jadi saat VOC membuka lowongan untuk menjadi tentara akupun mendaftar dan akhirnya seperti yang kamu lihat sekarang"


Clara mulai menganggukkan kepalanya sambil mengusap tangan Ben yang melingkar di perutnya.


"Apakah kamu malu punya suami yang asal-usulnya tidak jelas gini?"


"Hahaha setidaknya kamu dari masa yang sama Ben, laa aku dari masa yang berbeda dari kamu...selalu dianggap aneh oleh orang-orang pribumi bukan, bule juga bukan....aku juga tidak jelas tooh!!" ucap Clara miris akan nasibnya


"Kalau yatim piatu kita sama, mama meninggal saat usiaku 3tahun, papa juga sudah meninggal saat aku smp, kamu memiliki Pastor Frans sebagai ayah angkatmu, aku juga memiliki papi Sebastian dan Raksa yang sudah menganggapku putri dan kakak sendiri" ujar Clara dengan mata berkaca-kaca membuat Ben memeluk erat tubuh Clara


"Tadi itu operasi caesar pertamaku Ben, itulah yang menyebabkan aku menangis tadi....karena selama operasi tadi aku hanya berdoa supaya berjalan lancar sesuai teori yang sudah aku pelajari"


"Biasanya kamu operasi apa?"


"Operasi Jantung"


"Jantung?disini?" tanya Ben sambil menunjuk dadanya


"Iyaa....di jamanku banyak orang menderita penyakit jantung karena pola hidup tidak sehat, stress dan lingkungan sudah banyak polusi, tidak seperti jaman ini yang udaranya masih bersih dan segar" jelas Clara yang kemudian berhenti bicara saat mendengar dengkuran pelan di tengkuknya


"Dah tidur ya Ben.....makasih ya Ben sudah mau menemaniku, pasti kamu capek hmm...."ucap Clara sambil menengok wajah Ben yang tertidur sambil memeluk dirinya


"Jika kamu normal ginikan lebih baik toh" gumam Clara membuat sebuah senyum tipis tersungging di bibir Ben


Sambil menyandarkan dalam pelukan Ben, Clara sudah tidak kuat menahan kantuk dan capek yang sudah sangat mendera tubuhnya akhirnya ikut tertidur dalam posisi duduk di teras rumah Henry


Henry yang menyuruh pegawainya mencari Ben dan Clara yang tiba-tiba menghilang menemukan pasangan itu tampak terlelap di teras


^^^


Sore harinya Clara pulang kerumah bersama Ben, setelah memeriksa kondisi Carol sambil memberikan beberapa obat antibiotik, vitamin dan pereda sakit yang harus di minum Carol, dan mengajari Henry menganti infus dan membuang dan mencatat berapa ml air dari kateter.


"Ben kita naik kudamu lagi?gak naik andong aja?"


"Iya kita naik kuda, tapi kali ini pelan-pelan kok ndak kaya semalam" ujar Ben lalu langsung menggendong tubuh Clara untuk dinaikkan diatas kuda, lalu disusul Ben duduk dibelakang.


Mereka berkuda sesuai janji Ben secara Ben, sehingga Clara yang pada awalnya memejamkan matanya ketakutan mulai merasa tenang


"Bukalah matamu mijn schatje (my sweetheart), lihatlah langit senja hari ini sangat indah Schatje" ucap Ben



Clara melihat langit senja saat ini diatas bukit dibawahnya tampak danau yang sangat tenang permukaannya, terlihat sangat indah


"Kamu tadi manggil Clara apa?"


"mijn Schatje, itulah kamu....kamu tau Cla jikalau kata-kata orang Tionghoa benar adanya reinkarnasi, aku ingin disetiap reinkarnasiku aku ingin selalu bersamamu, bahkan disaat kita sama-sama bereinkarnasi di masamu aku akan mencarimu bagaimanapun caranya" ujar Ben sambil memeluk erat tubuh Clara sambil mencium pucuk kepala Clara


"Ben....apa kamu baik-baik saja?kepalamu gak kejedotkan?" tanya Clara sambil memiringkan kepalanya untuk menatap Ben dengan heran


"Huffft....memang cewek itu susah di mengerti, minta cowoknya romantis, lembut, sudah diromantisin eeeh malah dibilang kepalanya kejedot' omel Ben lalu menghela kudanya sehingga akhirnya kembali mereka naik kuda dengan cepat membuat Clara kembali teriak-teriak ketakutan sedangkan Ben malah tertawa.


Sesampai dirumah Clara segera memukuli tubuh Ben sambil mengumpat-umpat Ben kesal, sedangkan Ben masih tertawa karena berhasil membuat Clara ngomel (dasar burap diomelin cewek yang ditaksir malah senengπŸ™ˆ *Author POV)lalu karena gemas Ben memeluk dan menggendong Clara ala bridal style masuk kedalam rumah.


Tanpa mereka sadari tampak dua pasang mata sedang mengawasi dengan senyuman sinis


"Mat tugasmu saat ini mengawasi calon istriku itu, kamu paham" ujar seorang pria yang memakai baju serba hitam, memakai topi hitam dan memakai tutup mulut, yang terlihat hanya sepasang mata birunya yang sangat tajam


"Baik Mister" jawab Mamat singkat.


...***...


...TBC...


...Hallo semua, terimakasih banget buat kalian yang sangat membuat Thor semangat menulis dengan memberi ide crita supaya novel ini semakin bagus...


...GumaptaπŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ’–πŸ’–...


Di next Chapter kita akan melihat konflik si Gundul yang sudah in action yah, coba tebak gimana reaksi Ben


1. Membuat si gundul mati kutu dengan kata-katanya yang setajam silet


2. Membuat si gundul emosi dengan ke keuwuan nya ke Clara


3. Dengan tenang mengklaim kepemilikan Clara, membuat si gundul kicep


...😁😁😁...