Nyai Raras

Nyai Raras
Episode 92 The Man Wearing The Same Brecelet



Back To Ulker Vineyard


Clara segera menaruh minuman kopi didepan bosnya.


"Silahkan diminum tuan kopinya" ucap Clara lalu memandang Sean penuh curiga.


"Pernikahan siapa sich yang kalian bicarakan?" tanya Clara kepo.


Sean dengan muka memelas menatap Aron, dimana Aron malah berpura-pura tidak melihat dan sok sibuk dengan berkasnya, membuat Sean meringis.


"Yeaaay...ditanyain malah pada diem, ya sudahlah, Clara lanjut nonton lagi saja" ujar Clara sambil mengedikkan bahunya masa bodo, membuat Sean geleng-geleng.


"Yakin kamu gak penasaran pernikahan siapa gitu?kalau aku bilang itu pernikahan kita kamu percaya" tanya Aron yang terusik karena sikap cuek istrinya.


Alih-alih terkejut atau marah, Clara malah tertawa terbahak-bahak sambil memukul bahu Aron.


"Tuan kalo bercanda nggak lucu...udah aah Clara mau ke kamar mandi, gara-gara tertawa terus buat Clara kebelet" ujar Clara masih dengan terkekeh dan mata berair buru-buru berlari keluar ruangan Aron.


Sean dan Aron saling pandang dan terheran dengan polah Clara.


"Seleramu memang aneh Ar....wajah memang sangat cantik, tapi tubuhnya semua rata dan minimalis, udah gitu polahnya 11-12 kaya kamu" komentar Sean sambil menatap heran sahabatnya.


"Berisik kamu Sean....setidaknya istriku tidak seperti sapi kaya seleramu" ujar Aron ketus.


"Enak saja sapi, seksiii itu namanya.." omel Sean lalu keluar ruangan Aron.


.


.


Saat Clara masuk dilihatnya si bos laronnya sedang sendiri sibuk bekerja di depan komputernya, jadi dengan tenang Clara kembali duduk manis melanjutkan filmnya.


Baru saja pantat Clara menempel dikursi, tiba-tiba...


"Claa...kopinya kok aneh?"


"Hah....aneh gimana tuan?"


"Yakin ini kopi khusus untukku? tidak kopi yang biasa diminum orang banyak kan?" tanya Aron dengan muka datar.


"Iya tuan, Tanzania Peaberry Coffe( Tanzania Peaberry adalah kopi dengan tekstur sedikit kental dan beraroma buah)kan tuan?" tanya Clara.


"Kamu buat sesuai takaran yang aku bilangkan?"


"Iya..2 sendok kopi, tanpa gula dan susukan?" tanya Clara lagi.


"Tapi kenapa pahit Cla?" tanyanya dengan muka meragukan Clara.


"Yaelah tuan, namanya juga kopi hitam tuan, kalo mau manis ya kopi susu tuan" ujar Clara yang gak habis pikir dengan bosnya ini, katanya pinter ......... masak urusan kopi aja harus Clara ajarin.


"Ciiih kalo itu aku juga tahu, buatin lagi......jangan luoa kamu kasih gula ya" perintah Aron.


Sambil menghela nafas panjang dan dengan berat hati Clara kembali menuju ke pantry, membuatkan kopi baru buat si bos laronnya, lalu kembali masuk dan meletakkan cangkir kopi lengkap beserta gula dan susu.


"Silahkan diminum tuan kopinya" ujar Clara tersenyum puas.


Hal ini dilakukan karena belajar dari yang kemarin-kemarin bahwa si bosnya ini hobi banget bikin Clara bolak-balik ke pantry gara-gara minuman.


Mendengar itu, tanpa aba-aba Aron menengadahkan kepalanya dan menatap Clara dan nampan minuman kopi lengkap dengan satu mangkuk gula dan susu dengan mata elangnya


" Hmm....lumayan pintar kamu, tidak sia-sia saya mempekerjakan kamu" ujar Aron memuji Clara dengan tersenyum, ........namun hal itu tidak berlangsung lama, karena hanya sepersekian detik saja si Laron eeh maksudku si Aron segera kembali memasang ekspresi menyebalkannya.


"Kamu ternyata sangat berbakat menjadi jongos"


Clara mendengar itu jelas sangat kesal, namun apa boleh buat Clara hanya bisa menghela nafas yang panjang seraya berusaha untuk bersabar, yah benar Claa.........yang waras mah mengalah saja.


Clara kemudian kembali mau kembali duduk ke singgasananya untuk melihat oppa Kim Seon-Ho beserta Eonni Shin Min-a.


"Siapa yang menyuruhmu duduk"


Clara mendengar itu refleks langsung berdiri seraya menatap Aron


"Tapikan tuan tugas saya kan sudah selesai....lalu untuk apalagi saya tidak boleh duduk kembali menonton?"


"Siapa bilang tugasmu sudah selesai?" tanya Aron sambil tersenyum mengejek.


"Saya mau kamu berganti baju dan temani saya untuk acara coctail party sore ini"


"Hah...kenapa harus saya?kan sama yang lain bisa, lagipula biasanyakan tuan tidak mau ikutan party-party gitu" protes Clara, serius dia sudah lelah, letih dan lesu.


"Iya tapi saat ini saya pingin ikutan dan maunya sama kamu! gimana dong?!" ujar Aron dengan ketus.


"Awas saja kalau kamu berani menolak....saya tidak segan-segan menambah pekerjaan kamu"


Pada akhirnya Clara hanya bisa pasrah masuk ke kamar disamping ruang kerja Aron yang memang disediakan Aron untuk beristirahat jika dia lelah, tampak di tempat tidur sudah tersedia sebuah gaun putih berpotongan sederhana sesuai selera si Aron untuk selalu Clara pakai jika harus keluar mendampinginya, lengkap bersama clutch dan sepatu warna senada.


Clara segera mandi dan berganti baju dengan gaun tersebut, kemudian segera merias wajahnya dengan riasan flawless andalannya, dan mengurai rambutnya dan menatanya serapi mungkin.



Saat Clara keluar dari kamar mandi tampak bosnya sudah berganti baju dengan stelan jas dan kemeja warna hitam, yang sangat pas dipakainya, Clara sangat benci harus mengakui ketampanan si Laron satu ini.



"Sudah nggak usah sampai ngeces .....melihat ketampananku yang sempurna ini....ayo sini kamu" ujar Aron dengan penuh percaya diri membuat Clara hanya memutarkan bola matanya malas, tetapi dengan menurut mendekat ke arah Aron.


"Kemarikan tangan kiri kamu" ujar Aron.


Meski bingung Clara menuruti permintaan Aron dengan menyodorkan tangan kirinya ke Aron.



Tanpa banyak bicara Aron segera menyematkan sebuah cincin emas dengan desain sederhana tapi terlihat sangat mahal karena ada ukiran logo sebuah merk ternama di sisi dalam cincin tersebut.


Untung saja Clara bukan tipe cewek baperan, sehingga ketika Aron memasangkan cincin di jari manisnya, otak cerdasnya Clara segera tahu nanti pasti bakalan ada drama telenovela yang harus dia mainkan bersama si Laron.


"Jangan pernah dilepas cincin ini, kamu mengerti?" ancam Aron dengan nada tegas


"Iya...iya suamiku sayang" goda Clara sambil mengedip-ngedipkan matanya genit.


"Gak usah berlebihan gitu...panggil namaku tetapi yang berbeda dengan orang lain biasa memanggilku" ujar Aron tegas.


"Panggil nama selain nama Aron gitu ya tuan? Ben...aku panggil itu yah ?" ujar Clara spontan.


Saat mendengar itu sontak membuat Aron tercekat


"Kenapa Ben?"


"Karena itu nama pria yang Clara cintai" jawab Clara tanpa sadar dengan suara lirih tetapi cukup terdengar di telinga Aron.


"Istri pintar..." ujar Aron sambil mengusap kepala Clara lembut lalu segera menggandeng tangan erat dan mengajaknya segera berangkat pergi.


'Bagus ternyata bukan si pucat yang berada dihatinya' batin Aron sambil tersenyum lebar.


Clara yang melihat tangannya di genggam erat Aron tampak sebuah gelang yang sangat mirip dengan gelang yang dia pakai hanya warnanya yang berbeda.


Tetapi kemudian disangkalnya karena Clara selalu berpikir bahwa gelang yang dia pakai adalah pemberian dari Josh.


"Tuan....ini pesta dalam rangka apaan yah?" tanya Clara diperjalanan.


"Pesta ulang tahun ibu tiri aku, hati-hati dengannya...jangan pernah jauh dariku, bila ingin makan, minum dan pergi kebelakang bilang ke aku...jangan pergi sendiri, kamu paham?!!" ucap Aron tegas.


Clara melihat tingkah Aron yang terlihat protectif terhadap dirinya membuatnya terheran, tapi daripada ribut Clara akhirnya mengalah dan menganggukan kepalanya seraya berkata


"Iya paham, jangan khawatir"


"Bagus...dan jangan berdekatan dengan anak tirinya yang bernama Rodolfo Santibanez" ucap Aron lagi.


"Oke..."


Sampai akhirnya mereka sampai disebuah rumah peternakan sangat besar, dan mereka diantar seorang pelayan menuju bagian belakang rumah yang sudah ditata sangat apik untuk acara garden party.



Clara dan Aron diikuti Sam dan Sean dibelakang mereka segera menyapa beberapa rekan kerja Aron yang ikut hadir di pesta tersebut


Sampai terdengar suara seorang wanita berbaju merah dengan sangat ketat menampilkan semua lekukan tubuhnya, rambutnya yang pirang bergelombang dibiarkannnya terurai.


"Aron...my lovely stepson, thanks you for coming" ujar wanita tersebut yang langsung mau memeluk tubuh Aron, tetapi langsung dihalangi Sam dan Sean


Clara yang menatap wanita tersebut langsung shock saat mengenali wajah wanita tersebut yang menatap dirinya penuh kebencian.



'Demi dewa Neptunusnya dari bikini bottom...laaah bertemu kembali dengan si dedemit' batin Clara langsung mempunyai perasaan tidak enak.


"Dia Aracely ibu tiriku" bisik Aron ke telinga Clara sambil memeluk erat tubuh Clara.


...***...


...TBC...


...Hi yaaa...musuh bebuyutan Clara sudah muncul ini😱😱😱...


...Hayoo apa yang bakalan terjadi yah?😣😣😩😩...