
Sepeninggal Papi dan tante Lena, Clara terdiam kosong, sambil memijat keningnya yang terasa pening
Nasibku kok ya gini-gini amat yah, di jaman kuno baru jadi pengantin baru, harus berperang dan akhirnya mati tertembak.....dan ternyata itu cuman mimpi.
Udah pulang ke jaman modern, mau hidup tenang aja malah disuruh nikah....'huwaaaa tolong bawa istri Eun woo yang cantik jelita ini pergi menyusul mas Eun woo ke Korea' batin Clara sambil mengacak rambutnya frustasi.
"Dik....apa abang salah jika berbuat nekat begitu?"
"Eeeh....." gumam Clara tersadar dari lamunannya, kemudian 'Tiiiiing.....' terbersit ide di otak jenius si Nyai, dengan tersenyum di buat paling manis.
"Abang bantuin bujuk papi dong, beri waktu 2bulan lagi buat adik, selain nyembuhin kaki adik, .....adikkan juga mau mengundurkan diri dari rs itu, dan adik tahu pasti tidak bisa cepat ijin itu turun"
"Adik mengundurkan diri?adik sudah gak mau jadi dokter?" tanya Lino bingung.
"Adik mau mulai hidup baru tanpa adanya dendam bang, adik sudah janji....maka dari itu adik harus keluar dari rs supaya tidak mengingat papa dan ingin membalas dendam lagi" ujar Clara sambil menunduk dan berdoa semoga actingnya yang sudah terasah bersama suami tengilnya si Burap, yang celakanya sudah membuat Clara rindu serindu-rindunya itu bisa berhasil( Halaaaah🙈lebay loe Claa....*Author POV sambil tepok jidat)
"Baiklah abang bujuk papi ya dik, adik jangan sedih lagi ya" bujuk Lino sambil mengusap kepala Clara lembut.
'Yihaaaaa.......berhasil! Berhasil! Berhasil! Hooray! Lo hicimos (bacanya seperti di dora the explorer ya😜😂😂)' batin Clara sambil tetap memasang senyum terindahnya (Ckckck....Cla...Cla...dasar Nyai minim akhlak, rasain ntar kalo loe dibaca netizen penggemar Lino loe bakalan ditimpuki*author POV)
"Dik....ada yang perlu adik tahu tentang aku, karena aku tidak mau ada rahasia diantara kita, adik sudah jujur maka aku juga menginginkan begitu" ujar Lino yang ditanggapi Clara dengan anggukan
"Aku pernah melakukan kesalahan fatal sebagai seorang dokter bedah dik, saat itu papa yang harusnya mengoperasi pasiennya menyerahkan untuk aku selesaikan karena mamanya Anton mengalami Endokarditis (Infeksi lapisan dalam jantung, biasanya melibatkan katup jantung, dan ini disebabkan oleh kuman) dan harus segera diambil tindakan untuk mengganti katun jantung yang rusak tersebut.
"Operasi saat itu berjalan dengan lancar, aku sudah melakukan yang terbaik yang aku bisa, tetapi kemudian jantung yang aku pasangkan mulai menunjukkan penolakan ditubuh pasien tersebut sehingga pasien itu mengalami kejang-kejang, aku sudah berusaha menyelamatkan dengan menstabilkan jantung baru tersebut, tetapi pada akhirnya pasien tersebut meninggal" ujar Lino sambil menunduk
"Kalau tubuh sudah menolak jantung baru, itu bukan salah abangkan, resiko transplantasi jantung yang paling tidak bisa kita cegah adalah hal ini" ujar Clara
"Iya, tetapi hal ini...." belum selesai Lino bicara masuklah Josh bersama Anton membawa dua kantong besar
"Princess sudah laper?" tanya Josh sambil mengusap kepala Clara lembut
"Iya...itu bawa kantong besar isinya apa ajah?"
"Bubur ayam beserta banyak lauknya dr Raras, maaf aku tidak tahu kesukaan dokter apa"
"Diluar rs panggil Raras aja dokter Anton" ujar Clara sambil tersenyum
Melihat itu semua Anton auto bahagia sejahtera, "kamu juga bisa langsung panggil aku Anton saja" ucap Anton dengan senyum yang tidak hilang dari wajahnya.
"Nton...buryamnya kenapa kamu tidak membelikan yang di Kwang Tung, adik lebih suka buryam yang bening masakan Chinese food, sedangkan buryam gini adik gak doyan" ucap Lino memarahi Anton
"Jangan khawatir princess kamu makan buryam yang aku beli ajah, dasar dr tengil itu sok tahu, dibilang my princess aku itu sukanya yang ini....eh ngotot beli yang itu" omel Josh sambil mengeluarkan buryam beserta lauknya.
Clara yang melihat Anton yang diserang Josh dan Lino, membuatnya tidak tega
"Udah ayo kita makan bareng aja ya, makasih ya dokter Anton, aku nyobain buryamnya ya?"
"Ooo....iya Ras, ini silahkan" ujar Anton sambil menyodorkan buryam miliknya
Clara mengambil 2 sendok bubur beserta kuah buburnya
"Dik jangan dipaksain kalo gak enak" ujar Lino
"Orang Raras mau kok, kamu tuch berisik kak" omel Anton
"Princess kacangnya itu masih ada itu" ucap Josh lalu mengambili kacang di bubur Clara
Clara yang melihat tingkah pola ketiga pria yang selalu saja saja saling meributkan hal-hal unfaedah membuatnya mengusap dadanya sambil merapalkan sabar-sabar, orang sabar disayang Tuhan.
Setelah akhirnya makan pagi menjelang siangnya selesai, tetapi drama dunia Harem nya Nyai Raras masih berlanjut
"Dokter Anton, bisakah aku meminta bantuaannya untuk menolong Raras untuk memproses pengunduran diri Raras?"
"Dik ngapain minta tolong dia, orang ada aku"
"Karena Adik mau menikah denganku"
"Karena my Princess mau ikut aku pulang ke Amerika" ujar Josh dan Lino secara bersamaan.
Anton yang mendengar dua ucapan yang berbeda membuatnya bingung.
"Kak kalau hallu nggak sampai segitunya kali, kamukan pacaran sama dr Nadia, nah kalau Raras ikutan si bule gila itu mah aku masih percaya, orang Raras juga nempel terus" ejek Anton sinis ke arah Lino.
Saat kedua kakak beradik ambyar itu masih beradu argumen, Josh melihat mata Clara yang tampak ada beban yang sangat berat dia pikul membuatnya langsung berbisik ke telinga Clara.
"Perlukah kubuat si kutil Anoa itu ku hilangkan tak berbekas my princes?" tanya Josh dengan smirk mengerikannya.
Pffffht....kutil anoa, buseeet si Josh kalo ngatain rivalnya selalu aja benar, maksudnya benar-benar ngawur.
"Josh...jangan membuat tanganmu berlumuran darah lagi hmm...." bisik Clara sambil menggenggam tangan Josh untuk menenangkannya, membuat josh menganggukkan kepalanya dan kembali diam mengamati ulah dua dokter yang masih ribut disamping Clara
Lino yang melihat hubungan Clara dan Josh, sebenarnya didalam hatinya Lino paham bahwa meskipun dirinya didukung ayah mertuanya, tetapi dia tidak akan menggeser posisi Josh dalam hati Clara, meski berusaha dia pungkiri.
"Katakan dik, apakah aku menipu atau tidak" ujar Lino.
"Iya dokter Anton, saya akan menikah dengan abang nantinya, maka dari itu bisakah anda membantu?"
"Kenapa minta bantuin dia dik, abang bisa bantuin kok"
"Abang, adik adalah first assistantnya dr Anton, jelas adik meminta bantuan atasan adik" ujar Clara tegas membuat Anton tersenyum pongah mengejek Lino.
"Ras...tenang aja, nanti aku bantu urusnya sekarang fokus fisioterapi kakinya Raras dulu ok!" ujar Anton kemudian ijin pulang karena ada panggilan darurat dari rs, sedangkan Lino mau tidak mau juga harus pergi untuk mengurus kepindahan dirinya ke Jakarta.
Saat tinggal Josh dan Clara, Josh langsung memeluk Clara.
"Papi lagi hmm....?"
"Iya, mau gimana lagi...Clara ingin Papi bahagia diusia tuanya, mungkin dengan menikah beban dipundak papi selama ini berkurang"
"Kamu selalu begitu princes, tapi ingat satu hal ........ ada saatnya kamu harus memikirkan kebahagiaanmu sendiri, baru bisa membahagiakan orang lain, pikirkan itu hmm...."
"Iyaa...aku tahu Josh" ucap Clara lirih.
Selama beberapa minggu Clara melakukan fisioterapi sehingga sedikit demi sedikit mulai bisa berjalan terlebih tenaga fisioterapi yang melatih adalah yang terbaik sedunia, dengan alat-alat canggih yang juga didatangkan ke clinic tersebut tanpa tahu siapakah yang mengirimnya, karena meski Sebastian Wiguna kaya, tetapi belum mampu untuk melakukan itu semua.
"Josh....siapakah yang selalu memfasilitasi semua ini buat si Ewet yah?" tanya Raksa
"Entahlah Sa, semua informasi telah tertutup rapat, sampe hacker sekelas Daredevil tidak mampu menembus"ujar Josh kesal
^^^
"Tuan.....berita buruk tuan, miss Jane akan menikah dengan dr Marcellino Oetomo, bagaimana ini tuan?" ujar Sam berlari tergopoh-gopoh.
"Ar....mau sampe kapan kamu sembunyi hah?!! katanya suka, ciiih dasar penakut!!" omel Sean Weiltheimer yang saat itu baru bangun pagi jadi hanya memakai boxer kotak-kotak dan berkaos hitam.
"Aku tidak penakut, ada kalanya seseorang lebih baik mengamati terlebih dahulu sebelum melakukan penyerangan"
"Bukankah seorang pahlawan selalu datang belakangan" ujar Ar dengan smirk khasnya.
Sam dan Sean hanya saling berpandangan dan menggelengkan kepala mereka karena gak habis pikir tentang tingginya kepercayaan diri dari seorang tuan muda mereka.
...***...
...TBC...
...Today Double Up yah😁😊...
...Udah jangan ada yang unjuk rasa segera up yah🙈😣...