Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 73 Ucup Si BodyGuard



"Mau kemana kamu?" seru Harry sambil mencengkram bahu Phil yang berjalan menuju ke arah Ben dan Clara


"Bukan urusan kamu!" jawab Phil sambil menghempaskan tangan Harry


"Kalau mengenai Ben dan Peppos itu menjadi urusanku, menjauhlah dari mereka" jawab Harry tenang


"Wooow....wooow apa nih?" Phil mengerutkan alisnya sebelum kemudian menyeringai sinis ke arah Phil "Rupanya ada pahlawan kesiangan disini"


Phil dan Harry bertukar tatapan tajam satu sama lain. Phil dengan tatapan benci dan marah menjadi satu, sedangkan Harry hanya biasa saja, ......tidak terlihat tanda-tanda marah maupun tersinggung. Alih-alih menjawab pertanyaan Phil, Harry dengan mengatakan kepada Phil


"Nggak masalah, kamu bilang apa, tapi...." dengan sengaja Harry menjeda ucapannya sambil melirik Phil dengan tersenyum simpul


"Aku pahlawannya maka kamu penjahatnya. Bukankah begitu maksudmu?"


Harry mengatakan dengan raut wajah tenang, tetapi siapapun yang mendengar, ada nada ejekan di setiap nada yang Harry ucapkan.


Mendengar ucapan Harry membuat jari-jari Phil melengkung membentuk kepalan tinju. Dia berdecak sebelum akhirnya dia berjalan mendekati Harry.


"Sialann kamu baru saja ngatain aku?beraninya kamu!" tanpa aba-aba Phil menarik kerah baju Harry. Rahangnya mengeras dan menatap Harry tajam seakan ingin menerkam Harry


"Kamu pikir kamu siapa?"


Sementara Harry yang mendapat serangan mendadak dari Phil bukannya menunjukkan ketakutan bahkan Harry dengan tersenyum dan dengan perlahan menurunkan cengkraman tangannya Phil dari krahnya.


"Aku nggak ada niatan ngatain kamu, bukankah kenyataan begitu adanya" ujar Harry dengan penuh ketenangan tanpa ada rasa ketakutan sama sekali.


"Aku akan melindungi Ben dan Peppos dari orang-orang kaya kamu itu"


"Kamu benar-benar salah mencari lawan, ..aku bisa melenyapkanmu seperti serangga jika sampai kamu berani menghalangiku untuk mendapatkan Raras seberapapun usahamu untuk menjauhkanku dari mereka" gertak Phil dengan seringaian mengerikan sambil mengeluarkan pisau lipat dari kantong bajunya.


"Philip Matthew Johnson, letakkan pisaumu....buat apa kamu bertengkar lihatlah orang yang kalian ributkan sudah tidak ada" teriak Clift menghentikan gerakan Phil yang ingin menghujamkan pisau ke Harry


Mendengar teriakan kakaknya membuat Phil segera mencari keberadaan Clara dan Ben yang memang sudah tidak tampak sama sekali, membuat Phil mengumpat-umpat marah


Harry dengan tenang dan santai bersiul meninggalkan Phil yang sedang ditenangkan oleh kakaknya.


"Harry kok dilawan....cih dasar bulgun begoo, cuman ngandalin emosi tapi kagak punya otak" gumam Harry sambil menuju kamarnya yang sudah ditunggu Stefi.


Bagaimana keadaan pasangan gesrek yang mereka ributkan?


Yess tepat perkiraan kita, mereka sudah tertidur nyenyak karena sudah terlalu kenyang dan capek


.


.


.


Pagi harinya, eeh tepatnya sudah siang ketika semua orang di rumah babe Sabeni sudah mulai beraktifitas dan kembali ke rumah masing-masing, tetapi tidak dengan pasangan absurb yang masih tertidur pulas sambil berpelukan


Sampai Clara merasakan panas ditangan yang melilit tubuhnya, membuatnya terbangun dan tampak wajah tampan Ben yang masih tertidur lelap tepat diatas kepalanya.


Clara segera menjauhkan tubuhnya dari tubuh Ben dan dengan wajah memerah menatap Ben yang ternyata tidur tidak memakai baju atasan.


Otak polos Clara yang sudah terkontaminasi dengan otak mezoem Ben menatap kagum tubuh suaminya yang ternyata berotot dan melihat tahi lalat di leher Ben.


Entah keberanian darimana tangan Clara dengan nekatnya menyentuh tahi lalat tersebut dengan tatapan tidak berkedip



Merasa tubuhnya ada yang menyentuh, dan sentuhan tangan tersebut terasa sangat panas membuat Ben membuka matanya.


Ben yang melihat wajah cantik istrinya di pagi hari membuatnya tersenyum



"Mau menyentuh yang lain Cla? mulai sadar yah bahwa suaminya begitu tampan sempurna eh?!" tanya Ben penuh percaya diri membuat Clara memerah mukanya.


Clara yang mendengar itu hanya memutar bola matanya malas.


"Badanmu panas Ben....apakah kamu merasa pusing atau merasakan ...." belum selesai Clara bicara sudah langsung dibungkam mulutnya dengan ciuman dari Ben


Tetapi kemudian keduanya bersamaan bersin-bersin dengan hidung mulai beringus (euuuy kaliaan maah jorok, ingusan aja berciuman๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฃ*author POV)


"Gara-gara kamu sih Ben tadi malam ngajakin hujan-hujanan, sekarang kita sama-sama flu dan panas" gerutu Clara kesal.


Clara yang mengingat kejadian semalam, membuatnya tersenyum, memang benar dia tadi malam tidak mengalami symptom yang biasa dia alami dan rasakan jika melihat hujan.


"Iya...iya...suamiku ini memang hebat bisa nyembuhin phobia istrinya" puji Clara sambil mencubit hidung Ben gemas.


Akhirnya Ben dan Clara keluar untuk membasuh tubuhnya dan makan pagi, dan jangan lupakan keuwuan mereka yang sering lupa tempat dan waktu, membuat orang disekitarnya jengah sendiri.


"Baru semalam bersama Raras sekarang sudah sakit flu dan panas, padahal selama satu bulan ini aku jaga Raras tidak pernah sakit sama sekali" ujar Phil sinis yang tiba-tiba sudah berada di dekat Ben dan Clara


"Kamu tidak layak menjadi suami Raras"


Mendengar ucapan Phil yang nyinyir seperti emak-emak yang hobi gibahin tetangganya membuat Ben menaikkan salah satu alisnya


"Lalu menurutmu....kamu yang lebih pantas menjadi suami dari Claa ku ini hmm?" tanya Ben tenang


"Yaa jelaslah....fakta sudah membuktikan bahwa hanya aku yang bisa menjaga Raras dengan baik"


"Oooo....fakta yaah?! ...kalo begitu fakta juga yang membuktikan bahwa kamu lebih tidak pantas menjadi suami Claa"


"Suami mana coba yang mengijinkan istrinya ikut berperang dan menjadi eksekutor, udah gitu membiarkan menjadi penari kabaret pria dan yang lebih parah sampai tertembak dan tercebur di laut...seperti itu kamu bilang kamu lebih baik dari aku?"ujar Ben dengan ketus.


Mendengar ucapan Ben membuat Phil mengeratkan tangannya sampai otot tangannya terlihat menonjol.


Melihat gelagat marahnya Phil, Clara yang selama satu bulan ini selalu bersamanya, membuat Clara sedikit memahami karakter Phil segera melerai pertengkaran keduanya.


"Sudahlah....hentikan pertengkaran kalian, tidak malu apa dilihatin keluarga babe Sabeni"


"Dia duluan Claa..." rajuk Ben manja


"Diih cowok lemah, selalu minta dimanja....jadi cowok tuh harus kuat sehingga bisa menjadi pengayom buat istrinya" ejek Phil.


"Cemburuuu yaa?kalo cemburu bilang"


"Kalian kenapa bertengkar tentang sesuatu yang sudah jelas, bahwa bule-bule seperti kalian itu cuman gede di badan doang, nyatanya tidak bisa melindungi Raras bersama kalian Raras menjadi sakir" ujar Wisnu sinis dan menatap meremehkan


'Astajim....belum sampai Clara mendinginkan dua bara api antara suaminya dan Phil si sumbu pendek, eeeh si pangeran tengil satu ini sudah menyiramkan minyak ke atas dua bara api ini' batin Clara sambil memijit pelipisnya yang terasa pening


"Heleh....bilang aja kalo kamu iri kepada kami, karena badanmu yang cebol itu, badan sekecil itu mana bisa melindungi Raras" ujar Phil sewot


"Buktinya istri-istriku pada aman di istana, tidak terluka dan sakit, jadi kelak Raras bakal selalu aman di istanaku" ujar Wisnu pongah.


Mendengar ucapan Wisnu yang pongah membuat Clara geleng-geleng tidak percaya, gak terbayangkan bagaimana hidupnya jika bersama si pangeran tengil, cuman dikurung di dalam istana.


"Claa....mumpung mereka masih bertengkar, kita tinggal tidur aja yuuks, rasanya obat tadi bikin aku ngantuk dech" bisik Ben.


'Bener juga kata Ben, daripada melihat pertengkaran unfaedah antara Phil dan Wisnu, bakal membuat flunya makin parah, mending bocan (Bobok Cantik) sama suami gantengku aja' batin Clara sambil meringis senang mengikuti suaminya yang secara perlahan berjalan menuju kamarnya.


Setelah beberapa waktu pertengkaran mereka berlangsung, Phil kemudian tersadar bahwa Ben dan Clara sudah tidak ada lagi, membuatnya celingukan mencarinya.


"Nyari Ben dan Peppos Phil? mereka sudah kembali ke kamar.....paling baru bikin adonan untuk jadi Ben junior" ucap Harry yang sengaja memprovokasi Phil dan Wisnu lalu segera pergi dengan bersiul riang seperti tidak merasa bersalah.


Sore harinya, rumah babe Sabeni terlihat sepi saat Ben dan Clara terbangun dengan badan lebih baikan karena obat Clara.


Clara memasak makanan karena Ben merasa kelaparan, setelah Clara menyatakan bahwa dirinya mencintai Ben, membuat Ben yang biasanya super duber ajib tingkah polahnya yang selalu membuat Clara emosi, sekarang juga masih ajib sich...cuman .........sekarang ajib manjanya, nempel Clara terus seperti prangko.


Seperti saat ini didapur saat Clara masak didapur, bukannya membantu masak tetapi malah merecoki Clara masak, berkali-kali diomelin Clara bukannya berhenti malah makin menjadi. Memang kok tingkah polah Ben itu memang selalu benar. Maksudnya benar-benar mezoem


Seperti saat ini Ben sudah membuat Clara kuwalahan menghadapi ciuman Ben yang selalu lama dan menuntut.


"Loooo Ben????!!!.....Looo Sa??!!!"


Tiba-tiba terdengar suara Bass seorang pria yang sudah berada di depan pintu dapur dan menatap Ben dan Clara shock dan tidak berkedip.


...***...


...TBC...


...Siapa yang datang yah??๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ˜ฎ...


...Mian baru malam bisa upload ๐Ÿ˜...


...Di Next Episode mulai masuk ke adegan peperangan lagi yaa ๐Ÿ˜‰...